NovelToon NovelToon
MOY (My Only You)

MOY (My Only You)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Vera Sagala

Dua belas tahun sudah penantian Evo menunggu cinta pertamanya.
Dua belas tahun pula janji dan mimpi itu melekat.
Mimpi di mana dia bersama cinta pertamanya berjanji untuk bertemu kembali.

Kenyataan pahit harus dia jalani, terjebak dengan permainan seorang anak dari pemimpin sebuah perusahaan ternama.
Apa yang harus dilakukan Evo?
Mencari cinta pertamanya atau harus terpaksa melayani lelaki yang sama sekali tidak dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Sagala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang

"Aku akan menjemput di rumahmu."

"Tapi, aku...."

"Keputusan ada di tanganmu. Kalau kau tidak mau, bantuan aku cabut." ancam Bagas.

Akhinya aku mengangguk setuju. Ini semua untuk mama. Ma, cepatlah sembuh.

.

.

.

Malamnya. Seperti janji Bagas. Dia datang menjemputku.

"Ini rumahmu?"

"Bukan urusanmu," jawabku judes. Setelah menjual rumah, aku pindah ke rumah kontrakan yang lebih kecil. Lumayan harganya murah. Cukup untuk tinggal berdua dengan Mama. Aku mengontrak rumah ini langsung lima tahun.

Bagas langsung menginjak gas dan kami pergi menuju pesta mewah tersebut.

.

.

.

.

"Pak Bagas."

" Bagas. Jangan memanggilku dengan sebutan Pak."

"Baik, Pak...." Bagas melirik tajam.

"Maksud saya Bagas," aku memperbaiki.

Bagas menuntunku. Dia mengandeng tanganku.

"Kamu tunggu di sini," perintahnya. Aku mengangguk.

Pestapun dimulai. Semua tamu undangan sudah hadir.

"Tadi bareng Bos?" tanya Dina tak percaya.

"Tadi ada kerjaan aja sama Pak Bos. Makanya bareng," aku berbohong.

"Ih, aku iri. Pak Bagas emang baik banget ya. Sama semua anak buahnya juga gitu loh, Vo. Kalau tidak salah kemarin teman dari divisi lain dikasih uang sama Pak Bagas untuk membantu berobat anaknya yang kanker," cerita Dina panjang lebar.

Pestapun dimulai dengan meriah. Pembukaan dari Pak Freddy dan ucapan-ucapan dari berbagai perusahaan untuk Bagas. Pak Freddy maju ke panggung.

"Hari ini saya bersyukur, anak saya sudah kelas S2. Sekarang umurnya 35 tahun".

Untuk kedua kalinya Dina salah memberikan informasi.

"Saya bangga padamu, Bagas! Kamu memberikan keputusan baik untuk menggantikan Papa," Pak Freddy memeluk anak lelakinya itu. Di sambut tepuk tangan para undangan.

"Hari juga saya mengumumkan, Bagas Pratama akan bertunangan dengan anak perempua sahabat saya Lisa Notonegoro."

Bagas terdiam. Sepertinya dia tidak terkejut.

Semua orang bertepuk tangan mendengar ucapan Pak Freddy. Dua perusahaan majalah besar bergabung.

"Nona Lisa silahkan maju ke depan," perintah Pak Freddy. Lisa naik ke atas panggung. Bagas yang tadinya dipanggung, turun ke bawah, dia menuju ke tempatku. Lalu menarikku ke atas panggung. Semua mata tertuju pada kami.

"Pak, Pak Bagas, berhenti, sakit," ungkapku mencoba menghentikan Bagas.

"Maaf, Pa, Ma, kali ini Bagas tidak bisa menjadi kebanggaan kalian. Gadis ini yang akan menjadi istriku kelak. Evolet Rebecca."

Para undangan terbelalak melihat kejadian itu. Mereka tidak percaya. Apa lagi teman kerjaku.

"Evo? Sejak kapan dia ada hubungan dengan Pak Bagas?" tanya Mbak Meli ngga percaya.

Pak Freddy yang tak percaya kemudian jatuh pingsan.

"Freddy!" teriak istri Pak Freddy dan adik perempuan Bagas.

"Pak Bagas?" tanyaku ketika Bagas mengajak kami untuk keluar dari gedung mewah itu. Aku melihat ada pancaran emosi yang akan segera meledak. Aku sangat yakin, dia sedang menahan itu semua.

"Aku ingin kau menemaniku malam ini, Vo" ucap Bagas, kemudian menarik tanganku menuju ke mobilnya tanpa seizinku.

Di Apartemen Bagas.

Bagas membuka pintu apartemennya. Dia masuk, aku diam. Aku tak mau masuk.

"Masuk," perintah Bagas.

"Pak, sepertinya aku tidak bisa."

"Keputusan ada di tanganmu, Vo," Bagas mengancam.

Demi mama, Vo. Demi mama.

Bagas mengambil minum di kulkas. Sebotol wine.

"Minum!" ucapnya sambil memberikan segelas untukku. Aku meminum dengan terpaksa. Bagas memandangiku. Bagas terus memaksaku meminum anggur tersebut. Hingga akhirnya aku mabuk. Bagas mendekatiku.

" Jangan Pak," aku memohon. Bagas mencium bibirku. Dia mengangkatku dan terus menciumku.

"Berhenti, Pak. Aku mohon," kataku sekuat tenaga. Aku mulai terpengaruh dengan alkoho dalam wine.

"Ini balasan atas tamparanmu kemarin," Bagas melemparku ke tempat tidur. Aku meringis kesakitan.

Dia mulai menyentuhku, menciumiku.

"Bagas, aku mohon, jangan," permohonanku tidak didengar oleh Bagas. Akhirnya dia mengambil hal paling berharga bagiku.

.

.

.

.

.

Keesokan Paginya.

Aku terbangun. Aku melihat tubuhku. Tadi malam Bagas sudah mengambil masa depanku. Aku sudah tidak suci lagi. Aku menangis. Menangis sejadinya.

Aku melihat sekelilingku. Disampingku sudah tidak ada Bagas. Dia memberikan surat.

Ini cek untuk membayarmu semalam.

Kata-kata yang kejam. Lelaki brengsek. Brengsek. Aku segera  ke kamar mandi membersihkan diri lalu pergi dari tempat terkutuk ini.

.

.

Rumah sakit.

Hari ini hari Sabtu, aku berkunjung melihat mama. Operasi kemarin berhasil, kata dokter harus menunggu reaksi mama. Kalau jantungnya cocok, proses penyembuhan mama akan cepat.

Aku menyalakan telepon genggamku. Dari semalam aku matikan. Baru siang ini aku sempat hidupkan.

Drrrt

Pesan whatsapp masuk.

Dari Maureen.

Vo, itu beneran Karel? Kok kamu ngga cerita kalau Karel beneran Bagas. Gimana ceritanya?

Dari : Dina

Evoleeeetttt, ternyata diam-diam kamuu... kok bisaaaaaaaaa??

Dari: Mbak Meli

Kamu baik-baik saja, Vo?

Seperti dugaanku, semoga memberiku pesan. Ada yang khawatir dan ada yang kepo. Seandainya aku bisa bertemu Karel sebelum kejadian tadi malam, aku pasti senang sekali. Tuhan, apakah aku akan sanggup bertemu dengan Karel dengan tubuhku yang kotor ini? Aku menangis.

.

.

.

.

Hari Selasa.

Di kantor.

"Sumpah, Vo. Kamu bikin heboh kita semua. Tidak aku duga, Pak Bagas kepincut sama kamu," Dina yang sejak pagi menungguku di ruangan editor berkomentar. Aku terdiam. Aku tidak banyak komentar.

"Kamu ngga apa-apa, Vo? Kenapa mukamu pucat?" tanya Maureen khawatir.

"Dua hari jaga di rumah sakit, Ren."

"Vo, ceritakan, kenapa bisa kamu sama Pak Bagas?" tuntut Dina.

"Din, tolong ya, kamu tidak lihat Evo udah pucat. Berhenti tanya sama Evo."

Drrrt

Ada whatsapp masuk.

Rafael : Mbak selamat ya, novelnya di ACC oleh bos.

"Terima kasih, Tuhan," ucapku.

"Kenapa? Kenapa?" tanya kedua sahabatku.

"Novelku mau diterbitkan," ucapku senang. Kedua sahabatku ikut girang. Paling nggak, masih ada berkat dari Tuhan untukku.

.

.

.

.

Siangnya.

"Vo, dipanggil bapak," Mbak Meli menghampiriku.

" Pak Bagas, Mbak?"

Mbak Meli menggeleng, lalu berkata,"Pak Freddy."

Deg. Ada apa lagi ini? Bagas benar-benar membuatku susah.

Aku mengangguk lalu menuju ke ruangan Pak Freddy.

Tok, tok, tok.

"Masuk," ucap dari dalam. Akupun masuk ke ruangan tersebut.

"Evolet Rebecca. Umur 25 tahun. Bekerja di perusahaan pratama sudah lima tahun," ucap Pak Freddy membacakan historiku. Aku menggigit bibir bawahku.

"Hari ini, kamu saya pecat," Pak Freddy memerintahkan. Aku terkejut.

"Maaf, Pak, apa kesalahan saya sehingga bapak memecat saya?" tanyaku.

"Kamu masih nanya apa kesalahanmu? Saya tahu, kamu mendekati anak saya hanya untuk uangkan?"

Ya, Tuhan. Kejam sekali keluarga ini?

"Saya mendapatkan info, kalau kemarin, Bagas mencairkan uang satu milyar untuk Evolet Rebecca. Orang itu kamu!"

Aku pucat. Pak Freddy bisa tahu. Kalau aku dipecat, bagaimana aku bertahan hidup? Di mana aku nanti bekerja?

Tiba-tiba pintu di buka. Bagas datang.

"Pa, ada apa ini? Kenapa begini?"

"Kamu yang buat Papa harus bertindak tegas."

"Ini bukan salah Evo, ini salah Bagas. Bagas yang mencintai Evo."

Cinta? Sejak kapan.

"Evo, keluar kamu." perintah Bagas tegas.

"Tapi...."

"Aku bilang keluar!"

"Nona Evolet, kamu belum boleh keluar," perintah Pak Freddy. Aku jadi pusing.

"Mulai hari ini Evo akan dipecat dari perusahaan."

"Tidak boleh," Bagas mulai marah.

"Pilihan ditanganmu Bagas. Evo tetap bekerja di sini tapi kamu menikah dengan Lisa atau Evo dipecat."

"Aku juga punya pilihan buat Papa. Evo keluar dari sini, akupun akan keluar dari sini!"

1
KasmawatyKahar Arsyad
Luar biasa
Ana Bundanya FeyFa
keren
Zafora Tamimah
baru baca karna iseng googling novel terbaik di noveltoon, dan ternyata sebagus ituuuu
Dwi Atma
Luar biasa
Titin Nur
romantis 😍😍😍
Dianti Rahayu
bagus
Miftha Alma
cinta mereka sdh byk mengalami suka duka..wajar ada happy ending..
Miftha Alma
duuh ribet banget cerita nya...kpn vio dpt kepastian nikah nya...
Inayah Ramadhani
terlalu banyak typo disini 🫤
Inayah Ramadhani
🥹🥹🥹🥹🥹
Inayah Ramadhani
gas download semua bab nihh 😁😁👍🏻
💕febhy ajah💕
ye mulut mu sperti mulut kloset, sini tak bersihin dgn diterjen pemutih. ikh bikin sebelllll
💕febhy ajah💕
cerita yg bagus tp kurang peminat, semoga otornya tetap semangat. aku menetap di sini karna kisah nya membuat aku jatuh cinta
💕febhy ajah💕
sikap bagas panas dingin
Gilang Kurniawan
goblok si Evolet Regina, hilang perawan, dilakukan tidak adil, di hardik, di hina, di rendahkan, yatim piatu. blokkkk
Inayah Ramadhani: Sejak kapan namanya Evolet Regina... lu nya juga goblok tolol, ngehina karya orng bisanya.. minimal ngaca 😏😒🫢
total 1 replies
Daliah Haryati
aku sedih endingnya kk,aku pikir endingnya bkl sama Bagas,🥺,soalnya mereka begitu bnyk pengorbanannya,tp cerita kk itu bagus,wlw akhirnya GK sesuai harapan👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan 😄
total 1 replies
Daliah Haryati
duh dilema Bagas apa Bastian🤦🤭
Daliah Haryati
ceritanya bagus Thor,tp cepet banget Jd gimana gitu bacanya,alurnya GK ke tebak,👍
TongTji Tea
apa hanya perasaanku ya yang bacanya ngos-ngosan
cepet bangeet pindah cerita.
trus bahasanya singkat dan padat.
kurang smooth perpindahan nya thor .
Ayu Ayra
🤣🤣🤣 mkanya jgn di samain dong vo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!