Bahtera rumah tangga Seorang Presdir yang bernama Daniel diambang kehancuran, Setelah kehadiran seseorang dari masa lalu nya.
Disitulah kesetiaan seorang istri sedang diuji.
Akanlah Istri nya bertahan dengan pernikahan nya atau malah mengubur janji suci mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09
Daniel membuka mata nya karna suara alarm ponsel nya membangunkan nya.
Ia tak melihat keberadaan istri nya sebab alya sudah bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan pagi mereka seperti biasa nya.
Daniel beranjak dari atas ranjang nya tanpa mengenakan pakaian atau sehelai benang pun. ia masuk kedalam kamar mandi nya dan betapa terkejut nya daniel melihat ika sedang membersihkan bath up kamar mandi nya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya daniel panik lalu menarik handuk yang tersimpan diatas lemari kecil didalam kamar mandi mereka dan menutupi tubuh nya.
"Seperti yang tuan lihat, saya sedang membersihkan bath up." jawab ika santai dan melepaskan pakaian nya dihadapan daniel.
"Sebaiknya kamu pergi dari kamar saya," ujar daniel dan menundukkan kepala nya sebab ia tak ingin melihat tubuh ika yang sudah tak memakai sehelai benang pun.
Ika segera berdiri dan memeluk tubuh daniel yang masih bertelanjang dada dan daniel sangat terkejut dengan perlakuan ika.
"Apa yang sedang kau lakukan, menyingkirlah dariku," ujar daniel sambil melepaskan pelukan pembantu nya.
Ika mempererat pelukan nya dan mencoba mencium daniel.
Daniel berusaha mendorong tubuh ika agar menjauh dari nya. ika terjatuh kelantai dan tubuh daniel ikut terjatuh keatas tubuh ika yang membuat handuk yang ia kenakan terlepas dari nya.
Daniel segera berdiri tetapi ika mendekap tubuh daniel seolah daniel ingin menyetubuhi nya. Daniel mencengkram tangan ika agar ia mau melepaskan nya dan sempat terjadi keributan diantara kedua nya.
Alya membuka pintu kamar nya dan ingin membangunkan suami nya. Alya mendengar suara berisik dari arah kamar mandi dikamar nya dan alya sangat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat barusan. Alya menjerit dan menutup mata dan wajah nya dengan telapak tangan nya.
Daniel segera berdiri dari atas tubuh ika dan memakai handuk nya. Daniel segera menghampiri alya.
"Alya, ini tidak seperti yang kamu lihat, dia sengaja menjebakku alya." ujar daniel yang mencoba menjelaskan kejadian tersebut kepada istri nya.
"Bukan seperti itu bu,,tuan daniel telah memperkosa saya." ujar ika sambil menangis
Daniel memasang wajah melongo karna mendengar pengakuan ika dan daniel tidak bisa menahan emosi nya.
"Perempuan b*ngsat kau!!" ujar daniel yang ingin menampar pipi ika.
Alya segera berteriak memanggil nama suami nya.
"Hentikan daniel," ujar alya sebab alya merasa tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ia tak bisa menyalahkan suami nya dan tak bisa menyalahkan pembantu nya.
Alya malah berprasangka buruk kepada daniel. sebab, selama ini daniel tak ingin ika bekerja dirumah nya dan daniel sengaja melakukan ini agar alya mau memecat nya.
Ika terus menangis dihadapan nya dan alya menatap ika dan daniel dengan tatapan jijik.
"Cepat kau pakai baju mu dan turunlah kebawah." ujar alya kepada ika.
"Baik bu." jawab ika dan ika memakai pakaian nya.
Daniel memandang wajah istri nya. Daniel tak habis pikir. ia kira alya akan memarahi pembantu nya dan segera memecat nya.
Ika berlalu dari hadapan majikan nya dan ika tersenyum dan mengedipkan sebelah mata nya ketika daniel melihat kepergian nya.
"Alya, berhentilah membela perempuan b*ngsat itu dan pecat ia sekarang juga," ujar daniel yang merasa kesal.
"Setelah kau melakukan nya?" tanya alya.
"Apa kau sudah gila alya? aku sama sekali tidak menyentuh nya." jawab daniel.
"Apa kau pikir aku akan percaya?" Alya menatap wajah daniel.
Daniel menggelengkan kepala nya sebab ia tak menyangka alya akan berpikir kalau dirinya serendah itu yang mau menggauli pembantu nya.
"Aku akan memanggil dokter keluarga kita untuk mengecek nya alya." ujar daniel sambil menggenggam bahu alya.
"Dan kalau ternyata aku tidak melakukan nya, aku akan memecat nya alya." ujar daniel.
Alya melepaskan tangan daniel dan pergi dari hadapan suami nya.
Daniel mengusap kepala nya dengan kasar dan segera menghubungi dokter mereka untuk segera datang kekediaman atmadinata.
Daniel menyalakan kran shower nya dan memulai ritual mandi nya. Daniel terbayang dengan perlakuan pembantu nya, "Benar-benar luar biasa kau ika, kau berhasil menjebakku." batin daniel.
Daniel turun kelantai bawah dan melihat dokter mereka telah tiba dirumah nya.
Ia mengatakan hal yang sebenar nya terjadi kepada dokter mereka dan ia mengangguk mengerti.
"Bik ratna, cepat panggil teman kerja mu." perintah daniel kepada pembantu nya sebab daniel sudah jijik untuk menyebut nama nya.
"Daddy, apakah kamu sakit?" tanya rendi kecil sebab ia melihat dokter yang sedang duduk diruang tamu mereka.
Alya meminta bik narti untuk membawa rendi kecil bermain ditaman belakang.
Dan bik narti segera membawa rendi kecil pergi.
Ika datang bersama bik ratna dan menghampiri mereka.
"Kalau sampai terbukti aku tidak melakukan hal apapun padamu, aku akan memecat mu bahkan memenjarakan mu." Daniel mengancam pembantu nya dan menatap dengan tatapan sinis nya.
Dokter meminta ika untuk duduk diatas sofa dan melepas celana nya. ika terlihat sangat gugup. ia tak menyangka majikan nya bakal melakukan pemeriksaan sampai seperti ini.
Daniel segera berdiri dari tempat duduk nya dan meninggakan mereka disana.
Alya dan bik ratna berdiri menyaksikan dokter yang memeriksa selaput dara ika.
Alya menggigiti kuku nya sebab ia merasa khawatir kalau sampai suami nya benar-benar merusak nya. ia harus mempersiapkan mental nya.
"Selaput dara nya masih utuh alya. ia sama sekali belum tersentuh." ujar dokter tersebut dan segera melepas sarung tangan nya dan meminta ika untuk memakai celana nya.
Alya menghampiri ika dan menampar pipi nya.
"Aku sudah berusaha baik kepadamu tetapi aku tidak menyangka kamu berbuat sekeji itu pada suamiku dan menghianati ketulusan ku." ujar alya.
Dokter tersebut melarang alya melakukan kekerasan.
"Sudah lah alya, yang terpenting daniel tidak seperti yang ia fitnahkan." ujar dokter tersebut.
Alya melemparkan amplop yang berisi sejumlah uang kehadapan ika.
"Sekarang pergilah dari rumah ini." ujar alya sambil berlalu meninggalkan mereka.
"Maafkan ika bu, tolong jangan pecat ika." ujar ika yang ingin mengejar alya tapi bik ratna menahan tangan ika.
"Pergilah ika, kamu sangat keterlaluan ika. saya tidak menyangka kamu ingin menghancurkan rumah tangga majikan mu sendiri." ujar bik ratna dan menggeret tangan ika menuju pintu keluar rumah.
Daniel menghampiri dokter nya dan mengucapkan terima kasih.
"Baiklah pak daniel, saya permisi dulu." ujar dokter tersebut dan pergi meninggalkan kediaman atmadinata.
berarti si rafly trouble maker nya
sudah sampai di bab ini terasa sudah seperti alur cerita sinetron.
meskipun tetap membuat penasaran akhir kisahnya.
feelnya dapat sekali sampai dibuat kesal sendiri. tata bahasanya tidak lebay dan bertele tele.
semangat terus dalam berkarya 😊