Sambungan cerita Ara dan Nathan
Banyak nya masalah yang terjadi di masa lalu membuat Ara yang dulu nya sangat suka berbicara sekarang menjadi jauh lebih pendiam. Kebahagiaan yang seharus nya di dapatkan saat ini malah masih saja datang masalah kepada nya tapi biarpun seperti itu suami nya yang sangat di cintai nya tidak pernah menghakimi nya ataupun meninggalkan nya. Nathan selalu berada di sisi istri nya, Menenangkan istri dan juga menjaga istri nya dari banyaknya orang yang membenci istri nya.
"Terima kasih udah bertahan sampai sekarang sayang" Jonathan Adijaya.
"Ara yang seharus nya berterima kasih sama kakak yang selalu nemenin Ara, Maafin Ara yang udah nyusahin kakak" Ara riyanti Wijaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 09
"Kamu tidur?" tanya Nathan saat melihat mata itu mengerjap. Ara langsung membuka mata nya sempurna saat mendengar ucapan lelaki nya. Tubuh nya sontak langsung duduk.
"Ah" Ara memegang pinggang nya yang sangat sakit.
"Kenapa?" Nathan memegang tangan yang memegang pinggang itu.
"Pinggang aku.." Ara merengek kesakitan, Wajah nya memerah akibat kesakitan.
"Astaga kamu ini" Nathan berjongkok di belakang istri nya dan memijat pelan pinggang itu.
Tak
Terdengar suara letupan yang keluar dari pinggang Ara akibat Nathan yang menyintak nya tiba tiba. "Tulang punggung ku" guman nya.
"Ini udah gapapa, Ayo bediri" ucap Nathan dan mengambil tangan wanita nya. Nathan membimbing wanita berdiri dari duduk.
"Masih sakit?" tanya Nathan. Ara mencoba berdiri sempurna seperti biasa dan dia sudah tidak merasakan sakit lagi.
"Enggak" jawab nya dengan di iringi oleh gelengan kepala.
"Cuba di tunduk dulu tubuh kamu" ucap Nathan. Ara mengikuti nya dan menundukkan tubuh nya seperti sedang ruku. Nathan memegang pinggang wanita nya itu dan memijatnya pelan agar rasa sakit memang hilang sempurna.
"Berdiri lagi" ucap nya. Ara mengikuti nya dan pinggang nya kembali seperti semula tidak ada rasa sakit lagi.
"Gerakin ke kiri ke kanan tubuh kamu" Ara mengikuti nya dan menggerakkan tubuh nya kekiri dan ke kanan.
"Udah, Ini udah gak sakit" ucap Ara yang sudah merasa baik baik saja.
"Yaudah ayo turun" ucap Nathan dan melangkah kan kaki nya keluar dari ruang gym. Ara memilih turun menggunakan anak tangga begitupun dengan Nathan.
"Shit, Perutku kembali sakit" umpat wanita itu yang kembali kesakitan perut. Nathan masuk ke dalam kamar diikuti oleh Ara dari belakang yang berjalan pelan akibat sakit perut.
"Kamu kalo mau mandi duluan aja" ucap Nathan.
"Enggak kamu aja dulu, Aku masih ada kerjaan" jawab Ara dan masuk ke dalam ruang ganti. Nathan tidak menjawab nya dan mengambil handuk dan setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Perutku kenapa tiba tiba sakit ya?" guman Ara dengan memegang perut nya yang masih terasa sakit. Ara meninggalkan pekerjaan nya dahulu dan berlari cepat menuju ke kamar mandi.
"Apa yang terjadi?" tanya Nathan saat melihat istri nya tiba tiba masuk ke dalam kamar mandi.
"Perutku sakit, Jangan mengganggu" jawab wanita itu dan masuk ke dalam toilet yang memang berbeda dari kamar mandi. Nathan keluar dari bath up dan berjalan mendekat ke arah toilet.
"Sayang kamu gapapa?" tanya Nathan dengan mengetuk pintu toilet.
"Shit ternyata datang bulan, Aku pikir memang ingin buang air tadi" umpat wanita itu kesal saat melihat darah di celana nya.
"Sayang" Nathan kembali mengetuk pintu toilet saat tidak mendapatkan jawaban dari dalam. Ara berjalan mendekat ke arah pintu dan membuka nya dan setelah itu mengeluarkan kepala nya.
"Astaga" Ara kaget akan kepala suami nya berada tidak jauh dari nya.
"Kamu sakit perut kenapa? Perlu ke rumah sakit?" tanya Nathan.
"Kamu udah selesai mandi?" tanya Ara.
"Liat sendiri" jawab lelaki itu. Ara melihat tubuh suami nya masih di penuhi oleh busa.
"Kamu bisa nolongin aku?" Ara memasang wajah berharap nya dan itu menggemaskan menurut lelaki nya.
"Nolongin apa?" tanya Nathan.
"Belikan pembalut untukku" jawab Ara yang sangat berharap lelaki nya ingin membantu nya.
"Hah? Pembalut?" tanya Nathan. Ara langsung menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan suami nya.
"Enggak" Nathan menolak untuk membeli pembalut untuk wanita nya, Sungguh itu sangat memalukan membelikan itu untuk wanita nya.
"Kamu beneran gak mau?" Ara kembali memasang wajah memelas nya menatap lelaki nya dan itu membuat Nathan yang menatap ke sembarang arah menatap ke arah nya.
"Shit"
"Iya akan aku belikan" lelaki itu langsung berlalu membersihkan tubuh nya dan setelah itu mengenakan handuk nya.
"Kau jangan kemana mana, Aku akan mencari nya di bawah" ucap Nathan dengan dada yang terbuka dan hanya mengenakan handuk.
"Kakak jangan keluar kayak gitu" ucap Ara yang tidak suka hak nya di lihat oleh orang lain.
"Enggak, Ini emang punya kamu, Gak boleh orang lain liat, Aku tau" jawab Nathan dan langsung berlalu keluar. Nathan langsung mengganti baju nya dengan cepat dan Ara langsung keluar dari toilet dan memilih masuk ke dalam bath up dan membiarkan air mengalir dan menyala.
"Shit apa bentuk pembalut itu?" guman nya yang sudah berada di dalam lift. Nathan mengambil ponsel nya dan membuka internet, Dia mencari pembalut di situh internet hingga dia menemukan nya.
"Nak kamu mau kemana?" tanya Nita saat melihat anak nya keluar dari lift.
"Ke belakang mau ambil pembalut buat Ara, Adakan?" tanya Nathan.
"Terakhir kali mama ambil masih ada, Gak tau sekarang" jawab Nita.
"Yaudah Nathan ke belakang" ucap nya dan berjalan ke belakang di mana memang tempat penyimpanan banyaknya barang toko seperti mini market.
Nathan masuk ke dalam nya dan melihat sekitar dan juga ponsel nya secara bergantian mencari pembalut yang sama yang ada di dalam ponsel nya. "Yang ini?" ucap nya dan menyamakan dengan poto di ponsel.
"Nah iya" Nathan sudah menemukan nya dan kembali keluar, Dia kembali masuk rumah dan kembali masuk ke dalam lift.
"Oh iya, Yuna dimana?" guman nya saat sadar tidak menemukan anak nya. Nathan tidak menghentikan lift hingga sampai ke atas, Saat lift berhenti dia langsung keluar dari lift dan berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Saat masuk dia langsung melihat wanita nya yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Ini" Nathan melemparkan pembalut itu ke atas ranjang. Ara tersenyum lebar dan dengan segera mengambil pembalut tersebut.
"Terima kasih" Ara mencium wajah lelaki nya sebagai tanda terima kasih dan setelah itu dia langsung berlari masuk ke dalam ruang ganti dengan membawa pembalut tadi.
Nathan membaringkan tubuh nya dan memegang wajah nya. "Sudah lama tidak di cium oleh nya" ucap lelaki itu dengan senyum yang mengembang. Nathan kembali memainkan ponsel nya dengan berbaring.
Satu jam lelaki itu memainkan ponsel istri nya belum juga keluar dari ruang ganti, Mata nya teralih kepada ruang ganti yang masih tertutup. "Sayang kamu lagi ngapain?" tanya Nathan dengan tubuh yang berdiri di hadapan pintu.
"Aku lagi beresin pakaian" jawab Ara.
Nathan membuka pintu ruang ganti dan terlihat wanita nya menatap nya dengan ruang ganti yang berantakan di penuhi oleh baju nya dan juga istri nya. "Loh kok kamu yang beresin? Biar bibi aja yang beresin nya, Ayo kita turun aja" ucap Nathan yang berjalan mendekat ke arah wanita nya.
"Aku gak punya kerjaan jadi gapapa aku yang beresin" jawab Ara.
"Tapi..." Ara memotong perkataan suami nya.
"Kamu mau ngapain ke bawah? Kalo mau ke bawah duluan aja" potong Ara.
"Aku mau liat Yuna di bawah, Aku ke bawah duluan gapapa? Kamu jangan sampai kecapean nanti beresin baju, Kalo udah gak kuat biarin aja" ucap Nathan.
"Em" Ara mengangguk mengiyakan dengan senyuman nya. Nathan tersenyum juga melihat nya dan kembali menutup pintu ruang ganti. Ara kembali membereskan yang tersisa dengan cepat, Dia tidak pernah merepotkan pelayan di sana akibat tidak enak.