NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:857.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelajaran Untuk Pelayan

Mata Naomi berkilat dingin. Tatapannya menusuk lurus ke arah pelayan bernama Nina.

“Siapa yang kau sebut pencuri?” tanyanya pelan, tapi nadanya menusuk.

Nina mendengus, sama sekali tidak gentar. Dengan lancang dan lantang, penuh keberanian palsu, ia menunjuk Naomi.

“Tentu saja dirimu! Siapa lagi kalau bukan kamu? Anak angkat tak tahu malu! Sudah menganiaya para pelayan, sekarang malah mencuri perhiasan mereka!”

Viviane tersentak. “Apa?!” serunya terkejut, menoleh ke Naomi. “Kak Naomi mencuri?”

Nina langsung mengangguk yakin. “Benar, Nona Viviane. Dia mencuri perhiasan rekan kami.”

Carlos melangkah maju satu langkah. Tanpa bertanya ataupun mengecek, ia langsung percaya begitu saja. Tatapannya penuh penghinaan saat menatap Naomi dari ujung kepala hingga kaki.

“Kau benar-benar tidak tahu diri,” katanya dingin. “Sudah membuat masalah, sekarang mencuri pula? Benar-benar memalukan.”

Erick menyilangkan tangan di dada, sudut bibirnya terangkat sinis. “Aku sudah bilang dari dulu. Karaktermu memang bermasalah.”

Ia menoleh ke Viviane. “Beruntung pertunanganku denganmu belum terlaksana. Aku akan bicara pada kakekku. Pertunangan tetap dilanjutkan dengan Viviane, sesuai kesepakatan awal.”

Dulu, sebelum mereka tahu Naomi dan Viviane tertukar, keluarga Jills memang menjodohkan Erick dengan Viviane. Namun setelah rahasia itu terbongkar dan status Viviane hanya anak angkat terungkap, perjodohan itu pun dipindahkan pada Naomi, anak kandung keluarga Elios, sesuatu yang jelas tidak pernah diterima Erick.

Dan sekarang, Erick sudah menemukan senjata agar pertunangannya dengan Naomi tidak akan dilaksanakan.

Naomi hanya menatap dingin ke. Begitulah mereka, tanpa mencari tahu langsung menyalahkannya.

Viviane menunduk, lalu mendekat ke Naomi dengan wajah seolah penuh kepedulian. “Kak Naomi … apa uang bulanan dari Papi dan Mami tidak cukup?” ttanyanya lirih. “Sampai kakak harus mengambil perhiasan mereka? Kasihan mereka, Kak. Mereka bekerja keras untuk memveli perhiasan itu. Kalau kakak mau, kakak bisa mengambil perhiasanku saja. Daripada milik mereka.”

Mendengar ucapan Viviane semua orang yang ada di ruangan itu langsung tersentuh dan betapa baiknya sikap gadis lembut itu. Kecuali Max yang ingin merasa muntah.

Naomi tersenyum sinis. “Oh, kau benar,” ujarnya tenang. “Mereka memang bekerja keras.”

Ia menatap Nina dan Viviane bergantian. “Bekerja keras mencuri milik orang lain. Dan kau mendukung mereka, Viviane?”

Tubuh Viviane bergetar. “A–apa maksud kakak?”

Carlos langsung memotong dengan nada tajam. “Kau pikir kami akan percaya ucapanmu? Para pelayan di sini sudah mengabdi jauh lebih lama daripada kau yang baru tinggal setahun!”

Ia menunjuk Naomi. “Mereka bekerja jujur. Kembalikan perhiasan mereka. Apa keluarga Atlas tidak pernah mengajarimu etika sampai kau mencuri barang orang lain?”

Sebelum Naomi sempat menjawab, sebuah sosok tinggi melangkah ke depannya, yaitu Max.

Tatapannya dingin dan berbahaya. “Jaga mulut kalian,” katanya pelan, tapi auranya menekan seluruh ruangan. “Tidak ada yang berhak menuduh tanpa bukti.”

Ia melirik Viviane dengan senyum sinis.

Nina menelan ludah suaranya dibuat mendayu-dayu berpikir Max mudah tergoda oleh ulat kremi seperti dirinya. “Maaf, Tuan Muda Max. Tapi ketiga pelayan itu babak belur, dan perhiasan mereka memang hilang.”

Max menatapnya lurus. “Kau yakin?”

Tangannya bergerak ke balik jas. Dalam sekejap, sebuah pistol hitam mengarah tepat ke dahi Nina.

Tubuh Nina gemetar hebat begitu moncong pistol diarahkan kepadanya. Semua orang terkejut. Mata mereka membulat sempurna dengan napas tercekat.

Siapa yang tidak mengenal Maximilian Atlas, sang tirani dari empat keluarga pemegang pilar negara?

“Saya … saya yakin.” suara Nina tercekat.

“Turunkan senjatamu, Tuan Max,” kata Carlos tegang. “Ingat, ini kediaman keluarga Elios. Kau tidak berhak mengangkat senjata di sini.”

Max tersenyum miring. “Siapa kau berani memerintahku? Kau pikir aku takut?”

Carlos terdiam. Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk.

Naomi menghela napas pelan. Ia tahu kakak angkatnya tak pernah bercanda.

“Kalau begitu,” kata Naomi dingin. “Panggil mereka.”

Carlos mengernyit. “Untuk apa?”

“Supaya mereka bicara langsung,” jawab Naomi tanpa ragu. “Di depan semua orang.”

Viviane tampak ragu. “Kak Naomi … bukankah ini akan mempermalukan semua pihak?”

Naomi menoleh. “Bukankah kau yang menginginkan kebenaran, Viviane? Daripada hanya sibuk menuduhku. Lebih baik perjelas sekarang juga.”

Senyum Viviane mengeras.

“Panggil mereka,” kata Max singkat.

Itu bukan permintaan. Tapi sebuah perintah mutlak.

Dengan wajah tidak rela, Nina berbalik.

Beberapa menit kemudian, tiga pelayan digiring ke ruang tengah bersama dengan Nina. Langkah mereka tertatih, wajah pucat. Begitu melihat Naomi, mata mereka berkilat penuh kebencian.

“Sekarang,” kata Max dingin. “Jelaskan. Apa yang terjadi?”

Pelayan pertama menunduk, lalu menunjuk Naomi. “Dia memukuli kami dan merampas perhiasan kami!”

Naomi mengangguk pelan. “Perhiasan yang mana?”

Ketiga pelayan itu terdiam.

Naomi lalu mengeluarkan sebuah kalung, gelang, dan cincin dari sakunya. Ia mengangkatnya tinggi agar semua orang melihat.

“Yang ini?” tanyanya tenang. “Perhiasan pemberian kakek dan nenekku.”

Suaranya mengeras. “Yang kalian ambil saat aku koma di rumah sakit. Satu-satunya hadiah yang aku miliki sejak aku berada di mansion ini.”

Ketiga pelayan itu terdiam sesaat, lalu salah satunya berkata lantang. “Itu milik kami, Nona Naomi. Jangan injak kami hanya karena kami pelayan rendahan! Jadi Nona seenaknya pada kami.”

Nada mereka berubah. Mereka mulai memanggil Naomi dengan sebutan “Nona”, mencoba menarik simpati orang yang ada di ruangan itu.

Viviane kembali maju. “Kak … jangan perlakukan mereka seperti ini. Bagaimanapun mereka manusia. Kembalikan perhiasan mereka, Kak.”

Naomi terkekeh. “Kalau begitu, ayo kita buktikan.” Ia menoleh ke Carlos. “Cek CCTV. Bukankah mereka akan terlihat kalau masuk ke kamarku?”

Wajah ketiga pelayan langsung menegang.

Nina cepat-cepat memotong. “Tidak perlu CCTV! Mereka orang baik! Semua orang tahu nona punya perilaku buruk. Keluar masuk club malam! Bahkan dengan menggandeng—”

Tanpa aba-aba Naomi langsung melangkah.

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Nina.

Carlos, Erick, dan Viviane berteriak bersamaan.

“Hentikan Naomi!”

Mereka mencoba maju tapi tiba-tiba Max menghadang.

“Berani kalian melangkah,” kata Max sambil mengangkat pistol. “Kupastikan kepala kalian bolong sekarang juga.”

Carlos mendengus. “Kau pikir kami takut—”

Dor!

Tembakan menggema. Peluru menembus kaki salah satu pelayan.

“Aarrrgghh!”

Jeritan melengking memenuhi ruangan.

Max bahkan tidak menoleh. “Jawab. Benar Naomi mencuri?”

Ketiga pelayan itu langsung panik. “Tidak!”

“Kami yang mencuri milik Nona Naomi!”

Carlos dan Erick membeku.

Max menatap Naomi dengan lembut. “Selesaikan saja.”

Naomi mengangguk. Ia melangkah mendekati Nina.

“Sejak awal aku tinggal di sini,” katanya dingin, “kau tidak pernah punya sopan santun padaku.”

Plak!

Tamparan kedua mendarat.

“Sekarang jawab,” lanjut Naomi. “Apa kau pernah melihatku masuk club malam?”

Nina gemetar, melirik Viviane. Namun Viviane membuang muka. Nina lalu menatap tajam Naomi.

“Kau tak—”

Bruk!

Sebuah tendangan keras menghantam perut Nina. Tubuh pelayan itu terlempar, menabrak vas bunga besar hingga pecah berkeping-keping.

Prang!

1
Dewi Kasinji
ijin baca kak
RusNa ANtox DEwi
bagus bingittt.. sukaa
gempi
g
Widia Aja
Naomi cerdas.....
Dyta Kusnani
good job
Tisya
sistem nya error,,
Rahmawati Hulukiba
Iri..bilang bos😄
Viviane&Carlos...preeeeeet🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Rahmawati Hulukiba
👍👍👍
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, Uda kayak lari aja maraton bacanya. 🤣🤣🤣🤣
dr pagi sampe sore gasssssss ga pake rem. untung ga blong 🤣🤣. tengkiyu Thor sudah kasih karya yg begitu luar biasa keren. semangat dalam berkarya ya Thor. aku mau tengok tengok karya mu yg lain.🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Viviane kau gatal kan. nah berhubung max baik hati dermawan dan kaya raya 9turunan 9tanjakan dikasih deh cwo2 kesepian yg pengen garuk garuk kamu🤣🤣🤣

selamat menikmati malam panjang semoga gatalmu lekas hilang😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
Zane ternyata sumbu pendek yaa. langsung esmosi tanpa konfirmasi 🤣🤣
kalau sudah kebongkar kebusukan tunanganmu malu sendiri kan. konfirmasi dl cari tau kalau mau marah nanti silahkan.
ckckck...
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah dibohongi sekarang ditipu dan dikhianati sama seorang yg dr bayi kalian asuh. kalian sayangi. kalian cintai dengan segenap hati. tapi balasannya pengkhianatan. kasihaaaaaa🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dah lah ga usah dimaafkan. biarkan menjadi penyesalan mendalam bagi kluarga naonao. seperti kehidupan pertama naonao yg berakhir mati sia sia. seperti tidak dipandang lagi sebagai manusia saja apa lagi dianggap keluarga. biarkan mereka menderita dengan penyesalan dihati.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh... ada something nih si Sonya dan clay... 😁😁😁
agaknya ada yg bakalan jadian nih... traktir dong son.. kan pacarmu clay tajir😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkk🤣🤣🤣
cie...cieee.. nao nao berharap juga rupanya😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
prok..prok..prok...👏👏👏
sudah.. sudah... jaga pada penyesalan karna itu sudah sangat terlambat. jangan pula minta maaf karna kalian tidak pantas dimaafkan. kalian sebagai keluarga sangat... sangat... sangat... tidak bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan orng lain terlebih anak dan darah daging sendiri. JD jngan pernah mengucapkannya kata maaf. kalian tidak layak diberikan maaf.
sory kejam karna kalian pun lebih kejam😈
dome🌬️🌀🌀🌀
naaahhhh kan JD pindah alam 🤣🤣🤣
sudah pindah alam apa cuma pindah rumah sakit. kalau cuma rumah sakit harusnya dibuat cacat permanen max si baron cabul itu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
bahagia lah kau nao, masih banyak orng yg melindungi dan menjaga dirimu dengan sangat baik. mereka menyayangi mu dengan tulus ♥️♥️
dome🌬️🌀🌀🌀
eaaaaa.... ketangkep juga kan🤣🤣🤣
makanya jangan main main dengan MAX😁
bom aja max biar cepet kelar biar meledak JD bubur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!