NovelToon NovelToon
Cinta Kalah Oleh Dendam

Cinta Kalah Oleh Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Romansa
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16

Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.

Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.

Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.

Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9- CKOD 9

Bella tertunduk diam, dia bisa melihat keributan apa yang terjadi jika ada yang berusaha bersikap baik padanya di rumah ini.

Dan belum sempat dia merasa tenang, langkah kaki yang terdengar memberikannya firasat yang semakin tidak baik datang mendekat.

Tak tak tak

"Puas kamu? kamu lihat gara-gara kamu, Desy dan suaminya bertengkar! Dasar pembawa siall!" bentak wanita yang tak pernah mau di panggil ibu olehnya sejak setahun yang lalu itu.

Bella mendongak, menatap penuh ketakutan pada sosok Vivian. Dia lebih kejam dari Desy. Mungkin karena dia ibunya Lusi. Rasa bencinya pada Bella lebih besar dari siapapun di rumah ini.

Di belakangnya Bella melihat Dini dan Mirah datang. Mereka adalah pelayan yang juga memusuhi Bella, sejak Bella menjadi musuh keluarga Alexander di rumah ini.

"Seret dia, kurung di gudang! jangan ada yang beri dia makan dan minum sampai besok pagi!"

Wanita itu bicara tanpa menatap Bella. Arah pandangannya ke atas, dengan wajah datar dan tak perduli sama sekali.

Bella sama sekali tidak melawan. Awal-awal, dikurung di gudang adalah hal paling menakutkan baginya. Gudang itu gelap, banyak tikus dan serangga. Dia benar-benar ketakutan, tubuhnya juga gatal-gatal setiap keluar dari gudang. Tak terhitung nyamuk yang menggigitnya dan meninggalkan bentol di tubuhnya. Jika bukan bibi Okta yang memberinya obat. Tidak ada juga yang perduli padanya.

Tapi, sangking seringnya hukuman itu. Hal itu sudah tak membuat Bella takut lagi. Dulu pasti menangis, memberontak, memohon pada Vivian agar tidak mengurungnya di gudang. Tapi sekarang, dia hanya berjalan mengikuti tarikan dari Dini dan Mirah.

Lirikan tajam Vivian mengiring langkah lambat Bella menuju gudang.

Di dalam kamar lain, Sony masih terus berusaha menjelaskan pada Desy yang sama sekali tidak mau mendengarnya.

"Desy..."

"Aku menyuruhmu diam, mas! kamu harus diam!" sela Desy yang menunjuk-nunjuk suaminya.

"Kamu salah paham!"

"Aku sudah peringatkan kamu! jangan ganggu apa yang dilakukan oleh keluarga ku pada adik pembunuhh itu! kenapa kamu terus membantunya?" tanya Desy marah.

"Des, tapi yang salah bukan Bella. Dia dan Leo bahkan tidak ada di kota ini saat peristiwa kecelakaan itu terjadi. Kenapa kalian menyalah Bella, lihat dia! dia juga shock..."

Bughh

Desy melemparkan sebuah bantal ke arah suaminya. Membuat Sony menghentikan apa yang ingin dia katakan.

"Kamu bilang apa? bukan salahnya? bukan salahnya darimana? kalau dia tidak datang merayu Leo, tidak menikah dengan Leo. Apa Lusi akan bertemu dengan Bagas? semua ini salahnya!" teriak Desy.

Sony menghela nafas panjang. Terus ribut seperti itu, justru akan membuat rumah ini semakin terasa tidak nyaman. Kalau Davin mendengar pertengkaran mereka, yang ada anaknya itu akan sedih.

Sony mengalah, dia tidak mau ribut dengan Desy yang sudah hampir lepas kendali. Teriakannya sudah semakin keras.

"Baiklah, aku tidak akan membantunya lagi. Kamu tenang sedikit! emosi tidak baik untuk kesehatanmu. Aku akan lihat Davin!"

Sony berjalan perlahan ke arah pintu. Dan keluar dari kamar itu dengan menutup pintu juga perlahan.

Desy yang bahunya masih naik turun. Melemparkan tas yang di tangannya ke lantai.

Brakk

"Brengsekk! dia selalu saja membuat mas Sony bertengkar denganku demi membelanya. Aku akan beri dia pelajaran! awas saja kamu, Bella!" geram Desy.

Malam semakin larut. Mobil Leo perlahan masuk ke pekarangan rumah itu. Pria yang wajahnya tampak lelah itu turun perlahan dari dalam mobil.

Setiap hari memang seperti itu. Entah kenapa Leo memang jarang sekali berada di rumah. Dia lebih suka menghabiskan waktu di kantor, dengan semua pekerjaan yang menumpuk. Padahal dia sebenarnya bisa santai, tapi dia memilih untuk sama sekali tidak bersantai.

Leo masuk ke dalam kamarnya, dan kamar itu masih gelap. Tatapannya berubah, sedikit melebar dan alisnya sedikit naik.

Tangannya mencari panel lampu, lalu menghidupkan lampu kamar itu. Tak ada sosok Bella juga di sofa biasanya tempat dia tidur.

Leo mendengus pelan, sepertinya dia tahu apa yang terjadi. Istrinya itu pasti membuat ibu dan kakaknya tidak senang lagi. Lalu menghukumnya.

Alih-alih mencari tahu atau bertanya pada bibi Okta. Leo malah menutup pintu kamarnya dan membersihkan dirinya.

Hingga larut malam, saat dia merebahkan dirinya di tempat tidur. Arah pandangannya tertuju pada sofa yang biasanya menjadi tempat Bella tidur.

Tidak melihat sosok wanita yang paling dia benci tapi juga paling dia cintai, tidak ada di tempat itu. Rasanya ruangan itu terasa hampa. Ada yang hilang, ada sesuatu yang kosong di ruangan itu dan di dalam dirinya.

Dengan jubah tidur itu, Leo keluar dari kamarnya. Dia ke halaman belakang mencari bibi Okta.

Tok tok tok

"Bibi Okta!" panggilnya setelah mengetuk pintu kamar pelayan, yang menjadi satu-satunya pelayan yang perduli pada Bella itu.

Ceklek

"Tuan..."

"Dimana Bella?" tanya Leo dengan wajah acuh.

Leo menyebut nama istrinya dengan tatapan datar, wajah cuek, acuh dan dingin. Bahkan tidak seperti seorang suami yang ingin tahu keberadaan istrinya.

"Di gudang bawah tanah tuan. Nyonya Vivian..."

Bibi Okta belum selesai bicara. Tapi Leo sudah pergi meninggalkan tempat itu menuju gudang.

Gudang di rumah besar ini ada tiga tempat. Di lantai atas, di halaman belakang dan di basemen. Tempat yang paling pengap adalah di gudang bawah tanah itu, sangat sunyi dan gelap di malam hari.

Langkah kaki Leo berhenti di depan gudang. Dia mengajak penjaga untuk membuka gudang itu.

"Tuan, tapi kata nyonya Vivian..."

"Buka!" sela Leo dengan lantang.

Krekkk

Suara pintu kayu yang tebal terbuka. Cahaya bulan dan lampu taman masuk seukuran pintu yang terbuka itu.

Di pojok gudang, Leo melihat Bella yang duduk sambil memeluk lututnya. Tatapannya lurus ke arah depan. Tatapan yang kosong, seperti tidak terlintas apapun di pikirannya saat itu. Bahkan ketika pintu itu terbuka, dan cahaya masuk menerangi kegelapan gudang itu. Bella sama sekali tidak menoleh sedikitpun.

Leo berjalan mendekati Bella.

"Bangun!" perintahnya.

Bella mendengar suara itu. Tapi tatapan matanya tidak berubah arah. Dia hanya berusaha berdiri, saat tubuhnya dan kakinya terasa begitu lemah.

Bella yang merasa tak kuat berdiri, mencoba meraih pegangan di sisi kanannya.

Brukk

Leo mendengus kasar.

Pria itu menundukkan tubuhnya, meraih tubuh Bella dan menggendongnya keluar dari gudang itu.

"Tutup dan kunci gudang ini! jika besok ibu bertanya, katakan aku yang membukanya" kata Leo pada penjaga.

"Baik tuan!" sahut penjaga itu cepat.

Leo menoleh sekilas ke wajah Bella yang terlihat begitu pucat. Meski gendongan Leo itu tidak dalam posisi yang nyaman. Bella sama sekali tidak berniat untuk berpegangan. Karena Leo memang bukan lagi seseorang yang bisa dia jadikan pegangan.

Bella malah berpikir, kalau Leo yang menjatuhkannya. Maka jika dia mati pun, Kakaknya tidak mungkin di hukum kan?

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
plisss lanjut kk🤧
Noer: sabar, besok lagi 🤭
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
takut dia di tangkap🤣
Noer: ho'oh betul tuh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
wah Bagas mau di coblos pake jarum besar sama Oscar seperti 🤔
mudah mudahan ada penolong 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan Kalau gak ada mah 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan seyakin itu napa, nanti kecewa loh🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
menang 🤔🤔
mimpi aja kamu Leo 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya mimpi aja dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
setiap hari apa harus 🤔
Noer: ya anggap² cari kesibukan gitu kak 🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cemburu membuat bodoh gitu aja Thor 🤭🤣
Noer: cemburu itu tanda minder, kalau kata dilan mah
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
penasaran juga kamu Leo 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kak Thor lidah q belibet kalau baca nama pengacaranya 🤭
Nicklas
niklas🙈
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya begitulah penjahat, kalau kebusukannya mau dibongkar ya pasti ngamuk² gak jelas, apa lagi dia sebenarnya tau kalau anaknya yang salah 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: boleh kak, biar gak bisa ngamuk² dia🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin bagi pengacara Nicklas sudah biasa melihat orang bereaksi seperti Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
satu ya bukan saya 🤭
Noer: iya ampun dah
total 3 replies
partini
wah bahaya juga yah ketahuan kalau pura pura
Noer: tenang kak, aku tak akan membiarkan sandiwara itu terbongkar ha ha ha ha ha ha a
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sok baik kamu Des 🤣🤭
Noer: seblak aja yang murah kak 🤭
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak mau meninggalkan kesan buruk, tapi kelakuannya buruk sekali kau Vivian 🤭
Noer: itulah ya kak, kadang gitu tuh kalau horang keyong
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kirain mau bilang jangan sedih Rachel nanti Tante beliin yg baru 🤭
Noer: iya kan ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ngapain coba Ginting disini, bukannya main badminton sana 🤭
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kapok🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rara ada aja kamu , mana mungkin mereka mengaku kena azab🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya bener banget 🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!