Volume 1- End
Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.
kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.
Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.
Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.
Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.
Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertarik
CIA, Langley, Virginia, Amerika Serikat.
Di sebuah ruangan, seorang wanita yang telihat berusia 40 tahun-an sedang duduk di sebuah kursi. Perawakannya tegas dengan rambut sebahu. Dia sedang menerima laporan di ruangannya.
"Bagus, kau sudah membereskan misi ini. Kita bisa menginterogasi orang itu nanti. " Ucapnya pada seorang agent muda yang duduk di hadapannya.
"Ya, tapi aku di bantu seseorang." Ucap agent muda itu.
"Siapa yang membantumu Darren? Polisi setempat?" Tanyanya.
"Bukan, dia seorang perempuan muda yang sangat cantik." Darren lalu menceritakan semua kejadian beberapa hari lalu secara rinci. Wanita itu terlihat terkejut saat mendengarnya.
"Kau tahu namanya?" Ucap wanita yang bernama
Myra.
"Dia hanya mengatakan namanya Chelsea. Sikapnya dingin tapi insting dan pengamatannya luar biasa. Kurasa dia berkuliah di Universitas California." Ucap Darren.
"Di dekat wilayah sana kalau tidak salah ada dua orang yang sedang bertugas. Kurasa aku bisa menyuruh mereka mencari tahu." Kata Myra, dia merasa tertarik pada orang yang di ceritakan Darren.
***
Barney's Beanery
Chelsea yang baru tiba di restoran mengernyitkan dahinya saat melihat Alice berada disana sedang mengobrol bersama Calvin di dekat pintu dapur.
"Kau sedang apa disini Alice?" Tanya Chelsea.
"oh.. ehm... Aku sedang membeli makanan." Entah kenapa Alice malah terlihat gugup.
"Bukankah pesan makanan harusnya di kasir." Chelsea semakin memojokkan Alice.
"Dia temanku Chel jadi tak heran dia ada disini." Ucap Calvin. Chelsea pun mengangguk dia lalu pergi meninggalkan Calvin dan Alice namun tetap saja dia masih curiga.
"Aku harus hati-hati."
***
Pagi itu seperti biasanya di kantin, Chelsea dan Meghan bertemu. Kebetulan disana ada Edward dan Alice. Chelsea pun menarik kursi dan duduk di dekat Meghan.
"Hai Chel, bagaimana kemah mu 3 hari yang lalu?" Sapa Meghan.
"Tetap sama seperti sebelumnya. Tidak ada yang terlalu menarik." Jawab Chelsea.
"Oh iya Alice, kau sejak kapan berteman dengan Calvin?" Ucap Chelsea
"Aku berteman 3 tahun yang lalu saat dia masih kuliah." Ucap Alice dengan santai agar Chelsea percaya.
"Tapi, Calvin bilang dia kuliah saat usianya 21 tahun. Itu artinya saat kau berteman dengannya, dia berusia 25 tahun dan dia sudah lulus kuliah."
Pernyataan Chelsea berhasil membuat Alice bungkam. Berkali-kali dia mengumpat dalam hati. "Sial! aku terlalu ceroboh." Saat Alice sedang bingung membuat alibi, tiba-tiba ponselnya berdering nyaring. Dia bernafas lega karena bisa menghindar.
"Aku permisi dulu semua." Meghan dan Edward mengangguk, sedang Chelsea masih memandang Alice tajam saat dia mulai menjauh.
"Sudahlah Chel kau jangan seperti elang yang mengintai mangsanya." Ucap Edward tapi Chelsea hanya diam saja lalu pergi meninggalkan Meghan dan Edward.
***
"Seperti apa yang dikatakan, dia sangat pintar menganalisa situasi Nyonya." Ucap Alice dari sambungan telepon. Saat sudah selesai menelepon tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.
"Hei! Kau disini." Ucap Chelsea.
Jantung Alice rasanya seperti berhenti sejenak. Dia menoleh ke belakang lalu melihat Chelsea yang juga sedang melihatnya.
"Bisakah kau tidak mengagetkanku seperti ini." Ucap Alice sambil tersenyum canggung.
"Maaf." Ucap Chelsea pelan.
"Ada apa kau menemui ku Chel?" Ucap Alice.
Chelsea tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. "Aku hanya mau pergi ke arah taman."
"Baiklah kalau begitu, aku permisi." Lanjut Chelsea.
Chelsea pun pergi ke taman lalu duduk di bangku dekat sebuah pohon dan mulai membaca buku. Disana mahasiswa/mahasiswi banyak yang berlalu lalang kesana kemari.
"Tumben Fani tak terlihat. Biasanya setiap pagi dia selalu mencari masalah denganku." Gumam Chelsea dalam hati. Namun dia tak mengambil pusing, malah Chelsea merasa lebih baik jika Fani tak masuk, jadi kupingnya tak akan mendengar berbagai cibiran yang keluar dari mulut wanita itu.
Saat Chelsea sedang membaca, Meghan tiba-tiba mendatanginya lalu menyerahkan sebuah kartu undangan.
"Datanglah ke tempat itu 2 hari lagi." Ucap Meghan.
"Tentu aku akan datang ke acara ulang tahunmu." Ucap Chelsea sambil tersenyum pada Meghan.
***
"Chelsea Nathalie 19 tahun, jurusan Intelligence Agent, bekerja paruh waktu di Barney's Beanery. Sepertinya dia memang di tuntun untuk ini." Ucap Myra di ruangannya. Dia tersenyum saat menerima laporan yang dia baca.