Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Malam sudah berganti menjadi pagi buta saat Bara membuka matanya di atas kasur tipis yang terasa sedikit kasar.
Sinar matahari pagi perlahan menyusup masuk melalui celah-celah jendela rumah kontrakannya yang sempit.
Bara merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan merasakan seluruh persendiannya berbunyi "krek" dengan sangat nyaman.
Tubuhnya terasa sangat bugar dan penuh energi, berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya di mana dia selalu terbangun dengan rasa sakit di pinggang akibat menarik gerobak rongsokan seharian.
Bara bergegas bangkit dari kasurnya dan langsung melongok ke kolong ranjang untuk memeriksa tungku logam ajaibnya.
Benda itu masih tergeletak aman di tempatnya, tertutup sedikit debu namun tetap memancarkan aura misterius yang hanya bisa dirasakan oleh Bara.
"Sistem, apa waktu pendinginan tungku ini sudah selesai sekarang?" tanya Bara di dalam hati.
[Menjawab Tuan : Waktu pendinginan tungku level 1 telah selesai dan sistem kini siap untuk digunakan kembali.]
Mendengar jawaban mekanis yang datar itu, senyum lebar langsung mengembang di wajah tampan Bara.
Bara segera menarik tungku logam itu keluar dari bawah ranjang dan meletakkannya tepat di tengah ruangan.
Dia lalu berjalan menuju sudut ruangan dan mulai membongkar tumpukan karung goni berisi barang bekas yang belum sempat dia setorkan ke pengepul.
Kali ini matanya mencari-cari sesuatu yang berbeda dari tumpukan sampah plastik dan besi berkarat.
"Botol plastik dan besi tua sudah terbukti bisa menghasilkan emas dan pil kultivasi," gumam Bara sambil mengaduk-aduk isi karungnya.
"Bagaimana kalau hari ini aku mencoba memasukkan barang rongsokan elektronik yang sedikit lebih rumit strukturnya?"
Setelah beberapa menit mengobrak-abrik isi karung, Bara akhirnya menemukan apa yang dia cari di dasar tumpukan.
Sebuah ponsel pintar model lama yang layarnya sudah retak seribu dan tidak bisa menyala lagi, serta sebuah papan sirkuit hijau bekas radio rusak.
Bara mengambil kedua barang elektronik rongsokan itu dan membawanya mendekat ke arah tungku logam.
"Mari kita lihat kejutan apa yang akan diberikan sistem kepadaku hari ini," ucap Bara dengan nada penuh harap.
Bara langsung melemparkan ponsel rusak dan papan sirkuit itu secara bersamaan ke dalam pusaran cahaya biru di lubang tungku.
Slup!
Sama seperti kemarin, kedua benda itu langsung tertelan dan menghilang tanpa jejak ditelan pusaran energi.
[Mendeteksi material masuk ke dalam sistem.]
[Material 1: Perangkat komunikasi primitif dengan layar kristal cair yang rusak parah.]
[Material 2: Papan sirkuit pengolah sinyal analog tingkat sangat rendah dengan beberapa komponen terbakar.]
[Memulai proses sinkronisasi saluran dengan Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni.]
[Mencari barang buangan atau residu dari Sekte Harmoni yang memiliki karakteristik pengolahan informasi yang setara.]
[Proses pertukaran antar dimensi sedang berlangsung... 10 persen... 50 persen... 100 persen.]
[Pertukaran berhasil dilakukan tanpa hambatan.]
Cahaya biru di dalam lubang tungku kembali bersinar sedikit lebih terang dan memuntahkan dua buah benda ke udara.
Bara menadahkan kedua tangannya dengan sigap dan menangkap benda-benda tersebut sebelum jatuh menyentuh lantai kotor kontrakannya.
Benda pertama adalah sebuah tumpukan kertas kuno berwarna kekuningan yang diikat dengan tali rami yang sudah agak lapuk.
Benda kedua adalah sebuah kacamata dengan bingkai logam tipis berwarna perak dan lensa bening yang terlihat sangat biasa.
[Selamat, Tuan berhasil mendaur ulang material elektronik tingkat rendah.]
[Sistem mendeteksi bahwa residu papan sirkuit telah ditukar dengan tumpukan catatan formula alkimia usang milik seorang tetua di Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: 1 Bundel Catatan Resep Pil Kultivasi Tingkat Dasar Kondisi Tidak Lengkap.]
[Sistem juga mendeteksi bahwa perangkat komunikasi Tuan telah ditukar dengan artefak gagal produksi dari Paviliun Pandai Besi Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: 1 Kacamata Identifikasi Spiritual Artefak Kelas Fana.]
Bara menatap kedua barang di tangannya dengan kening berkerut, merasa sedikit bingung dengan hasil pertukarannya kali ini.
Dia tidak mendapatkan emas murni atau pil penyembuh seperti sebelumnya, melainkan setumpuk kertas usang dan kacamata biasa.
"Kertas catatan resep alkimia? Apa aku disuruh meracik pil sendiri dengan panci dapurku sekarang?" keluh Bara sambil membolak-balik kertas kuno tersebut.
Tumpukan kertas itu berisi tulisan kaligrafi huruf Mandarin kuno yang sama sekali tidak bisa dipahami oleh Bara.
Dia memutuskan untuk menyimpan kertas catatan itu ke dalam laci mejanya, menganggapnya tidak berguna untuk saat ini karena dia bukan seorang alkemis.
Pandangan Bara kini beralih pada kacamata berbingkai perak yang ada di tangan kanannya.
"Dan untuk apa kacamata ini? Mataku masih berfungsi dengan sangat normal dan aku bukan kutu buku," gerutu Bara sambil menimang-nimang kacamata itu.
[Artefak Kacamata Identifikasi Spiritual memungkinkan penggunanya untuk melihat nilai intrinsik, asal-usul singkat, dan kondisi energi dari benda atau makhluk hidup di sekitar.]
[Artefak ini dianggap gagal produksi di Sekte Harmoni karena lensanya tidak mampu mendeteksi energi kultivasi tingkat tinggi.]
[Namun untuk penggunaan di dimensi manusia biasa seperti tempat Tuan berada, artefak ini sangat berguna untuk membedakan barang asli dan palsu serta melihat potensi tersembunyi sebuah benda.]
Mendengar penjelasan mendetail dari sistem, raut wajah Bara langsung berubah cerah seketika.
"Melihat nilai asli dan potensi tersembunyi dari sebuah benda?" gumam Bara dengan mata berbinar-binar.
"Kalau alat ini bekerja seperti yang kau bilang, itu artinya aku bisa menjadi penilai barang antik atau mencari harta karun di pasar loak dengan sangat mudah!"
Tanpa ragu lagi, Bara langsung memakai kacamata berbingkai perak itu ke wajahnya.
Tiba-tiba, pandangan Bara sedikit terdistorsi sesaat sebelum kembali jernih seperti sedia kala.
Namun kini, dia bisa melihat ada deretan teks berhuruf putih kecil yang melayang di udara tepat di atas setiap benda yang dia tatap.
Bara mencoba menatap kasur usangnya, dan sebuah teks informasi langsung muncul.
[Nama Benda: Kasur Kapuk Bekas]
[Kondisi: 20% Usang dan banyak kutu busuk]
[Nilai Estimasi: Rp 10.000 Tidak laku dijual]
Bara tersenyum puas melihat artefak ini benar-benar berfungsi dengan sempurna di dunia nyata.
Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah tungku logam ajaibnya.
[Nama Benda: Tungku Daur Ulang Multiverse Level 1]
[Kondisi: 100% Dalam kondisi prima dan siap digunakan]
[Status: Terikat pada Jiwa Tuan Bara Pratama]
"Hahaha, alat ini benar-benar seperti curang kalau dipakai di dunia nyata," tawa Bara pecah melihat betapa praktisnya kacamata ini.
Dengan Kacamata Identifikasi Spiritual ini menempel di wajahnya, Bara bisa membedakan mana emas asli dan mana kuningan palsu hanya dengan sekali lirik tanpa perlu repot-repot memeriksanya.