NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 5
Nama Author: NG STORY

[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]

Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.

Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.

Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.

Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.

Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.

Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Nasya melangkahkan kakinya berjalan di sekitar taman kota, gadis itu pergi ke sana untuk bertemu dengan adik tirinya yang tidak lain adalah Edward.

Laki-laki itu melambaikan tangannya dan memanggil nama Nasya dari kejauhan, gadis itu tersenyum lalu berlari kecil menghampiri adiknya.

"Kau terlihat sangat tampan, tunggu sebentar kakak akan memotretmu." kata Nasya sambil mengambil ponsel di tasnya.

Cekrek

Nasya tersenyum saat melihat hasil dari foto yang ia ambil, gadis itu langsung memperlihatkan kepada adiknya.

"Kau tampan sekali memakai seragam itu." kata Nasya sambil mengacak-acak rambut adiknya.

"Bagaimana dengan sekolah baru kakak dan juga suami kakak, apakah dia memperlakukan mu dengan baik?" tanya Edward.

Nasya menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar. "Sudah ku katakan kau tidak usah mengkhawatirkan kakak, oh ya waktu pernikahan kakak kenapa kamu ga dateng?" tanya Nasya.

"Maafkan aku kak, saat itu aku harus pergi kerumah temanku untuk menyelesaikan tugas bersamanya."

"Baiklah tidak apa-apa."

"Kakak membawa motor?" tanya Edward.

"Iya, aku memarkirkannya ditempat biasa."

"Hari ini sudah mulai gelap, bagaimana jika kakak mengantarkanku pulang?"

Nasya menyanggukan kepalanya dan langsung berjalan menuju tempat parkir bersama dengan adik tirinya tersebut.

Edward menghentikan sepeda motor milik kakaknya itu tepat di depan rumahnya, laki-laki itu turun dari motor begitupun dengan Nasya.

"Aku ingin mampir." kata Nasya

"Sepertinya bibi dan juga paman ada disini." ucap Edward sambil menunjuk motor milik pamannya itu.

Nasya dan Edward masuk kedalam rumah dan melihat bibi, paman, ibu dan juga ayah tirinya yang sedang berkumpul di ruang keluarga.

"Kau ada disini, Nasya?" ucap Zidan sambil tersenyum melihat anak tirinya datang.

Nasya menatap jijik wajah pamannya yang saat itu sedang menatapnya dengan tatapan cabul, gadis itu langsung membuang muka.

"Ayo kakak." kata Edward sambil menggenggam tangan Nasya dan membawanya pergi ke kamarnya.

Di kamar Edward, Nasya duduk di samping kasur adiknya, ia melihat pesan masuk dari pamannya dan langsung membukanya.

Paman:

Apakah kau ada waktu?

Nasya menggenggam erat ponselnya itu, rasanya dia ingin membanting ponsel itu ke lantai.

Edward yang datang melihat isi pesan tersebut, laki-laki itu menaruh gelas yang berisi air putih di atas meja dan langsung merebut ponsel kakaknya itu.

Edward membawa pesan yang dikirimkan pamannya kepada kakaknya itu. "Sejak kapan kak?" tanya Edward menatap wajah Nasya.

"Kemarikan ponselku." ucap Nasya berusaha untuk mengambil ponselnya.

"Sejak kapan paman ngirim chat kayak gini ke kakak?" tanya Edward sekali lagi sambil duduk disamping Nasya.

Nasya memejamkan matanya mencoba menetralkan emosinya, gadis itu tidak ingin meluapkan emosinya dihadapan adik tirinya tersebut.

"Nasya!" teriak Zidan sambil membanting pintu kamar.

Edward dan Nasya beranjak dari tempat duduknya, terlihat Zidan yang sudah tersulut emosi sambil menatap tajam kearah Nasya.

Edward mencoba melindungi kakaknya itu, ia menyembunyikan Nasya dibalik punggungnya.

"Awas Edward, aku ingin berbicara dengan kakakmu!" kata Zidan sambil berteriak.

"Ada apa pah? udah cukup."

Shilla, Lea, Praja dan juga Bella menghampiri kamar Edward dan melihat Zidan yang sudah tersulut emosi waktu itu.

"Edward!" teriak Zidan.

Edward semakin menggenggam erat tangan Nasya, ia tidak ingin jika papahnya memperlakukan kakak tirinya dengan kasar.

Zidan melayangkan satu pukulan di wajah Edward, laki-laki paruh baya itu sudah tersulut emosi.

"Sejak kapan kau membela anak bodoh ini?" tanya Zidan.

Zidan langsung menarik tangan Edward dengan paksa, ia menyeret laki-laki itu kedalam kamar mandi.

Nasya berusaha untuk menghentikan ayah tirinya, ia memohon-mohon sambil menangis.

Zidan mendorong tubuh Nasya dan langsung mengunci pintu kamar mandi itu, Nasya menangis sambil meminta tolong kepada ibunya.

"Kenapa kalian diam saja? hentikan papah!" teriak Nasya.

Suara Edward yang kesakitan bisa di dengar oleh Nasya, gadis itu mengetuk pintu kamar mandi berharap ayah tirinya membukakan pintu tersebut.

Hingga 7 menit akhirnya Zidan membukakan pintu kamar mandi, Nasya melihat adiknya yang terduduk lemas di lantai kamar mandi tersebut saat hendak menghampirinya dengan segara Zidan menyeretnya dan langsung menutup kembali pintunya.

"Kau sudah mempermalukanku, kau merusakan mobil anak temanku? rasakan Ini!" Zidan mengambil sabuk yang ada dilemari dan langsung mencabuk tubuh Nasya.

Gadis itu hanya bisa menjerit kesakitan karena ulah ayah tirinya itu, entah darimana dia mengetahui semuanya.

Shilla hanya menonton anaknya yang sedang disiksa oleh suaminya, Bella menggelengkan kepalanya melihat itu.

"Dia memang harus diberi pelajaran." kata Bella meninggalkan kamar Edward.

***

Reygan yang baru saja keluar dari kamarnya melihat istrinya yang baru saja pulang dengan keadaan sambil menangis, laki-laki itu melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.

"Dia pulang jam sembilan, darimana saja dia?" gumam Reygan.

Saat akan pergi ke dapur terdengar suara barang yang pecah disusul oleh teriakan Nasya di dalam kamar.

Reygan langsung kembali mendekati kamar Nasya dan hendak membuka pintu itu tetapi sayangnya dikunci dari dalam.

"Nasya!" teriak Reygan sambil mencoba mengetuk pintunya.

Reygan kembali mendengar suara tangisan Nasya, entah apa yang terjadi kepada istrinya itu.

Sedangkan didalam kamar Nasya membuang semua barang yang ada di meja rias ke lantai.

Satu jam ayah tirinya mencabuk Nasya, apalagi ibu maupun bibinya sama sekali tidak ada yang menolongnya.

Ia juga merasa bersalah kepada adik tirinya, karena ulahnya dia juga harus merasakan pukulan yang diberikan oleh Zidan.

Kaki Nasya terkulai lemas, gadis itu duduk dilantai dan menyenderkan tubuhnya di samping kasur.

Reygan yang sudah tidak mendengar suara tangisan ataupun teriakan istrinya merasa khawatir, ia takut jika Nasya nekad malakukan hal-hal buruk di dalam kamarnya.

"Nasya, kau baik-baik saja?" tanya Reygan kembali mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan dari istrinya itu.

1
Surati
bagus
budak jambi
bagus jgn mau di tindas apapun alasan ny dan siapa pun itu termasuk suami mu nasya si reygan t
budak jambi
bagus nasya dak usah perduli t sm regan..biaarr kn aja tih dia aja jahat dan sombg gt
Raya
ngahuleung
Syahna Amira sy
mulai cemburu tuh si reygan tandanya udah cinta Ama Nasya🤗🤗🤗
nurul nazmi
bagus
Margareta Theo
cukup bagus utk kalangan remaja
Harun Gayam
bagus
Jean Wonga
lawan suamimulah nasya biar dia tau siapa kmu ..yg tdk mdah di injak....trus smga si zora ktahuan selingkuh ato pas ena2 dg pria lain bisr mati mampos reygan
Wirda Wati
Bagusnya Januartha dg naisya aja thort
Wirda Wati
ada berlian di buang demi batu pasir yg ngga berguna...
dasar Reagen lebay
Wirda Wati
aku suka dg karakter Nadya tegas,melawan jika tersakiti...
Wirda Wati
😭😭😭
Wirda Wati
dasar reygen gila
Wirda Wati
sabar Nasya semua akan indah pada waktunya.sekolah yg rajin semoga berhadil
Wirda Wati
ibu kandung dan ayah tiri sama aja .
ngga ada akhlaknya...
Wirda Wati
cantik nasyanya
Wirda Wati
kasihan Nasya..
korban dari orang tua yg selingkuh
Wirda Wati
orang tua kurang kerjaan..
menjodohkan anak yg masih sekolah
Wirda Wati
masih bingung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!