NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik

Raynor melangkah mendekat. Tangannya terulur, menyentuh wajah Vivian yang kotor dan ternoda. Jemarinya bergerak pelan, mengusap pipi lembut sang gadis.

Tatapannya tampak dingin tanpa ekspresi seperti biasa, namun sepasang mata tajam itu menyapu ruangan, seakan menuduh siapa pun yang hadir di sana, dan mencari pelaku utama.

Hingga akhirnya pandangannya berhenti tepat pada wajah kekasihnya yang mematung penuh amarah.

Tanpa sepatah kata pun, Raynor melepas jas yang dikenakannya. Gerakannya tenang namun tegas, ia menyampirkannya menutupi bahu Vivian yang basah dan kedinginan. Lalu tangannya meraih jemari gadis itu, menggenggamnya erat, dan menuntunnya melangkah pergi meninggalkan lobi yang masih senyap tanpa suara.

Di belakang mereka, Stela mengepalkan kedua tangannya begitu kuat hingga buku jarinya memutih.

Wajahnya mencekam, tapi hatinya menjerit kesakitan, sebagian egonya terluka oleh sikap kekasihnya sendiri. Dia lebih melindungi gadis kampung itu, ketimbang dirinya, bahkan kekasihnya tak meliriknya sedikitpun?

Gigi-giginya gemeretak menahan amarah yang meluap-luap. Rasa benci menumpuk semakin tebal, menyelimuti hatinya yang buta oleh kecemburuan.

"Sialan... jalang kampungan itu semakin berbahaya. Berani-beraninya merebut perhatiannya dari hadapanku, bahkan di hadapan semua orang. Aku tidak akan membiarkannya terus begini. Aku harus lakukan sesuatu..."

Kehormatan yang sudah payah ia bangun, runtuh seketika hanya karena kehadiran gadis kampungan itu. "Aku harus cepat menyingkirkannya..." tekadnya bulat.

Bisik-bisik pelan seketika menyebar, menjadi gosip hangat di kalangan karyawan.

"Demi apa... Tuan Raynor membela gadis itu di depan Nona Stela?"

"Lihatlah... dia menyampirkan jas mahalnya ke pundak kotor itu..."

"Siapa sebenarnya gadis itu?"

Suara-suara kecil itu terdengar samar namun jelas di telinga Stela, bagai api yang semakin menyulut kemarahannya hingga membakar seluruh dadanya. Wajahnya memerah padam, matanya melotot penuh kebencian.

"DIAM KALIAN SEMUA!" bentaknya meledak, seketika membungkam seluruh ruangan.

Tanpa menunggu lagi, Stela melangkah tergesa-gesa menyusul ke arah yang sama. Langkahnya berat dan cepat, seakan setiap langkahnya membawa segenggam amarah yang tak lagi mampu ditahan.

Di dadanya, kecemburuan dan kemarahan meluap-luap, mendesaknya untuk segera mengetahui kebenaran sekaligus melampiaskan segala kemurkaan yang mendidih.

Stela melangkah terburu dengan napas memburu, lalu berhenti di balik dinding tak jauh dari pintu ruangan. Ia mengintip perlahan, menahan amarah yang hampir meledak.

Di balik pintu yang terbuka sebagian itu, terlihat sosok Raynor berdiri dekat di hadapan Vivian. Tangannya yang besar perlahan merapikan rambut gadis itu yang masih berantakan, menyisir lembut dengan jemarinya. Gerakannya begitu hati-hati, penuh perhatian, hal yang tak pernah sekalipun ia lakukan padanya.

"Tidak akan lama lagi, seseorang yang kini melindungi mu, kelak dia yang paling menyakitimu"

Stela menggigit bibir bawahnya hingga terasa perih, menatap tajam saat Raynor menepuk pelan bahu Vivian, memberi isyarat agar masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Tahan Stela... sebentar lagi, hanya butuh waktu sebentar untuk bisa mengendalikan semuanya"

Stela mendorong pintu perlahan, melangkah masuk dengan napas masih sedikit memburu. Belum sempat sepatah kata pun terucap dari bibirnya, suara Raynor lebih dulu membelah keheningan ruangan.

"Apa yang kamu lakukan, Stela?"

Nada bicaranya begitu dingin, datar, dan tajam, udara di ruangan seketika membeku. Matanya tak sekalipun melirik ke arah wanita itu, tetap menatap lurus ke depan.

Stela tertegun sesaat, lalu dengan cepat menyusun senyum manja yang dipaksakan. Ia melangkah mendekat, suaranya terdengar lembut penuh alasan.

"Sayang... aku hanya memberi sedikit pelajaran pada gadis itu. Dia yang duluan..."

"Cukup." Potong Raynor tegas. Tatapannya kini beralih menatap lurus ke manik mata Stela, sepasang mata yang tak menyisakan ruang untuk bantahan.

"Jangan macam-macam, Stela. Vivian adalah adikku."

Kata-kata itu terucap tenang namun begitu berat, seketika melumpuhkan segala tuduhan yang sudah bersiap meluncur dari bibir Stela. Wanita itu mematung, matanya membelalak tak percaya. Adik?

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!