NovelToon NovelToon
Dear, Anak Majikan

Dear, Anak Majikan

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Teen / Tamat
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

"Dengerin saya baik-baik, Ellaine! Mulai sekarang kamu harus jauhin Antari. Dia bakal kuliah di luar negeri dan dia bakal ngikutin rencana yang saya buat. Kamu nggak boleh ngerusak itu. Ngerti?"

Gue berusaha mengatur napas. "Nyonya, apa yang Ella rasain buat dia itu nyata. Ella—"

"Cukup!" Dia angkat tangannya buat nyuruh gue diam. "Kalau kamu benaran sayang sama dia, kamu pasti pengen yang terbaik buat dia, kan?"

Gue mengangguk pelan.

"Bagus. Karena kamu bukan yang terbaik buat dia, Ellaine, kamu tahu itu. Anak dari mantan pelacur, pecandu narkoba nggak pantas buat cowok kayak Antari."

────୨ৎ────

Dear, Batari Season II

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaga Jarak

...Ellaine...

...────୨ৎ────જ⁀➴...

Walaupun permintaan maaf Antari aja nggak cukup, gue bisa ngerasa kalau dia beneran tulus. Itu bikin gue mikir kalau dia nggak sebenci yang gue kira. Malah, gue jadi agak berharap bisa bikin situasi ini lebih gampang buat kita berdua.

Tanpa sadar, kaki gue sudah jalan sendiri naik ke lantai atas, dan tahu-tahu gue sudah berdiri di depan pintu kamarnya Asta. sepertinya gue ngeremehin seberapa butuhnya gue buat ngobrol sama seseorang, buat interaksi sama manusia lain.

Gue suka ngobrol sama Anan juga, tapi dia jarang ada di rumah. Dia punya kehidupan sosial yang rame banget. Beda sama Asta yang lebih sering ngurung diri di kamar, baca buku, atau ngelakuin hal lainnya.

Gue ketuk pintu, terus denger suara, "Masuk," yang artinya gue boleh masuk.

Meskipun sudah malam, Asta masih duduk di sofanya yang kecil di sebelah jendela, megang buku yang terbuka di tangannya. Pas dia melihat gue, senyumnya langsung muncul. Dia nutup bukunya dan naruh di pangkuannya. "Ada apa nih, tiba-tiba mampir?"

Gue mengeluh pelan terus duduk di kasurnya, langsung berhadapan sama dia. "Hari ini panjang banget buat gue."

Dia memperhatikan gue dengan tatapan penuh perhatian. "Antari gangguin lo lagi?"

"Nggak. Gue geleng kepala."

"Bu Mulan baik-baik aja?"

"Iya. Akhir-akhir ini nyokap gue stabil, dan itu ngurangin stres gue. Cuma capek aja, sepertinya."

Asta bangkit dan jalan ke depan gue, bikin gue harus sedikit mendongak buat melihat dia.

"Mau pijet?"

Pijatannya Asta tuh juara banget. Gue langsung senyum dan ngangguk. Dia naik ke kasur dan duduk di belakang gue, berlutut. Tangannya pelan-pelan mendarat di pundak gue, gerak dikit sampai ke antara leher dan bahu. Dia teken titik itu, dan gue otomatis merem, menikmati rasanya.

"Lo tegang banget." Dia mulai mijat, dan rasanya enak banget sampai gue nggak sengaja ngeluarin suara lega pelan.

"Hari-hari ini stres banget." keluh gue pelan.

Asta nurunin tangannya ke punggung gue, ibu jarinya mijat sepanjang tulang belakang, membidik titik-titik yang bikin badan gue otomatis rileks.

Gue kaget pas tiba-tiba dia berhenti, buru-buru gue buka mata. "Sorry, enak banget soalnya."

Dia condong ke depan, napasnya kena telinga gue.

"Santai, wajar kok."

Gue telan ludah. Napasnya bikin geli, dan suasana di antara kita tiba-tiba jadi aneh. Padahal ini bukan pertama kalinya dia mijat gue.

Tangan Asta naik dari bawah punggung ke tengah, terus dia ngelewatin tangannya di bawah lengan gue dan taruh di perut. Dada dia nyentuh punggung gue tipis-tipis.

"Tarik napas, ini buat ngurangin stres."

Gue ngikutin kata-katanya walaupun kita duduk super dekat sekarang.

"Tutup mata lo, fokus ke napas aja."

Gue tarik napas, buang, tapi kehadiran dia di belakang gue makin bikin gue sadar kalau gue nggak rileks sama sekali. Dada dia anget banget, dan gue bisa ngerasain semuanya. Pas bibirnya nyenggol telinga gue dikit, gue mikir itu pasti kecelakaan.

Harusnya kecelakaan, kan?

Asta, lo ngapain sih?

Hidungnya kena telinga gue, napasnya membelai kulit gue, dan jantung gue sudah seperti mau lompat dari dada.

Bisa nggak sih, dia juga ngerasain ini?

Gila, malu banget.

Santai, Ellaine.

Cuma pijet doang.

"Ellaine…" bisik Asta di telinga gue. Bulu kuduk gue langsung berdiri, wangi parfumnya bener-bener ngehipnotis.

Tiba-tiba pintu terbuka kenceng banget, bikin gue langsung lompat berdiri, menjauh dari Asta.

Antari berdiri di sana, bingung, tatapannya pindah dari gue ke Asta, yang masih duduk di kasur dengan tangan setengah ke arah gue, tapi buru-buru nurunin tangannya.

Antari nyilangkan tangan di dada. "Lo pada ngapain?"

Asta lihat gue sekilas sebelum jawab. "Cuma…" Dia nggak nyelesaiin kalimatnya, dan Antari naikin alis.

"Gue belum dapet jawaban."

Muka Asta langsung bete. "Gue juga nggak harus jawab."

Dahi Antari mengernyit, jelas dia nggak nyangka jawaban itu. Gue nggak mau bikin suasana jadi tegang lagi, kita sudah sepakat buat bersikap lebih dewasa dan nggak ribut.

"Gue pergi dulu. Gue kasih senyum tipis ke Asta sebelum keluar kamar tanpa melihat ke belakang."

Gue nggak seharusnya ke kamar Asta tadi. Sekarang Antari ada di rumah, gue harus lebih hati-hati. Bukan karena gue peduli sama pendapatnya, tapi gue nggak mau bikin masalah buat Asta.

Pas gue turun tangga, tiba-tiba Anan ngelewatin gue, lari kenceng tanpa baju dan nyeker.

"Anan?"

Dia megang HP di tangannya, mukanya panik banget.

"Nanti gue jelasin!" teriaknya sebelum ngilang keluar pintu depan.

Dia mau ke mana sih, dengan tampang seperti itu?

Gue jadi kepikiran dan nggak bakal bisa tidur sebelum dia ngirimin pesan kalau dia bakal nginep di luar.

Dengan tampang seperti itu?

Gue punya firasat ini ada hubungannya sama anak cewek tetangga kita. Kalau nggak salah namanya Zielle.

Seumur-umur, gue nggak pernah lihat Anan segitu tertariknya sama cewek.

Ya ampun, Anan, sepertinya cewek ini bakal jadi orang yang akhirnya bisa ngasih kehangatan buat hati lo yang selama ini lo jaga tetap dingin.

Gue balik ke kamar dan duduk di sebelah nyokap. Dia duduk bersandar di kepala ranjang, rambut pendeknya nge-frame wajahnya, dengan beberapa helai uban yang bikin rambutnya terlihat ada bagian putih. Kerutan di wajahnya makin jelas pas dia senyum ke gue dan genggam tangan gue.

"Sudah pulang."

Gue balas senyum, terus maju buat nyium keningnya. Pas gue mundur, gue usap pipinya pelan.

"Mama harusnya sudah tidur."

"Kamu tahu kan, Mama nggak bakal bisa tidur sebelum kamu pulang."

"Mama gimana?" Gue perhatiin wajahnya baik-baik. Nggak ada yang lebih penting buat gue selain kesehatannya.

"Baik." Dia nyentuh kantung mata gue. "lihat tuh, mata kamu bengkak banget. kamu capek. sudah, tidur yuk."

"Oke, Ella ganti baju dulu."

Dia nungguin gue sampai gue lepas seragam bodoh yang dikasih Antari dan ganti ke piyama yang lebih nyaman. Gue langsung rebahan di sebelahnya.

"Selamat tidur, Ma."

"Selamat tidur, Nak."

Tapi gue nggak bisa tidur. Otak gue muter terus dari permintaan maafnya Antari sampai yang tadi terjadi sama Asta.

Itu tadi apa sih?

Gue pengen percaya kalau gue cuma lagi banyak pikiran, makanya mikir aneh-aneh, tapi mungkin gue harus sadar kalau Asta sudah bukan anak kecil lagi.

Dia remaja, dan… ya, hormon remaja lagi tinggi-tingginya.

Mungkin gue selama ini terlalu santai di dekat dia. Mulai sekarang gue harus hati-hati. Kalau nggak, ini bisa kelewat batas.

Ellaine…

Suara lembutnya masih terngiang di kepala gue. Gue geleng-geleng kepala, paksa diri buat berhenti mikirin itu. Gue cuma mau tidur dengan tenang malam ini.

Dingin…

Dingin banget.

1
Khayla Salwa
Luar biasa
DityaR: Makasi, kak🙏
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
DityaR: Terima kasih, kak.
total 1 replies
Ummi Yatusholiha
selamat ya antari ellaine atas kelahiran baby ailsa,baby girl
kesayangan keluarga batari🥰🥰

lah thor,udah selesay aja kisah ini. happy dan semangat trus yaaa 🥰🥰
Ummi Yatusholiha: masama thor 🥰🥰🥰
total 2 replies
Ummi Yatusholiha
maaf thor,masa sih pak batari dan dokter kinara ngomongnya ke pasien pake gue sih
Ummi Yatusholiha: kakek juga ada part yg ngomong pake gue thor 😊
total 2 replies
Ummi Yatusholiha
selamat atas kebahagiaan antari dan ella 🥰
btw, kalian gak mau nikah yaa,kisah ini bukan berlatar belakang luar negeri kan thoorr
Ummi Yatusholiha
paling sedih asta deh,mungkin karna dia si bungsu dan dia gak bisa ngomong apa2.. sabar ya keluarga batari,itu sudah jadi keputusan terbaik utk kalian
Ummi Yatusholiha
gimana tanggapan antari yaa🤔🤔🤔
Ummi Yatusholiha
KB ellaine kayaknya gagal deh
Ummi Yatusholiha
ngeri dengan kemarahan antari
Susi Andriani
kasihan
Ummi Yatusholiha
hadeuh hadeuuuhhh
Ummi Yatusholiha
aslinya antari sebetulnya sih rapuh,tapi sangat berusaha utk jadi org yg kuat demi tanggung jawabnya
Ummi Yatusholiha
nyesek deh,gegara kelakuan seorang ibu,satu rumah jadi hancur.
ella emang paling cocok dampingi antari,antari butuh ella
Ummi Yatusholiha
karna mabok,akhirnya ellaine bisa cerita soal ancaman si astuti. bagus deh,antari udah gak salah paham sama ella
Susi Andriani
bakal jadi malam panjang dan panaaaas
Susi Andriani
tor gantilah jangan pake elu gue
DityaR: iya, kak entar diganti pakai , ana-antum
total 1 replies
Ummi Yatusholiha
akhirnya kesampaian juga keinginan kalian buat "bersatu"
gak pakai pengaman ya antari,siap hamil dong ai ella
Ummi Yatusholiha
sapa nih yang bakal menang di malam panjang ellaine antari 😊😊
Ummi Yatusholiha
suka sama karyamu thor,selalu penasaran tungguin kelanjutan kisah antari ellaine 🥰🥰🥰
Ummi Yatusholiha
suka sama karyamu thor,selalu penasaran tungguin kelanjutan kisah antari ellaine 🥰🥰🥰
DityaR: Makasi, kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!