Dendam dan Cinta gila yang membuatnya buta.
Arya Bimo Lee, seorang CEO blasteran Indonesia-Korea, kembali dari perjalanan bisnisnya dan menemukan calon istrinya sudah menikah dengan pria lain.
Ia tidak terima dan berniat merebut kembali perempuan yang sudah bersuami itu.
Memutuskan menikahi Miyu Kara Santana, adik perempuan dari pria yang telah memperistri kekasihnya. Niatnya tak lain dan tak bukan adalah untuk bisa lebih dekat dengan sang mantan dan merebutnya.
Akankah usahanya berhasil membuat pernikahannya sendiri dan kakak iparnya hancur?
Dan bagaimana reaksi Miyu Kara Santana ketika tahu bahwa pernikahannya hanyalah pernikahan dusta?
Mampukah ia bertahan atau malah meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu?
Pantengin kisahnya hanya di Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Rasa Baru
Pagi pun datang menyapa semua makhluk yang ada di bumi ini tanpa terkecuali. Sebagai bagian dari tugasnya menyinari bumi. Matahari pun muncul dari arah timur dengan malu-malu.
Hujan yang mengguyur bumi saat dini hari membuatnya belum rela meninggalkan peraduannya untuk memberikan cahaya yang sempurna di muka bumi ini.
Arya Bimo Lee menggeliat pelan dibawah selimut tebal yang menutupi tubuhnya yang polos. Rasa pengar pada kepalanya masih cukup terasa, akibat dari sisa dari minuman alkohol yang ia tenggak semalam di sebuah Club.
Matanya yang berat ia tutup kembali karena belum sanggup meninggalkan ranjang yang ia tempati sekarang. Sekelebatan peristiwa yang terjadi semalam membuatnya semakin merasakan kepalanya berdenyut.
Pria itu pergi ke Club dan berusaha untuk mabuk agar ia bisa melupakan kemarahannya pada Sherina Majid yang telah mengandung anak dari Miko Kara Santana.
Ia sangat marah karena perempuan itu ternyata sudah mengkhianatinya dengan menyerahkan miliknya yang berharga pada Miko Kara Santana.
Ia sangat marah karena seharusnya dirinyalah yang berhak menjadi ayah dari anak Sherina kelak. Dan karena hal tersebut tidak bisa ia gapai ia akhirnya menenggelamkan dirinya kedalam minuman beralkohol itu.
"Aaaargh." Arya menekan pelipisnya karena masih merasa sangat pusing. Perlahan ia menggeliatkan tubuhnya dan berniat untuk bangun. Selimut yang menutupi keseluruhan badannya melorot dan ia baru sadar kalau tidak mengenakan sehelai benang pun.
Bayangan sebuah kegiatan yang cukup membuatnya berteriak nikmat semalam terbayang lagi. Di atas ranjang ini ia telah melakukannya dengan seorang perempuan yang ia rasakan sangat lezat dan gurih.
"Sherina kah? atau?" tanyanya seraya mengingat-ingat lagi apa yang ia lakukan semalaman.
Tiba-tiba ia tersentak kaget karena menyadari satu hal. Matanya ia edarkan untuk mencari sosok perempuan yang memberinya kepuasan dan kenikmatan yang sangat luar biasa semalam.
Miyu Kara Santana sedang meringkuk di atas sofa di dalam kamar itu dibawah selimut tebalnya. Sebuah rasa asing tiba-tiba berdesir didalam hati seorang CEO arogan, Arya Bimo Lee.
Pria itu pun bangun dari tidurnya dan melangkah ke dalam kamar mandi. Ia ingin membersihkan dirinya dari sisa percintaannya semalam dengan istrinya yang membuatnya bagaikan berada di nirwana.
Inti dirinya kembali berdenyut jika mengingat kejadian semalam yang sangat istimewa bagi dirinya yang ternyata mampu membuat hatinya melupakan sakit hatinya pada Sherina.
Setelah merasa bersih dan segar. Pria itu pun segera berpakaian untuk berangkat bekerja. Ia menghampiri Miyu Kara Santana dan mengecup keningnya lembut. Ia tidak ingin membangunkan perempuan cantik itu karena merasa tidak tega.
Pria itu keluar dari kamarnya dan langsung menuju garasi tanpa mau ikut sarapan bersama dengan anggota keluarga lainnya. Ia sedang tidak ingin bertemu dengan Sherina Majid.
Sedangkan Miyu Kara Santana menggeliat pelan kemudian melanjutkan tidurnya. Tubuhnya masih ia rasakan remuk dan sakit karena perbuatan pria yang sangat ia benci saat ini.
🍀
Setelah tiba di Perusahaannya, Arya Bimo Lee meminta sekretarisnya untuk memesankan makanan untuknya.
Rupanya ia baru merasakan lapar karena sejak semalam perutnya tidak menyentuh makanan sedikitpun.
Dewi, sang sekretaris mengantarkan makanan yang ia pesan dari kantin Perusahaan ke dalam ruangan CEO itu. Gadis itu menata makanan di atas meja dengan tatapan penasaran pada pimpinan perusahaan tempatnya bekerja itu.
"Silahkan Pak. Selamat menikmati." ujarnya mempersilahkan. Arya Bimo Lee tersenyum kemudian segera menyimpan gadgetnya di atas meja. Pria itu langsung ke wastafel untuk mencuci tangannya dan memulai memakan sarapannya.
"Ada apa Wi?" tanya sang CEO karena merasa heran pada sekretarisnya itu yang masih berdiri di hadapannya dan menunggunya untuk makan.
"Ah tidak Pak. Saya hanya heran karena sejak menikah baru kali ini anda sarapan di Perusahaan ini." jawab Dewi tersenyum. jiwa penasarannya meronta-ronta ingin tahu.
"Aku lapar Wi, dan istriku masih tidur. Aku tidak ingin mengganggu Istirahatnya." jawab pria itu dengan senyum diwajahnya.
"So sweet banget sih Pak. Pasti Nyonya Miyu sangat bahagia bersama dengan anda." ujar Dewi balas tersenyum. Arya tidak menjawab. Ia hanya melanjutkan makannya sembari memikirkan Miyu yang sangat cantik itu.
Tiba-tiba ada perasaan menyesal dari dalam hatinya karena selama ini mengabaikan istrinya itu. Dan sekarang ia berharap hubungan mereka bisa lebih baik lagi.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
dia,