Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelaki Normal
Lagi lagi di saat Moza bangun pagi dia tidak melihat Leon, sudah dua hari ini Leon selalu berangkat sangat pagi dan pulang sangat larut entah mengapa membuat Moza sedikit sedih.
" Nona, Kenapa makanannya tidak di makan " Ucap Melia menatap Moza yang hanya memainkan sendok
" Aku tidak nafsu Melia, Oya apa Leon sedang sibuk, apa dia sedang ada masalah "
" Maksud Nona "
" Beberapa hari ini dia selalu berangkat sangat pagi dan pulang larut, aku pernah melihatnya "
" Mungkin Tuan sedang banyak urusan Nona "
" Pak Adam " Ucap Moza
" Ya Nona Moza, kenapa Nona "
" Tidak, Apa Leon sedang banyak urusan di kantor "
Adam terdiam namun dia kembali menggeleng dan tersenyum..
" Tuan memang sedang sedikit ada urusan Nona, Ada apa Nona "
" Pantas saja aku jarang bertemu dengannya padahal kita satu rumah "
Adam tersenyum,,
Sebenarnya Adam tau jika Leon menyukai Moza dan semenjak kejadian di Mall Leon sengaja menghindari Moza karena mengira jika Moza dan Rio adalah kekasih dan sampai saat ini Moza masih menyukainya.
" Saya permisi Nona " Ucap Adam dan Moza mengangguk.
-
Sementara di Perusahaan,,
Leon terus memikirkan Moza, dia pun sebenarnya tidak ingin terus di kantor selama ada Moza di rumahnya membuatnya berubah bahkan Moza selalu membuat Mood nya berubah dan selalu menghilangkan rasa lelahnya setelah bekerja seharian.
" Astaga Moza,, kenapa saya jadi terus memikirkannya dan "
Leon teringat tentang Rio, dia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Adam.
" Halo Tuan " Ucap Adam di seberang
" Apa kamu sudah menemukan siapa Rio dan apa hubungan antara Moza dengan nya "
" Nona Moza dan Rio memang sudah lama kenal bahkan mereka juga dekat karena Rio dulu sangat perhatian dengan Nona dan " Ucapan Adam terhenti saat Leon langsung memutuskan telpon nya.
" Jadi mereka memang benar dekat,, Leon.. Leon.. Kamu baru bertemu dengannya namun kenapa kamu menyukainya.. Tapi saya juga laki laki normal dan wajar jika saya menyukainya"
Leon mengusap wajahnya, dia pun menatap jam yang ternyata sudah menunjukan pukul 5 sore namun dia tetap berada di kantornya.
Rasanya memang sangat ingin pulang namun dia takut bertemu dengan Moza dan tidak bisa menahan perasaannya.
-
Sedangkan Moza dia terus berada di kamar bermain ponselnya semua aplikasi sudah di bukannya namun rasa nya begitu bosan, tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat pesan grup kampusnya.
" Ternyata besok sudah kembali kuliah dan tidak akan membuat aku bosan, mending aku kasih tau Leon "
Moza langsung beranjak dia pun turun ke lantai bawah namun terlihat sepi dan dia tidak mendengar suara mobil.
" Em,, Melia apa Leon sudah pulang "
" Sepertinya belum Nona "
" Oh ya,, Terima kasih "
" Baik Nona, Saya ke dapur dulu "
Moza mengangguk dan dia pun menuju ruang tengah, dia duduk di sana untuk menunggu Leon pulang.
-
Hari semakin larut namun Leon belum juga pulang bahkan Moza masih terus menunggu nya, dia ingin menghubunginya namun teringat dengan ucapan Adan jika Leon memang sedang sibuk.
Jam pun sudah menunjukan pukul 10 malam, Moza masih setia menunggunya bahkan dia pun sampai mengantuk dan tertidur di sofa.
Suara Mobil Leon pun terdengar,
Tidak lama Leon terlihat berjalan masuk namun dia menatap Moza yang tertidur di sofa.
" Tuan, Anda sudah pulang " Sapa Adam
" Nona Moza menunggu Anda hingga tertidur " Lanjutnya
" Menunggu Saya "
" Dadi pagi Nona terus menanyakan Anda Tuan"
Leon berjalan mendekat dia menatap wajah Adel yang sudah terlelap di sana.
Sangat cantik satu kata yang keluar dari mulut Leon di saat menatap wajah cantik Moza saat ini.
Leon membopong tubuh Moza pelan untuk tidak membangunkannya.
Hingga sampai di kamar Moza Leon menurunkannya dengan hati hati,,
Di saat Leon akan menyelimuti tiba tiba Moza terbangun..
" Leon " Ucapnya
Leon menoleh dan duduk di sisi ranjang,,
" Apa saya membangunkan mu " Ucap Leon dan Moza menggeleng
" Tidur lah masih malam " Ucap Leon beranjak namun tangannya di tahan Moza
" Ada Apa "
" Apa kamu begitu sibuk, sampai berangkat sangat pagi dan pulang sangat larut "
Leon menghela napasnya dia pun kembali duduk dan menatap Moza.
" Ya, Ada beberapa kerjaan yang harus saya selesaikan "
Moza mengangguk,,
" Istirahatlah ini masih malam "
" Leon " Ucap Moza dan membuat Leon kembali menoleh
" Besok aku sudah kembali aktif kuliah, apa aku boleh kuliah " Lanjutnya dan Leon mengangguk
" Serius,, "
" Ya, tapi Kamu akan di antar supir "
" Tapi kan "
" Tidak ada bantahan "
" Baiklah "
" Kembali istirahat " Ucap Leon dan Moza mengangguk
" Leon "
" Apa lagi Moza Remon "
" Tumben banget panggil lengkap, selamat malam " Ucap Moza tersenyum dan Leon kembali berjalan keluar.
Moza kembali berbaring dan menarik selimutnya.
Sementara Leon, dia berusaha mengatur jantungnya Moza memang sudah benar benar membuatnya gila, gadis kecil yang di temukan di tengah jalan sudah berhasil merebut hatinya sekarang.
Leon berjalan menuju kamarnya.