Rindu di kala kita mencintai seseorang akan terasa indah jika berbalas, namun jika rindu di kala mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain Bagaikan pungguk merindukan bulan
kisah wanita yang ingin balas dendam pada ibu dan saudara tirinya yang telah membuat hidupnya menderita
suatu hari wanita itu bertemu dengan mantan kekasinya yang ternyata menjadi suami saudari tirinya
akankan dia mendapatkan jalan untuk balas dendamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Tetua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Kala merasa tidak asing dengan perempuan itu, belum bisa memastikan karna Rindu masih menunduk dan sedikit memiringkan posisi duduknya
Jati yang melihat tangan Kala lama tak di sambut oleh Rindu pun menepuk bahu Rindu
"hei, are you ok?" Rindu yang di tepuk bahunya pun tersadar, ia harus profesional melakukan pekerjaanya
Rindu pun segera bangkit dari duduknya dan berdiri tegap, segera membalas jabat tangan Kala
"Rindu, Syafa Rindu Wijaya" Kala pun sama terkejutnya, karna bertemu dengan Rindu sosok perempuan dia kenal dimasa lalu
"Syafa" gumam Kala namun masih bisa di dengar oleh yang lain, namun tatapanya begitu tajam seperti menahan amarah melihat Rindu
"kamu kenal Ka" tanya Bima pada Kala, yang di balas dengan anggukan masih menjabat tangan Rindu
"teman kuliah Kala pah" jawab Kala datar setelah melepaskan tangan Rindu, lebih tepatnya Rindu yang menarik tanganya melepaskan diri, karna Kala juga menjabatnya dengan kencang membuat Rindu sedikit kesakitan
Rindu yang masih kaget hanya diam saja, tanganya memerah karna kencangnya Kala menjabat
Alan dan Kevin hanya mangguk mangguk mengerti, berbeda dengan Jati yang melihat Rindu, seperti ada yang di sembunyikan karna melihat dari ekspresi Rindu yang memucat dan meremas jarinya sendiri dan melihat raut wajah Kala yang seprtinya membenci Rindu
Kala pun masih memandangi Rindu sedang kedua orang tua itu lanjut mengobrol
"Rindu? bukankah dulu dia di panggil Syafa? bukan hanya panggilanya yang berbeda penampilanya pun jauh berbeda dengan Syafa yang ku kenal dulu apa itu salah satu triknya saja" batin Kala masih dengan ekspresi marahnya melihat Rindu
ya Rindu yang sekarang dan yang dulu memang jauh berbeda, Rindu yang dulu adalah seorang gadis yang tidak memperhatikan penampilanya sendiri, cuek.
Rambutnya suka di cepol ke atas kulitnya kusam, sebenarnya Rindu memiliki kulit yang putih bersih karna ada darah jepang dari neneknya, namun karna tidak merawat diri sehingga terkesan kucel dekil dan kusam
pakaianya pun sederhan dia lebih sering menggunakan celana jeans dan kaos over size, kemeja pun suka yang over size
namun sekarang, Rindu memjelma menjadi wanita cantik dan anggun di mata Kala
rambutnya tergerai indah, dan kulitnya putih bersih terawat,
Rindu, Kala dan Jati masih bergelut dengan perasaanya masing masing,
"bagaimana Kala, kamu sudah siap kan kerjasama dengan om Alan?" tanya Bima membuyarkan lamunan Kala, ia pun berhenti menatap Rindu dan berbalik kepada ayah nya
"iya pah, Kala udah siap"
"baguslah, Rindu dan Jati yang mewakili dari pihak saya" sambung Alan
Rindu pun tersentak lagi, pasalnya jika dia yang mewakili maka secara otomatis itu akan membuat dirinya dan Kala sering bertemu untuk membahas kerjasamanya
mengingat hat itu membuat dada Rindu sesak,
"sebenarnya ada apa dengan Rindu?" batin Jati melihat ekspresi Rindu, ia berniat untuk menanyakanya nun sepertinya waktunya tidak tepat, mungkin nanti saja
karna pembahasanya sudah selesai Alan pamot pulang
"baiklah saya pulang dulu, terima kasih atas waktunya" Alan bersalaman demgan Bima dan Kala
"semoga kerjasama kita lancar" Jati menjabat tangan kala "jangan sungkan jika ada yang perlu di tanyakan, bisa langsung padaku atau asistenku" ucapa Kala dengan menunjuk pada asisten yang berada di sampingnya
Rindu hanya berjabat tangan tanpa mengucapkan satu katapun, tak lama hanya sekedar memempel saja karna masih takut kalau akan di remas Kala dengan kencang seperti tadi, tanpa menata Kala Rindu berlalu pergi
Kevin yang keluar duluan sudah menunggu mereka di depan dengan mobilnya
.
.
.
bersambung....