Alretta Gabriella Louse seorang gadis remaja berusia 16 tahun.
Afriel Agatha Manthorous seorang CEO muda sukses berusia 26 tahun.
Mereka dipertemukan karena hal sepele yang tidak begitu penting namun setelahnya membuat mereka saling terikat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Haii readers kita lanjut part berikutnya ya semoga kalian sukaa 🤗 oh iya jangan lupa vote, komen dan likenya ya.. 😇
Maaf kalo ada typo-typo nya😌
Love you all 😘
Happy reading ❤️
***
Pagi ini alretta benar-benar membangunkan afriel yang sedang tertidur lelap.
"Om.. bangun ih ayo kita pergi sekarang" ucap alretta yang sedang membangunkan afriel.
Bukannya bangun, afriel malah menarik tubuh alretta hingga tubuh mungil alretta terjatuh diatas dada bidang afriel.
"Awhhhh.. ihh ngapain sih om... bangun iiii" ucap alretta namun tidak bisa berontak.
Entah kenapa jika didekapan afriel alretta tidak bisa berontak.
"Hmm" afriel hanya berdeham lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh alretta.
Karna jam masih menunjukan pukul 4 waktu setempat, alretta pun malah tertidur kembali didekapan afriel.
Mereka tertidur hingga matahari mulai menelisup dari jendela yang kebetulan hanya berbatas puring.
Afriel terlebih dahulu bangun dibandingkan dengan alretta, ia menatap kagum pada wajah cantik alretta yang terlihat damai saat tertidur.
Hingga tiba ada pergerakan dari alretta yang membuat afriel cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan berpura-pura tidur kembali sembari memeluk erat pinggang alretta.
(Kelihatannya afriel mulai menyukai alretta wkwk).
"Ah aku malah tertidur disini" gumam alretta lalu menoleh pada afriel yang masih setia memeluk tubuhnya.
Ia terus memperhatikan wajah afriel yang damai saat tertidur.
"Apa kau sudah puas memandang ku?" tanya afriel yang berpura-pura tidur.
Alretta yang kaget langsung memalingkan wajahnya dan bersembunyi di dada bidang afriel.
Afriel yang mengetahui pergerakan alretta tertawa karenanya.
"Hahahahaaa sudahlah jangan bertingkah seperti itu" kata afriel pada alretta.
"Kau sengaja pura-pura tertidurkan? kenapa tidak membangunkan ku? katanya kita akan pergi jalan-jalan keluar?" Rutuk alretta pada afriel.
"Biarkan seperti ini dulu, aku ingin seperti ini sampai nanti, aku janji besok kita akan keluar" ucap afriel sembari memejamkan kembali matanya lalu memeluk lebih erat lagi tubuh alretta.
Selang beberapa menit alretta dikejutkan kembali oleh ucapan afriel yang menurutnya tidak masuk akal.
"Apa kau mai menjadi gadisku saat ini, nanti dan selamanya?" tanya afriel pada alretta yang berada didekapannya.
Alretta yang terkejut hanya memandang afriel dengan seksama dia tidak menjawab apapun hanya menatap lurus pandangan afriel padanya.
Pasalnya jantungnyapun tidak beres sejak tadi, sangat tidak karuan berdebar begitu cepat. Hingga ia takut bahwa afriel akan mendengar suaranya.
"Aku anggap iya" jawab afriel dengan tersenyum lebar lalu mencium pelan bibir alretta yang menurutnya sangat lucu.
Alretta yang merasakan sesuatu mendarat dibibirnyapun melebarkan bola matanya.
Tidak bisa berontak, terus saja itu yang berada dalam dirinya.
"I love you" suara serak afriel yang mencoba menahan keinginannya untuk tidak berbuat lebih pada alretta.
Pipi alretta tiba-tiba saja memerah, ia merasakan panas didaerah pipinya.
"Ahhhhhh om ngapain cium aku" gertak alretta yang nyatanyapun percuma karena itu sudah terjadi.
Afriel yang melihat hanya terkekeh lalu kembali mencium kening alretta.
"Ihhhh om" rengek alretta yang membuat afriel semakin gemas pada gadisnya.
Ya, sekarang alretta adalah gadisnya. tidak ada yang boleh mengganggunya apa lagi sampai menyakitinya. Ia akan bertindak tidak segan-segan jika ada yang mencoba melakukannya.
"Om laper" rengek alretta yang mulai merasakan lapar diperutnya.
"Kita pesan makanan saja, aku sangat malas, aku hanya ingin seperti ini" kata afriel yang masih tetap memeluk tubuh mungil alretta.
"Terserah om" ucap alretta.
***
Setelah makanan sampai merekapun pergi ke dapur untuk makan.
Suasana sangat hening tidak ada yang berbicara hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring sebagai alasnya.
Setelah selesai makan alretta membereskan piring lalu mencucinya. sedangkan afriel hanya memperhatikan pergerakan alretta.
Setelah selesai alretta berlalu pergi meninggalkan afriel yang hanya diam ditempat semula, ia pergi keruang tv untuk menonton acara apa saja yang menurutnya bagus untuk dilihat.
Tiba-tiba saja afriel datang menghampiri lalu meletakan kepalanya diatas kaki alretta yang sedang duduk disofa.
Setelah kejadian tadi dikamar afriel menjadi lebih manja pada alretta.
Alretta hanya membiarkan afriel yang kembali memejamkan matanya diatas pangkuannya.
Afriel membalikan posisinya menjadi menghadap pada alretta lalu memeluk erat pinggang mungil alretta.
"Jangan pernah pergi" ucap afriel yang menyembunyikan wajahnya diperut alretta.
Alretta yang mendengar hanya menjawab seadanya saja.
Entah kenapa hari ini mereka banyak sekali tertidur seakan-akan berhibernasi.
Pasalnya saat ini mereka sedang tertidur diatas sofa.
Ting... tong...
suara bel membuat alretta bangun dari tidurnya.
Lalu ia menemui sumber suara yang membangunkannya.
Ia melihat seorang wanita berpenampilan casual namun bukan sisilia.
"Siapa dia?" batin alretta tapi tak ayal juga ia membukan kan pintu untuk wanita itu.
"Nuguleul chajgo gyesibnikka?" tanya alretta dengan sopan.
"Mr. Afriel-eul chajgo issseubnida" jawab wanita itu.
"O geulae deul-eo oseyo" ucap alretta mempersilakan wanita itu masuk.
***
Note :
Nuguleul chajgo gyesibnikka?
maaf anda mencari siapa ya?
Mr. Afriel-eul chajgo issseubnida
saya mencari tuan afriel
3.O geulae deul-eo oseyo
oh ya silahkan masuk
***
Lanjut part berikutnya ya guys see you 😘🤗