Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Krystal sang Naga Es yang dikutuk untuk mengingat tentang semua kehidupannya setelah berulangkali bereinkarnasi. Ia melupakan jati dirinya sebagai Naga Es yang agung.
Ia dikutuk karena telah mencintai Naga Cahaya. Mereka melanggar aturan semesta yang membuat kekacauan di seluruh dimensi hingga menyebabkan waktu terhenti, berbagai bencana dahsyat, kelahiran dan kematian menjadi kacau.
Aturan yang tak tertulis (tapi Mutlak) di semesta:
"10 Naga Keseimbangan harus seimbang. Cinta di antara mereka adalah guncangan. Guncangan menjadi retakan. Retakan menjadi kehancuran."
Mereka adalah keseimbangan. Kutukan datang karena kesalahan yang mereka buat bersama, melanggar aturan mutlak. Kutukan itu memecah "Permata Naga" Krystal menjadi 100 fragmen (reinkarnasi). Setiap fragmen berada di dimensi waktu yang berbeda. Dan hari ini, sebuah fragmen yang berisikan sebuah kehidupan -hancur.
Pyar!
Krystal terbaring lemah di tengah puing-puing katedral yang runtuh. Matanya yang buta menatap kosong ke langit-langit yang hancur. Hyal, mendekapnya dengan isak tangis yang memecah kesunyian. "Kumohon!" teriaknya.
"Kenapa kau masih di sini, Hyal?" bisik Krystal tiba-tiba. Suaranya begitu halus, seperti helai hembusan angin. Ia tersenyum tipis, meski darah hitam mengalir dari sudut bibirnya. "Aku selalu merasakannya... mengapa kau selalu menangis di setiap akhir hidupku."
"Kumohon... Kumohon Dewa!" teriak Hyal yang mendekap tubuh Krystal semakin erat.
"Jangan memohon lagi, Hyal," ucap Krystal lirih saat pria itu mulai meracau tentang memohon pada dewa. "Tidakkah kau lihat? Aku lelah. Sembilan puluh delapan kali aku hidup, dan sembilan puluh delapan kali pula aku mati dalam kesakitan. Relakan aku..."
"Aku tidak bisa! Kau adalah satu jiwa yang terbelah dariku!"
"Egois..." bisik Krystal di napas terakhirnya. "Kau lebih memilih melihat penderitaanku... daripada kedamaianku."
Seorang *Saintess* buta yang miskin. Ia mati karena gagal mengalahkan monster.
Aethermoor. Sebuah Kekaisaran yang memiliki wilayah terbesar di benua Utara.
Gyut, gyut, gyut...
Bayi mungil mengangkat tangannya ke udara, mengepal lalu membukanya perlahan. Ia menatap mainan kayu yang menjuntai di atas tempat tidur dengan tatapan bayi menggemaskan. Krystal. Menjadi bayi perempuan yang baru saja menghirup udara dunia.
Kedip. Kedip. *Kali ini aku jadi siapa lagi, ya*? batin Krystal. Ia membentangkan tangan, lalu tersentak saat merasakan sesuatu yang empuk di sampingnya. Di sana, seorang bayi lain sedang tertidur lelap. Bayi itu memiliki rambut putih bersih yang kontras dengan rambut Krystal yang berwarna emas pucat.
*Wah, imutnya*. Matanya berbinar. Tanpa tahan, jari kecilnya menyentuh pipi bayi itu. Tuing!
"Mmm..." Bayi itu terbangun. Ia menatap Krystal dengan mata biru yang jernih, lalu tiba-tiba meledak dalam tangisan. Owaaaa! Owaaaa!
Krystal terkejut karena bayi berambut putih itu menangis, ia secara spontan ikut menangis karena panik. Ruangan yang tadinya tenang seketika ricuh oleh kedatangan para pelayan berseragam rapi.
"Yang Mulia, sepertinya Tuan Putri dan Pangeran lapar," lapor seorang pelayan sembari menggendong mereka berdua menuju Seraphina, sang Ratu, yang berbaring di ranjang besar.
Seraphina menyambut mereka dengan senyuman hangat. "Sayangku... apa kalian lapar?" bisiknya lembut sembari mencoba menyusui.
Krystal sontak menutup mulutnya rapat-rapat. Jiwanya yang sudah berusia ribuan tahun berontak hebat. *Tidak, tidak! Meskipun aku sudah ahli menjadi bayi, aku tidak mau melakukan ini*! batinnya bergejolak.
Melihat penolakan itu, wajah Seraphina nampak sedih. "Ada apa dengan Putri kecilku?"
Krystal yang tak enak hati pun akhirnya menyusu. *Baiklah, aku adalah bayi normal yang baik*. *Dan karena kau Ratu... Berarti aku adalah Tuan Putri*? batinnya.
Namun, bayi berambut putih itu menolak dengan gigih. Para pelayan kebingungan melihatnya menangis kencang. Ratu pun terlihat gusar.
*Hey bayi! Kenapa kau tak mau menyusu? Kau membuat ibu kita bersedih*! Teriaknya membatin.
*Meskipun aku bayi, tapi aku ini laki-laki*! Bayi berambut putih itu menjawabnya dengan batin.
Krystal terkejut. *Hah? Tadi kau menjawabku, kan? Aku tidak salah dengar, kan*?
Bayi bersmbut putih itu hanya terdiam.
*Hey! Hey! Jawab aku, bayi*. Krystal merasa kesal. *Bayi! Setidaknya kau harus menyusu! Lihat! Ibu kita jadi menangis*!
Bayi berambut putih itu akhirnya menyusu dengan tenang.
Tak lama kemudian, seorang Pria gagah berjubah merah menggunakan sebuah mahkota yang indah datang.
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar, Sang Matahari Kekaisaran." Semua orang menunduk.
"Apa kau baik-baik saja, Ratuku?" ucap Kaisar khawatir.
"Saya baik-baik saja berkat kerendahan hati Yang Mulia." Ratu sedikit menundukan kepalanya.
Krystal lahir sebagai Tuan Putri dari Kekaisaran Aethermoor. Ia lahir bersamaan dengan bayi berambut putih yang memiliki aroma tak asing, namun ia tak mengingatnya. Mereka lahir dari rahim seorang Ratu bernama Seraphina, dan Kaisar yang bernama Athanasius.
Satu bulan setelah kelahiran. Orang-orang istana menjadi sangat sibuk menyiapkan upacara pemberkatan. Sebuah upacara yang diadakan untuk memberi nama seorang bayi yang sudah berusia satu bulan. Dan diantara kesibukan itu, ada ibu pengasuh yang dengan hangat menggendong Krystal secara bergantian dengan bayi berambut putih. Ia sedang mengukur tubuh untuk membuat pakaian baru.
*Kenapa mengukurnya lama sekali*. Keluh Krystal dalam hati. *Hey! Hey bayi berambut putih! Kenapa kau diam saja? Aku yakin sekali kau menjawabku waktu itu*. Tanpa sadar Krystal meronta kesal.
"Ada apa Tuan Putri? Apa Anda merasa lapar?" ucap ibu pengasuh dengan nada lembut.
"Baiklah, kita akhiri pengukuran badan untuk hari ini." ucap seorang wanita yang sedari tadi membawa sebuah meteran badan.
Malam hari ketika seluruh pelayan sudah tidak ada di kamar Tuan Putri dan Pangeran kecil. Hanya ibu pengasuh yang sedang tertidur di kursi goyang yang menghadap ke perapian.
*Hey bayi berambut putih. Jawablah kalau kau memang mendengarku. Aku perlu memastikan sesuatu*. Krystal terus saja mencoba berkomunikasi dengan bayi berambut putih dengan batinnya.
Krystal tidur disebuah keranjang bayi yang terbuat dari kayu berwarna cokelat muda dengan mainan yang alakadarnya. Sedangkan bayi berambut putih tidur disebuah keranjang bayi emas yang terlihat mewah dengan berbagai macam mainan di atasnya.
*Wah wah wah. Lihatlah. Betapa tidak adilnya dunia. Bahkan aku sudah bisa membayangkan bagaimana masa depanku*. ucap Krystal dalam hati.
Awalnya, Ratu Seraphina yang mulai enggan untuk menyusui Krystal tiga hari setelah melahirkan. Ratu Seraphina hanya menggendong dan menyusui bayi berambut putih saja. Lambat laun, para pelayan bahkan ibu asuh pun lebih mengutamakan bayi berambut putih itu. Sehingga Krystal yang baru berusia satu bulan itu menjadi bayi yang tidak pernah menangis.
Krystal memaksakan diri dengan tubuh bayinya untuk bisa berguling. *Uuuuuukh*. *Sulit sekali. Tidak tidak. Aku tidak boleh menyerah. Uuuuuukh*. Dan ia berhasil membuat posisi tubuhnya miring menghadap bayi berambut putih.
*Sepertinya kita tidak akan bisa menjadi saudara kembar yang akrab*. ucap Krystal sesaat sebelum tidur.