Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.
Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.
Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10 : 'EX'
Saat jam belajar telah usai, semua siswa segera bergegas kembali ke rumah masing-masing. Wulan mendapati ban mobilnya yang telah bocor, posisi parkiran mobilnya yang berada di bawah pepohonan rindang menyulitkan Buk Tini memeriksa ke rekaman CCTV untuk melihat siapa pelakunya. Hal itu pasti di sengaja, karena ke empat ban mobilnya telah robek.
Dengan kesal Wulan menelepon ayahnya untuk menyuruh supir menjemputnya. Dia yang kesal berpikir jika Zianca dan teman-temannya lah yang melakukan itu, karena perdebatan singkat mereka tadi siang.
"Aku akan membalas mereka.." gerutunya membatin.
****
Aaron memarkirkan mobilnya langsung masuk ke dalam garasi. Rumah mewahnya di kelilingi pilar besar dan megah. Ia memasuki rumah mewah nan sepi itu dengan rasa kesal. Sore itu Zianca justru pulang bersama Fina. Dia juga ditambah kesal oleh bayang-bayang Raka yang mengajak Zianca untuk pergi bersama sabtu nanti.
Aaron segera masuk ke kamarnya, melempar tasnya sembarang tempat, lalu membanting tubuhnya ke atas tempat tidur.
Tok..tok..tok..
Samar terdengar suara ketukan pintu kamarnya.
Kriekkk..
Pintu itupun terbuka lebar.
"Permisi Tuan.. Tuan besar daritadi neleponin Tuan.."
"Udah biarin aja Bi.. bilang aja kalau aku belum balik.." imbuhnya malas.
"Maaf Tuan.. tapi bibi udah keburu bilang kalau Tuan Aaron baru aja sampe rumah.. maaf ya Tuan.." ujarnya lagi gugup.
"Ck !" Aaron bangkit dari tidurnya meraih telepon di tangan Bi Siti pembantu rumah Aaron.
"Halo.."
"Kenapa kamu block nomor Daddy?" Bentak ayahnya ngomel.
"Lagi males aja dengerin omelan Daddy tiap hari.." tukas Aaron datar.
"Kapan kamu balik kesini??"
"Kapan-kapan.." jawabnya enteng.
"Dasar anak ini selalu seenaknya !!"
"Udah ah.. Aaron capek Dad.. baru balik.. bye.." gerutu Aaron segera memutus panggilan telepon ayahnya.
Aaron segera menyodorkan teleponnya pada Bi Siti.
"Tuan mau makan apa? Biar Bibi masakin.."
"Enggak Bi.. nanti aku makan di luar aja.." Aaron kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Bi Siti adalah pengasuh Aaron sejak dia masih bayi, ia dengar cerita jika Mommy nya telah meninggal beberapa saat setelah melahirkan dirinya, kini ayahnya telah menikah lagi dengan seorang gadis dan tinggal di Eropa tepatnya di London, sambil mengurus perusahaan pusat miliknya. Aaron adalah anak kedua dari dua bersaudara, kakak laki-lakinya kini mengelola cabang perusahaan keluarganya yang ada di Indonesia. Aaron dan kakak nya tidak terlalu akur, kakaknya tidak pernah pulang ke rumah, dia lebih sering pulang ke apartment nya sendiri.
Aaron lebih sering tinggal bersama Bi Siti pengasuhnya dan pembantu lain yang bertugas membersih-bersihkan rumah.
Aaron selalu saja kesepian, sebelumnya dia pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis yang lebih tua 3 tahun darinya, awalnya gadis itu sangat perhatian padanya, selalu mengejarnya dan merayu Aaron hingga akhirnya Aaron tertarik dan penasaran padanya, namun seperti dugaannya, gadis itu ternyata hanya menginginkan uangnya.
Bahkan dia lebih sering menghabiskan waktu dan pergi party bersama teman-temannya dengan uang pemberian Aaron, namun tidak pernah mengajak Aaron sama sekali, karena Aaron juga masih di bawah umur dan tidak bisa masuk ke club-club malam, ia tak pernah mengambil pusing tentang hal itu.
Kini Aaron telah berumur 18 tahun, sebenarnya dia sebaya dengan Zianca, namun karena dia suka pindah-pindah sekolah, membuatnya tertinggal 1 tahun di bawah Zianca. Itu sebabnya dia selalu memanggil Zianca dan teman-temannya dengan panggilan nama saja. Tentu saja, tidak ada yang tau tentang itu.
Aaron sangat tertutup masalah pribadinya, dia juga tidak pernah bercerita tentang keluarganya pada siapapun, jadi yang teman-temannya saat ini tau adalah kalau Aaron itu anak orang kaya, selain karena sepatu, tas dan mobil yang dia kenakan adalah barang mewah dan mahal, tentu saja dia juga sering mentraktir guru-guru dan teman dekatnya makanan mahal di acara-acara tertentu.
Di sekolah, orang tuanya selalu menjadi donatur. Kegiatan apapun yang dilakukan selalu di sponsori oleh orang tuanya.
Banyak guru yang penasaran pada orang tua Aaron, karena mereka tidak pernah muncul sama sekali, kepala sekolah atau wali kelas hanya berkomunikasi melalui telepon atau pesan chat aplikasi.
Mereka menebak jika orang tua Aaron berada di luar negeri karena nomor ponsel mereka yang berbeda.
Begitupun dengan Aaron, setiap kali ditanya orang tuanya bekerja apa, dia hanya akan menjawab jika orang tuanya pegawai kantoran biasa. Dia memang tidak menonjol dalam sikap dan perilakunya, karena dia sangat cuek dn hanya memiliki dua orang teman yaitu Tyo dan Dino.
Namun karena perawakannya yang tampan (bule-indo), tubuh yang putih tinggi, serta penampilannya yang elegan dan mewah menjadikannya pusat perhatian di sekolah.
Bahkan para guru tak segan-segan memuji dan mengagumi ketampanannya.
****
Aaron mengendarai motornya menuju cafe tempat biasa dirinya kunjungi bersama Tyo dan Dino.
Setibanya disana mereka bertemu Fina tengah bersama seorang cowok. Fina yang melihat Aaron segera menyapanya lebih dahulu.
"Ehh.. lo biasa nongkrong disini juga?" Sapanya ramah.
"Iya.." angguknya sambil celingak celingukan.
"Zianca nggak ikutan kok.. mana boleh dia keluyuran malem-malem sama orang tuanya.." seru Fina mengerti gelagat Aaron yang tampak tengah mencari-cari sosok Zianca.
"Oh.." jawabnya singkat segera berlalu, duduk di pojokan tempat mereka biasa duduk.
Sementara Fina tengah makan bersama gebetan barunya yang merupakan mahasiswa baru di kampus ternama. Dan tentu saja kampus itu juga merupakan kampus incaran Fina sejak lama, karena dia pernah melakukan riset jika di kampus itu di banjiri cowok-cowok tampan yang bisa menyegarkan mata. Hahahaha. Dasar Fina !!
****
Aaron telah mengirim Zianca pesan beberapa namun tak juga dibalas. Bahkan pesannya dari beberapa hari yang lalu juga tidak pernah di respon Zianca sama sekali, dia hanya membacanya lalu mengabaikannya.
Saat tengah berbincang dengan gebetannya, Fina melihat Aaron di dekati seorang gadis sexy dan montok. Gadis itu tampak mengenal baik Aaron. Dia juga tampak memeluk Aaron dari arah belakang meski di tepis keras oleh Aaron, namun gadis itu tampak mesra dengan Aaron yang tampak tak memperdulikannya. Sesekali ia tampak membelai wajah Aaron, bahkan tak segan-segan mengecup pipi Aaron 'dengan paksa'.
Diam-diam Fina segera merekam singkat momen itu. Lalu mengirimnya ke grup chat mereka.
"Coba tebak gue ketemu siapa???" Tulisanya dengan ditambahkan emoticon wajah kaget.
Puput yang pertama merespon pesan itu, sementara Zianca tak kunjung membalas pesan itu.
"Anjir.. itu Aaron kan?? Sama siapa doi?? Gilakkkk seksi banget tuh cewek !!!" Sahut Puput shock.
"Tuh cewek agresif banget !! Tapi Aaron keliatan cuekin dia sih.." balas Fina.
"Cuek apa menikmati?? Di tempel-tempelin kayak gitu masa ia diem aja.. kalau nggak suka ya di tolak dong.. dasar cowok.. di sekolah ngejar-ngejar Zianca, ehh nggak taunya di luaran sana doi malah sama cewek lain.. mentang-mentang cakep dan kaya kali ya.. jadi dia pikir bisa seenaknya.." gerutu Puput kesal.
"Eh Zianca mana ya?? Kok belum baca nih.. mesti doi bakal tambah bete !! Hahaha.." timpal Fina usil.
Kaka gak ada akhlak