NovelToon NovelToon
Arrogant Husband

Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marnii

Gaza Munarga adalah seorang ahli waris yang memegang kendali atas perusahaan Tirtama Group selama lima tahun semenjak kematian sang ayah.

Ia dikenal sebagai pria es yang mampu membekukan mental seseorang saat bertatapan dengannya.

Zara Maharani, seorang wanita yang hanya tinggal bersama kedua adiknya. Sebagai anak sulung, ia mesti rela berkorban membanting tulang mencari pundi-pundi nafkah demi kelangsungan hidup bersama kedua adiknya itu.

Kepribadian Zara yang polos. Namun, memiliki sifat di mana ia senang memarahi orang lain di saat ia sedang kesal.

Hingga dua insan ini dipertemukan dalam sebuah kecelakaan tanpa sengaja. Kekesalan yang berujung karma bagi Zara, hingga pada akhirnya Gaza menikahi Zara hanya bertujuan untuk membuat wanita ini bertekuk lutut padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marnii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Zara

"Nona muda, kini Anda telah resmi menjadi istri Tuan muda Gaza, mulai detik ini Anda adalah majikan saya, Tuan muda berpesan untuk mengantar Anda pulang agar Anda bisa mengemas barang-barang untuk dibawa ke rumah Tuan muda, saya akan kembali menjemput Anda di malam hari," ucap Sekertaris Lee sembari membungkuk hormat pada Zara.

Zara kini terlihat kikuk, tidak terbiasa diperlakukan begitu sopan bak seorang putri raja dalam negeri dongeng.

"Anda tidak perlu terlalu sopan, Tuan. Saya menyukai sikap Anda sebelumnya, tidak perlu menganggap saya sebagai majikan. Saya akan pulang sendiri, tidak perlu diantar," balas Zara terus terang.

"Tidak, Nona muda. Keselamatan Anda adalah tanggung jawab saya, mari masuk, saya akan mengantar Anda hingga tiba di rumah," jawab Sekertaris Lee.

"Baiklah." Zara pun mengangguk pelan dan masuk ke mobil meski merasa begitu tidak enak.

Tiba di rumah kontrakan Zara, semua mata yang tertuju pada mobil itu pun segera berkerumun di rumahnya.

Sekertaris Lee keluar dan membukakan pintu mobil untuk Zara, meski ragu, Zara tetap memberanikan diri untuk keluar meski harus mendapat tatapan sinis dari para tetangganya.

"Lihat, sejak kapan Zara memiliki pelayanan yang begitu mewah seperti itu? Dia keluar dari mobil pun harus dilayani dengan begitu sopan," bisik salah satu dari mereka.

Zara hanya bisa menutup mata dan telinganya, berpura-pura tak melihat dan tak mendengar apa yang terjadi di sekelilingnya. "Terimakasih sudah mengantar, Tuan." Zara menunduk hormat pada Sekertaris Lee karena merasa begitu canggung.

"Tidak perlu sungkan, Nona. Saya permisi dulu." Sekertaris Lee pun membungkuk pada Zara membuat semua orang membelalakkan mata, bagaimana mungkin seorang Zara yang miskin dapat membuat seseorang yang memiliki mobil mewah membungkuk di hadapannya. Begitulah yang ada dalam pikiran mereka.

Wendi yang sedari tadi mengamati dari kaca jendela, segera keluar dan menarik Zara masuk dengan cepat. "Kak, apa yang terjadi? Siapa lelaki yang diluar tadi?" tanya Wendi yang ikut penasaran.

"Ceritanya panjang, tetapi kamu harus berjanji untuk tidak marah dengan apa yang Kakak ceritakan." Sembari membawa Wendi duduk di kursi rotan yang ada di ruang tamu.

Wendi mengangguk mengerti. Dan Zara pun menceritakan dari awal hingga kejadian yang terjadi hari ini. "Apa!" Wendi berteriak dengan keras, Zara segera menutup mulut Wendi dengan telapak tangannya.

"Jadi Kakak menikah dengan CEO Tirtama Group?" tanya Wendi dengan mata yang masih membulat lebar.

Zara hanya mengangguk dengan lemas. "Tapi kenapa Kakak melakukan ini? Aku sudah berkali-kali mengatakan pada Kakak bahwa aku bisa bekerja sambil kuliah, aku bisa membantu keuangan Kakak, tidak perlu Kakak harus mengorbankan perasaan Kakak dengan lelaki yang sama sekali tidak Kakak kenal," ucap Wendi merasa bersalah.

"Siapa bilang Kakak tidak kenal dengannya, dia lelaki yang hebat, siapa yang tidak mengenal sosok pemimpin perusahaan nomor satu di negara ini?" ucap Zara berdalih.

"Tetapi apa Kakak bisa menjamin bahwa dia akan memperlakukan Kakak dengan baik? Apa dia akan memperlakukan Kakak seperti layaknya seorang istri? Apa Kakak bisa menjamin akan hidup bahagia bersama lelaki yang terkenal akan kearoganannya itu?" ujar Wendi dengan seribu pertanyaan. Ia sangat mencemaskan Kakaknya, apalagi Kakaknya ini adalah seorang wanita, yang seharusnya bisa ia lindungi untuk menggantikan peran ayahnya.

"Sudah, kamu jangan cemaskan Kakak, Kakak pasti akan baik-baik saja, dia lelaki yang baik, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, semua akan berjalan dengan indah, percayalah pada Kakak. Malam ini Kakak akan pindah ke rumahnya, Kakak juga akan membawa Aldi ke rumah sakit untuk dirawat hingga penyakitnya sembuh, hanya tinggal kamu di rumah ini, Kakak berharap kamu bisa menjaga diri baik-baik selama Kakak tidak ada, sering-seringlah berkunjung melihat Aldi di rumah sakit." Sambil mengelus kepala Wendi dengan penuh kasih sayang.

"Kak, aku tak ingin kehilanganmu." Wendi menghambur memeluk Zara dengan air mata yang menetes di pelupuk matanya.

"Lihat, berapa usiamu sekarang? Bagaimana mungkin kamu menangis seperti ini? Sudah, hapus air matamu, bagaimana jika pacarmu tahu kalau kamu menangis? Tidakkah itu tampak memalukan?" ucap Zara mencoba untuk menenangkan Wendi.

"Bicara apa? Aku tidak memiliki pacar, bagaimana mungkin aku masih harus berpacaran di tengah kesibukanku menuntut ilmu, aku hanya ingin fokus belajar dan belajar, agar aku bisa sukses dan membahagiakanmu dan juga Aldi," ucap Wendi dengan tegas.

Zara tersenyum bangga. "Sudah dewasa rupanya adikku yang satu ini, kalau begitu, Kakak menantikan saat-saat kesuksesanmu agar kita bisa bahagia bersama," ucap Zara sambil kembali memeluk Wendi dengan penuh kasih sayang.

"Sudah, Kakak harus bersiap-siap, sudah tidak punya banyak waktu hingga malam tiba." Zara pun beranjak dari tempatnya menuju ke kamar.

"Ibu, Ayah. Kini aku sudah menjadi istri dari seorang CEO, apa kalian bangga? Ck, sebenarnya aku malu untuk mengatakan ini, aku menikah hanya karena uang, apa kalian akan marah jika mengetahui ini? Aku menyerah demi Aldi dan Wendi, mereka harus bahagia, jadi maafkan aku karena menyerah dalam memperjuangkan masa depanku sendiri, semoga kalian terus mendukung setiap keputusan yang aku ambil. Zara rindu kalian." Setetes air bening meluncur bebas di kedua belah pipinya, kegetiran pada hati sebagai anak tertua yang harus memikul beban berat sendiri, itu tidaklah mudah bagi Zara, ia benar-benar harus memiliki ketagaran jiwa bak karang yang tak luput dari terjangan badai kehidupan.

"Kak, aku membawakanmu teh hangat." Wendi tiba-tiba masuk tanpa Zara sadari. Segera ia mengusap air mata dan menyembunyikan foto kedua orang tuanya.

"Tidak perlu disembunyikan, Kak. Aku sudah melihatnya," ucap Wendi sambil tersenyum kecut.

Zara semakin mengencangkan tangisnya saat mengeluarkan foto ibu dan ayah dari balik badannya. Wendi pun segera meraih tubuh Kakaknya dan membiarkan Zara menumpahkan segala kepedihan di dadanya yang masih belum terlihat kokoh.

"Menangislah di sini, Kak. Aku telah dewasa, aku siap menjadi sandaran setiap kali Kakak ingin menangis." Sambil mengelus rambut Zara.

"Kakak bisa mengajukan surat cerai jika tidak ingin menikah dengan lelaki itu, aku akan sepenuhnya mendukung keputusanmu." Seketika Zara kembali duduk dan mengusap air matanya setelah mendengar ucapan Wendi.

"Tidak, Kakak tidak menangisi hal itu, Kakak hanya merindukan Ayah dan Ibu, Kakak akan tetap menjadi istrinya Tuan muda Gaza." Sembari memasukkan bajunya ke dalam koper.

Melihat Zara yang tak lagi menghiraukannya, Wendi pun keluar dan meninggalkan Zara seorang diri di kamar, membiarkan Kakaknya berkemas sendiri tanpa harus ia ganggu.

Malam hari, tibalah waktunya Zara harus dijemput, ia keluar dari area komplek perumahan agar Gaza tidak mengetahui di mana letak rumahnya, Wendi pun ikut mengantar.

Beberapa menit kemudian, mobil Gaza tiba di hadapan mereka, seperti biasa Sekertaris Lee dengan setia membukakan pintu untuk Zara dan tanpa menegur Wendi.

Wendi segera berjalan menyeberangi mobil untuk menghampiri Gaza.

"Bisa bicara sebentar?" ucap Wendi sambil mengetuk kaca jendela di mana Gaza berada.

Gaza mengerutkan alisnya lalu menatap Zara. "Dia adik saya, Tuan. Maaf, jangan dengarkan dia, kita pergi saja," ucap Zara merasa takut, takut Wendi akan mengatakan hal yang mungkin membuat Gaza marah.

Gaza pun membuka kaca mobil tanpa menghiraukan ucapan Zara, mereka saling bertatap mata, sama-sama diam tanpa kata.

"Saya mengizinkan Anda membawa Kakak saya, tetapi saya tidak akan pernah tinggal diam jika Anda berani menyakitinya, perlakukan dia sebaik mungkin atau jika tidak saya yang akan bertindak sendiri," ucap Wendi dengan tegas bagaikan seorang lelaki yang sangat bertanggung jawab.

Zara kini sudah hampir mati ketakutan mendengar ucapan Wendi yang begitu lancang, tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Gaza pada Wendi.

Gaza hanya menatap Wendi datar tanpa ada ekspresi apa pun. "Lakukan jika kau mampu." Lalu menutup kaca jendela dan memerintahkan Sekertaris Lee untuk pergi.

1
Rahmah
baru nyadar pas sampai sini ternyata ceritanya bukan di indo toh
Rahmah
akhirnya si manusia es bucin juga sama istinya🤣
Rahmah
ternya anaknya lbh peka dan genius dr papanya
Rahmah
pemikiran Zaza di luar nurul memang
Rahmah
nah gitu baru benar kamu bersikap Gaza tegas dong
Rahmah
kamu tidak perlu merasa bersalah dan minta maaf bd GAza .kekejamannya dimasa lalu pada mu juga sangat mengerikan jd it' s ok
Rahmah
seharusnya kau sadar gaza sifat dan tingkah zaza menurun dari mu.dasar menyebalkan
Rahmah
sikapnya dingin seperti Gaza mulut nya juga persis bon cabe
Rahmah
tiga tahun kemudian tp ceritanya gak jelas
Rahmah
itulah kelebihan istrimu Gaza dia berbeda dari wanila lainnya.unik🤣
Rahmah
pasti ada yg menyebabkan Gaza bersikap spt itu
Taris
Luar biasa
Saadah Rangkuti
aku harap clarisa dan kayra bukan istri dan juga anaknya gaza 😒
Saadah Rangkuti
Luar biasa
Shifa Burhan
pola pikir wanita setia
mereka akan melaknat lekaki kayak ferdi yang sok baik pada istri orang dan membuat rumah tangga orang hancur

pola pikir wanita jablay
Ferdy adalah lelaki baik, jadi boleh peluk sana ini

pola pikir wanita setia
suami pelukan dengan wanita lain itu salah begitu juga istri pelukan dengan lelaki lain itu salah

pola pikir wanita egois
suami pelukan dengan wanita itu salah tapi istri pelukan dengan lelaki lain itu bukan kesalahan karena hanya sahabat

fakta
sebuah novel adalah hasil pola pikir novelisnya yang artinya sebuah novel menggambarkan karakter novelisnya
anita
, kipas...kipas...ac..ac...es batu..es batu..ada yg lg kpanasan tuh...
anita
wooo gaza sialan🤣🤣🤣🤣
anita
zara emosi n marah2 itu gk baik,klo kamu mau kamu msh punya sodara kembar kok,yaitu SAYA,wkwkwk...🤣🤣🤣🤣
anita
q br komentar,karyamu sangat memukau thor..sukses buatmu
anita
thor buat gaza bucin akut sm zara ya...harus pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!