NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Maudi mematikan perangkatnya. Air mata yang sempat menggenang ia seka dengan kasar. Rasa ingin tahu kini mengalahkan rasa sedihnya. Ia segera menuju toilet bandara untuk menyelesaikan transisinya.

Ia mengoleskan krim herbal racikannya ke seluruh wajah, leher, dan tangannya. Dalam sekejap, kulitnya yang putih porselen berubah menjadi kusam, bersisik, dan penuh bercak kemerahan yang mengerikan, persis seperti korban malpraktek atau penyakit kulit kronis. Ia mengenakan gamis hitam yang sengaja ia buat dekil dengan bubuk arang halus, lalu menutupinya dengan cadar hitam yang usang.

Saat bercermin, ia tidak melihat seorang Master of Technology. Ia melihat kembali "Maudi si Monster" yang dibuang sebelas tahun lalu.

Maudi tiba di depan gerbang mansion menggunakan taksi online kelas ekonomi. Saat turun, penjaga gerbang bahkan sempat menahannya karena mengira ia adalah pengemis.

"Saya Maudi," ucapnya singkat dengan suara yang dibuat serak dan rendah.

Pintu besar mansion terbuka setelah sang penjaga mengetahui bahwa seseorang yang sedang ditunggu telah datang, Seina muncul dengan wajah yang langsung berubah drastis saat melihat sosok di depannya. Ia menutup hidungnya dengan sapu tangan sutra.

"iiiih ... Maudi? Kenapa penampilanmu jauh lebih menjijikkan daripada saat di pesantren?!" bentak Seina tanpa basa-basi menyapa. Tidak ada pelukan, tidak ada kata selamat datang.

"Maaf, Bu... Maudi hanya punya ini," jawab Maudi menunduk, matanya melirik ke arah kamera CCTV yang ia tahu sedang merekam adegan ini.

" Apa kamu tidak memiliki baju lagi selain baju dekil seperti ini" tanya Seina dengan kasar.

" Bagaimana Maudi mau beli, Ibu saja tidak pernah memberikan mau di uang" jawab Maudi dengan suara parau.

Seina melototkan matanya, lalu ia mencoba membekap mulut Maudi yang tertutup oleh cadar.

" Jangan keras-keras, kalau sampai Doni tahu, dia akan menghukum ku, kamu mau, ibumu ini di hukum" bisik Seina yang sedang menahan nafas karena mencium bau yang tidak sedap dari tubuh Maudi, selama ini memang Seina tidak pernah mengirimkan uang sepeser pun untuk Maudi, padahal Doni selalu memberikan uang khusus untuk maudi.

" kalau Doni tanya, jawab saja,uangnya untuk biaya pendidikan " bisik Seina tersenyum licik,ia mengira Maudi adalah gadis polos, yang mudah ia pengaruhi.

"iya Bu, Maudi mengerti" jawab Maudi patuh.

Doni keluar dari mansion dan terpaku melihat Maudi. Ada kilat kepedihan di matanya, namun ia tak berani mendekat karena aroma busuk buatan yang sengaja Maudi semprotkan pada pakaiannya.

"Maudi, kamu sudah sampai. Masuklah... tapi, Seina benar, lebih baik kamu segera ke paviliun dan bersihkan diri. Eliza sedang ada teman-temannya di dalam, jangan sampai kamu membuat mereka tidak nyaman," ucap Doni datar, meski ada nada bersalah yang berusaha ia tekan.

"Baik Tuan... Assalamualaikum" jawab Maudi patuh...saat Maudi akan melangkah, Doni menghentikan...

"Maudi...tunggu, kamu anak Seina, berati kamu juga anakku, jangan panggil aku tuan, panggil saja Papa seperti Saka dan Eliza" Ucap Doni tegas.

Maudi mengangguk patuh "Baik Papa".

Deg.....

Kata Papa yang keluar dari mulut Maudi terasa ada yang berbeda, lebih hangat dan menenangkan...

"Maudi permisi...." ucap Maudi sopan, lalu pergi meninggalkan Doni yang berdiri terpaku, sedangkan Seina meremas tangan nya sendiri kuat melihat reaksi saat Maudi menyebut kata Papa pada Doni.

"Ayo kita masuk, kita temui teman-teman Eliza, pasti mereka sedang merencanakan untuk pertama kalinya masuk kuliah besok " ajak Seina dengan lembut.

Doni mengangguk Patuh, ia mengikuti istrinya berjalan.

___

Sedangkan Maudi berjalan melewati koridor samping menuju paviliun belakang. Di sana, ia menemukan kamarnya yang dulu kini menjadi gudang penyimpanan alat kebun yang pengap.

Sambil meletakkan tasnya, Maudi segera membuka laptopnya kembali. Ia mulai meretas data digital pribadi milik Seina yang tersimpan di cloud. Ia harus tahu siapa itu Ambar dan mengapa ibunya sendiri menyebutnya penghalang sekaligus sumber harta.

Sebuah folder terenkripsi berjudul RS Medika 2008" ditemukan. Maudi mengerutkan kening. Itu adalah tahun kelahirannya.

"Jika kau ingin bermain peran sebagai ibu yang kejam, aku akan bermain peran sebagai putri yang tak berdaya. Tapi di balik layar, aku akan meruntuhkan seluruh dunia yang kau bangun di atas penderitaanku, Ibu, maafkan aku ibu, tapi Ibu sudah terlalu jauh, Aku kasihan dengan Ibu yang sangat jauh dari sang pencipta, tapi terimakasih karena Ibu membuangku ke pesantren, setidaknya itu tempat terbaik yang Pernah aku tinggali," gumam Maudi sambil menatap layar yang kini menampilkan dokumen akta kelahiran yang telah dipalsukan... Setelah itu tidak ada apa-apa lagi..." nanti saja aku teruskan" gumamnya pelan.

Maudi menutup laptop nya karena melihat tempat tinggal nya yang tidak layak, akhirnya Maudi memutuskan untuk membersihkan ruangan nya terlebih dahulu agar nyaman ia tinggali, empat tahun tinggal di apartemen mewah yang terletak di tengah kota Amerika Serikat, tidak membuat dirinya terbuai akan kemewahan,

___

Saka berdiri di depan pintu paviliun yang lapuk dengan perasaan campur aduk. Ingatannya tentang Maudi adalah seorang gadis kecil yang selalu ia dorong dan ia ejek, namun di balik itu, ada sedikit sisa nurani yang membuatnya penasaran. Sebelas tahun adalah waktu yang lama. Walaupun kenyataannya Saka bukanlah saudara kandung Maudi, namun Mereka adalah saudara sepersusuan....Dalam imajinasi masa mudanya yang terpengaruh drama televisi, ia berharap Maudi kembali dengan keajaiban, mungkin menjadi gadis desa yang manis atau setidaknya memiliki wajah yang bersih.

Namun, saat pintu paviliun berderit terbuka, harapan itu hancur berkeping-keping.

Maudi berdiri di ambang pintu Sambil memegang gagang sapu. Ia sengaja tidak memakai cadarnya karena tahu hanya ada Saka di sana. Wajahnya, yang telah dilapisi krim racikannya, tampak sangat mengerikan di bawah cahaya lampu neon yang berkedip. Kulitnya terlihat bersisik gelap, dengan bercak merah yang tampak meradang di sekitar pipi dan dahi.

Saka tersentak mundur satu langkah, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik yang tidak bisa disembunyikan.

"Maudi... ini benar-benar kamu?" suara Saka terdengar serak.

"Iya, Kak Saka. Ini Maudi," jawab Maudi dengan nada datar, nyaris tanpa emosi. Ia memperhatikan ekspresi kakaknya melalui analisis psikologis yang ia pelajari di Amerika. "Kekecewaan". Itulah yang ia baca dari wajah Saka.

Saka menghela napas panjang, menutup hidungnya dengan punggung tangan. "Sial... Mama benar. Sebelas tahun di pesantren bukannya sembuh, kamu malah makin parah. Aku tadinya pikir kamu bakal berubah jadi cantik atau gimana, biar aku nggak malu-malu banget punya adik kayak kamu, Bagaimana reaksi mama , papa dan Eliza saat melihat wajah mengerikan mu"

Maudi hanya diam, menatap Saka dengan tatapan yang sulit diartikan. "Maaf kalau penampilan Maudi mengecewakan Kakak."

"Mengecewakan? Ini mah bencana!" Saka berkacak pinggang, menatap sekeliling paviliun yang pengap. "Dengar ya, besok kamu mulai kuliah di kampus yang sama denganku, Eliza sudah wanti-wanti, dan aku juga setuju. Jangan pernah dekati aku di kampus. Kalau orang-orang tahu monster kayak kamu ini adiknya Saka, reputasiku sebagai kapten tim basket bisa hancur!"

Maudi merasakan sedikit denyut di dadanya. Ternyata, setelah belasan tahun, tidak ada yang berubah. Kakaknya masih memprioritaskan reputasi di atas pertalian darah.

"Kakak tidak perlu khawatir. Maudi tahu diri. Di kampus, Maudi akan tetap memakai cadar dan tidak akan menyapa siapa pun," ucap Maudi tenang.

Saka mendengus. "Bagus kalau kamu sadar. Nih," Saka melemparkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke lantai. "Beli pembersih muka , sabun ,minyak wangi atau apa gitu, biar nggak bau-bau amat. Aku nggak tahan lama-lama di sini, pengap, lama-lama aku bisa muntah karena mencium bau busuk di tubuhmu!"

Saka berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi. Maudi menatap uang yang tergeletak di lantai itu. Ia mengambilnya. Baginya, uang itu adalah simbol betapa murahnya harga persaudaraan di mata Saka. Maudi tersenyum getir.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!