NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 4

"bianca.."

"are you okay.."

"aku dengar dari carisa kamu cuti kemarin senin selasa.."

"Aku baik kok nad.."

"Iya aku cuti,aku ke rumah mamah.."

"Udah dulu yaa..mau briefing pagi nih.."

"Bener ya gapapa..soalnya dari kejadian tempo hari..."

"Iyaa aku gapapa,aku matiin yaa..bye.."

Bianca tertunduk lesu,ia meletakkan gagang telfon ketempatnya semula,

Rabu pagi ini dia baru masuk kantor setalah mengajukan cuti dadakan di hari senin selasa.

Ia tidak mampu menjawab pertanyaan dari rekan kerjanya mengapa matanya sampai bengkak besar seperti mata panda,bahkan lebih parah.

"Pagi bianca.." sapa reno salah satu rekan kerjanya yang sudah terbiasa dengan sapaan manjanya.

"Oleh-olehnya mana,sabtu minggu libur terus senin selasa cuti.."

"4 hari ga mungkin di rumah aja kan yaa.."

"Haii ren.."

"aku ga kemana-mana kok.."

"Ga mungkin.."

"Seorang bianca syafira permata cuti tapi cuma dirumah.."

"Sakit aja masih tetap masuk kok.." canda reno.

Merasa sumpek dengan keadaan akhirnya bianca pun mengiyakan tuduhan-tuduhan reno.

"Iyaa besok kalau kopernya udah sampai aku bawain..soalnya di rumah mamah"

"Yeeaayy..gitu dong.." ucapnya sembari merangkul bianca,

Meskipun ia terlihat kekar berjenggot tapi sebenarnya ia sedikit centil.

"Yukk kita briefing dulu..katanya mau ada wakil pemimpin yang baru.."

"Bu manajer pasti ikut dong..yukkk.." ucap diana sembari merangkul tangan bianca.

"Katanya si masih muda,masih sekitar 35 tahunan..ya kalau buat kita-kita masih ok lah.."

"Sekarang aja wakil pemimpin,sudah pasti dia pandai menyiapkan untuk masa depan.."

Cerocos riana.

"Rii..kan ruangannya deket tuh sama kamu..kalau ada apa-apa kabarin.." sambung pegawai yang lain.

"Perkenalkan pak jo ini wakil pemimpin kita yang baru.."

"Masih muda kan..yaa dia masih 30th up lah.."

"Dan juga single.."

"Huuuuuuu..." sorak sorai memenuhi ruang aula tersebut beserta tepuk tangannya.

"Ini riana sekretaris kita yang sangat pandai.."

"Dan ini bu bianca manajer keuangan disini yang sangat cantik.."

Mendengar nama bianca jonathan pun memutar badannya.

Mata mereka saling bertemu,

Jonathan dengan peringai senang sedangkan bianca memundurkan badannya selangkah karna kaget.

"Ruangan kita berjajar.."

"Jadi sepertinya akan mudah di pahami..ya kan pak jo.." ucap pak kevin,selaku pemimpin yang membuka obrolan terlebih dahulu membuat jonathan akhirnya kembali memutar tubuhnya.

"Jonathan..baru beberapa hari kenal kenapa dia begitu mengusikku.." bathin bianca dengan tatapan kesal.

Pov : jonathan

"Harusnya aku menyimpan nomor bianca.."

"Ini dia beneran ga ada di rumah.." gerutunya didepan pintu apartemen bianca.

Senin-selasa ia bolak balik ke apartemen bianca namun ia sama sekali tidak dapat menemuinya,

Bahkan dengan powernya ia bisa masuk keruang cctv untuk mengamati gerak-gerik dari lantai apartement bianca.

Sampai akhirnya di hari minggu dini hari terlihat bianca keluar dari rumahnya menarik koper kecil.

"Mau pergi kemana dia.."

"Apa mungkin liburan.."

"Maaf pak.." suara security yang berjaga membuyarkan pemikirannya.

"Cukup terimakasih,."

"Dan ini untuk kalian bertiga.." ucapnya sembari meletakkan amplop coklat kecil berisi uang.

Jo berjalan dihalaman apartement sembari menyalakan pemantik api miliknya,

Ia menghisab sebatang benda kecil berwarna putih yang selalu ia bawa.

sesekali ia teringat kejadian di club waktu itu,

dan sejak itu pula ia belum kembali lagi kesana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!