Hati sejatinya tak bisa terbagi...
Cinta tak seharusnya menyakiti...
Tapi ... Kenapa aku berani membagi hati?
Kenapa aku menyakiti dua lelaki yang mencintaiku? Bahkan dengan gila-nya aku mencintai sama rata mereka berdua!
__Simak aja yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Aku Merasa Cemburu?!
Setelah pernikahan dilangsungkan suasana di kamar pengantin sangat suram, Issac bahkan tak bisa mendekati Alexandra sedikit pun karena perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu terus berwajah dingin apalagi tatapan wanita itu menusuk tajam padanya seolah ingin memakan dia hidup-hidup.
"Aku sudah mengikuti permintaan kedua orang tuaku, tapi aku ingin kita membuat kesepakatan Issac." Alexandra mulai membuka suaranya.
"Kesepakatan?" Issac menatap tak percaya pada Alexandra.
"Ya, kesepakatan. Aku bahkan belum putus dengan Jefri, sudah seminggu ini dia pergi dinas ke luar kota dan aku belum menjelaskan semuanya pada Jefri. Sampai saat ini aku masih sangat mencintai Jefri, jadi jangan pernah berharap aku akan mencintaimu. Aku juga ingin pernikahan ini hanya 1 bulan, setelah itu kita mengatakan pada orang tua masing-masing jika kita tak bisa mempertahankan hubungan kita dan ingin berpisah. Aku ingin kembali pada Jefri..." Ujar Alexandra dingin.
"Kamu jangan kepede'an Lex! Aku juga tidak berharap kamu akan mencintaiku karena aku juga membencimu dan adikmu itu!"
"Kenapa kamu selalu membawa-bawa adikku, Issac? Sewaktu di kamar hotel, kamu juga berkata aku yang harus membayar perbuatan adikku. Sebenarnya ada masalah apa kamu dan Erza? Aku tidak mengerti sedikit pun apa yang kamu ucapkan."
Issac mengunci mulutnya, ia tak ingin lagi membahas masalah itu. "Aku setuju dengan kesepakatan yang ingin kau buat. Aku akan tidur di sofa, kau boleh tidur di ranjangku."
"Tentu saja aku harus tidur di ranjang, disini aku lah korbannya! Cih!" dengan merapatkan jubah tidurnya Alexandra mulai naik ke atas kasur, ia lalu melempar bantal ke arah Issac. "Nih, ambil!"
Issac menangkap bantal yang dilempar Alexandra, dia mendengus kasar tak menyangka kamar dan ranjangnya akan di invasi istrinya sekarang. Istri?! Oh Tuhan! Usianya bahkan baru saja 19 tahun.
Drrrrrtttt Drttttttt.
Getaran ponsel di meja nakas samping tempat tidur bergetar, Issac melihat itu ponsel Alexandra. Perempuan itu mengambil ponsel dan seketika wajahnya menjadi ceria. Issac tiba-tiba merasa sangat kesal melihat wajah ceria yang sudah menjadi istrinya itu saat mendapat panggilan dari kekasihnya.
"Malam, sayang. Kamu masih di Banjarmasin?" Alexandra sengaja mengeraskan suara pelantang di ponselnya.
"Mungkin 3 hari lagi aku pulang, ada hal penting yang ingin aku katakan padamu." Jawab Jefri dari ujung sana.
"Aku akan menunggumu, jangan bergadang sayang," ujar Alexandra penuh perhatian.
"Kamu juga, sayang. Xandra... Aku mencintaimu. Kamu tahu itu, kan?"
Degh!
Tiba-tiba rasa sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum menyerbu ke seluruh tubuhnya, tubuh Alexandra bergetar menahan isak tangisnya.
"Xandra..." suara merdu Jefri saat memanggil namanya semakin menyayat hatinya.
"Jef, aku juga mencintaimu... aku tu-tup..." suara bergetar Alexandra tak bisa tertahan, ia segera mematikan panggilan.
Alexandra mengelung tubuhnya seperti janin dalam kandungan, terisak menangis dengan menyedihkan. "Jef... hu... hu..."
Issac menutup kepalanya dengan bantal sejak Alexandra mengangkat telepon dan memanggil kekasihnya dengan panggilan sayang, tapi tetap saja suara bahagia Alexandra terdengar bahkan saat wanita itu mulai bersedih lalu terisak menangis.
Issac yang sudah membaringkan tubuh tingginya di atas sofa segera bangun saat mendengar Alexandra menangis, dia mendengar perempuan itu terus memanggil nama kekasihnya. "Sial! Kenapa dadaku panas?! Kenapa aku merasa cemburu Alex terus memanggil nama kekasihnya?!" gumamnya.
Isaac tak bisa berbuat apapun dia hanya menunggu isak tangis Alexandra mereda, saat mendengar nafas tenang istrinya ia segera bergerak mendekat ke ranjang. Ia menarik tissu membersihkan air mata yang mengotori wajah cantik Alexandra. Lalu menyelimuti tubuh istrinya, mengelus rambutnya lembut. " Alex.... hahhhh."
Dengan langkah berat Issac keluar balkon, bersandar di pinggiran besi menatap nanar ke dalam kamar dimana perempuan yang sudah sah menjadi istrinya terbaring dengan pikiran kacau.
______ DIANTARA CINTA DUA LELAKI ______