ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan berdua
jam sudah menunjukan pukul 5 sore, sebentar lagi jam pulang kantor Alan mendatangi ruangan Nayla...
" Nay,selepas jam kantor tolong keruangan ku..ada yang mau dibahas" ucap Alan dengan wajah datar
" Baik pak" jawab Nayla
selepas teman nya pulang Nayla menaiki lantai 25 dan menuju ruangan Alan...
tok...
tok...
" masuk" terdengar suara Alan didalam sana
" ada yang bisa saya bantu pak?" ucap Nayla
" bukan saya tapi Pak Edward yang butuh bantuan mu" jawabnya
" kalau begitu saya langsung keruangan nya saja" jawab Nayla sambil meninggalkan ruangan Alan dan menuju tempat Edward
sesudah mengetok pintu dan terdengar sahutan Nayla segera masuk
" ada apa bapak memanggil saya"
" oh iya Nay...saya butuh bantuan kamu, tolong buatkan saya Laporan ini, soalnya Alan sedang banyak pekerjaan" ucap Edward menatap Nayla
" Sekarang?" tanya Nayla
" Iya...apa kamu keberatan? laporan ini aku butuhkan besok Nay,aku yakin kamu bisa menyelesaikannya"
" baik lah...akan aku usahakan"
" kerjakan disini saja Nay,gunakan saja Laktop ini" pinta Edward
" hmmm.." Nayla duduk ber depanan di meja Edward untuk mengerjakan nya
Edward terus memandangi Nayla tanpa berkedip,Nayla yang merasa diperhatikan terlihat salah tingkah..
" kenapa terus menatapku" tanya Nayla
" tidak...aku hanya memperhatikan cara kerja mu" elak Edward
"sudah selesai...." ucap Nayla
"aku pamit pulang dulu"
" tunggu Nay, kita pulang bersama, tak baik perempuan pulang malam"
" ha...bukan kah dia yang membuatku pulang malam" batin Nayla
"tidak usah pak,saya bisa pulang sendiri." ucap Nayla berusaha menolak
" saya tidak terima penolakan Nay, sekali lagi saya katakan bila kita berdua jangan panggil bapak"
" he..iya maaf Ed.."
"bagaimana ini,,mana mungkin aku pulang dengan Edward,terakhir pulang dengan nya kemarin bibirku membekas tamparan mas dhika"batin Nayla
Nayla mengikuti langkah kaki Edward untuk keluar dari kantor, jam menunjukan pukul 8 malam, kantor telah sepi bahkan Alan telah pulang
"pak Ahmad kita cari makan dulu" ucap Edward pada sopirnya saat sudah duduk didalam mobil
" kamu lapar?" tanya Edward pada Nayla
" sedikit..." jawab Nayla
" kita makan dulu baru pulang, tidak baik melewatkan makan malam" ucap Edward
Nayla hanya menganggukkan kepala
" kenapa Nay, kamu merasa cemas?"
" tidak...hanya sedikit gerah karna belum bersih-bersih" elak Nayla
"Nay..bisa aku minta nomor ponsel mu,bila sewaktu-waktu membutuhkan mu tidak melalui Alan lagi" tanya Edward
"baik lah...sini ponselmu"
Edward memberikan ponselnya pada Nayla dan Nayla segera mengetik nomor nya.
tidak lama kemudian sampai disebuah restoran bintang lima yang menyajikan makanan Prancis, Edward mengajak Nayla untuk turun.
Nayla yang memang belum pernah mengunjungi restoran semewah ini sedikit melongo melihat pemandangan mewah
Nayla mengikuti langkah kaki Edward dan duduk disalah satu meja yang sudah tersedia
pelayan pun datang dengan menyodorkan menu pilihan.
" indah sekali...pasti mahal makan disini, mengapa Edward mengajak ku makan di restoran mahal bahkan menu nya pun tidak aku mengerti"batin Nayla
"Nay...kamu mau makan apa?"tanya Edward
" terserah kamu, aku tidak mengerti makanan disini" ucap Nayla jujur
Edward hanya tersenyum melihat tingkah polos Nayla, lalu menulis beberapa menu dan memberikan pada pelayan..
tak lama kemudian menu yang dipesan Edward sudah datang dan tertata di atas meja,Nayla sedikit aneh dengan menu nya, karna Nayla memang tidak pernah masuk ke restoran mewah, selama ini hanya nasi goreng pinggir jalan menjadi menu andalan Nayla..
" ini apa Ed.." tanya Nayla menunjuk salah satu menu yang ada di atas meja
" itu beef Barguig on...dari daging sapi" jawab Edward
" rasanya sedikit mirip rendang, tapi ada rasa aneh nya" ucap Nayla sambil mencicipi
" dagingnya direbus menggunakan anggur merah Nay" jelas Edward
" rasa dagingnya Empuk dan segar Ed.."
Edward terkekeh mendengar penuturan polos Nayla..
" cicipi yang lainnya juga Nay,kamu harus makan banyak biar badan mu tidak terlalu kurus"
" memangnya aku kurus?" tanya Nayla dengan nada cemberut
Edward jadi semakin gemas dengan tingkah Nayla
" tidak...maksudku agar lebih berisi" elak Edward
Selesai makan Nayla mencicipi dessert makanan penutup
" ini seperti kue lumpur,,tapi lebih lembut" ucap Nayla
"ini susu dicampur krim vanilla dan buah jadi rasanya manis dan segar" jelas Edward
" kamu sering makan disini?"
" hanya sesekali bila ada meeting dengan klien luar negri yang tidak suka makanan Indonesia"
" Lidah ku lidah orang Indonesia,terlalu asing menerima makanan seperti ini" ucap Nayla
" mulai sekarang kamu harus bisa makan makanan luar, karna bila aku butuh bantuan mu kamu sudah terbiasa"
" maksudnya...??" tanya Nayla heran
" sudah lah...nanti juga kamu mengerti,,habis kan makanan nya lalu kita pulang" perintah Edward
Nayla menghabiskan makanan nya,dan mereka segera pulang...