NovelToon NovelToon
Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kresentia Bano Kehi

Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis sederhana.
Gadis itu bernama Erlyen.
Dia adalah seorang gadis biasa dari keluarga sederhana, ia merupakan anak angkat dari Pak Suherman alias Paman David dan Ibu Alexa alias Victoria.

Karena sebuah kecelakaan, akhirnya dengan terpaksa ia menikah dengan Putera seorang pengusaha ternama di kota itu.

Walaupun ia telah menikah dengan anak pengusaha terkenal ia tak pernah sombong. Padahal banyak sekali netizen yang berkoar koar di luar sana dengan majas sarkasme yang sangat menyakitkan hati.

Pria yang telah menjebaknya dan membuatnya menikah muda itu adalah atasannya sendiri dialah Albert Jonathan, putera dari pengusaha ternama di kota itu.

Awalnya ibu Jonathan alias Ibu Johanna menyetujui Albert menikahi Erlyen karena ia merasa berhutang budi pada gadis itu,tetapi berjalannya waktu sang mertua semakin menunjukkan rasa tidak sukanya pada Erlyen sehingga sering dia mencaci maki serta menyiksa Erlyen.

Erlyen tak pernah membalasnya, ia hanya diam dan pasrah pada nasibnya.

Sampai suatu ketika Albert terjebak perselingkuhan dengan mantannya, akibat kejadian itu Erlyen putus asa dan pergi meninggalkan Albert entah kemana!!

Apa yang harus di lakukan oleh Albert agar Isterinya kembali ke pelukannya?

Apakah perpisahan adalah jalan terbaik bagi merek

Yuk! Teman baca ceritanya biar tidak penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

** Pergi ke Pulau seribu pura **

**

Dua hari telah berlalu, akhirnya hari yang dinanti tiba juga.

Erlyen sudah menyiapkan segala keperluan mereka dalam kopernya dan koper suaminya.

Selesai beres beres ia pun berjalan menuju dapur untuk membantu bi Ratih menyiapkan sarapan pagi.

Sarapan pagi kali ini tanpa ibu dan ayah mertua karena mereka sedang berlibur ke Eropa sekaligus Papa Jonathan mengecek anak perusahaan di Eropa.

"Bibi, semuanya sudah selesai tolong di tata di meja makan ya bu, saya mandi dulu dan bersiap siap." ujar Erlyen sambil berlalu pergi ke lantai dua untuk mandi dan bersiap siap.

"Sayang ayo bangun nanti tekat loh sayang, aku mandi duluan ya!" ujar Erlyen berbisik di telinga suaminya kemudian berlalu pergi ke dalam kamar mandi.

Albert menggeliat sambil tersenyum.

"Sayang? Jangan lama ya mandinya?"ucap Albert sambil memejamkan matanya lagi.

Setengah jam kemudian Erlyen sudah selesai mandi dan betapa kagetnya ia saat melihat suaminya masih tertidur dengan lelapnya.

"Hm, baiklah kalau begitu kita pakai cara B kalau cara A tidak mempan!" ucap Erlyen sambil berjalan ke arah JBL yang ada di sampingnya dan menyambung kabel data kemudian mencari lagu yang paling ribut dan mulai memutar volume langsung besar sedangkan ia berdiri menjauh dari situ sambil menunggu lagunya mulai.

Tiba tiba terdengar teriakan dari video rekaman di YouTube di ponselnya itu berbunyi dengan sangat kencang sehingga mengagetkan Albert yang sedang bermimpi indah.

Albert langsung melompat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi sambil berteriak "Ampun sayang aku udah bangun kok sayang galak amat sih kamu!" ucap Albert sambil masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah itu Erlyen terlihat senyum dan tetap santai serta mempersiapkan pakaian apa yang akan di pakai suaminya di atas ranjang.

Setelah di rasa cukup ia pun beranjak ke meja riasnya dan mulai memakai make up setipis mungkin karena ia paling gak suka dengan make up yang terlalu tebal.

Menurutnya memakai make up itu jangan terlalu tebal agar pori pori di wajah bisa bernafas dengan mudah tanpa hambatan apalagi sumbatan.

Setelah selesai bersiap ia pun duduk duduk di kursi sofa di dalam kamar itu sambil mengecek ponselnya mungkin ada panggilan atau chat yang sangat penting untuk di balas.

Ternyata ada beberapa chat dari nomor baru di WhatsApp.

Adrian : "Halo fek Erlyen sudah selesai siap belum?"

Erlyen : "Sudah selesai nih masih mau sarapan dulu, maaf ini siapa ya soalnya ini nomor baru di ponselku!"

Adrian :" O iya maaf saya lupa memberitahu kalau saya adalah Adrian Bonaventura Jayadi putra dari Pak Jayadi"

Erlyen :" Maaf ya kalau saya gak tahu!"

Adrian :"Gak apa apa dek!"

Erlyen :"Terima kasih Pak Adrian!"

Adrian :"Panggil Abang aja dek!"

Erlyen :"Gak apa apa ya Pak saya panggil abang?"

Adrian :"Iya gak apa apa kok malah senang saya, adik saya hilang entah kemana sampai saat ini belum saya temukan adik saya."

Erlyen :"Semoga cepat ketemu adiknya ya bang?"

Adrian :"Amin dek! Jam Sembilan tepat kita udah take off loh dek jangan terlambat ya?"

Erlyen :"Baik bang! Sampai jumpa di bandara ya bang?bye bye...

Adrian :"Ya sampai jumpa di bandara dek!"bye bye too...

Setelah ngobrol dengan Adrian Erlyen pun mengetuk pintu kamar mandi.

"Suamiku, sudah belum yang,kok lama banget mandinya?" ucap Erlyen sambil mengetuk lebih keras lagi.

"Iya sayang dikit lagi udah selesai kok sayang?" ucap Albert dari dalam kamar mandi dan dengan secepat kilat ia pun mengguyur tubuhnya dengan air shower yang dingin dan segar itu, kemudian memakai sabun mandi dengan secepat kilat dan membilas tubuhnya kemudian meraih handuk dan segera keluar dari kamar mandi.

"Mas kok lama banget mandinya?" ucap Erlyen pada suaminya itu.

"Maaf sayang aku ketiduran di dalam kamar mandi," ujar Albert tanpa merasa bersalah.

"Ayo cepat pakai pakaian itu,kaus kaki dan dasi disitu ya sudah aku siapkan!" ucap Erlyen sambil tersenyum tipis.

Ia pun membantu suaminya memakai dasi dan menyemprotkan parfum maskulin milik suaminya pada baju yang di pakai Albert.

"Sayang maafkan aku sayang aku gak akan mengulangi perbuatan itu lagi?" ucap Albert sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang Erlyen.

"Iya gak apa apa kok Mas, aku tegas karena tadi sudah di telepon sama Pak Adrian," ucap Erlyen sambil membantu suaminya memakai sepatu.

"Ayo sayang kita turun untuk sarapan aku udah lapar banget sayang," ucap Erlyen lagi dan menggandeng tangan Albert.

Mereka berdua pun berjalan ke arah lantai bawah.

Bibi tolong panggil pak Mamat untuk mengambil koper kami diatas terus taruh di bagasi mobil ya nanti diantar sama Pak Rony ke bandara!" ucap Erlyen sambil tersenyum dan mulai menyendok makanan ke dalam piring Albert kemudian menaruh beberapa daging ayam dan sayuran di atas nasi suaminya itu.

Kemudian ia pun mengambil makanan untuk dirinya.

Mereka berdua pun menikmati makan pagi itu dengan sangat nikmat.

"Bibi!" panggil Erlyen pada bibi Ratih.

"Iya non," jawab bu Ratih.

"Kemari bi!" Panggil Erlyen.

"Hari ini kami ke Bali ada pekerjaan yang harus kami tangani di Bali, bibi jaga rumah ya dan ini untuk bibi dan Pak satpam serta Pak Rony dan Pak Mamat!" ucap Erlyen menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang kepada Bibi Ratih.

"Bibi bagi sama mereka semua ya, terserah bibi mau kasih berapa yang penting semuanya dapat!" ucap Erlyen sambil tersenyum.

Albert juga tersenyum melihat kebaikan istrinya itu.

"Pamit ya bibi, papa dan mama malam nanti udah balik kok" ucap Erlyen lagi pada bibi Ratih.

Setelah pamit mereka berdua pun menuju ke halaman depan dan memeriksa apakah semua keperluan mereka sudah lengkap? Dan ternyata Erlyen melupakan ponsel dan tasnya.

"Sayang, sebentar ya aku keatas untuk ambil ponsel dan tasku dulu," ucap Erlyen langsung mengambil langkah seribu menuju ke lantai dua untuk mengambil tas dan ponselnya.

Setelah mengambil tas dan ponselnya kemudian ia pun menuju ke arah dimana mobil terparkir dengan gagah di sudut jalan diluar pagar.

"Ayo sayang!" ucap Albert sambil membuka pintu mobil untuk istrinya.

"Ayo jalan Pak!" ucap Erlyen pada Pak Rony yang merupakan sopir pribadi keluarga Jonathan sudah sejak Albert berusia Delapan belas tahun hingga sekarang sudah berusia dua puluh enam tahun.

Setelah sampai di bandara ternyata Pak Jayadi dan Adrian sudah menunggu mereka di pintu masuk ke tempat check in.

"Selamat Pagi Pak!" Sapa Erlyen dan Albert bersamaan.

"Pagi juga nak!" ucap Pak Jayadi sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan Erlyen dan Albert.

Albert dan Erlyen pun tak lupa berjabat tangan dengan Adrian putra sulungnya Pak Jayadi.

"Bagaimana apakah sudah siap?" tanya Pak Jayadi Pada Erlyen dan kedua pria itu.

"Siap Pak!" ucap Erlyen sambil menarik kopernya dan berjalan masuk ke dalam ruang check in untuk check in dan masuk ke ruang tunggu.

Selesai check in mereka berempat pun berjalan menuju ruang tunggu bandara.

**

Tak lama kemudian mereka pun menaiki pesawat Garuda Indonesia airways menuju ke pulau Bali.

Erlyen mendapatkan tempat duduk dekat Albert, Erlyen duduk tepat di dekat jendela sedangkan Albert duduk di sebelahnya.

Adrian dan Pak Jayadi duduk di depan mereka karena mereka membeli tiket kelas bisnis jadinya mereka bisa duduk dengan santai tanpa harus berdesak desakan.

"Pak Albert sebenarnya kita bisa menggunakan jet pribadi milik saya tetapi masih di pakai oleh istriku ke Australia," ucap Pak Jayadi pada Albert.

"Iya gak apa apa Pak lain kali pasti kita naik jet pribadi milik Bapak!" ucap Albert sambil tersenyum.

Albert menggenggam erat tangan Erlyen karena Erlyen paling takut naik pesawat.

"Kamu gak apa apa kan sayang?" tanya Albert pada Erlyen.

"Nggak apa apa kok sayang aman sayang aman!" ucap Erlyen menirukan bahasa yang lagi viral saat ini di Tik tok.

"Baiklah kalau begitu tetapi kalau rasa pusing peluk aku ya sayang?"ujar Albert sambil merengkuh pinggang istrinya sambil tersenyum.

"Iya aman sayang!" ucap Erlyen sambil tersenyum.

"Nak, apa benar Erlyen sudah menikah dengan Albert?" bisik pak Jayadi pada Adrian yang sementara memejamkan matanya.

"Gak tahu papa, Aku juga belum mengorek informasi soal hubungan mereka papa!" bisik Adrian di telinga pak Jayadi lagi.

"Kalaupun mereka punya hubungan khusus Papa gak apa apa kok papa dukung saja apa yang adikmu lakukan," ucap Pak Jayadi keceplosan pada Adrian.

"Maksud papa?" tanya Adrian heran.

"Nanti Papa ceritakan saat kita tiba di Bali, biar kamu bisa rileks," ucap Pak Jayadi sambil tersenyum dan menatap wajah putranya itu.

"Kamu pasti bertanya tanya selama ini kenapa Papa mencari terus mencari namanya Paman David dan bibi Veronica karena mereka lah yang membawa adik perempuan kamu satu satunya ke Australia dan setelah sembilan belas tahun akhirnya bulan lalu Papa menemukan kalau mereka sudah bangkrut dan tinggal di negara ini dan mereka mengganti nama mereka sehingga tak ada seorang pun yang tahu asal usul mereka dan juga siapa Erlyen.

"Erlyen itu adalah adik kandung kamu nak, Papa sudah melihat secara langsung foto dari ponsel Erlyen saat papa berbicara empat mata dengan Erlyen nak, namanya diganti menjadi Erlyen Suherman karena Pamanmu Paman David mengganti namanya menjadi David Suherman dan bibi mu berganti namanya menjadi Alexa." ucap Pak Jayadi dengan senyuman tersungging di bibirnya.

"Jadi, Erlyen itu adikku yang bernama Evelyn Berlian Jayadi?" ucap Adrian dengan suara agak keras.

"Pelan pelan nak," ucap Pak Jayadi pada anaknya.

Untung saja Erlyen dan Albert saat itu memakai headset sehingga mereka tidak mendengar apapun yang terjadi di sekitar mereka dan apapun yang dibicarakan oleh Pak Jayadi dan Adrian putranya itu.

"Kamu sudah tahu kan?" ucap Pak Jayadi lagi.

"Sudah papa, terus langkah selanjutnya bagaimana papa, Adrian sudah tidak sabar memeluk adik Adrian papa, paman David benar benar paman yang sangat Adrian benci!" ucap Adrian berapi api.

"Papa tahu gak kalau Adrian sangat bahagia ketika mengetahui Erlyen itu adik Adrian, bagaimana rasanya ya aku sangat bahagia papa!" ujar Adrian sambil tersenyum dan memeluk erat papanya.

Akhirnya doaku terkabulkan, Ya Tuhan apa benar yang dikatakan papa aku sangat bahagia.

**

Setelah perjalanan memakan waktu selama satu jam lima puluh lima menit sampailah mereka di bandara internasional Ngurah Rai Bali.

"Wow betapa indahnya laut di bawah ini Sayang ," ucap Erlyen sambil membuka sedikit jendela tetapi ditutup lagi oleh Albert.

"Sayang kok tutup lagi?" ucap Erlyen tidak puas dengan apa yang dilakukan oleh Albert padanya.

"Anginnya sangat kencang sayang kamu gak bisa tahan!" ucap Albert sambil memeluk erat tubuh gadis cantik di sampingnya itu.

"Nanti aku ajak kamu jalan jalan ke pantai berdua ya biar kamu bisa merasakan indahnya pemandangan laut di pulau dewata ini!" ucap Albert sambil tersenyum pada isterinya.

**

"Akhirnya kita tiba juga di pulau Bali!" ucap Erlyen sambil berjalan turun dari pesawat menuju ruang tunggu untuk mengambil barang barang bawaan mereka.

"Ayo Pak!" ucap Erlyen ketika sudah mengumpulkan semua koper bawaan mereka.

"Makasih nak Erlyen sudah membantu mengambil koper koper ini!" ucap Pak Jayadi pada Erlyen.

"Sama sama Pak!" ucap Erlyen berusaha berbuat kebaikan.

Selama ini ia tak pernah bertemu dengan orang orang sebaik Pak Jayadi dan juga Albert, walaupun Albert kadang sangat menyebalkan tetapi Erlyen sangat bahagia berada di samping Albert.

Setelah mengambil koper mereka, kemudian langsung mereka keluar menuju tempat di mana sopir dari Pak Jayadi sudah menunggu tempat orang orang menunggu jemputan.

"Roy!" seru Adrian pada sopir pribadi Keluarga mereka yang sedang menunggu di sebelah selatan bandara.

"Eh Aden, kesini mobilnya saya parkir di sebelah sana, Aden apa kabar? sama siapa kesini?" tanya Roy beruntun.

"Broo pertanyaan kamu banyak amat aku bingung mau jawab yang mana duluan," ucap Adrian sambil menatap wajah sopir itu.

"Maaf Den sudah lama gak ketemu pasti rindu lah Den?" ucap Roy pada Adrian.

"Iya Broo aku juga kangen kamu dan juga suasana disini," ucap Adrian sambil menepuk pundak Roy.

"Pak ini sudah dijemput oleh Roy Pak!" ucap Adrian pada Papa Jayadi.

"Halo Tuan apa kabar?" ucap Roy sambil menjabat tangan Pak Jayadi.

"Puji Tuhan baik dan sehat selalu Roy!" ucap Pak Jayadi sambil melepaskan tangannya.

"Mari Pak!" ajak Roy dan ia pun membawa koper milik pak Jayadi, Adrian serta Albert dan Erlyen.

"Silahkan mbak," ucap Roy pada Erlyen sambil membuka pintu mobil Toyota Alphard Vellfire itu.

"Makasih bli!" ucap Erlyen sambil melangkah masuk ke dalam mobil diikuti oleh Albert, Adrian dan juga Pak Jayadi.

"Mau langsung pulang ke hotel atau ke villa dulu tuan?" ucap Roy pada Pak Jayadi.

"Ke villa dulu aja besok besok saat senggang baru kita ke hotel sekalian saya mau mengecek keadaan keuangan hotel!" ucap Pak Jayadi pada Roy.

"Siap tuan!" jawab Roy sambil mengemudi mobil Toyota Alphard Vellfire itu dengan tenang.

Mobil itu meluncur dengan kecepatan sedang di jalanan. Sepanjang jalan Erlyen menatap indah setiap jalan yang mereka lewati dengan kagum.

"Indahnya ini pertama kali aku berkunjung ke pulau dewata ini." Gumam Erlyen sambil berdecak kagum.

Pulau seribu pura ini terlihat sangat eksotis membuat pikiran jadi rileks.

Erlyen sangat menikmati perjalanan mereka menuju villa milik Pak Jayadi di bukit Jimbaran.

Villa itu terlihat biasa saja tetapi ketika kita memasuki dalamnya kita akan terkagum kagum karena dalamnya sangat mewah dengan tatanan yang sangat rapi dan indah serta nyaman.

"Adrian apa kamu membawa kamera yang papa bilang itu?" tanya Pak Jayadi pada putra sulungnya itu.

"Iya dong papa,Adrian selalu membawanya, kemana mana apalagi ke pulau Bali," ucap Adrian sambil tersenyum.

Beberapa saat kemudian mobil sudah berhenti tepat di depan villa itu. Luasnya halaman villa itu sekitar satu hektar.

Villa itu berada di atas bukit Jimbaran yang dibawahnya kita bisa menikmati indahnya sunset yang paling digemari oleh semua wisatawan asing.

Setelah menata baju baju dan barang bawaan mereka, Erlyen pun menuju kamar mandi untuk mandi.

Ketika hendak masuk kamar mandi, Erlyen di cegah oleh Adrian.

"Mau kemana dek?" tanya Adrian pada Erlyen.

"Mau mandi bang!" ucap Erlyen sambil melangkah pergi.

"Tunggu Dek, kalau mau mandi di kolam renang abang antar!" ucap Adrian sambil menunjuk ke arah kolam renang yang terletak di atas bukit yang kita bisa melihat air laut dibawahnya.

"Jangan bang Erlyen trauma dengan kolam renang yang dibawahnya ada laut bang!" ucap Erlyen sambil menutup matanya dan pergi menjauh dari tempat itu.

"Baiklah dek kamu mandi saja di kolam biasa tuh dekat halaman belakang Villa," ucap Adrian.

Adrian lupa kalau kolam di belakang halaman itu ada angkernya juga.

Ketika Adrian bertemu pak Jayadi ia pun mengatakan kalau Erlyen pergi ke kolam belakang halaman rumah.

"Apa? nggak boleh ayo kejar dia semoga dia belum masuk ke kolam itu nak," ucap Pak Jayadi sambil berlari mendahului Adrian.

Adrian pun mengikuti arah larinya orang tua itu.

"Nak Erlyen gak boleh mandi di kolam itu karena kolam itu belum dibersihkan nak entar kamu bisa gatal gatal kulitmu," ucap Pak Jayadi sambil melambaikan tangannya pada Erlyen yang hendak masuk ke kolam.

Untung Pak Jayadi berteriak sehingga Erlyen tidak jadi masuk kolam itu.

Pak Jayadi pun berlari mendekati Erlyen sambil terengah-engah

"Nak... !" panggil Pak Jayadi.

"Kolam ini sudah lama gak dibersihkan kamu mandi saja di kamar mandi ya nak?" ucap Pak Jayadi sambil tersenyum dan menunjukkan arah kepada Erlyen.

"Baiklah Pak!! Terima kasih telah memberitahu Erlyen!" ucap Erlyen sambil membungkuk memberi hormat pada orang tua itu dan berlalu kembali ke kamar yang ia tempati bersama dengan Albert.

Ketika memasuki kamar itu ia melihat sekelebat bayangan yang lewat di depan cermin, tetapi segera ditepisnya karena ia mengira ia terlalu lelah sehingga mulai berhalusinasi.

Dengan cepat ia masuk ke kamar mandi dan mulai mandi dengan sangat kilat karena ia masih membayangkan kejadian tadi saat berada di depan kamar tidur mereka.

Setelah mandi ia pun keluar kamar mandi dan membangunkan suaminya yang masih tertidur dengan lelapnya.

"Sayang, bangun sayang ayo mandi karena kita akan segera pindah ke tempat lain," ucap Erlyen sambil berbisik pada telinga Albert.

"Iya sayang!!" ucap Albert sambil tersenyum dan mengangguk lalu bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.

"Sayang pintunya gak usah ditutup ya," ucap Erlyen lagi sambil mengganti pakaiannya.

"Iya sayang!!" ucap Albert dan mulai melakukan ritual mandinya itu.

Setelah mandi Albert pun melangkah keluar dari kamar mandi dan dilihatnya Erlyen sedang memasukkan kembali pakaiannya ke dalam koper koper mereka dan tidak lupa ia mengeluarkan Rosario yang sering dia pakai untuk berdoa.

Ia pun memakai Rosario itu di lehernya sambil tersenyum tipis melihat kedatangan suaminya itu.

"Sayang ayo cepat pakai pakaian dan pakai juga Rosario kamu Sayang?" bujuk Erlyen pada Albert.

Albert merasa heran dengan sikap dan tingkah Erlyen tetapi ia tak banyak tanya, ia pun mulai memakai pakaian dan ia pun mengambil koper koper mereka dan membuka pintu kamar kemudian pergi keluar bersama Erlyen.

Albert mendekati Pak Jayadi yang sementara duduk sambil membaca koran di ruang keluarga.

"Pak Jayadi, maaf Pak Erlyen merasa terganggu di kamar itu dan Erlyen juga merasa tidak nyaman ia ingin agar kami pindah saja ke hotel biar banyak orang disana!" ucap Albert pada Pak Jayadi.

"Baiklah kita menunggu Adrian selesai mandi dan packing pakaian kami terus kita pindah ke hotel saja," ucap Pak Jayadi pada Albert.

"Baiklah Pak!" ucap Albert sambil mencari keberadaan istrinya tapi tak ditemukannya juga.

Ternyata Erlyen sementara masuk ke dalam ruangan pribadi Pak Jayadi yang berada di dekat pintu masuk menuju ruang dapur.

Ketika hendak melangkah ia melihat sebuah foto dalam bingkai yang hampir usang tapi karena perawatan yang bagus sehingga bingkai itu masih terlihat bersih dari debu dan foto di dalam bingkai itu terlihat sangat terang.

Ia pun melihat dengan jelas orang orang dalam foto itu ternyata seperti orang orang dalam foto dirumah Papa dan Mamanya.

Tanpa membuang waktu ia pun mengeluarkan ponselnya dan memotret bingkai itu dan foto foto itu dengan sangat terang dan juga posisi kamar itu serta mainan dalam ruangan itu.

Setelah itu ia pun menyimpan kembali fotonya dan berjalan menuju ke ruangan di mana Albert sementara berbincang dengan Pak Jayadi.

Ia banyak berpikir apa arti dari foto foto itu? Kenapa dalam foto itu papa dan mamanya ada juga di foto itu?Apa hubungannya Pak Jayadi dan kedua orang tuanya? Kenapa wajah Istri Pak Jayadi mirip sekali dengan dirinya?

Ia pun beranjak pergi dan duduk tepat di samping Albert.

"Mukanya terlihat murung sekali padahal tadinya ia sangat bahagia melihat villa itu, ada apa gerangan yang membuat anak gadisku jadi pendiam dan pemurung seperti ini?" gumam Pak Jayadi dalam hatinya.

"Apakah ia melihat sesuatu yang sangat rahasia di dalam Villa ini?" ucap Pak Jayadi dalam hatinya saja.

"Semoga ia tak mengambil kesimpulan yang merugikan dirinya sendiri karena sampai kapanpun aku takkan pernah membiarkan David dan Veronika membuat berita palsu yang memojokkan diriku bahkan mereka telah mencuci otak anak gadisku sehingga ia benar benar tak tahu siapa diriku sebenarnya!!" gumam Pak Jayadi dalam hati lagi.

"Oh, anakku aku merindukan dirimu, aku sangat merana selama ini. Bertahun tahun lamanya aku berpisah denganmu tetapi aku takkan pernah melupakan sedikit pun wajahmu walaupun telah lewat bertahun-tahun lamanya." Gumam Pak Jayadi sambil tersenyum tipis sambil mengalihkan perhatiannya kepada koran yang ia baca.

** Next **

Hai readers please deh di like, komen dan di vote ya biar Author rajin update, soalnya Author mau mencoba untuk mengajukan novel ini pada NT untuk mendapatkan kontrak, doakan ya semoga cepat sampai 20.000 kata...🥰🙏

1
⍣⃝ꉣꉣ•§¢•𐒉ỉɀɀỉ
mampir kam
❀⃝✿𝐋il 𝐌σσηℓꪱׁᧁׁhׁׁׅׅ֮֮t✿⃝❀
mampir thor semangat🔛🔥
🌼⃝⭕Tunik
Neng ayo neng,kita main pacar-pacaran,🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏫⃟Sᵐᵖѕ⍣⃝✰ariis
waduh sarkas amat ni orang mulutnya minta di tabok nih.. sabar ya erlyn.. cuekin aja dah..
Risa Yayang Married
Albert jangan menakut nakuti Erlyen dong masa membuntuti Erlyen dari belakang
Risa Yayang Married
Erlyen rajin banget baru di terima kerja langsung beli pakaian buat ke perusahaan
Risa Yayang Married
Albert dan Erlyen merasakan debaran jantung karena saling jatuh cinta
Aku lucu banget
Albert mau makan di warung pinggir jalan padahal dia itu seorang CEO dan orang kaya
Aku lucu banget
Erlyen kamu capek tapi tetap membantu mama kamu mengantar pesanan kue
Aku lucu banget
Erlyen sama Albert lucu amat pertemuan pertama sudah nyosor ciuman tanpa sengaja
Yayang Loph3 Risa
Albert pasti kamu cari tahu tentang Erlyen makanya kamu tahu kalau Erlyen yang menolong kedua orang tua kamu
Yayang Loph3 Risa
Erlyen sama Albert sepertinya belum tahu kalau mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama
Yayang Loph3 Risa
Erlyen itu sepertinya sosok gadis yang ceria
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Albert kenapa bisa tahu kalau Erlyen yang menolong kedua orang tuanya dan membawa kedua orang tua Albert ke rumah sakit
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Erlyen pulang dari perusahaan langsunb membeli pakaian baru untuk di pakai ke perusahaan
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Erlyen sepertinya kamu bakal di terima di perusahaan tersebut karena watak kamu yang baik hati
Risa Bahagia Selalu
Erlyen sepertinya Albert itu cinta sama kamu tapi kamu belum tahu
Risa Bahagia Selalu
Erlyen mama kamu pasti bangga punya anak seperti kamu
Risa Bahagia Selalu
Sepertinya Erlyen merupakan gadis idaman dari Albert
@Yayang Suaminya Risa
Albert kamu dekati Erlyen dengan cara makan bareng dan jalan bareng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!