Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 10
" Apakah saya mengganggu ?" Sapa Lin.
" Oh, anakku sudah datang.. Bagaimana mungkin kamu mengganggu, justru kami sangat menunggumu. " Sambut ibunya sembari memeluk anak laki-lakinya itu.
Lin sengaja memilih duduk di arm chair atau sofa tunggal, ia sengaja tak mau duduk didekat kedua orang tuanya, dan untuk memberi kesan bahwa ia lebih memilih sendiri. Meski Ayahnya mengerti maksud dari Lin, namun ia harus tetap memberikan kesan yang baik kepada tamunya.
" Lin, beliau ini adalah teman papa, beliau adalah tuan Shen Shilin seorang kepala dokter sekaligus direktur utama dari rumah sakit HH Medical. Salah satu ruma sakit terbaik di China. Dan gadis ini adalah cucu beliau Shen Ling. Sekarang ini sedang kuliah dijurusan kedokteran. Jangan lihat usianya yang masih muda, tapi lihat prestasinya. " Ujar tuan Lin Shiyin atau Ayahnya Lin Fengyin.
" Itu bagus. dengan begitu dia akan menjadi dokter yang layak intuk dibanggakan. " Sahut Lin cuek.
Nona Shen Ling tersipu mendengar pujian dari Lin. Sepertinya dia sudah terpesona dengan ketampanan Lin sejak Lin memasuki ruangan itu.
" Hahahaha.. Tentu.. tentu.. Cucuku ini adalah mahasisw terbaik dijurusannya. Bahkan dipercaya untuk menjadi asdos*. Dia juga selalu mendapat nilai terbaik saat ujian praktek maupun tertulis. Pemahamannya sangat baik, saat harus menangani berbagai masalah dalam situasi terburuk dirumah sakit. Dia selalu melakukannya sesuai dengan prosedur-prosedur penanganan dan menyelesaikannya dengan vrpat dan tepat. " Celoteh Tuan Shen itu membangga-banggakan cucunya itu.
Namun meski sampai berbusapun, Lin nampak tak peduli dengan apa yang orang tua itu celotehkan. Dia hanya memikirkan satu hal.
" Jika memang benar begitu, bisakah nona jelaskan mengapa seorang pasien mengalami koma yang sangat lama, padahak semua luka yang ada ditubuhnya suah sembuh. Bisa dikatakan dia telah sehat, namun dia masih juga tidak terbangun dari komanya. " Tanya Lin kemudian.
" Nak Lin, itu biasanya terjadi karena mungkin sebelumnya pasien mengalami cedera yang mengakibatkan traumatik yang mendalam. Biasanya.. " Jawab Tuan Shen yang langsung menyerobot untuk menjawab.
" Saya bertanya pada cucu anda. Apakah anda tidak percaya bahwa cucu anda dapat menjawabnya, sehingga anda dengan cepat langsung menjawab pertanyaan yang saya berikan untuk cucu anda. " Potong Lin yang mulai kesal dengan tuan Shen ini.
" Hahaha, ya ya ya, saya terlalu bersemangat. Ling, coba kamu jawab pertanyaan tuan muda Lin ini, kakek tau, kamu pasti bisa menjawabnya dengan tepat. " Kata tuan Shen dengan cepat.
Mungkin beliau berfikir bahwa Lin sedang mengetes kemampuan cucunya itu, padahal Lin tidak hanya berfikir begitu. Tapi, yang sangat dia fikirkan adalah, mencari jawaban dari pertanyaan yang selalu terngiang dan menghantuinya. " Mengapa gadis itu tak kunjung terbangun ?"
" Seperti yang tadi sudah kakek sebutkan, ada kemungkinan pasien mengalami traumatik yang mendalam. Apakah sebelumnya pasien mengalami suatu kecelakaan atau semacam benturan dikepalanya ?" Tanya nona Shen.
" Ya. " Jawab Lin singkat
" Sudah dipastikan. Kecelakaan itu pasti menimbulkan cedera yang serius yang kemudian berakibat pada tersumbatnya aliran darah didalam jaringan otak pasien yang kemudian menyebabkan malfungsi pada kinerja otak terhadap moyorik tubuh dan kesadarannya karena lambatnya peredaran darah didalam jaringan otaknya itu. " Jelas nona Sheng dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri.
" Lalu, menurut nona, bagaimana cara untuk menyadarkannya atau membantu pasien agar lekas tersadar dari komanya ?" Tanya Lin lagi.
" Biasanya, meskipun pasien dalam kondisi tertidur panjang atau koma, pasien masih dapat merasakan keadaan disekitarnya. Seperti mendengar suara kita, atau mencium aroma ysng ada didekatnya. Maka dari itu saya sangat menganjurkan kepada keluarga ataupun orang terdekat pasien untuk selalu menemani pasien. Mengajaknya mengobrol atau sekedar menceritakan hal-hal kecil. Bisa juga dengan memutarkan lagu yang psien sukai. Karena itu semua dapat memicu semangat dari pasien untuk bangun dari tidur panjangnya. " Jawab nona Shen.
" Apakah ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh kita lakukan saat kita ada didekat pasien ?" Tany Lin penuh keingin tauan.
" A a aaaa.. Sudah cukup sesi konsultasinya. Sepertinya makan malam kita sudah siap. Jadi, lebih baik kita segera menuju meja makan. Akan sangat disayangkan jika semua makanannya menjadi dingin. " Potong nyonya Dongfan atau ibu dari Lin Fengyin.
" Hahahha.. Benar-benar. Bukankah saya juga diundang kesini untuk makan malam ? Dan bukan untuk konsultasi ?" Sindir tuan Shen sambil melirik kearah Lin yang bahkan tidak memperduliknnya.
" Anakku, Lin. Ayo jangan bengong saja dong. " Ajak nyonya Dongfan saat melihat Lin yang masih diam karena memikirkan jawaban-jawaban dari nona Shen tadi.
Lin segera bangkit dari duduknya dan mengikuti ibunya menuju ruang makan. Diatas meja makan makanan telah tersaji dengan rapi siap untuk segera disantap. Piring, gelas, sendok, dan kain lap juga tersusun rapi bagaikan didalam hotel bintang lima.
Merekapun menyantap hidangan mewah itu dengan tenang. Sesekali nona Shen yang telah terpincut hatinya dengan ketampanan Lin, melirik kearah Lin diseberang meja yang sedang menyuapkan makanan kedalam mulutnya melalui bibirnya yang seksi. Setiap melihat adegan itu, nona Shen selalu menelan ludahnya sendiri. Pipinya terus merona selama perjamuan itu.
Akhirnya, perjamuan makan malam itu berakhir. Lin dan ayahnya, tuan Shiyin mengantar tuan Shen dan cucunya sampai didepan pintu. Setelah keduanya pergi, tuan Shiyin mengajak Lin kembali kedalam untuk membicarakan sesuatu.
" Lin, papa merasa pertanyaan-pertanyaanmu untuk nona Shen tadi bukanlah seperti sedang menguji kemampuannya dalam bidang kedokteran, tapi lebih seperti kamu benar-benar adalah seorang keluarga dari pasien yang sedang melakukan konsultasi.
Apakah papa salah ?" Tanya ayahnya menyelidik.
" Benar-benar tak ada yang bisa luput dari mata papa, hal ini pun papa dapat mengetahuinya. " Jawab Lin sembari mengepalkan kedua tangannya untuk memberikan tanda hormat kepada ayahnya itu.
" Jadi, sampai sekarangpun gadis itu belum juga siuman ?" Tanyanya kemudian.
Sambil menghela nafasnya, Lin menggeleng-gelengkan kepalanya untuk memberi jawaban atas pertanyaan ayahnya itu.
" Alangkah malangnya gadis itu. " Sahut Ibunya yang baru datang dari arah dapur. "Jadi ini yang membuatmu terus melamum sejak tadi ?" Tanyanya kemudian sambil meletakkan dua cangkir teh yang dibawanya.
" Ini sudah enam bulan ma, tapi mengherakkan jari mungilnyapun dia tidak sanggup. Lin hanya tidak mau terjadi hal yang lebih buruk lagi. " Jawab Lin dengan raut wajah sedihnya.
" Menurut mama, saran nona Shen tadi bagus juga. Kenapa kamu tidak mencoba untuk melakukannya ?" Ujar ibunya sambil meletakkan tangannya pada bahu Lin.
" Benar juga. Terima kasih ma, Lin pergi dulu. " Jawab Lin yang kemudian segera pergi setelah memberikan kecupan dipipi ibunya itu.
" Lin, ini sudah malam, tehmu juga belum diminum !!" Seru ibunya untuk menghentikan anak laki-lakinya yang sudah lari menuju mobilnya.
" Biarkan saja dia. Papa senang melihatnya sedikit lebih bersemangat. Sejak dia kembali dari Indonesia dia selalu tampak murung. " Ujar tuan Shiyin menahan istrinya yang hendak mengejar anak mereka.
Jangan lupa like, klik favorite dan tinggalkan komen kalian untuk kritik dan sarannya ya sahabat readers. Terima kasih😊😊😊