NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Engagement Day

Kirana sengaja membatalkan janji mingguannya dengan Keenan karena kepulangan Bang Adnan dan mendadak dia mengajak Kirana pergi berdua. Katanya mau mengajak Kirana jalan-jalan ke kaki gunung sekalian mencari udara segar karena Abangnya itu pengap dengan kondisi perkotaan yang padat, panas, dan sibuk. Toh Abang berjanji akan mengajaknya pulang sebelum jam makan siang jadi Kirana iya-iya saja diajak. Malah Papa dan Mama ikut-ikutan heboh meminta ikut jalan-jalan dengan kedua putra putrinya.

"Ma, nanti makan siang di cafenya adek aja gimana?" ajak Papa.

"Emang di cafe Kirana ada apaan? crepes doang paling sama boba," kata Adnan.

"Dih ngeledek mulu jadi orang," kata Kirana tidak segan mencubit lengan abangnya.

"Bang, sekali-kali akur kenapa sih sama adeknya. Mama pengen gitu lihat kalian uwu-uwuan gitu lho kaya Keenan sama kakaknya," kata Mama.

"Keenan lagi dibawa-bawa," kata Bang Adnan.

"Ya nggak papa sih Bang, Mamamu itu lagi seneng bentar lagi dapet mantu. Lha nunggu kamu kelamaan kok," kata Papa.

"Adnan belum mau cari-cari Pa, ntar aja kalo adek udah nikah baru Adnan cari. Lagian kalo Abang udah punya istri terus yang jagain adek siapa?" kata Adnan pada kedua orang tuanya tapi tetap saja bisa didengar oleh Kirana yang tersipu.

"Halah pret jagain katanya. Bilang aja nggak rela pisah dari aku, monyet," kata Kirana sambil menampar keras paha kakaknya.

"Ya termasuk itu, hahahaha," Adnan membalasnya dengan mengacak-acak rambut panjang Kirana yang dia biarkan terurai lepas tanpa ditahan dengan jepit atau kuncir rambut. Awal mula Adnan dan Kirana saling memanggil "monyet" karena dulu Mama pernah membelikan 2 boneka monyet berwarna coklat, yang agak besar untuk Abang dan yang agak kecil untuk adek. Eh begitu besar mereka malah saling meledek boneka monyetnya mirip dengan satu sama lain.

Tadinya Papa melarang keras Kirana menyebut abangnya dengan panggilan tidak hormat begitu, tapi lama kelamaan Papa diamkan, toh mereka menggunakannya hanya ketika waktu santai bersama keluarga atau teman saja. Kalau keduanya dihadapkan pada situasi formal mereka akan menyebut satu sama lain dengan hormat.

"Yaudah ini terus jadinya makan di mana? Papa monyet turunin nih kalau berantem mulu," kata Papa menengahi. Pening juga lama-lama mendengarkan perdebatan mereka.

"Nurut Mama monyet ajalah maunya di mana," kata Adnan.

"Dih kok Mama diseret-seret jadi monyet juga."

"Mama mah bukan monyet, tapi singa betina," kata Kirana membuat Mama geram tapi Papa tertawa. Memang benar kok, istrinya itu mirip singa betina yang insting berburunya sedang tinggi kalau sudah marah. Jangankan nunggu disenggol, baru bertemu tatap saja sudah dibacok.

...***...

Mereka benar-benar datang ke cafe Kirana untuk makan siang. Sebagai pelanggan pertama lagi. Mereka memesan banyak hal siang itu. Kirana lebih dulu membantu Seno membuat pesanan baru dia ikut duduk dengan Papa, Mama, dan Bang Adnan. Lucy dan Nigrum sudah menyapa Papa dan Mama, tapi Dimas, Seno, dan Silma belum paham siapa mereka sampai begitu diistimewakan oleh bosnya barulah setelah Ningrum mengatakannya mereka bertiga ikut menyapa juga.

"Khusus buat Bang Adnan dan Kirana yang porsi makannya tingkat dewa, porsinya aku tambahin," kata Lucy yang membawakan pesanan.

Lucy tampak kerepotan ketika menurunkan satu per satu piring dari atas nampan jadi Bang Adnan berinisiatif membantunya, dia menyalurkan piring pesanan Mama dan Papa. Ketika dia meraih satu piring pasta pesanannya, tangannya dan Lucy bertemu membuat Lucy dan Adnan sempat terdiam beberapa waktu. Kirana melihatnya dan menemukan ada sesuatu yang lain di sorot mata Lucy ketika menatap abangnya. Setelah kejadian itu, Kirana setengah mati menahan tawanya sampai harus menampar pipinya sendiri untuk mengembalikan kesadarannya. Dia menyadari sesuatu, dia sadar kalau Lucy sahabatnya menyukai Bang Adnan.

"Bang, kapan mulai tugas?" tanya Papa menyadarkan putranya yang setengah melamun sekaligus membuat Lucy yang wajahnya sudah semerah tomat segera pamit.

"Besok juga udah tugas Pa, sekalian hari senin mau dikenalin di apel pagi," kata Abang.

"Abang tugas di polres mana?" tanya Mama.

"Di mako brimob," kata Bang Adnan lagi.

"Nggak satu kantor sama Raihan berarti?" tanya Papa.

"Nggak. Dia kan sekarang sudah punya posisi enak, katim pula, kalau dia pindah divisi harus mulai lagi dari awal dong," kata Adnan menjelaskan.

"Terus kalau adek? Bentar lagi kamu lulus, habis lulus mau kerja di sini aja atau ada mimpi yang lain?" tanya Papa.

"Nggak ada deh kayanya. Kalau aku beneran sama Keenan, dia kan sudah diterima kerja di TVRI. Pendapatanku dari cafe ini sudah cukup. Kerjaannya juga fleksibel jadi aku masih bisa punya waktu lebih buat Keenan," kata Kirana.

"Kamu sama Keenan sudah betulan serius?"

"Papa tanya itu hampir tiap hari. Serius Papa, kan bulan depan habis aku wisuda dia sama Ayah Bunda mau dateng ke rumah, cincin tunangannya juga udah jadi," kata Kirana.

"Dari Abang sendiri gimana? Setuju kalau adeknya nikah sama Keenan?" tanya Papa.

"Kenapa nggak? Lagian selain Keenan nggak ada lagi cowok yang mau sama bentukan kaya monyet begini," kata Adnan.

Kirana hanya bisa mendengus, mau didoakan seret jodoh kasihan Lucy. Barang kali kan sahabatnya itu yang akan jadi kakak iparnya. Dia tidak boleh menyulitkan mereka berdua, nanti dia kena karma lagi. Selepas makan, Papa, Mama, dan Adnan pamit pulang meninggalkan Kirana yang masih harus bekerja. Bang Adnan malam nanti janji akan menjemputnya karena Keenan kan sedang di rumah neneknya di Salatiga jadi dia tidak bisa menjemput Kirana.

...***...

Seperti yang sudah direncanakan, hari ini setelah wisuda Ayah dan Bunda datang mendekati keluarga Kirana. Ayah, Bunda, Papa, Mama, Bang Adnan, serta keluarga Lucy dan Ningrum menjadi saksi Keenan menyematkan cincin itu di jari manis Kirana. Walau acara tunangannya tidak formal, tapi setidaknya diikat dulu mumpung ada eventnya. Untuk acara formalnya nanti saja kalau sudah mendekati tanggal pernikahan katanya.

Karena ketiga pemilik cafe ini kebetulan wisuda di hari yang bersamaan, cafe tutup seharian ini demi menjamu keluarga besar pemilik cafe yang sedang berbahagia sekalian merayakan pertunangan Keenan dan Kirana. Keduanya asik foto-foto dengan seorang fotografer kenalan Keenan di foto booth sedangkan keluarga mereka asik mengobrol sambil menikmati prasmanan yang disiapkan oleh Bundanya Keenan, Ningrum, dan Lucy.

"Pada akhirnya persahabatan anak-anak kita mengalir hingga keluarga besar. Saya senang bisa mengenal anda semua keluarga dari Mbak Lucy dan Mbak Ningrum, semoga persahabatan mereka dan persaudaraan kita bisa langgeng terus sampai tua nanti. Akhir kata saya mengucapkan selamat untuk kedua anak kami Kirana Dwi Dhanastri dan Keenan Raditya Ghifari yang hari ini sudah resmi bertunangan. Semoga semua urusan, cita-cita, dan mimpi anak-anakku sekalian bisa tercapai dan menjadi kebanggaan orang tua dengan caranya masing-masing," kata Papa yang membuka acara malam hari ini.

Setelah Papa membuka acara, Papa bergabung dengan bapak-bapak, Mama bergabung dengan ibu-ibu sedangkan yang lainnya heboh mengobrol sambil foto-foto. Karena tokoh utamanya adalah Keenan dan Kirana, jadi mereka yang dikerubungi oleh teman-temannya yang juga diundang dalam kesempatan kali ini.

"Selamat ya," kata Bang Raihan.

"Makasih Bang. Doakan lancar sampai ijab," kata Keenan menyalami Bang Raihan dengan mantap.

"Aamiin," kata Bang Raihan.

"Lo kapan mau begini juga? Kalah lo sama bocil," kata Adnan yang datang-datang langsung merangkul pundak Raihan.

"Nggak ngaca lu mblo," kata Raihan memukul perut Bang Adnan kemudian berlalu dari hadapan Keenan dan Kirana.

Malam itu menjadi malam yang begitu membahagiakan untuk Keenan dan Kirana. Terikatnya mereka dengan cincin dijari menjadi tanda jika mereka berdua teguh dengan janji mereka, ikhlas menjalani komitmen yang sudah mereka jaga selama bertahun-tahun. Walau jujur saja, Keenan dan Kirana juga sama takutnya menghadapi dunia pernikahan. Tapi keduanya sama berjanji akan saling memahami dan saling mengingatkan. Mereka sama-sama berjanji jika apapun yang terjadi nanti mereka akan menghadapinya berdua.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!