NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: 1PM

spin-off dari novel Menjadi Istri Tuan Muda.

Karena menunggu di kamar seseorang yang menjadi Nyonya Mudanya. Bunga Florencia harus mengalami kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dia harus kehilangan kesucian yang dia jaga selama ini.

Maxime Anderson pulang dalam keadaan mabuk dan masuk ke dalam kamar orang yang dicintainya, dan berpikir untuk memilikinya seutuhnya. Tapi tidak pernah dia duga jika gadis yang menghabiskan malam bersamanya adalah gadis lain yang dia ketahui sebagai pelayan pribadi Kakak iparnya.

Karena kejadian itu mereka akhirnya menikah, Akankah keduanya akan sama-sama membuka hati dan membuat cinta akan bersemi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Dapat," kata Max kembali duduk ke posisi semula begitu mendapatkan remote yang tadi Bunga letakkan di samping kanannya.

Wajah Bunga terasa panas dan memerah. Dia sudah berpikir jika suaminya akan.., Bunga tidak bisa lagi meneruskan perkataannya setelah apa yang terjadi tadi.

"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?" Tanya Max menatap istrinya.

"Kenapa harus diperjelas sih, aku kan jadi malu," kata Bunga dalam hati.

Max menaik turunkan tangan kanannya di depan wajah Bunga, saat dia justru melamun dan tidak menjawab pertanyaannya.

"A..aku tidak apa-apa. Bunga kemudian menurunkan tangan Max yang masih saja tepat di depan pandangannya.

"Awas, sekarang berikan remote itu, aku belum selesai menontonnya," kata Bunga mengalihkan pembicaraan.

"Menonton film, atau menonton pemainnya?" Tanya Max menyindir.

"Tentu saja dua-duanya, selain ceritanya yang bagus, pemainnya juga tampan-tampan," kata Bunga tersenyum sambil membayangkan aktor tampan idolanya.

Bukan menyerahkan remote itu, Max justru mematikan televisi.

"Apa yang Anda lakukan? Kenapa malah dimatikan?" Kesal Bunga.

Wajah Max kembali mendekat ke wajah Bunga, kemudian berbisik di telinga Bunga, "Perlu kamu ingat satu hal, aku ini sekarang Suamimu, dan bukan Tuan Mudamu lagi,  jadi jangan berbicara terlalu formal padaku, apalagi dengan memanggilku Tuan, dan apa tadi kamu mengatakan Anda? Sekali lagi kamu melakukannya aku akan menghukummu," setelah berbisik itu, Max menggigit kecil telinga Bunga, hingga Bunga merasakan merinding di sekujur tubuhnya.

"Apa yang Anda la.." 

Belum selesai dengan perkataannya, bibir Max sudah mendarat di bibir istrinya, menciumnya lembut, tubuh Bunga seketika bergetar hebat, dan sekuat tenaga Bunga mendorong tubuh Max yang hampir saja menindih tubuhnya.

Merasakan tubuh istrinya bergetar hebat, Max langsung menghentikan ciumannya. Dilihatnya wajah istrinya yang tiba-tiba dipenuhi air mata.

"Jangan lakukan itu, aku mohon!" Isak Bunga sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

Max menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya. Kemudian dia pun bertanya, "Hei ada apa? Kenapa kau menangis hanya karena aku menghukummu seperti itu? Harusnya kau senang mendapat hukuman itu dariku, karena banyak gadis yang pasti menginginkannya."

Bukannya berhenti, Bunga kembali menangis. "Aku mohon, jangan mendekat, jangan lakukan itu padaku!" Teriak Bunga tiba-tiba.

Max sampai terlonjak kaget mendengar teriakan wanita yang kini menjadi istri sekaligus ibu dari anaknya.

"Baiklah, aku tidak akan melakukan itu lagi, tapi kumohon tenanglah, ingat di dalam perutmu ada anak kita, jadi berhentilah menangis, karena anak kita akan ikut sedih jika tahu Maminya menangis seperti itu," kata Max menenangkan Bunga.

Bunga menghapus air matanya, dan langsung pergi dari tempat itu menuju kamarnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia aneh sekali dan tiba-tiba saja menangis karena aku menciumnya? Harusnya dia senang mendapat ciuman dariku! Atau dia menangis karena merasa terharu, saat aku berinisiatif menciumnya? Apa yang salah dengan dirinya? Batin Max pun bertanya-tanya akan sikap yang tadi istrinya tunjukkan.

Sesampainya di kamar Bunga pun kembali menumpahkan air matanya, merasakan kembali sakit yang dirasakannya, bukan hanya fisik saja tapi hatinya juga sangat sakit saat peristiwa itu terjadi.

Bunga menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, mengatur nafasnya yang sesak saat mengingat kejadian pahit itu lagi.

"Kenapa dengan diriku? Kenapa tubuhku meresponnya seperti itu, Bunga memegang dadanya dan merasakan debaran jantungnya, jantungnya benar-benar berdebar hebat.

"Apa ini ada hubungannya dengan peristiwa itu?" Tanya Bunga dalam hati, karena dia merasa respon tubuhnya tadi berlebihan ketika suaminya hanya menciumnya. "Apa sampai separah itu? Tambah batin Bunga. 

Setelah menormalkan ketakutan yang tiba-tiba saja merasuk ke dalam dirinya, Bunga memutuskan untuk tidur siang, untungnya tadi dia sudah makan, bahkan dilihatnya meja yang ada dalam kamarnya, semuanya penuh dengan makanan yang akan dinikmati jika dirinya merasa lapar lagi.

***

Sore kini menjelang malam, tapi Max belum juga mendapati istrinya keluar kamar. Bahkan sudah 1 jam setelah jam makan malam habis, Bunga belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat Max cemas sekaligus merasa bersalah, atas apa yang terjadi pada istrinya. Awalnya Max hanya ingin menggoda istrinya, tapi ternyata dia sendiri tidak bisa menahannya, hingga tanpa aba-aba dia langsung mencium bibir istrinya.

Dan Max tidak menyangka jika respon istrinya akan sampai seperti itu. 

Max mencoba mengetuk pintu kamar istrinya tapi tidak ada sahutan dari dalam, hingga akhirnya Max menyerah dan membiarkan makanan yang tadi dipesannya untuk makan malam berdua tergeletak di atas meja hingga dingin. Karena nafsu makan Max tiba-tiba menghilang begitu saja, padahal sebelumnya dia sangat kelaparan.

Max masuk ke dalam kamarnya saat jam menunjukkan pukul 9 malam. Dia merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk kemudian dia pun benar-benar tertidur lelap. Bahkan sampai lupa untuk mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur.

///

Sementara Bunga terbangun saat dia merasa tenggorokannya begitu terasa kering, dia meraba ponsel yang diletakkan di atas meja yang ada di samping tempat tidurnya.

Begitu mendapatkannya dia melihat jika sekarang waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Bunga pun menyibak selimutnya, turun dari ranjang dan mencari ikat rambutnya yang entah ada dimana.

Dengan langkah gontai dia terlebih dulu, masuk ke dalam kamar mandi, dan tak berselang lama, setelah menyelesaikan urusannya dia pun keluar kamar hendak menuju dapur, matanya yang belum sepenuhnya terbuka kini semakin menyipit saat melihat di seluruh ruangan tampak lampu masih menyala semua. Kemudian Bunga pun melangkah dan mematikan seluruh lampu.

Bunga menuju ke dapur dan di dapur tampak gelap, tanpa peduli, Bunga pun menggunakan senter di ponsel yang di bawanya untuk memberikan sedikit pencahayaan agar dia tidak menabrak benda-benda yang ada di dapur. 

Dia ke kulkas dan mengambil air dingin, kemudian meneguknya, dan pandangannya tertuju pada buah naga yang masih tampak segar. Dan dia pun mengambilnya dan mengupasnya. Diletakkan buah naga yang sudah dipotong-potong diatas piring yang baru saja di ambilnya. Kemudian dia duduk di lantai di depan kompor menikmati buah naga yang tadi dikupasnya.

Max yang merasakan perutnya sangat lapar, terpaksa bangun dari tidurnya dan menuju dapur untuk memakan makanan yang tadi belum di sentuhnya sama sekali. Ruangan yang tampak gelap menandakan jika istrinya sudah keluar dari kamar, karena yang Max ingat, Max tadi belum mematikan lampu.

Matanya yang masih mengantuk membuat Max sering menabrak sesuatu yang menghalangi jalannya. Begitu sampai di dapur, Max mendengar suara benturan dua benda, tapi Max belum berpikir itu benda apa.

Dengan perlahan, Max mendekati sumber suara. Tubuhnya kaku, saat mendapati apa yang ada di depannya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mengatakan apa yang di pikirannya, dan akhirnya dia pun bisa berteriak saat perempuan dengan rambut panjangnya yang terurai ke depan menutupi sebagian wajahnya, dan wajahnya yang terang serta banyak warna kemerahan tampak di sekitar mulutnya, mengulurkan satu tangan padanya.

"Se...setan!!" Teriak Max yang kini berlari kembali ke dalam kamarnya.

1
Anonim
Lumayan
anikbunda lala
bunga kayak oon ya
Alvino Irawati
Buruk
Rahble
Luar biasa
fatmah nolly
gak gak jadi baca bahasa kata2 nya membosankan, bertele2
Andini Putri Sylvia
Lumayan
Yasmin Risno
🤣🤣🤣🤣🤣
Erviana Erastus
dr max tau ya kalo ank dlm kandungan flo laki2 wong cek ke dokter kandungan aza nggak pernah 😂
Erviana Erastus
mampus loe Gracia ...blm tau siapa bunga sebenarnya
Rini Agustini
,
, , .

,
,
Winda Oriza Mutia
cusssss
R@3f@d lov3😘
awas ntar bucin🤭🤭max
R@3f@d lov3😘
menarik 😁
Santi Djailani
bertele tele
💜bucinnya taehyung💜
rekan bisnis lu orangtuanya bunga max ..
Jeankoeh Tuuk
salut Thor dg ceritanya...
1PM: Terima kasih Kak😊. Bisa mampir juga di cerita selanjutnya berjudul Please Love Me, tentang Jason dan Lily. Semoga suka😉🙃
total 1 replies
Jeankoeh Tuuk
sweet.....
Jeankoeh Tuuk
koq bisaa...
Jeankoeh Tuuk
mom Jessy & dad davian ...ortu yg pengertian
Jeankoeh Tuuk
siapa thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!