Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Permintaan Dad Arnold
Setelah makan siang berakhir, dan masing-masing orang kembali ke kamar mereka. Ada dua orang yang berbicara satu sama lain, secara pribadi di ruangan tersendiri.
Arnold, meminta Giovanni menemuinya dan berbicara dengannya di ruangan kerja pribadinya di rumah. Karena hari ini minggu, jadi Arnold bisa bersantai sebentar, sebelum besok akhirnya kembali bekerja di perusahaan.
Arnold dan Giovanni duduk di sofa yang saling berseberangan, lelaki berusia 58 tapi masih terlihat tampan, gagah, dan kokoh itu memandang ke arah putranya dengan tatapan yang berbeda. Arnold masih terlihat segar dan begitu berwibawa di sana, memandang putra pertamanya.
“Son..” Panggil Arnold dengan penuh penekanan, Giovanni tahu.. Jika ini akan menjadi pembicaraan yang serius bagi dirinya.
“Kau tahu bukan, alasan Mom mengatakan hal mengenai pernikahan di meja makan tadi.. Adalah sebuah kode, bahwa kami ingin segera kau serius dengan wanita itu.” Ujar Arnold dengan nada serius, membuat Giovanni terdiam, bukan karena menolak, atau tidak suka, melainkan berpikir.
“Kau tahu, betapa nekatnya Keluarga Robert. Deana bisa melakukan hal buruk pada Beverly, atau bahkan menghinanya di depan publik. Aku ingin kau memiliki status yang jelas dengannya, agar kau bisa melindunginya.” Ujar Arnold kembali menjelaskan, Giovanni menganggukkan kepalanya perlahan, dia sempat menunduk sebentar lalu menatap ke arah Arnold.
“Aku tidak bermaksud menolak.. Aku justru ingin memiliki wanita itu secepatnya, hanya saja..” Giovanni menggantungkan perkataannya sendiri.
“... Aku takut, dia belum bisa menerima hubungan yang lebih lanjut denganku. Kita bertemu belum ada 2 bulan, dan tiba-tiba saja kalian membahas masalah pernikahan di depan Beverly.” Ujar Giovanni dengan nada lirih, dia hanya takut jika wanita itu belum siap dengan segalanya.
“Apa kau benar-benar mencintainya ??” Tanya Arnold secara tiba-tiba kepada Giovanni, putranya itu terdiam sejenak.
“Kau mencintainya bersungguh-sungguh, atau hanya karena cinta nafsu sesaat ??” Tanya Arnold lagi, seakan menekan putranya untuk bisa menjawab pertanyaannya.
“Aku mencintainya, dan aku ingin melindunginya.” Ujar Giovanni dengan mantap dan tegas, seakan dia tidak ingin bermain-main dengan Beverly saat ini.
“Dia wanita yang baik, jadi aku harap kau tidak bertingkah br*ngs*k padanya. Bagaimanapun.. Hubungannya dengan ayahnya juga kurang baik, jadi aku disini akan bertindak mewakili ayahnya.” Ujar Arnold dengan tegas di bagian akhirnya, membuat Giovanni menganggukkan kepalanya dengan mantap.
“Dad.. Kau tidak perlu khawatir, aku akan melindungi Beverly, dan juga kedua bayinya. Aku berjanji.” Ujar Giovanni dengan penuh keyakinan, membuat Arnold tersenyum bangga.
Dia tahu, kedua putranya adalah hasil didikan terbaiknya selama ini. Mereka tidak pernah bermain-main dengan perempuan, bahkan Gregor yang jauh lebih muda, justru memilih untuk fokus berkarir di Perusahaan Keluarga, daripada berfoya-foya tidak jelas.
“Aku percaya padamu.” Ujar Arnold dengan penuh kebanggaan di dalam perkataannya.
...
Ceklek..
Giovanni membuka pintu kamar, dan melihat Beverly yang sudah menidurkan kedua bayinya di atas kasur, yang sudah dia siapkan bantal dan guling mini, juga beberapa alas kain di bagian bawah kedua bayinya.
Giovanni menutup pintu perlahan, lalu berjalan mendekati Beverly, dan tangannya menyentuh pinggang wanita itu yang masih berdiri dengan sedikit membungkukkan badannya. Beverly terkejut dan langsung menoleh, melihat Giovanni sudah berdiri di sebelahnya.
“Malam ini, kita akan ada acara. Kau ikut dengan kami, sekalian aku akan memperkenalkanmu sebagai calon tunangan pada beberapa kerabat.” Ujar Giovanni tersenyum dengan senang, Beverly terdiam rasa gugup kembali menyelimutinya.
“K.. Kau serius ??”
“Tentu saja, ada apa ?? Apa kau.. Tidak mau bertunangan denganku ??” Tanya Giovanni dengan bingung melihat kegelisahan Beverly.
“Apa kau yakin ?? Aku.. Aku tidak sempurna seperti wanita lain.. Aku di keluarkan dari kampus setelah ketahuan hamil duluan, dan kini... Bagaimana aku bisa berdiri, bersanding dengan keluargamu ??” Ujar Beverly dengan gugup, dia tahu Keluarga Abraham menerimanya, tapi.. Bagaimana dengan para kerabat keluarga yang lain, atau bahkan partner perusahaan mereka ??
Tidakkah status dan keberadaan Beverly hanya akan menjadi noda bagi Keluarga Abraham ??
Mendengar perkataan Beverly, membuat Giovanni ingat akan pesan ayahnya. Benar, tanpa status yang jelas, semua orang pasti akan memandang sebelah Beverly, dan bahkan menghina wanita itu. Ayahnya hanya ingin, Giovanni melindungi Beverly dengan status hubungan yang jelas.
Giovanni menarik Beverly dalam pelukannya, sehingga wanita itu berhadapan dengannya. Tangan Giovanni memegang pinggang kanan dan kiri Beverly, matanya menatap indah warna Blue Aurora di depannya. Sementara Beverly langsung menyentuh bahu Giovanni, matanya menatap warna Alpha Green yang menyiratkan ketegasan sekaligus ketulusan di sana.
“Listen to me, baby..” Bisik Giovanni dengan penuh penekanan dan permohonan pada wanita itu.
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak peduli apa yang mau orang katakan kepadamu, aku mencintaimu.. Aku mencintai Oshea dan Oscar.. Aku ingin melindungi kalian, jadi aku mohon.. Jangan pernah sekalipun kau merendahkan dirimu sendiri.” Ujar Giovanni dengan penuh kesungguhan, dan itu membuat Beverly tertegun sejenak.
“Ma.. Maafkan aku..” Ujar Beverly bergetar kecil, Giovanni tersenyum di sana, dia langsung mengelus pipi wanita cantik di depannya.
“Jangan pernah merasa dirimu kecil, kenyataannya.. Banyak orang yang ingin berada di posisimu, dimana kau bisa di terima masuk dengan tangan terbuka di Keluarga Abraham. Tidak ada seorang pun, yang bisa sepertimu.” Ujar Giovanni dengan lembut, membuat mata Beverly berkaca-kaca.
Apakah ini mimpi ?? Tolong katakan, jika ini mimpi !! Beverly tidak percaya dengan perkataan Giovanni, tapi.. Mata lelaki di depannya tidak menunjukkan kebohongan, justru mata indah itu menunjukkan ketulusan hatinya.
Beverly bergetar kecil, matanya tanpa sadar mengeluarkan cairan bening dari sana, dan Giovanni langsung mengusapnya dengan lembut menggunakan jari.
“Ssttt.. Jangan menangis sayang.” Bisik Giovanni lembut, dengan perlahan wajahnya mendekati wajah Beverly. Bibirnya menc*um Beverly tepat di bibir lembut berwarna pink mungil di depannya.
Beverly tidak menolak c*uman itu, dia bahkan secara sengaja justru mengalungkan kedua tangannya di leher Giovanni, memperdalam c*uman di antara mereka. Suasana yang tadinya penuh haru, kini di penuhi hasrat yang menggebu-gebu di antara mereka berdua.
Tangan Giovanni bergerak nakal memasuki pakaian Beverly, dan menciptakan suara lenguhan kecil di sana, l*dah Giovanni menj*l*ti bibir mungil Beverly, membuat suasana semakin memanas saat l*dah lelaki itu sengaja masuk ke dalam m*lut Beverly.
Perang l*dah membuat wajah Beverly mulai memerah, menikmati permainan lembut dari Giovanni di sana. Saat nafas Beverly mulai menipis, wanita itu memukul pelan dada Giovanni, sebagai tanda jika dia harus melepaskan c*uman itu.
Giovanni mengeluarkan l*dahnya, dan membiarkan Beverly akhirnya menarik nafas lega.
“Hah.. Hah.. Hah..”
“Ini tidak cukup, ayo lanjutkan di kamar mandi. Aku tidak ingin mengganggu tidur anak-anak kita.” Bisik Giovanni tersenyum nakal di sana.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Penjelasan :
Warna mata yang sama :
1. Beverly dan Oshea (Aurora Blue)
2. Arnold dan Gregor (Crystal gray)
3. Benny dan Oscar (Crush Green)
Nah warna mata Beverly itu menurun dari ibunya yang sudah meninggal.
Dan kenapa Giovanni enggak menurun warna mata dari Catalina, ibunya. Itu karena warna mata Alpha Green itu warisan dari ibunya Catalina, nenek dari pihak ibu.
Untuk Oscar menuruni warna mata ayah kandungnya yaitu Benny, yang juga sudah meninggal.
Udah itu aja dari Author untuk warna mata mereka, hehehehe sekian dan salam.
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣