Tasya seorang wanita tegar dan baik hati yang hidup sebatang kara di kota besar, membuatnya harus hidup sendiri. tasya hanya memiliki seorang sahabat yang bernama monica, monica yang selalu membantu tasya jika mengalami kesulitan.
dan tasya hanya seorang pegawai toko roti, sudah satu tahun tasya bekerja sebagai pelayan toko. banyak pekerjaan paruh waktu yang di ambil oleh tasya, dia tidak mengenal lelah sedikitpun. yang ia tahu hanya dengan bekerja dia bisa bertahan hidup.
dulu tasya pernah kuliah disalah satu universitas ternama, karena masalah biaya tasya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai fokus bekerja.
pada suatu hari tanpa disengaja tasya bertemu hans dan membuat hidupnya berubah cepat kilat. bahkan statusnya berubah menjadi seorang istri pengusaha terkaya di ibu kota.
pertemuan yang singkat dengan pria asing, bahkan tasya tidak mengenalnya. dan pria itu mengajak tasya menikah dan menjadikan tasya istrinya hanya untuk membuat mantan pacar pria itu meninggalkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
pagi hari....
matahari bersinar cerah, tasya terbangun dan menatap wajah hans yang tertidur di sebelahnya.
hans, aku percaya bahwa dihatimu ada Cinta dan sayang untukku, dan hari ini setelah 6 bulan lebih kita menikah, aku sedikit merasakan Cinta darimu dan aku akan terus berharap Cinta yang lebih darimu hans. tasya menatap wajah hans
"udah puas pandangi wajah ku". tiba-tiba hans membuka mata dan memeluk tasya
"iihhh apaan sih kamu". tasya berusaha lepas dari pelukkan hans
"apa kamu ingin kita terus seperti ini sepanjang hari". goda hans
"gak,aku mau mandi dan bekerja, kalau telat nanti aku bisa di pecat". tasya berlari ke kamar.
tasya merasa malu karena kedapatan diam-diam memandangi wajah hans yang tampan.
"hei itu perusahaanku, hanya aku yang bisa memecat kamu". hans tersenyum melihat tingkah istrinya.
setelah bersiap-siap, hans duduk dimeja makan untuk sarapan dan sambil menunggu tasya yang lagi merias diri.
"selamat pagi bik ijah". sapa tasya yang melihat bik ijah lagi beres-beres dapur.
"pagi juga non". jawab bik ijah dengan senyum.
"loh koq cuma bik ijah aja yang disapa. aku koq tidak? ".
"hmm kamu kan udah tadi". tasya duduk disamping hans yang ikut menikmati sarapan pagi.
"oya bik, bilang sama mang ujang. gak usah antar tasya kekantor. karena kami mau berangkat bareng". ucap hans dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"baik tuan".
"ihh kamu serius kita berangkat bareng. ntar kalau karyawan kamu ngelihati kita gimana? ". tasya khawatir karena hans belum mengumumkan tentang pernikahan mereka.
"kamu tenang aja. jangan khawatir ya". hans memeluk tasya
selesai sarapan pagi, hans dan tasya berangkat kekantor bareng. baru kali pertama mereka pergi kerja sama-sama.
****
perusahaan hans...
pertama kalinya hans dan tasya pergi ke kantor bersama.dari kejauhan raka memperhatikan kedatangan hans dan tasya. ini baru pertama kalinya mereka bersama dikantor dan terlihat canggung.
"wahhh tumben kamu pergi bareng tasya". raka yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"apaan sih kamu". hans menjawab dengan nada sinis
"santai bro, ada istri kamu tu lihat jangan marah". raka yang terus menggoda hans.
"kamu itu seperti hantu yang tiba-tiba muncul". ucap hans.
"wahh tega kamu hans sama temen sendiri dibilang hantu.lihat suami kamu itu tasya ". raka berusaha bersikap manja didepan sahabatnya.
"udahh ahh lepasin, kenapa rangkul-rangkul tasya". hans melepaskan tangan raka yang merangkul pundak tasya.
"hahahaha kamu cemburu ya". raka menggoda hans yang terlihat cemburu.
tasya melihat candaan raka dan hans hanya bisa tersenyum.
tapi tanpa dia sadari banyak mata karyawan lainnya yang memandanginya.
" apa-apaan kalian semua, kembali ke kerjaan masing-masing". raka menyadari hal itu langsung menyuruh para karyawan pergi.
" tenang tasya, ada aku dan hans disini". raka yang tersenyum dengan merangkul pundak hans.
"hans". terdengar suara cewek yang memanggil hans dengan lembut.
dia Nadia, sudah lama semenjak hans dan tasya menikah, mereka tidak pernah mendengar kabar Nadia lagi, tiba-tiba Nadia muncul di perusahaan hans.
Nadia berlari kecil ke arah hans dan memeluknya. walaupun hans benci terhadap Nadia tapi masih ada sedikit rasa terhadapnya karena Nadia adalah Cinta pertama hans.
"apaan sih kamu". raka berusaha melepas pelukkan nadia
"aku merindukanmu, aku juga merindukanmu raka". Nadia tersenyum ke arah raka
" ngapain kamu kemari, bukannya kamu lanjut study di AS". tanya raka sambil menarik tangan Nadia
"aku bosan disana jadi aku kembali ke Jakarta".
Nadia terus bersikap manja didepan hans,dan itu sedikit membuat hans risih. mata hans melirik kearah tasya, hans melihat ada rasa cemburu dimata tasya.
"hans apa kamu tidak rindu aku? aku kembali demi kamu hans".
"hentikan Nadia, kita berada dikantor".
"kamu kenapa hans? mereka semua sudah tau siapa aku".
"iya tau kalau kamu itu hanya seorang mantan". jawab Raka
"aku bukan mantan hans, karena aku bakalan jadi nyonya Hans". dengan bangganya Nadia berbicara seperti itu didepan tasya.
ada beberapa karyawan berjalan melewati mereka dan menyapa.
"wah buk Nadia apa kabar? sudah lama tidak datang kemari, cantik banget buk Nadia". puji salah satu karyawan
"terima kasih". Nadia tersenyum bahagia
"sepertinya mereka semua merindukanku ". ucap Nadia sambil menggandeng tangan hans.
"emang siapa kamu". jawab raka yang sedikit kesal karena kehadiran Nadia.
bukan Nadia tidak tahu tentang pernikahan hans, Nadia sengaja ingin membuat tasya dan hans berpisah.
karena Nadia tidak terima jika tasya yang menjadi nyonya hans pemilik perusahan Properti terbesar di Asia.
tasya yang melihat Nadia mendekati hans hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala. tasya tidak ingin membuat keributan di perusahaan.
"Nadia, kamu apa tidak lihat ada tasya disini, kamu kan tau kalau dia.... ".tiba-tiba tasya menghentikan ucapan raka, agar raka tidak mengungkapkan siapa tasya.
"tapi tasya... ". raka melihat tasya menggelengkan kepalanya.
raka, aku percaya dengan hans. biarkan hans yang memilih, aku tidak ingin memaksakannya. jika dia yakin akan perasaannya, dia pasti akan terus bersamaku..
"saya permisi dulu pak". tasya berjalan meninggalkan mereka yang masih berdiri dilobi.
raka kebingungan melihat tasya pergi begitu saja,dan tidak ada respon apapun dari hans atas sikap tasya yang diam.
"tasya tunggu". raka berteriak dan berlari mengejar tasya.
"kenapa kamu pergi tasya, kamu kan istri hans. kenapa kamu diam saja melihat hans dipeluk-peluk Nadia". raka bertanya begitu banyak pada tasya.
"kamu ya raka ternyata cerewet juga banyak banget tanyaknya". tasya tersenyum kearah raka.
"kamu terlalu baik tasya jadi istri".
"jadi aku harus gimana raka. aku harus marah-marah gitu. gak mungkin juga kan".
"setidaknya kamu jangan Diam aja donk. tunjukkan kalau kamu itu istri hans".
tasya menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap raka.
"raka, kamu tau kan hans belum mempublikasikan pernikahan kami. terus apa kata para karyawan jika tiba-tiba aku mengaku sebagai istri hans".
raka terdiam sejenak mendengar ucapan tasya.
"gimana menurut kamu raka?. apa akan ada yang percaya? kecuali kamu yang sudah tau semuanya".
"tapi tasya... ".
"udah ya raka. jangan kita bahas lagi. aku gak mau masalah pribadi dibawa-bawa kedalam pekerjaan".
"hmm baiklah tasya".
"ayokkk kita mulai bekerja". lagi-lagi tasya menunjukkan senyum manisnya.
raka dan tasya berjalan menuju ke ruangan kerja masing-masing.
disisi lain, Nadia yang dari tadi mengikuti kemanapun hans pergi.
"kamu mau apa Nadia". tanya hans sambil berjalan ke arah lift
"aku merindukan mu hans, apa kamu masih membenciku". Nadia berkata dengan raut wajah sedih
hans tidak menjawab pertanyaan Nadia dan mengacuhkannya.
"hans, lihat aku dong. apa kamu tidak merindukanku".
"jaga sikap mu Nadia, ini di kantor". hans sedikit risih.
"mereka semua tau kalau aku adalah tunangan kamu, kenapa aku harus jaga sikap".
ya benar, kisah hubungan antara Nadia dan hans sudah tersebar luas diperusahaan, semua karyawan sudah mengetahui bahwa Nadia adalah tunangan hans.
"itu dulu, sebelum kamu khianati aku".
"tapi sekarang aku sudah kembali hans, aku sangat merindukanmu".lagi-lagi Nadia memeluk hans dengan manja.
"apaan sih kamu". hans berusaha melepaskan pelukkan Nadia.
"hans, kapan kamu mengajakku bertemu mama kamu. sepertinya sudah lama aku tidak bertemu mama kamu".
"apa tujuan kamu datang ke perusahaanku Nadia".
"kan udah aku bilang hans,aku merindukanmu".
Nadia terus mengikuti hans masuk ke dalam ruangan kerja Hans. tiba di ruang kerja hans, Nadia berhenti dimeja sekretaris hans.
"selamat pagi buk Nadia". sapa sekretaris hans.
"pagi,tolong buatkan aku coffe espresso tanpa gula". ucap Nadia dengan sekretaris hans.
"baik bu".
"tunggu dulu, jangan kamu yang membuatnya, suruh tasya yang membuatnya dan antar ke ruangan hans". ada sedikit niat jahat di pikiran Nadia yaitu ingin mempermalukan tasya didepan hans.
sekretaris hans pergi mencari Nadia.
"tasya". sekretaris hans memanggil tasya yang sedang mengerjakan berkas perusahaan.
"iyaa buk". tasya menghentikan pekerjaan nya
"tolong buat kan coffe espresso tanpa gula, bawakan ke ruang pak hans untuk buk Nadia, cepat ya".
"iyaa buk". tasya langsung beranjak pergi ke dapur kantor
aku gak boleh berfikir buruk terhadap hans, belakangan ini hubungan kami semakin baik, aku gak boleh membuat hubungan kami seperti dulu lagi.
tasya berjalan keruangan hans dengan membawa segelas kopi panas pesanan Nadia.
took tookk tookkk
tasya mengetuk pintu ruangan hans...
"masuk". jawab hans
hans terkejut melihat tasya masuk membawa secangkir kopi. hans tidak merasa pesan kopi.
"owhh kopiku sudah sampai, letakkan disini aja". ucap Nadia yang sedang duduk dikursi tamu.
"ini buk kopinya". ucap tasya
"terima kasih".
Nadia langsung meminum kopi yang tasya bawakan.
"heemmmpppphh apaan ini". tasya memuntahkan kopi yang dia minum
"itu kopi yang ibu minta". tasya terkejut dan menjawab dengan nada ketakutan.
"pahit banget tau gak, kamu mau membunuh aku ya". tasya melempar kopi ke arah tasya
"aagghhhhh panas". teriak tasya.
kopi panas itu terlempar dan mengenai tangan tasya, langsung saja tangan tasya memerah dan melepuh.
"Nadia,kamu sudah gila ya". hans membentak nadia dan berlari kearah tasya.
"kamu gak apa-apa". hans mendekati tasya.
"aku baik-baik saja hans,aku tidak apa-apa". tasya berkata seperti itu karena tidak ingin membuat nadia semakin marah.
"hans ,dia mau membunuhku,kamu tau kan aku tidak bisa minum kopi pahit". nadia berusaha mendapatkan perhatian hans.
"sudah cukup nadia". hans sangat marah dengan apa yang nadia lakukan.
"sudah hans,aku baik-baik aja". tasya buru-buru membereskan tumpahan kopi.
"tapi tangan kamu terluka tasya, aku tidak bisa membiarkan dia memperlakukan kamu dengan buruk, kamu itu istri aku".
"hans,kamu lihat dia kan, dia wanita gak baik hans. dia Mau mencelakakan aku". Nadia berpura-pura menangis didepan hans.
tasya cepat-cepat pergi meninggalkan kantor hans.
"pergi kamu nadia, kamu hanya membuatku semakin benci, pergi ". hans teriak dengan lantang
"hans,kenapa kamu...".
"pergi,cepat ". hans yang terlihat sangat marah
nadia berjalan keluar dengan wajah yang kesal. karena rencananya tidak berhasil sama sekali.
"raka, cepat kamu antar nadia keluar dari perusahaan ini". hans menelfon raka
raka yang mendengar hans marah langsung pergi mencari nadia.
tasya pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang terkena siraman kopi. tapi lengan tasya juga terluka dan melepuh.
"aaghhh". tasya merintih kesakitan.
kenapa Nadia lakukan itu padaku. apa salahku padanya.
nadia yang mengetahui tasya di toilet langsung masuk dan menjambak rambut tasya dan melemparkan tubuh tasya ke dinding toilet.
"kamu sudah merasa hebat ya, beraninya kamu membuat hans begitu marah padaku". nadia terus menjambak rambut tasya
"ampun buk, ku mohon lepaskan aku". tasya menangis kesakitan.
"ini pelajaran buat kamu, yang berani melawan dengan ku". nadia melepaskan tangannya dan meninggalkan tasya yang pingsan di toilet.
sebelum Nadia benar-benar meninggalkan tasya ditoilet. Nadia memberikan tanda peringatan didepan toilet, agar tidak ada satu orangpun yang masuk ketoilet itu.
"ini belum seberapa yang aku lakukan. akan ku pastikan kamu tidak akan pernah bahagia selama masih menjadi istri hans".
nadia berjalan menuju lobi kantor dan bertemu raka.
"nadia tunggu, mari aku antar kamu pergi". raka berlari menuju nadia
"tidak perlu, aku bisa pergi sendiri". terlihat jelas wajah kesal Nadia.
"ahhh aku bisa gila jika terus-terusan terlibat dalam masalah percintaan hans".raka menggerutu sendiri karena tidak mengerti apa yang terjadi.
dan akhirnya nadia pergi meninggalkan perusahaan hans dengan menaiki taxi.
jam sudah menunjukkan pukul 6 sore,seluruh karyawan sudah pulang. raka dan hans menunggu tasya di lobi, mereka sudah menunggu 30 menit tapi tasya tidak datang juga.
"kenapa lama banget sih tasya, coba kamu telfon tasya". raka meminta hans agar menelfon istrinya.
tuuttt tuuttt tuttt...
raka mencoba nelfon tasya tapi tidak ada jawaban.
"tidak ada jawaban". hans terus sibuk menelfon tasya.
"apa dia sudah pulang? ".tanya hans yang gelisah karena tasya tidak bisa dihubungi.
"ah tidak mungkin. biasanya kalau dia ingin pulang, dia selalu izin padaku. ayookk kita periksa aja ruang kerjanya".usul raka, karena merasa penasaran.
hans dan raka pergi mengecek meja kerja tasya. mereka mendapatkan tas dan jaket tasya masih ada tapi tasya tidak terlihat. mereka mengecek satu persatu ruangan.
"gimana hans, kamu ketemu tasya? ".
"gak, kamu gimana?" hans begitu khawatir
"hanya satu tempat yang belum kita cek, toilet". tiba-tiba raka berfikir tentang toilet
hans dan raka cepat-cepat berlari ke arah toilet.
"tasya, tasya ini aku hans". hans mencoba memanggil raka dari luar toilet
"tasya.. tasya".raka Juga ikut berteriak
raka heran kenapa ada tanda peringatan didepan toilet, sedangkan tidak ada laporan kalau ada toilet yang sedang rusak. karena penasaran, akhirnya mereka masuk ke dalam toilet. jelas saja mereka mendapatkan tubuh tasya tergeletak di lantai toilet. hans yang mengetahuinya langsung berlari.
"tasya, kamu kenapa? bangun tasya, ini aku hans". hans mencoba menyadarkan tasya.
tapi tidak ada respon sedikitpun dari tasya, tubuhnya terasa lemas dan dingin.
"aku akan panggil ambulance". raka cepat-cepat menelfon ambulance .
5 menit kemudian ambulance datang dan hans menggendong tasya membawanya keluar gedung perusahaan dan membawa tasya ke rumah sakit.
saat perjalanan kerumah sakit, hans terus memegang tangan tasya, begitu besar rasa khawatir hans terhadap tasya. hans merasa bersalah tidak bisa menjaga tasya dengan baik dan membuat tasya dalam bahaya.
tasya, ku mohon bangunlah. aku ada disini, ku mohon tasya sadarlah. maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dan membuatmu dalam bahaya. ku mohon tasya bangunlah, akan ku pastikan tidak ada lagi yang akan menyakitimu.
ko kebalik yang yang berusaha di peenikahan malah Tasya .Aneh banget kalo g kenal sebelumnya langsung mau diajak merit .Aku mah jd Tasya kabuur .
kemarin nekad naik bus tanpa sadar dia sudha menyakiti anaknya dalam bus, hanya memikirkan perasaannya dan org lain tidak memikirkan bayinya.
masalah datg juga karna kamu Tasya, terlalu naif dan bodoh
dari awal aja sok tegas dan marah, ya itu wajar krn dia tiba2 diajak menikah.
eh setelah menikah kok kelamaan naif dan bodohnya semakin meningkat, mau mau aja di tindak suami dan org lain apalagi mantan nya suaminya.
kemarin katanya mandiri dan tegar ehh krn Hans tidak peduli sama dia malah menyiksa dirinya sendiri, kan sdh diblg kan sama Hans kalau tidak membuka hatinya tp malah Tasya menyiksa dirinya sendiri. katanya mandiri ya urus saja dirimu jadi yg terbaik biar hubungan mu dan Hans mengalir saja yg penting kamu bisa urus diri sendiri dan bisa dibanggakan bukan mengemis perhatian dan cinta.
kok Tasya bego banget dari awal yaa.