Novel ini menceritakan tentang sepasang insan Tuhan yang dipertemukan sejak kecil. Dia adalah Ivanna dan Max. Namun, Max harus pergis dengan suatu alasan. Ivanna tak mendapatkan kabar dari Max selama puluhan tahun, membuatnya menjadi lupa akan sosok teman masa kecilnya.
Mereka akhirnya dipertemukan kembali setelah puluhan tahun berlalu.
"Gue benci sama lo, Max!" - Ivanna Arabelle.
"Aku bisa jelasin semuanya, Van." - Maximillian Fransisco.
Akankah perasaan Ivanna masih sama kepada Max?
Dan apakah Max selama ini memiliki rasa sayang kepada Ivanna?
Yuk mulai baca kisah mereka.
Diusahakan akan up setiap hari. Stay ya!
Thank You semua....
Happy reading ^^.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabrielle Apil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP. 9 - Mommy and Daddy
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Chandra sudah meminta kepada sekretaris bosnya untuk menjadwalkan pertemuan antara Ivanna dan bosnya itu untuk membahas masalah perusahaan AnnSweet. Setelah mendapat jadwal temu, Chandra langsung segera memberikan kabar terbaru untuk Ivanna.
*ON CHAT*
Chandra : Baby, kekasihmu ini sudah menjadwalkan pertemuanmu dengan bosku. Love you -Chan.
(Tak sadar sebelumnya bahwa Chandra mengetikkan pesan di grupnya bukan melalui room chat pribadi.)
Evan : MIMPI LO JANGAN KETINGGIAN, BRO.
(Evan yang kesal, langsung mengetik dengan capslock.)
Memet : Tau lo, Chan! Bercanda terus.
Chandra : Astaga!!! Gue salah room! Pantas aja gue dibully terus.
Ivanna : Thank you so much, Chandra!
Memet : Dari tadi kita ramai karna si Chandra yang **n ini, tapi lo santai banget, @Ivanna.
Ivanna : Terserah si Chandra aja, Met. Biar cepet.
Pesan chat pun berakhir.
Ivanna pun tak begitu menanggapi teman temannya itu, karna dia sudah tau jika Chandra adalah orang yang tidak pernah serius. Terkadang juga Chandra berprofesi sebagai pelawak untuk teman temannya.
##################
Ivanna sangat ingin pulang cepat karna hari ini adalah hari dimana mommy dan daddy nya itu datang ke Indonesia. Namun, saat Ivanna hendak ke basement kantor untuk mengambil mobilnya, ia mendapat telepon dari sang mommy yang membuatnya sangat kaget.
("Babe, your daddy ada di hospital, sekarang.") ucap mommy melalui sambungan telepon.
"Ha! Kok bisa? Send me your location, mom. Aku segera menuju ke sana." jawab Ivanna.
Begitu mendapatkan lokasi rumah sakit yang dimaksud oleh mommy, Ivanna segera menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Walaupun ia termasuk anak perempuan yang tidak terlalu dekat dengan orang tuanya, namun Ivanna sangat menyayangi mereka.
Setelah tiba, Ivanna yang terburu buru segera menuju ke ruang inap daddy nya, tak sengaja menabrak seseorang hingga kertas yang dibawa oleh orang itu berantakan ke lantai.
"Ah, sorry. Let me help you." kata Ivanna.
(Maaf. Biarkan aku membantumu.)
Ivanna mengambil kertas kertas tersebut tanpa melihat siapa yang ia tabrak.
"Sekali lagi maafkan saya, dok. Saya terburu buru hingga menabrak." ucap Ivanna setelah tau bahwa orang yang ia tabrak adalah seorang dokter.
"Tidak masalah. Lain kali hati hati ya, saya permisi." ucap dokter tersebut.
Ivanna langsung menuju ruang rawat daddy nya itu.
"Moms! What happened?" tanya Ivanna begitu masuk ke dalam kamar daddy.
(Mom! Apa yang telah terjadi?)
"Kata dokter, daddy kamu itu hanya kelelahan, sayang. Kemarin setelah menyelesaikan pekerjaannya hingga larut, daddy segera ke bandara dan menuju ke sini." jawab Mommy.
"Tapi semuanya baik baik saja kan mom?"
"Everything's alright, baby. Don't you worry."
(Semua baik baik saja, baby. Jangan kamu khawatir.)
TOK TOK TOK
"Permisi, ini hasil pemeriksaan Tuan Howard. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." ucap dokter.
Dokter tersebut merupakan orang yang sama dengan dokter yang ditabrak Ivanna tadi.
"Terimakasih, dokter. Maaf atas kejadian tadi." kata Ivanna.
"Oh ternyata kamu kerabat Tuan Howard?" tanya dokter itu.
"Saya putri beliau dok. Ivanna." jawab Ivanna memperkenalkan diri.
"Saya Henry. Nice to meet you." ucap dokter tersebut yang bernama Henry sambil mengulurkan tangannya.
"Nice to meet you too. Terimakasih sudah merawat daddy." Ivanna menjabat tangan Henry.
"Sama sama. Kalau begitu, saya permisi dulu."
"Baik."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰