Kisah Alena yang berjuang bekerja sebagai TKW di NewYork city. Namun ia dipecat sepihak karena suatu alasan.
Tapi..
Semenjak bertemu Anderson hidupnya benar-benar berubah, Anderson adalah teman majikannya.
Anderson datang bagaikan keajaiban bagi Alena, karena hidupnya berubah total. Mereka berdua saling jatuh cinta hingga Anderson mengajak Alena ikut ke negaranya di Italia.
Alena yang dimabuk cinta, ikut bersama Anderson. Mereka berdua menjalin kisah cinta namun dengan resiko putus yang sangat besar.
Alena dan Anderson berbeda keyakinan, jadi sulit untuk mereka berdua bisa bertahan dalam hubungan itu.
" Akankah kita bisa bersama ? "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Maulida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
magic night
Setelah berganti baju, aku dan Anderson siap menonton ulang film Titanic. Camilan sudah berada di atas meja, karena tubuh masih kedinginan. Anderson menuangkan dua gelas wine
" ..... " Aku terdiam bingung, aku harus meminumnya atau tidak. Katanya wine memang ampuh untuk menghangatkan perut, tapi aku takut untuk meminumnya
" Kau tidak minum ? Ini wine yang paling enteng di mulut, tidak terlalu kuat karena aku rasa kamu belum pernah mencobanya. Minumlah sedikit nanti perutmu akan lebih hangat Alena "
"....." Aku masih bingung harus meminumnya atau tidak, tapi rasa penasaranku membuatku berani untuk mencicipi wine yang sudah di tuangkan Anderson untukku
Saat meminumnya aku sedikit terkejut, tapi rasa hangat mulai terasa dalam tubuhku, aku meminumnya sedikit demi sedikit karena aku takut malah mabuk setelah meminumnya.
Film di mulai..
Aku dan Anderson fokus menontonnya, tiba di adegan saat rose akan di lukis oleh Jack. Aku menjadi canggung berada di samping Anderson yang duduk sangat dekat denganku.
Aku merasa gugup dan canggung untuk melihat adegan itu, tapi sepertinya Anderson sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Baginya mungkin kehidupan barat seperti itu hal yang sangat wajar.
Lampu sengaja dimatikan agar kita fokus pada filmnya, aku merasa sangat haus tiba-tiba Gugup karena melihat adegan itu. Sampai tak sadar aku menghabiskan segelas wine yang tadi Anderson tuangkan.
" Alena.. apa kau ingat tentang kalung yang di pakai rose nanti ? " Tanya Anderson di sela-sela film menoleh ke arahku
" Kalung ? Kalung yang aku pakai ? Rose ? " Wine itu membuatku sangat mabuk dan rasa kantuk yang luar biasa. Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri.
" son.. sepertinya aku tidak kuat minum " mataku langsung terpejam dihadapannya dan tertidur lelap tanpa sadar jatuh bersandar ke bahunya
............
Matahari menyinari wajahku, silaunya matahari pagi membuatku terbangun dari tidurku. Pusing sekali rasanya, aku tak tahu kenapa bisa sepusing ini.
Tapi...
Kenapa aku ada di atas ranjang milik Anderson ? Apa yang terjadi semalam ? Kenapa aku ada disini ?
" Kau sudah bangun ? " Sapa Anderson yang masih mengenakan piyamanya sambil membaca koran di sofa tepat di samping kasur Anderson
" Ohh son... Maaf pasti semalam aku sangat mabuk, tapi kenapa aku bisa ada disini ? "
" Semalam saat aku akan menggendong kamu, kamu terus nolak dan langsung berjalan sendiri. Jadi kau langsung tertidur disini "
" Ya ampun.. son maaf sekali, maafkan aku.. aku pasti sudah gila.. "
" Seharusnya aku yang minta maaf, maaf karena salah memberi kamu wine. Seharusnya wine yang kamu minum itu bukan punyaku, maaf ya sudah membuatmu mabuk Alena "
" Ahh tidak son.. tidak apa-apa, kalau begitu aku kembali ke kamar dulu son "
" Hmmm bersiaplah.. nanti crish akan menjemput kita jam 10 "
...........
Saat mandi dan membilas tubuhku, otakku tiba-tiba mengingat kejadian semalam. Ternyata rasanya mabuk seperti ini, aku sudah melakukan hal bodoh sepertinya.. aku baru saja mengingatnya sekarang
Flashback
Semalam aku di tuntun anderson menuju kamar, tapi aku malah menariknya ke kasurnya. Aku memeluknya beberapa kali sambil mengatakan
" Son.... "
" Son.... "
" Kau sangat tampan.... "
" Son... "
" Boleh aku menciummu ? "
" Alena.. sepertinya kau sangat mabuk.. aku akan mengambilkan air minum untukmu "
" Son... Jangan pergi " aku menariknya dan terjatuh ke ranjang. Son menimpahku aku yang sedang sangat mabuk malah terus memeluknya seperti guling hingga akhirnya aku tertidur lelap tak sadarkan diri.
Flashback end
Ahhhh bisa gila aku...
Kenapa aku selalu buat kesalahan dan kekonyolan di depan Anderson. Tidak dulu tidak sekarang.
" Bagaimana aku bisa menghadapinya ? Ini sangat malukan sekali... "
Setelah beres bersiap, akhirnya aku dan Anderson menunggu crish di lobi. Selama menunggu crish datang aku hanya bisa diam tak banyak bicara, aku harus bersikap layaknya asisten yang menghormati tuannya.
" Alena.. kenapa dari tadi kau diam terus ? Apa kau sakit ? "
" Tidak... Son.. maaf ya soal kejadian semalam "
" astaga... Jika seseorang mabuk itu sudah menjadi hal yang wajar. Kau tidak perlu merasa bersalah.. lagi pula tidak terjadi apa-apa Alena "
" Syukurlah... Kalau begitu hari ini kita akan kemana son ? "
"....." Bukannya menjawab son malah tersenyum bersemangat, tak mau mengatakan tempat tujuan kita hari ini
Bersambung.....
ayo semangat nulis novelnya !!
semoga karya ini banyak pembacanya Aamiin
semangat!!! jangan menyerah Tyns