NovelToon NovelToon
Mendadak Dikejar Setan

Mendadak Dikejar Setan

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Pusaka Ajaib / Roh Supernatural / Hantu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reina aka dian

Siapa sangka cincin dapet nemu malah bikin aku mendadak jadi incaran semua hantu?


Banyak hal aneh yang terjadi hingga aku mengalami kejadian demi kejadian diluar nalar, terjebak di hutan terlarang dengan pak bos hingga terjebak perasaan dengan teman sendiri yang koplaknya naudzubillah, membuat perjalananku untuk menyelesaikan teka-teki ini semakin rumit.

Hanya ada dua kemungkinan, aku bisa melepaskan keterikatan dengan cincin ini, ataukah aku akan menjadi tawanan sosok makhluk menyeramkan itu selamanya?

Novel horor yang dikemas dengan balutan komedi ini pasti bikin kamu ketagihan buat baca lagi dan lagi, percaya deh!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Peringatan

"Saya ada keperluan di luar. Jika perlu sesuatu kamu bisa memanggil mbok Sri," kata pak Karan judes. Ternyata yang masuk si Bos galak

Aku jalan dengan menahan nyeri kaki ku, aku lebih baik numpang hidup di kontrakan Ridho. Minimal disana aku nggak melihat makhluk yang aneh-aneh.

"P-pak! s-saya i-ikut saja, Pak..." aku mendekat tapi tetap menjaga jarak. Kalau yang di depanku Ridho pasti aku udah nemplok duluan.

"Kamu kenapa? seperti orang yang sedang ketakutan?" tanya pak Karan yang melihat aku dengan wajah pucat pasi.

"Ng-nggak, Pak! muka saya kayak gini emang bentukannya," aku berusaha setenang mungkin, tapi gagal.

Intinya aku nggak mau lama-lama disini, jangankan sehari satu menit aja udah nggak betah. Buat apa mewah kalau ada setannya.

Melihat aku yang gelisah, pak Karan naikin satu alisnya, heran.

"Memangnya ada apa di ruangan ini?" tanya pak Karan sambil melihat ke sekeliling.

"Reva, ada satu hal yang ingin saya tanyakan," pria gagah di depanku ini tak sedikit pun melembut.

"A-apa itu, Pak?"

"Tidak perlu tegang begitu, kamu duduklah disana," dia nunjuk satu sofa yang ada di ujung ranjang.

"Muka situ yang bikin aku tegang, Pak!" aku puter badan sambil ngedumel dalam hati.

"Apakah pak Karan akan memintaku menjadi istrinya? Sepertinya mimpi itu nggak mungkin. Apa dia akan memberiku SP karena keluyuran di tangga darurat saat jam kerja? bisa jadi sih kalau yang itu dan lebih masuk akal. Oh maygot, jujur tatapannya saat ini bikin nyaliku ciyut!" batinku meronta, penasaran dengan apa yang akan pak Bos katakan. Banyak spekulasi yang berseliweran di otak, kemungkinan terburuk pun hadir dalam ketegangan ini. Tanganku menyentuh sofa sebelum aku mendudukinya.

Pak Karan berdiri menatapku dengan tatapan mematikan, kemudian matanya beralih pada jari jemariku yang saling bertautan.

"Darimana kamu mendapatkan benda itu?" tanya pak Karan menunjuk jariku dengan dagunya, sedangkan tangannya dia lipet di depan dadanya.

"M-maksud Bapak cincin ini?" aku mengangkat tangan kananku dan menunjukkan sebuah cincin bermata merah.

"Iya, darimana kamu mendapatkannya? apakah itu memang milikmu?" tanya pak Karan.

"Kenapa dia tanyain ini barang? apa ini punya pak Karan? tapi ini cincin perempuan, loh! masa iya pak Bos ganteng-ganteng pakai barang beginian?" aku sibuk dengan pikiranku sendiri.

"Revaaa!" panggilan pak Bos membuyarkan semua lamunanku.

"I-iya, Pak. Bapak tanya apa barusan?"

Doi narik nafas, "Darimana kamu mendapatkan cincin itu?" ucapnya penuh penekanan, keliatan banget kalau dia kesel.

"Dari, dari..." aku bingung harus bilang apa.

"Darimana?"

"Saya nemu, Pak. Di acara gathering waktu itu..." ucapku takut-takut.

Prinsipku mengaku lebih baik daripada berbohong. Aku melepas cincin itu, dan mengangkatnya sejajar dengan mataku. Pak Karan melihat itu, ada raut kekhawatiran yang sangat kentara di wajahnya.

"Itu milikku, dan aku sudah membuangnya. Saat outbond di acara gathering kantor beberapa waktu lalu," kata pak Bos.

"Punya Bapak? tapi ini kan cincin wanita," aku lancang bertanya. Tapi nggak apa-apa lah, ada rasa penasaran di benakku melihat benda cantik berbatu merah itu.

"Apa aku harus menjelaskan sedetail itu padamu?" pak Karan mendorong jidatku dengan satu telunjuknya.

"Lebih baik kamu buang benda itu..." kata pak Karan yang berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Karena Bapak sudah membuang cincin ini dan kebetulan aku yang menemukannya. Jadi, sekarang akulah pemiliknya. Aku sudah terlanjur menyukainya mana mungkin aku membuangnya begitu saja. Cincin ini begitu indah, apalagi saat dilihat terus menerus membuatku jatuh hati," ucapku sambil memperhatikan benda yang sering aku pakai itu. Pria yang sedingin es batu itu menghentikan langkahnya dan berbalik.

"Terserah! yang penting aku sudah memperingatkanmu," ucap pak Karan yang menatapku sebelum tertelan oleh daun pintu.

Sekarang aku ditinggal di kamar ini sendirian. Aku mulai mengambil baju yang ada di ranjang dan memakainya. Aku nggak mungkin kalau pergi dalam keadaan seperti ini. Keadaanku nggak memungkinkan untukku mengurus diri sendiri. Jadi, menginap disini menjadi pilihan terakhirku. Apalagi nggak ada kabar sama sekali dari Ridho.

Matahari sudah tenggelam. Aku melepas cincinku dan aku taruh diatas nakas. Dan sekelebat aku mendengar suara anak kecil yang berlari di depan kamarku.

"Hahahah ... hihihi,"

"Siapa, tuh?" aku melirik ke arah pintu.

"Apa mungkin anaknya pak Bos? eh, pak Bos kan belum nikah masa iya udah punya anak?"

Seseorang mengetuk pintu.

"Mbak Reva..." suara mbok Sri.

"Masuk aja, Mbok..." ucapku.

Namun pintu tak juga dibuka padahal aku sudah mengijinkannya masuk. Aku mengabaikan hal itu saat panggilan Ridho masuk ke ponsel genggamku.

"Ya, Dho? kamu nggak apa-apa, kan?" tanyaku cemas.

"Aku denger ada suara aneh sebelum kamu nutup telfon tadi siang..." aku langsung memberondong dia dengan banyak pertanyaan.

"Masa sih? salah denger kali," jawaban Ridho bikin aku menautkan kedua alisku.

"Masa iya salah denger?" batinku.

"Kamu masih di rumah pak Karan? emang separah itu ya sampai harus nginep di rumah bos sendiri?" sindir Ridho.

"Bisa jemput, nggak? hawanya nggak enak disini, Dho..."

"Sebagai apa aku jemput kamu? lagian nggak enak sama pak Bos, dia kan ngajak kamu kesitu. Minimal biar nggak cuma aku yang kamu repotin mulu," Ridho ngemengnya enak banget nggak ada rasa bersalah karena udah ninggalin aku.

"Cih! aku kira kamu nelfon itu karena kamu care sama temen! ternyata cuma mau ngledekin doang! punya temen kok nggak ada akhlak," aku ngomel.

"Hahaha, udah nikmatin aja. Kapan lagi tidur di kasur empuk dan makan enak. Gratis lagi,"

"Udah, ya? aku sama Mona mau beli nasi goreng, kamu baek-baek aja disitu. Jangan pecicilan," pesan Ridho sebelum mengakhiri percakapan kami di telepon.

Aku manyun sambil melihat beberapa status dari teman-teman dari aplikasi berwarna hijau. Aku melihat satu status yang baru saja diunggah oleh Karla.

"Masih di kampung rupanya. Dia nggak takut kalau dikasih surat peringatan karena libur kelamaan?" gumamku seraya men-scroll dan melihat beberapa status yang lain. Merasa nggak ada yang seru, aku pun meredupkan layar hape dan menaruhnya diatas ranjang.

Aku baru ingat kalau tadi mbok Sri sempat mengetuk pintu dan memanggil namaku.

"Kenapa dia nggak masuk? apa suaraku nggak kedengeran dari luar?" aku melihat ke arah pintu berwarna cokelat itu.

"Jangan-jangan mbok Sri masih nungguin di depan?" aku beranjak dan segera berjalan ke arah pintu dengan susah payah.

"Ternyata kamar gede nggak selalu enak..." kataku sambil buang nafas sebelum membuka pintu.

"Maaf ya, Mbok!" ucapku saat pintu sudah aku buka selebar-lebarnya.

Namun, nggak ada satu pun orang yang ada di depan pintu.

"Nggak beres, bisa gila aku lama-lama disini!"

Aku yang konsisten dengan jiwa penakut, langsung puter badan berniat masuk kamar. Tapi tiba-tiba sebuah suara wanita mencegahku.

"Mbak!"

...----------------...

1
Ayuk Witanto
aku suka dih horor ada komedinya...👍🏻👍🏻
Ayuk Witanto
ngakak🤣🤣
Ayuk Witanto
pak karan yang punya cincin kan ya
Ayuk Witanto
baca lagi
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
si karan ni mrintah" orang, gk mkir dy udh brkli" bkin reva clka juga
MamAnda
novel yg menarik pake banget, dan baru Nemu ne novel th 2025 😁
Dengan penulisan yg asyik, horor yg menegangkan tapi ada humornya jg jadi creepy crispy deh bacanya 🤣
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terimakasih bintang 5 nya...
total 1 replies
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
bca 2 kli novel ini. msih gregetan sma si Reva
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: author jg nulis di apk lain, sama horor komedi jg
total 3 replies
Sri Wiludjeng
Knapa sih cerita nya kayak gini .. ???
Bikin orang jadi gak tenang aja .

Jadi kepengen BaaaaCaaaa Terrruuussss ...
Cerita nya Nagiiiiihhh ... gak bisa brenti baca jadi nya.
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terima kasih bintang 5 nya, semoga bisa sampai ending ya bacanya
total 1 replies
Laila Arum
ak jg muak lihat sifat reva gebantah trus kalau di kasih tau
Laila Arum
muak lihat tingkas reva terllu
Radhita Indrawati
monaa kemana, Thor?
Radhita Indrawati
Rava di kerjain orang sekampung /Drool//Drool//Smile//Smile//Smile//Smile/
Dwi Ratih
seru tp lucu walaupun tuh si Reva mulutnya nyebelin
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: sabar ya.....
total 1 replies
Dwi Ratih
Buruk
Dwi Ratih
bahasanya si Reva GK ketolongan kasar banget
sasip
mendadak merinding disko bacanya kak.. 🫣
Henry Setiawan
Jangan-jangan cewek yang telfonan di kantin pelakunya
Henry Setiawan
To the bone mah lagu
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: wkwk🤣
total 1 replies
Helmina Sari
Luar biasa
Muh Faisal K
baru baca udh tertawa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!