seorang gadis terpaksa menikah dengan kakak iparnya, dikarenakan kakaknya meninggalkan dihari pernikahan nya demi mengejar cita cita sebagai model dan ia harus menggantikan posisi sang kakak untuk menjadi mempelai wanita, akankah ia sanggup tinggal bersama seorang Farhan Wijaya CEO yang terkenal dingin dan ia sama sekali tidak pernah akrab dengannya? akankah ia bisa mengubah meluluhkan hati seorang Farhan Wijaya? dengan ketulusan hatinya?
"kamu jangan berharap saya mencintai kamu,! saya hanya cinta dengan Ratna" ucap Farhan.
Amel terdiam ia pun korban dari masalah ini, apakah ia juga menginginkan pernikahan kakak nya berantakan?
apakah Farhan bisa menerima kehadiran Amel dengan seiring berjalannya waktu? dan apakah Farhan telah memakan perkataan nya sendiri?
ingin tau kelanjutan dari kisah Farhan, Amel dan Ratna baca novel ku ini ya per episode☺️☺️🥰
follow Ig: d_sulialia ntar folbeck 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suliadiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menutupinya
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya 🎉 jangan lupa like dan komen 🥰 on nih Selamat membaca🥰🎉🥰🎉
pagi harinya Farhan segera bangun ia buru buru mandi,hari ini akan mengecek pabriknya di kota ini, tetapi ia tidak melihat Amel tidur di sofa.
"kemana dia?"gumam Farhan sembari memasuki kamar mandi.
selesai Farhan mandi,ia segera turun kebawah menuruni tangga,dan mencari keberadaan Amel, ternyata dia sedang menyiapkan sarapan pagi untuk nya.
"selamat pagi"sapa Farhan sembari duduk dan melihat beberapa makanan.
Amel hanya diam saja,ia masih marah terhadap Farhan,Amel hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.
"emm sayang mau ikut ke pabrik nggak?"tanya Farhan pada Amel yang sedang mengupas buah.
Amel hanya menggeleng,ia masih trauma kejadian kemarin malam,ia tidak mau keluar villa untuk hari ini.
"ayolah masa selama liburan disini, kamu hanya di dalam villa"bujuk Farhan.
"lebih baik aku di dalam villa selama seminggu mas,,dari pada aku diluar hanya jadi tukang parkir"sindir Amel ia Baru memperlihatkan sisi negatif dalam dirinya.
Farhan yang mengerti maksud ucapan Amel hanya, menahan sesak yang ada di dalam dadanya,ingin ia meluapkan semua nya namun,ia tahan karena ia bingung dengan perasaannya saat ini kepada Amel.
mereka selesai sarapan pagi, Farhan segera pergi ke pabrik produksi nya, sebelum ia pergi ia pamit dan menyodorkan tangannya kepada Amel untuk Amel cium,Amel yang paham dengan maksud Farhan hanya menerima nya terpaksa ia hanya, melaksanakan kewajiban nya, sepeninggal Farhan,Amel ke dapur untuk membereskan sisa makanan tadi, namun tiba-tiba handphone miliknya berdering, buru buru ia menekan tombol hijau tsb.
"assalamualaikum sayang, bagaimana kabarmu dan Farhan?"tanya ayu pada menantunya.
Amel ingin menceritakan kepada mertuanya, tentang kelakuan Farhan namun ia urungkan,ini urusan rumah tangganya dan ia harus menyelesaikan nya sendiri.
"Alhamdulillah baik ma,disini Amel diajak jalan-jalan melihat wisata"jawab Amel dengan nada dibuat seolah-olah sedang sangat senang.
mendengar jawaban dari menantunya, mama ayu pun tersenyum dengan bahagia nya,ia yakin Amel mampu membuat Farhan melupakan Ratna.
"Alhamdulillah, kalau Farhan nyakitin kamu bilang mama ya!nanti kalau dia pulang mama jewer telinga nya"jelas mama ayu diselingi tawa nya.
Amel tertawa melihat tingkah mertuanya, ia sangat senang memiliki mertua yang sangat menyayangi nya.
tiba-tiba handphone milik mama ayu di ambil oleh papa, papanya ingin berbicara juga dengan menantunya,ia sangat mengenal Farhan pak Wijaya hanya takut jika, Farhan menyakiti hati Amel, karena ia telah berjanji pada darman untuk menjaga Amel, karena dari kecil ia tidak pernah dapat kasih sayang.
"assalamualaikum nak, bagaimana kabarmu?"tanya Wijaya.
"waalaikumsalam pa,Amel baik baik saja"sembari tersenyum, sejujurnya ia sedang menahan tangisnya namun ia tahan karena tidak mau mereka tahu yang sebenarnya.
"nak kalau Farhan nyakitin kamu, bilang papa ya?biar papa hukum dia menghadap 1tembok"jelas Wijaya.
sesungguhnya Wijaya mengirimkan mata mata, untuk Farhan dan Amel ia disuruh mencari tahu gerak,gerik Farhan dan cara Farhan melakukan tindakan pada Amel, mata mata nya mengirim sebuah foto dimana Amel dan Farhan sedang berpelukan di derainya air hujan, mereka kelihatan sedang ada masalah, justru itu Wijaya menyuruh sang istri untuk menelpon Amel dan menanyakan keadaannya, tetapi sepertinya Amel sedang menutupi sesuatu.
"hehehe iya pa,mas Farhan baik kok"jawab Amel diselingi tawa agar mertuanya tidak curiga.
"ya sudah papa tutup telpon nya"sembari menutup telepon milik nya.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya 🎉🎉🎉🥰🥰🥰🎉 salam happy 😍😍🥰🥰
lakukan keluarga reno,,anak salah msh di belain