Likha Charina
Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.
21 +
di tunggu kritik dan saranya
jangan lupa vote like dan komen ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Terjadi
Serasa terhipnotis Enik mengikuti Mas Bagas yang menuntunya kekamar mandi.
"Sebelah mana" tanya Mas Bagas
"Heh" Enik bingung sekaligus tersadar dari lamunanya.
"E e Mas Bagas keluar ajah, aku bisa sendiri. Mas Bagas keluar saja, aku malu" Enik menutupi bagian atas tubuhnya dengan tangan kananya dan tangan kirinya menutup bagian sensintif dirinya.
"Ngga usah di tutupi, aku sudah melihat semuanya" Mas Bagas kini lebih dekat dengan Enik.
Deru nafas Enik dan Mas Bagas seolah-olah bersautan.
"Ka kamu mau apa" ucap Enik dengan gugup.
"Aku akan membantu membersihkan tubuhmu" bisik Mas Bagas di kuping Enik.
"Tak perlu" Enik memundurkan dirinya, namun tertahan pintu kamar mandi.
"Apa yang akan di lakukan Mas Bagas terhadapku, oh Tuhan. Aku masih perawan" batin enik.
"Aku lelaki yang bertanggung jawab" dengan tersenyum menyiratkan sesuatu yang tak dapat di artikan.
" e e aku bi bisa sen-" Enik membulatkan matanya dengan sempurna.
Karena bibirnya kini terkunci.
Mas Bagas mencium bibir Enik dan ********** dengan lembut.
Enik tak membalas ciuman itu.
Karena dia belum pernah berciuman sebelumnya.
Mas Bagas terus memainkan bibir mungil Enik dengan bibirnya.
Triiinnngggg
Suara handphone terdengar dari dalam saku celana Mas Bagas. Dan mengharuskan mereka mengakhiri ciuman itu.
"ah sial" Mas Bagas mengambil handphone dari dalam sakunya dan mematikan Handphonya itu.
"mau lanjut" ucap Mas Bagas
" Apaan sih" Enik memukul pelan bahu Mas Bagas.
Lagi-lagi Enik di buat terkejut oleh aksi Mas Bagas dengan menciumnya secara tiba-tiba.
Eeeeemmmmbbbbb
Hanya suara itu yang keluar dari mulut mereka.
Kini Enik membalas ciuman Mas Bagas meski tak selembut Mas Bagas.
Tangan Mas Bagas kini meremas bagian dada Enik.
Dan tangan Kanan menahan tengkuk leher Enik.
"aaahhhhh" suara Enik mendesah.
"hen hentikan Mas aaahhhh"
Mas Bagas seolah-olah tak mendengar ucapan Enik.
Dia terus melakukan aksinya.
Kini tanganya menyusuri bagian senstif Enik.
Tangan kanan Enik kini menahanya.
Dan ia pun menggelengkan kepalanya.
"kenapa ?" tanya Mas Bagas.
"a aku masih perawan Mas!".
"tolong jangan lanjutkan" imbuh Enik.
Kini Mas Bagas tersenyum dan mengecup kening Enik.
"Aku mengerti".
"Tapi kita bisa mandi bersama kan ?" Goda Mas Bagas.
Namun Enik menganggukan kepalanya.
"tapi jangan sampai melakukan hal lebih" ucap Enik dengan nada memperingatkan dan jari telunjuknya ke depan wajah Mas Bagas.
Enik yang terlihat diam. Namun tidak dengan hal seperti ini, pikir Mas Bagas.
"ok, tapi ini bolehkan" di iringi tawa ringan dari mulut Mas Bagas dengan menujukan jarinya di bagian dada Enik.
"he em "
"apa Enik masih perawan kok dia mau gue pegang-pegang ya ? kok dia mau mandi bareng gue ya ?" batin Mas Bagas berpikir dan bertanya-tanya.
Enik bersama Likha yang memang suka menonton film dewasa tapi belum pernah melakukanya.
Ya karena rasa penasaran dan keingin tahuan mereka yang terlalu tinggi.
Namun mereka takut melakukan hal itu karena takut hamil pastinya.
Itulah pikiran mereka.
Padahal pakai pengaman bisa.
wkwkwkwk.
***
"Tadi loe berangkat bareng Irfan ya ?" tanya maya yang kini sedang membersikahkan meja bersama Likha.
"iya, kok kamu tau sih ?"
"ya kan tadi gue liat loe jalan berdua sama dia di parkiran"
"oooo" jawab Likha dengan membulatkan mulutnya.
"loe ngga tau kalo Irfan suka sama loe dari awal loe ngelamar kerja disini"
Likha yang kini menghentikan kegiatanya lalu menatap Maya.
Dari sorot matanya memberikan sebuah pertanyaan.
"cinta pada pandangan pertama" imbuh maya. Dengan menutup mulutnya menahan tawa.
Baginya Irfan itu aneh menyukai orang yang baru pertama di lihatnya. Itu sesuatu yang berlebihan menurut Maya.
"Ah masa, ngga percaya aku" Likha melanjutkan pekerjaan kembali.
"benera-,"
"Kalo mau kerja jangan kebanyakan ngobrol, nggak bakalan kelar-kelar ini perkerjaan" ucap Bu Hani dari belakang Likha dan Maya
"astagfirulloh" ucap Likha dan Maya karena terkejut akan suara Bu Hani yang mengagetkan mereka.
"Kalian pikir saya setan hah"
"Maaf Bu kami terkejut" ucap Likha dengan mendudukan kepalanya.
Maya hanya tersenyum sok manis kepada Bu Hani
"Jangan ulangi lagi, apa lagi kamu Likha" nada Bu Hani seperti memperingatkn.
"Iya Bu saya minta maaf"
"Ya sudah kalian lanjutkan kembali" ucap Bu Hani dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Kamu si ngajak aku ngobrol, udah akh ayo kerja lagi" ucap Likha terhadap Maya dan mengambil kain lap.
"Nggak usah kaku juga kaliiiiii" jawab maya nada meledek Likha dan berlalu meninggalkan Likha untuk berpindah meja.
"Iiisssshhh kamu" Likha akan melempar kain lap ke arah Maya tapi di urungkan niatnya ketika melihat Bu Hani membalikan tubuhnya menatap Likha dan Maya bergantian.
"bu" ucap Likha dengan senyum termanisnya di iringi dengan anggukan.
Jam~
visual Mas Bagas
episode berikutnya visual abang irfan.
Di tunggu kritik dan sarannya guys.
Jangan lupa like vote dan komen ya guys.