[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]
"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."
"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."
"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."
"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."
(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 "Jebakan Dan Api, Prt 2"
Chapter 10.
Jebakan Dan Api, Prt 2.
Di sisi lain dari Dunia Bawah. Hutan-hutan di dunia bawah, awan-awan yang berada di langit hari ini sudah senja dan cahaya matahari sudah berubah menjadi jingga, dan akan segera malam.
Kembali lagi ke Dunia Bawah, di gerbang ke tiga. Pertarungan Yaoma dengan kedua komandan iblis, Micteulanica dan Dagon. Yaoma sekarat dengan 1 tangannya saja yang tersisa dalam keadaan kedua lawannya maximal kekuatan.
Kembali lagi ke 1 jam 30 menit yang lalu.
"Baiklah, akan kutunjukan padamu tuan!!" teriak Micteulanica pada Yaoma menjawab tantangan dari Yaoma untuk kekuatan Maximal.
Tubuh Micteulanica berubah sedikit demi sedikit dan banyak sekali gelonjakan di tubuhnya seakan mau meledak.
"Ergh....," geram Micteulanica menahan rasa sakitnya untuk berubah.
"Awekaning itu, perubahan tubuh dalam skala besar untuk melewati batas tubuh itu sendiri. Apa kau yakin kuat Micteulanica?" tanya Yaoma melihat Micteulanica kesakitan.
"Terimakasih atas perhatian anda tuan, tapi saya pasti bisa. Lagipula hanya ada 10% mahluk di dunia ini yang bisa lakukan ini!" jawab Micteulanica sambil berusaha berubah.
"Yah kau betul sekali, hanya 10% dan sudah pasti orang yang melakukan itu. Melebihi batas mahluk hidup," ucap Yaoma sembari menjelaskan kembali kata Micteulanica.
"Itu memang benar sekali... tapi itu tak ada hubungannya dengan peringkat ke satu dan ketiga! mereka bertiga tidak bisa awekaning. Tapi merekalah yang terkuat di antara kami. Tapi karena kami di anugerahi awekaning tentu saja kami akan gunakan!" jawab Micteulanica pada penjelasan Yaoma.
"Heh... mereka tak bisa awekaning, tapi kekuatannya jauh melebihimu yah. Aku penasaran monster macam apa mereka!" ucap Yaoma dengan tidak sabar.
"Awekaning : White Trapper!" ucap Micteulanica dengan tubuh yang semakin berubah.
Tubuh Micteulanica berubah, dan ke empat akar yang biasa ia gunakan keluar dari punggungnya dan bukan menjadi akar melainkan sebuah tulang, dan Rambut Micteulanica berubah menjadi putih.
Awekaning Micteulanica.
[The White Trapper]
"Anda sendiri juga, belum sama sekali serius sebenarnya kan, tuan muda?" tanya Micteulanica pada Yaoma.
"Yah, kau benar sekali aku belum serius. Karena aku ingin mempelajari kalian," jawab Yaoma pada Micteulanica sembari melihat tubuhnya yang berubah.
"Kalo begitu saya akan pastikan membuat anda serius, dan bertarung dengan saya!" ucap Micteulanica sambil berlari dengan jauh lebih cepat sebelumnya ke arah Yaoma.
Micteulanica memukul langsung Yaoma, dan Yaoma menahannya dengan menggegam pukulan Micteulanica.
"Tapi bukan berarti, aku sangat kuat sampai tak bisa dikalahkan Micteulanica!" jawab Yaoma pada perkataan Micteulanica sebelumnya.
"Cih!" geram Micteulanica dengan kesal karena Yaoma bisa menahan pukulannya.
Kekuatan pukulan Micteulanica bertambah dan berdampak pada lantai sampai-sampai lantai retak cukup dalam ke bawah.
"Fisik anda memang sangat luar biasa, meski saya sudah menggunakan kekuatan terbaik saya yah, tuan!" puji Micteulanica dengan wajah kesal.
"Karena ini adalah kebanggaanku!" jawab Yaoma pada Micteulanica.
Yaoma memukul Micteulanica dengan tangan kirinya yang tidak menggegam Micteulanica. Namun Micteulanica menghindar dengan mundur kebelakang.
"Reflekmu meningkat yah?" tanya Yaoma.
"Tentu saja tuan!" jawab Micteulanica sembari melompat ke arah Yaoma.
Micteulanica melompat ke arah Yaoma, dan menggunakan ke empat tulangnya dan menyerang Yaoma dengan ke empat tulang itu sekaligus secara bersamaan.
Yaoma menghindar ke samping dengan sekejap, dan menangkap salah satu tulang. Dan langsung mengayunkan tubuh Micteulanica dan melemparnya.
"Sialan!" geram Micteulanica yang kesal akan serangan kejutan dia yang mudah di hancurkan.
Micteulanica menggunakan ke empat tulangnya sebagai penjaga keseimbangan. Agar tidak terjatuh.
"Ayo-ayo, serang aku dengan baik!" ajak Yaoma pada Micteulanica, untuk menyerangnya.
"Jangan meremehkanku, tuan! anda harusnya memahami saat aku bilang aku sang jebakan!"
"Apa?" tanya Yaoma dengan kaget.
"White Trapper : Bone Trap!"
Tiba-tiba dari bawah Yaoma, muncul akar yang sama dengan punggung Micteulanica dan menariknya ke bawah.
Yaoma terjatuh karena kakinya di paksa ke bawah dan Yaoma tersujud.
Yaoma melihat ke arah Micteulanica dalam keadaan tersujud dan berbicara. "Daripada jebakan kau terlihat seperti pemanipulasi ruangan!" ucap Yaoma pada Micteulanica.
"Sebanarnya saya memang pengguna jebakan tuan, cuman karena ini pertarungan jarak dekat dan bukan strategi peperangan. Jadi mohon maaf saja!" jawab Micteulanica pada Yaoma.
Akarnya semakin menarik Yaoma ke dalam tanah.
"Sialan!!" geram Yaoma dengan kesal.
Micteulanica berlari ke arah Yaoma kembali, tapi tidak menggunakan kakinya melainkan ke empat tulangnya untuk berlari.
"Dark : Power Up!" Yaoma mengaktifkan skillnya untuk bertarung dari sisinya yang sulit.
Yaoma meluruskan tangannya seperti ingin menebas dengan gaya karate, dan menebas tulang yang menarik Yaoma.
"Akhirnya lepas!" ucap Yaoma dengan sedikit lega.
"Dark : Dark Speed!" Yaoma mengaktifkan skillnya dan dengan cepat ke arah Micteulanica.
Micteulanica melompat dengan tulangnya dan berusaha menusuk dengan salah satu tulangnya ke arah di bawah lompatannya.
Bagian punggung Yaoma tertusuk dan tertembus sampai ke dadanya.
"Ergh.., sial masih belum!" ucapnya sembari menahan rasa sakitnya.
"Dark : Power Up!" Yaoma mengaktifkan kembali skillnya.
Yaoma memegang tulang yang menembusnya, dan menebasnya dengan tangan kanan dan menggunakan ujung dari tulang itu untuk menyerang Micteulanica yang berada di atasnya.
"Sial, bahaya aku berada di atas dan tak bisa lari!" pikir Micteulanica dengan panik.
Micteulanica memutuskan tulangnya yang sudah di tebas Yaoma, dan melarikan diri dengan menghindari tusukan Yaoma.
"Sialan!" ucap Yaoma dengan kesal.
Yaoma melepas tulang yang di belakang punggungnya dan melemparnya.
"Sepertinya sudah cukup kan, Dagon?!" teriak Micteulanica ke arah di belakangnya yang berada Dagon disitu.
"Apa?!" tanya Yaoma dengan panik.
"Yah, maaf karena perubahan awekaning naga itu cukup memakan waktu...," jawab Dagon pada Micteulanica.
"Awekaning : Dragonic Fire Girls!"
Awekaning Dagon.
[Dragon Fire]
Dagon berubah menjadi naga yang cukup besar dan langsung terbang ke arah Yaoma.
"Sialan, Dark : Sp___, tidak. Tidak ada waktu!" pikir Yaoma sembari melihat Dagon yang terbang ke arahnya.
Dagon menggigit tangan kiri Yaoma dan mengangkat tubuh Yaoma ke atas dengan terbang.
"Sialan, lepaskan!" ucap Yaoma sembari memegang mulut naga Dagon.
Dagon mengunyah tangan Yaoma sampai putus, dan membuat Yaoma terjatuh.
"ARGHHHHH, sakit!!!" ucap Yaoma dalam kondisi tertidur di lantai dengan memegang tangan kirinya yang sudah putus.
Dagon memuntahkan kembali tangan Yaoma ke bawah, karena dia tidak menyukai memakan tubuh seperti, tubuh manusia.
"Kau memuntahkannya yah Dagon? tapi itu tak apa kekuatan tempur dia sudah berkurang jauh dengan tubuh seperti itu!" ucap Micteulanica di bawah Dagon yang terbang di atasnya sembari melihat Yaoma.
"Tubuhnya berlubang, tangannya putus tapi dia masih hidup. Jujur saja aku masih tak percaya kita menghadapi orang seperti ini, dia mirip dengan Rebbeca yah," tanya Dagon dalam tubuh naganya.
"Yah sepertinya itu benar, soalnya kekuatan dia sangat luar biasa dan regernerasinya juga begitu. Aku jadi penasaran jika mereka beradu regernerasi siapa yang menang!" jawab Micteulanica pada Dagon.
"Itu tak penting dan kita harus kalahkan dia!" jawab Dagon pada Micteulanica.
Yaoma berusaha berdiri dengan satu tangannya dan ia pun berdiri dan menatap mereka berdua.
"Hah... hah... hah... sepertinya katamu itu benar Micteulanica. Aku harus sedikit serius!" ucap Yaoma dengan tatapan yang berubah menjadi terlihat serius.
"Itulah yang saya minta tuan," jawab Micteulanica pada Yaoma.
Regenerasi Yaoma terfokus pada dadanya, dan tangannya berhenti regernerasi.
"Aku akan kalahkan kalian dengan 1 tangan, dan percayalah ini hadiahku dengan serius!" peringatan Yaoma pada mereka berdua.
"Kalo begitu saya izin mengeluarkan skill terbaik dari tubuh awekaning ini! ayo Dagon!" ajak Micteulanica pada Dagon sekaligus jawabannya pada perkataan Yaoma.
"Yah!" jawab Dagon padanya.
Micteulanica menunduk dan menyentuh lantai dengan kedua tangannya sembari bersiap mengeluarkan skill.
"White Trapper : Bone Jigoku Wana!!!" Micteulanica mengaktifkan skillnya.
Akar tulang dalam jumlah banyak dan bergelombang sedang berusaha menyerang Yaoma.
"Dragon Fire : Ryu Dama!" Dagon mengaktifkan skillnya juga bersama dengan Micteulanica.
Dagon menyerang dari atas dengan semburan naga dan menyerang bersama dengan Micteulanica.
Yaoma tersenyum dengan senang dan berdiri dengan santai melihat serangan ke arahnya.
"Baiklah.... waktunya pembataian!" ucap Yaoma dengan tatapan yang berubah drastis.
Yaoma menghilang dalam sekejap dan serangan Dagon dan Micteulanica tidak terkena apapun kecuali lantai.
"Apa?! dimana dia?!" pikir Dagon dan Micteulanica dengan kaget.
Yaoma berlari di tembok dengan cepat dan menuju ke atas ruangan.
Dagon melihat Yaoma yang sedang berlari dan bersiap menyerang kembali.
"Dragon Fire : Renzoku Ryu Dama!" Dagon menyerang ke arah Yaoma dengan bola api naga yang cukup besar.
Bola api menyerang Yaoma bertubi-tubi. Namun tak satupun terkena Yaoma karena kecepatan Yaoma yang berlari di tembok dengan luar biasa.
"Apa apaan kecepatan itu!?" tanya Dagon dengan kaget.
Yaoma melompat ke arah Dagon, dan langsung mendarat di punggung Dagon.
"Sialan, tak akan kubiarkan!" ucap Dagon sambil terbang lebih tinggi agar Yaoma kehilangan keseimbangan.
Yaoma sama sekali tak terjatuh dan berdiri dengan tegak di atas Dagon, meski tak dapat menyerang karena gerakan Dagon.
"Sial dia sama sekali tak jatuh, Micteulanica bantu aku!" permintaan tolong Dagon pada Micteulanica sembari terbang rendah menuju Micteulanica.
"Yah!" jawab Micteulanica sambil melompat ke tubuh Dagon.
Yaoma langsung menyambut Micteulanica dan menarik akar di punggungnya dan mengayunkannya di atas punggung Dagon.
"Argh!! bantu aku Dagon!!" ucap Micteulanica dengan meminta bantuan Dagon.
"Tapi aku juga kesulitan!" jawab Dagon pada Micteulanica.
Yaoma mengayunkan tubuh Micteulanica dan membantingnya dengan keras ke tubuh Dagon sampai Dagon terbanting juga ke bawah.
"Uargh...," ucap Micteulanica dengan tidak sadarkan diri.
Dagon terjatuh dan lantai menjadi retak dengan sangat besar.
"Argh....," ucap Dagon yang merasa tubuhnya remuk akan serangan Yaoma.
Yaoma dengan tanpa ampun membanting kembali tubuh Micteulanica ke punggung Dagon meski Dagon sudah terjatuh dengan keras sampai membuat mereka berdua sudah tak sadarkan diri.
"Hah... hah... hah... menyenangkan dan melelahkan...," ucap Yaoma sembari lelah memegang akar Micteulanica dan tubuhnya yang sudah tak bergerak.
Yaoma menjatuhkan tubuh Micteulanica ke lantai, dan turun dari atas tubuh Dagon dengan kelelahan.
Dagon yang sudah tak sadarkan diri mulai kembali mengecil dan menjadi tubuh wanitanya kembali.
"Mereka berdua sudah babak belur, sampai tak bisa bergerak yah... tapi terimakasih atas pertarungannya. Ini sangat menyenangkan!" ucap Yaoma pada tubuh mereka berdua yang sudah tak bergerak.
Yaoma berjalan menuju ke gerbang berikutnya dan meninggalkan mereka berdua sembari memegang tangan kirinya.
"Sial, cukup makan waktu sepertinya untuk menyembuhkan tangan kiri ini karena energiku....," ucap Yaoma sambil memegang tangan kirinya dengan kelelahan.
Di atas Dunia Bawah, sudah menjelang malam dan senja pun berakhir.
"Sepertinya pertarungan ini lebih memakan waktu daripada yang kupikirkan, dan mungkin sekarang sudah malam. Ah... laparnya dan lelah, tapi yah....
Tersisa 11 orang lagi!"
Episode berikutnya "Cambuk Godaan Dan Fisik Iblis"
well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.
mohon perhatikan lagi.
kata yaoma dengan sedih.
yaoma dengan sedih ....bla bla..
tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.
selain itu. bagus.