Sejak kecil Husnan hanya memiliki satu impian: membahagiakan ibunya. Demi adiknya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan harus berpisah dengan keluarga yang dicintainya. Bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai pria sukses. Namun yang menunggunya bukanlah pelukan hangat, melainkan seorang adik yang telah menjadi anak durhaka dan seorang ibu yang telah terlalu lama menangis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuek Tapi Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di bawah Langit yang Sama
Cahaya matahari pagi perlahan mulai menyelinap masuk ke kamar Husnan .ia membuka matanya sambil mengucek mata yang masih belum membuka sepenuhnya.meski tadi malam ia bisa tidur tetapi bayangan ibu dan adiknya masih sering muncul di dalam mimpi.
Di luar kamar terdengar suara langkah kaki pembantu dan aroma masakan yang baru saja selesai memenuhi seluruh rumah.Husnan mulai merapikan tempat tidurnya lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
Sementara itu Hendra sudah ada di ruang makan sambil memegang secangkir kopi dan memegang ponsel sambil mencari sekolah yang sesuai dengan Husnan .
Tak lama kemudian Husnan pun menghampirinya.
"Pagi Om."sapa Husnan .
Hendra mengangkat kepalanya .
"Pagi juga Hus .sudah bisa tidur nyenyak?."
Husnan mengangguk "iya om sudah bisa tidur"
Hari ini om mau mengajak kamu melihat sekolah yang lain.kalau cocok Om langsung mengurus pendaftaran mu .
“Baik om”
Setelah selesai makan Hendra pun berjalan keluar dan mengeluarkan mobil Ferrari itu di garasi. Husnan yang masih menghabiskan sarapannya sedangkan Hendra sudah menunggunya di dalam mobil.
Setelah sekian lama Hendra menunggu Husnan akhirnya keluar dan masuk kedalam mobil.
“Maaf ya Om Husnan bikin om nunggu lama.”
“tidak apa apa Hus ,om juga gak terburu buru.”jawab Hendra sambil tersenyum.
Hendra pun mulai menyalakan mobil Ferrarinya.
Setelah tiba di sekolah yang pertama Husnan memperhatikan sekolah itu.
Para murid murid berlarian kesana-kemari dan beberapa sudut sekolah itu tampak kotor dan kurang terawat.
“Om kayaknya bukan yang ini.”
“Baik kita cari yang lain.”
Mereka pun mencari sekolah lain .
Setelah mengunjungi beberapa sekolah dan sudah menjelang siang akhirnya mereka tiba di sebuah sekolah yang langsung menarik perhatian Husnan.Sekolah itu memang tidak semegah sekolah sebelumnya.halamannya luas udaranya sejuk dan lingkungannya terlihat bersih.entah mengapa Husnan melihat sekolah itu langsung nyaman.
“Om saya suka dengan sekolah ini”
“Yakin mau yang ini.”
“Yakin om saya suka dengan sekolah ini”ucap Husnan tersenyum.
“Baiklah kalau kamu mau sekolah di sini,ayo ikut om untuk mendaftar.”
Husnan mengangguk sambil tersenyum bahagia.
“Baik om ayo.”
Mereka berdua pun masuk kedalam dan mencari ruang guru.
Setelah sampai mereka masuk kedalam.
“Selamat siang bapak ada yang bisa saya bantu.”sapa kepala sekolah.
“Iya pak ini saya mau daftarkan anak saya ini.”jawab Hendra sambil memegang pundak Husnan.
“Nak, sebelumnya kamu sekolah di mana dan kelas berapa.?”
“Saya sudah pernah sekolah di SDN 1 temanggung , kelas 3 pak”
“Baik kalau begitu bapak besok atau nanti membawa fotocopy kartu keluarga,akta kelahiran dan surat pindah sekolah,dan syarat lainnya nanti saya beritahu selengkapnya”ucap kepala sekolah sambil menatap Hendra.
Hendra terdiam “aduh bagaimana ini Husnan kan tidak punya dokumen dokumen di rumah saya”gumamnya di dalam hati.
“terus terang,ya pak, dokumen anak ini sedang dalam proses pencarian.apa sementara bisa didaftarkan dulu ? Nanti saya lengkapi secepatnya.”
Kepala sekolah mengangguk.
Kalau begitu begini saja ,pak . untuk sementara anak bapak tetap bisa kami data dulu.namun dokumen seperti akta kelahiran kartu keluarga dan surat pindah sekolah tetap harus dilengkapi secepatnya ya pak, paling lambat dalam satu bulan.”
Hendra menghempaskan napas lega.
“Baik pak saya segera mengurus dokumen secepatnya .”
“Besok kamu sudah bisa masuk sekolah.kami akan menempatkannya di kelas 3 A.”
“Terimakasih banyak,pak kalau begitu kami permisi dulu.” ucap Hendra sambil menjabat tangan kepala sekolah.
“Baik pak silahkan,saya tunggu besok”Ucap kepala sekolah.
Mereka berdua pun keluar dari ruang guru.”Om makasih ya,sudah bantu saya untuk sekolah lagi.”
“Tidak usah sungkan .Hus mulai sekarang ini sudah jadi tanggung jawab Om.”
Husnan mengangguk tersenyum.
Sebelum meninggalkan sekolah Hendra mengajak Husnan untuk berkeliling sekolah sebentar.mereka melihat taman sekolah yang dipenuhi pohon rindang.beberapa murid sedang bermain bola dan ada juga yang sedang bergurau di bawah pohon.
“Bagaimana Hus?yakin sekolah di sini.”tanya Hendra.
Husnan mengangguk “Iya Om di sini rasanya tenang tidak terlalu berisik.”
Mendengar jawaban itu Hendra jadi lega karena Husnan benar benar mau sekolah di sini.
“Oh iya Hus ada yang masih kurang gak perlengkapan sekolahnya.?”
Husnan terdiam sejenak sambil mengingat-ingat.”iya Om masih ada yang kurang.”
“Kurang apa?”
“Tas sama buku tulis Om.”
“Kalau begitu kita beli sekarang.”
Husnan hanya mengangguk senang.
Kemudian mereka masuk kedalam mobil dan menuju ke toko peralatan sekolah yang kemarin.
Setelah sampai mereka turun dan masuk ke dalam toko.”Selamat datang Bapak dan adik,ada yang saya bisa bantu.”sapa penjaga toko.
“Hus mau yang mana? Pilih saja yang kamu suka.”
Husnan melihat beberapa tas dan ia tertuju sama yang warna hitam di lemari kaca.
“Om yang warna hitam itu”ucap Husnan sambil menunjuk ke tas warna hitam itu.
“Baiklah om juga suka yang itu.”
“Mbak bungkus yang itu warna hitam sama bungkus kan buku tulis.”
“Baik pak di tunggu sebentar ya”
Setelah selesai mereka akhirnya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah,Husnan berjalan sambil membawa tas dan buku tulis itu sesekali tersenyum,karena ia baru pertama kali beli tas yang bagus.
Sesampainya di kamar Husnan langsung membuka segel plastik tas dan bukunya ia menatanya rapi diatas meja belajar sambil tersenyum bahagia”Bu tunggu Husnan ya, Husnan pasti belajar sungguh sungguh biar bisa membanggakan ibu.”gumamnya pelan.
Setelah selesai merapikan semua perlengkapan sekolahnya.Husnan duduk di tepi tempat tidur ia memandangi seragam sekolah yang menggantung di lemari.senyumannya kembali muncul.”akhirnya saya bisa sekolah lagi.”gumamnya
Meski hatinya masih dipenuhi rasa rindu kepada ibu dan adiknya sejak meninggalkan mereka.ia menjadi ada semangat lagi untuk belajar.dalam hatinya ia berjanji memanfaatkan kesempatan yang diberi om Hendra sebaik mungkin.agar suatu hari bisa membahagiakan ibunya.
Hendra yang melihat Husnan semangat mau belajar, Hendra tersenyum tipis “kamu memang anak yang baik Hus.”gumamnya pelan.
Di sisi lain.Yuni baru saja pulang bekerja tubuhnya terasa lelah namun pikirannya masih di penuhi Husnan .
Setelah sholat magrib. Ia kembali membuka lemari kecil milik Husnan. Ia mengambil baju kesayangan Husnan .
“Nak kamu di mana,ibu kangen banget sama kamu apakah kamu sudah makan?apa ada yang menjagamu?”
Gumam Yuni sambil berdiri dan berjalan ke jendela. Ia melihat langit yang sudah gelap dan bintang bintang yang banyak.
Di tempat yang berbeda tanpa mereka sadari . Husnan juga sedang memandang langit malam yang sama.bulan dan bintang menjadi saksi kerinduan seorang ibu kepada anaknya.dan anak kepada ibunya.