NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:506k
Nilai: 4.3
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI

Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Hari sudah mulai gelap, Kirana dan Syakir sudah dalam perjalanan pulang ke rumah sederhana Kirana.

Besok orang tua Syakir akan datang ke kampung ini, yang pertama menjenguk Nenek Sugondo dan yang kedua untuk menjemput Syakir yang akan melanjutkan kuliah kedokterannya.

Rencana Syakir, besok saat orang tuanya datang, niat baik Syakir akan diutarakan dengan mengajukan syarat yang bisa memberikan keyakinan dan kepercayaan tinggi kepada kedua orang tuanya.

Dalam hati Syakir hanya ada ketenangan buka rasa bingung dan terburu-buru atau panik atau cemas. Di dalam doanya setiap malam selalu menyelipkan nama Kirana Hapsari disana.

Motor matic Syakir sudah sampai di depan rumah sederhana Kirana. Rumah Kirana kini terlihat gelap dan sepi. Kedua orangtuanya sudah tidak ada lagi dirumah. Ibundanya sudah meninggal dan Bapaknya difitnah dan dimasukkan dalam sel penjara.

Kirana sudah turun dari motor matic Syakir dan membuka pintu rumah dengan anak kunci yang dibawanya.

Syakir ikut berjalan dibelakang Kirana dengan membawa bungkusan makanan yang dibelinya saat dalam perjalanan pulang ke rumah.

"Kiran," panggil Syakir pelan saat akan memasuki rumah Kiran.

Kirana menoleh ke arah Syakir dan tersenyum manis.

"Kenapa Syakir?" tanya Kiran kepada Syakir dengan pelan.

"Kamu siap kan Kiran? Bila Syakir secepatnya mengkhitbah Kiran?" tanya Syakir pelan sambil menatap Kiran.

Kiran hanya tersenyum menatap Syakir lalu mengangguk pelan.

"Kiran bersedia Syakir, hanya saja Kiran minta waktu beberapa hari untuk meminta mohon kepada Allah SWT di sepertiga malam, agar Kiran lebih memantapkan hati," ucap Kiran pelan.

Syakir mengangguk pelan lalu tersenyum.

"Memohonlah hanya kepada Allah SWT. Kiran besok kedua orang tuaku akan datang, besok adalah keputusan dari Syakir, kapan Syakir akan mengkhitbah Kiran. Apapun yang terjadi tetaplah bersama Syakir," ucap Syakir dengan suara tegas.

Deg ...

Deg ...

Jantung Kiran rasanya ingin berhenti mendengar Syakir berbicara seperti ini. Rasanya tidak mungkin bila semua ini akan berjalan dengan lancar.

"Kita bisa bicara di depan sebentar, jangan didalam bisa jadi fitnah," ucap Kiran dengan suara pelan.

Syajir mengangguk pelan dan berjalan menuju kursi besi yang ada di teras rumah Kiran. Syakir meletakkan bungkusan plastik di atas meja dan membukanya.

"Kiran masuk dulu untuk ambil piring, sendok dan minuman untukmu Syakir," ucap Kiran pelan dan lembut.

Kiran masuk ke dalam rumah dan mengambil beberapa peralatan makan yang akan dipakai dan satu teko air teh manis serta gelas untuk diminum. Lalu Kiran keluar kembali ke teras.

"Ini piringnya Syakir," ucap Kiran sambil meletakkan peralatan makan yang dibawanya dari dalam rumah.

Syakir mengambil piring dan meletakkan dua bungkus nasi goreng di atas piring. Lalu mulai memakannya dengan pelan.

"Syakir apa yang membuat kamu mau mengkhitbah Kiran, padahal Syakir belum mengenal Kiran dengan baik, dan sifat Kiran seperti apa," ucap Kiran pelan.

Syakir baru saja menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya langsung menelannya karena tersentak kaget dengan pertanyaan Kirana.

"Minum dulu, nanti tersedak dan batuk-batuk," ucap Kiran pelan sambil memberikan satu gelas berisi air teh hangat tawar kepada Syakir.

"Terima kasih Kiran," ucap Syakir sambil menerima gelas berisi air teh hangat tawar itu lalu meminumnya hingga habis tak bersisa.

Syakir meletakkan gelas kosong itu ke meja laulu duduknya ditegakkan dan miring menghadap Kirana.

"Ada banyak alasan Kiran. salah satunya Syakir merasa kamu adalah jodoh dunia akhirat Syakir," ucap Syakir menjelaskan dengan lembut.

Kiran menatap Syakir dengan mulut masih mengunyah nasi goreng itu dengan pelan.

"Hanya itu?" tanya Kirana pelan masih terus mengunyah dan memakan kerupuk yang ada di depannya.

Syakir tersenyum manis, satu tangannya sedikit ragu saat ingin mengambil satu nasi yang ada di dekat bibir Kiran.

"Ada apa?" tanya Kiran pelan saat gerak gerik Syakir terlihat agak berbeda

"Maaf Syakir ingin mengambil sesuatu di dekat bibirmu," ucap Syakir lembut lalu mengambil satu nasi itu dan dibuang ke bawah.

"Iya tidak apa-apa," jawab Kiran pelan.

"Ada sisa nasi yang masih menempel di dekat bibir kamu, Kiran," ucap Syakir pelan. Tangan itu menyentuh kulit pipi Kirana, desiran di dalam hati seolah membiat aliran darah mengalir deras di seluruh tubuh Kirana.

'Perasaan apa ini, sentuhan itu seolah bukan seperti sentuhan biasa, seperti ada magnet yang membuat tarik menarik disana,' batin Kirana di dalam hati.

"Lalu ada alasan lain Syakir? Bukan Kiran tidak percaya, menikah adalah ibadah terpanjang sepanjang hidup kita, itu bukan sesuatu yang mudah?" ucap Kirana pelan.

"Kiran? Kamu masih berpikir Syakir hanya bermain-main?" tanya Syakir pelan kepada Kiran.

Kirana menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Kita masih muda Syakir, belum lagi Syakir memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang dokter. Lalu bagaimana sikap Ayah dan Bunda Syakir dengan keinginan Syakir? Apakah akan ada restu untuk kita?" tanya Kiran pelan kepada Syakir.

"Lalu Kiran mau berhenti, dan menyerah. Syakir hanya ingin meluruskan niat baik Syakir kepada Kiran," ucap Syakir lembut.

"Tidak Sakit, Kiran akan berusaha sebaik mungkin menjadi pendamping Syakir," ucap Kiran pelan.

"Gadis sholehah, itu yang Syakir suka semangat, tegar dan tabah Inshaa Allah, Allah SWT pun akan meridhoi semua jalan kita," ucap Syakir dengan lembut.

Kirana tersenyum mendengar pujian dari Syakir. Mereka menyelesaikan makan malamnya. Pembicaraan mereka juga selesai sampai disini.

Hari ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Hari yang penuh tangisan dan duka lara hingga semua merasa terluka karena suatu kesalahan yang tidak disengaja.

Tapi hari ini semua tabir rahasia terbuka dan tidak ada lagi yang tersembunyi dan disembunyikan.

Syakir sudah kembali ke rumahnya dan Kirana sudah masuk ke dalam rumah yang sederhana itu. Hidupnya memang sudah terbiasa susah, namun Kirana tetap merasa bahagia dengan kehidupannya.

Kirana sudah membereskan semua perkejaan rumah, kini saatnya untuk beristirahat karena haru sudah sangat malam.

Pikirannya tertuju pada Syakir dan bagaiman keputusan kedua orang tua Syakir saat datang dan tahu bahwa Syakir ingin menikah muda.

Malam itu Syakir sengaja tidur larut malam dan menunggu kedatangan Ayah Basith dan Bunda Ayu datang ke kampung Nenek Sugondo.

Mobil hitam mewah sudah masuk di pelataran halaman luas Nenek Sugondo. Mobil itu terparkir dengan sangat rapi. Ayah Basith dan Bunda Ayu sudah turun dari mobil diikuti satu asisten rumah tangganya yang membawa beberapa koper dan tas besar serta oleh-oleh dari dalam mobil hitam mewah tersebut.

Ayah Basith dan Bunda Ayu sudah masuk ke dalam rumah Nenek Sugondo, dan Syakir langsung menyalami kedua orangtuanya itu dengan sopan.

"Syakir, kamu belum tidur?" tanya Bunda Ayu dengan suara lembut.

Syakir menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Syakir sengaja menunggu Ayah dan Bunda disini," ucap Syakir dengan sopan.

1
Shifa Burhan
authornya kayak seorang wanita muslim yang tau akan hukum ajaran agam islam tapi miris nya dia malah membenarkan semua kelakuan menjijikan Kirana dan fahad

miris pola pikir mu thor

belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain

belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban

renungkan lah
Shifa Burhan
sefatalnya kesalahan syakir tapi lebih menjijikan kelakuan Kirana yang seorang istri, curhat pada lelaki lain, tinggal dengan lelaki lain, pergi dengan lelaki lain, mengunbar aib rumah tangganya pada lelaki lain, merendahkan harga diri suaminya didepan pria lain, memilih pria lain didepan suami

kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana

mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
Shifa Burhan
yang membuat novel ini jadi munafik adalah
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
soesi soesi
Kecewa
soesi soesi
Buruk
Ira Sulastri
Kl jd istrinya udah saya tinggalkan, bukan mau durhaka tp realita jg kebutuhan banyak. Untuk apa mempertahankan rumah tangga yg tak sehat jg
Ira Sulastri
Alloh tak akan menurunkan rejeki kl hanya bersholawat saja tp di barengin dg ikhtiar/ usaha, kl pernikahan dr awal sdh di awali dg kebohongan hidup tak akan damai karena akan terbiasa dg kebohongan2 selanjutnya
Ira Sulastri
Suami mmg harus di ingatkan kewajiban, jangan mau enaknya saja. Kebutuhan banyak dan harga serba ganti harga bukan naik lg
Ira Sulastri
Lebih baik pergi cari kerja untuk anak2 drpd berharap dg suami sampah, g ada usaha untuk keluarga
Ira Sulastri
Jangan kasih ampun untuk Sinta, jangan pernah jenguk dia di hotel prodeo. Biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya disana, merenung kejahatan yg SDH di lakukan nya
Ira Sulastri
Daniel harusnya rumah di pasangi cctv supaya kamu mudah memantau keadaan rumah di saat Melati kau tinggalkan, kasih penjaga an untuk Melati. Gugatan cerai ga usah ngomong ke Sinta, toh Sinta ga jauh dr Melati karena dia sama aja sebagai alat oleh Baskoro
Ira Sulastri
Lah Daniel gimana sih udah punya bukti kejahatan Sinta dan keluarganya kok ga cerai kan Sinta dr kemarin2, malah di diamkan saja. Kan jd berlarut-larut masalah nya
Jue
Lelaki seperti Syakir di panggil dayus , Nafsu berbini dua tapi mampu berlaku adil , Setiap solat mahupun segala amalan tidak di jadikan tiang untuk kehidupan seharian , Jangan sembang soal derhaka pada orang tua lah , Saat kamu menikah dengan Kirana janji pada tuhan untuk menjadikan Kirana tulang rusuk tanpa tersakiti aja kamu abaikan ,
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
falea sezi
karma buat orang tua syakir ngerii
falea sezi
uda jd pelakor ngambil suami Kirana skg jd pelakor lagi hadeh
falea sezi
hadehh mending cerai lah kasian Kirana syakir egois keluarga egois Fatimah sama aja ma fahad aja
falea sezi
halah km emank mau dimadu kah bunda ayu egois sadar
Pipit Suciati
Luar biasa
Hanipah Fitri
Syakir sepertinya ketabrak mobil
Hanipah Fitri
yg sangat bersalah dari hal ini adalah bunda Ayu dan Ayah nya Syakir, karna tidak berterus terang mengenai Syakir yg telah mempunyai istri, seandainya terus terang kepada umi Amirah dan Abi Fatih tdk akan seperti ini kondisi nya.
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!