NovelToon NovelToon
CLESIA

CLESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Teen School/College / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: PUSHI_BIRARA

Gadis pengidap Skizofrenia yang berusaha menemukan seseorang yang ada dalam mimpinya.

Clesia, selalu mengada-ada hal yang tidak nyata. Ia ingin mencari seseorang yang ada dalam mimpinya karena itu membuatnya bahagia.

Ayah nya semakin khawatir dengan kondisi anaknya, karena kian hari makin memburuk. Keputusan Ayah nya akan melakukan terapi ECT (Elektrokonvulsif) menjadi jalan satu-satunya demi kesehatan mental Clesia.

Akankah Clesia bisa menemukan seseorang tersebut? Atau keinginannya justru terbantahkan karena terapi ECT tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSHI_BIRARA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JUJUR, AKU KANGEN

♡♡♡

(Throwback bab 8)

Sebelum Aksa benar-benar pergi meninggalkan Naisa, ternyata Naisa ingin menyelesaikan semuanya dan mengungkapkan isi hatinya selama ini.

“Benci, kalo saya harus bersikap seperti ini terus padamu!"

Seketika Aksa menghentikan langkahnya dan berbalik pada Naisa.

“Kamu kenapa?” tanya Aksa padanya.

“Saya tau kok, saya kelihatan emang gak tahu diri, tapi ini tuntutan dari orang tuamu!"

“Saya ngerti, Nay”

“Saya tidak mau kelihatan seperti cewe murahan, yang selalu ngedeketin kamu tapi kamunya gak peduli” balas Naisa.

“Nay, jujur sama saya .. kamu beneran setuju kalo jadi tunangan saya nanti?”

Naisa hanya menggelengkan kepala nya dengan ragu. Pertanyaan Aksa membuat hatinya canggung dan semakin gak karuan.

Aksa mengerutkan keningnya dan heran dengan Naisa, jika dia tak benar-benar ingin jadi tunangannya kenapa harus seperti ini?

“Saya ngelakuin ini demi balas budi ke orang tuamu aja, saya tidak mau buat orang tuamu kecewa sama saya!” jelas Naisa.

Naisa berbicara seperti itu dengan nada yang lemah dan tak berani menatap Aksa.

“Balas budi, nggak harus nurut apa yang selalu mamah bilang padamu kan!" pungkas Aksa dengan meyakinkan.

“Nay, saya tidak mau melihat kamu sakit hati, saya tak bisa ngeliat cewe menangis, plis kamu harus bisa jujur ke mamah” jelas Aksa lagi.

Naisa pun yang tadi bertatap kosong, kini melihat Aksa dan mengeluarkan air mata, tak tahan menahan bendungan air matanya.

Seketika Aksa langsung menghadapkan tubuh Naisa ke pelukannya.

Naisa menangis sesegukan di pelukan Aksa.

Di balik momen itu, ternyata ada Clesia yang sempat terhenti langkahnya karena melihat momen yang amat sangat menyakitkan baginya.

Clesia tak kuasa melihat Aksa dan Naisa berpelukan seperti itu. Akhirnya, Clesia langsung pergi meninggalkan dan menunggu Aksa di taman.

♡♡♡

(Back to Aksa dan Clesia)

“Apasih, Aksa .. “

“Meskipun kamu itu ngaku Tio, aku tetep gak mau! Kamu kan udah punya Naisa”

Aksa sempat kaget dengan ucapan Clesia, kenapa dia?

“Maksudmu ?" tanya Aksa dengan heran.

“Aku tadi udah ngeliat sendiri, kamu pelukan sama Naisa kan? Yaudah nggak usah bikin aku baper deh!” jawab Clesia.

“Hah? Yang ngebaperin kamu siapa maemunah ??" tanya Aksa yang semakin bingung.

Clesia tersentak kaget. Iya juga .. memang Aksa ngebaperin Clesia?

Kapan? Apa jangan-jangan Clesia yang baper sama Aksa?

“Ngebaperin itu nggak harus dengan gombalan, tapi sikap juga bisa!” ucap Clesia mencari jawaban.

“Emang saya ngelakuin apa ke kamu?"

Clesia tak bisa menjawab itu, masa iya Clesia harus menjelaskan kalo dirinya baper ketika adegan di pintu ruangan mas Dokter.

“Udah, lupain aja!” ucap Clesia yang malas meneruskan perbincangan.

"Kamu cemburu sama Naisa?”

“Enggak kok .. siapa juga yang cemburu!” jawab Clesia dengan cepat.

“Ya kirain .. kamu boleh-boleh aja kok suka sama saya, nanti saya akan buka hati!”

Clesia tak percaya mendengar kalimat itu dari Aksa, maksudnya apa?

Kalo Clesia suka sama Aksa, berarti Aksa juga akan menyukai balik Clesia? Atau bagaimana?

“Apasih pede!! Udah ah, kalo gak ada yang mau di omongin lagi, gua pergi bye!”

Clesia langsung meninggalkan Aksa di taman. Tak tahu kenapa ia merasa sesak di dadanya, apa yang membuatnya seperti ini?

Sesampainya di rumah, Clesia langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhnya hingga tak sadar ia pun tertidur dengan pulas.

(Dalam mimpi)

Author : Kalian pasti sangat menunggu Clesia mimpi lagi kan? Udah lama yaa!! Iyaa, Clesia juga udah kangen gak mimpi-mimpi lagi!

“Dimana ini? Kaya kenal tempatnya” ucap Clesia sambil melihat sekitar.

Clesia sedang berada di perbukitan yang luas dan sejuk, terlihat dari jarak 100m ada sebuah sungai disana.

Clesia pun mendekat ke arah sungai itu, dan Clesia melihat ada sebuah pohon besar di tepi sungai. Akhirnya, Clesia bersandar pada batang pohon itu sambil merasakan kesejukan dalam lingkungan itu.

“Clesia .. ?”

Clesia sempat menoleh pada seseorang yang memanggilnya, dan ..

“Loh .. Dine, kok bisa?”

“Cel .. Tio, bantu Tio Cel, plisss!!!” ucap Dine yang sangat khawatir dengan memohon pada Clesia.

“Kenapa nggak kamu aja? Tio kenapa?”

“Cel, kamu harus bisa bantu Tio .. kamu singkirin orang yang udah buat Tio kaya gini”

“Maksudnya?” tanya Clesia dengan heran.

“Ada seseorang yang berusaha buat Tio gak muncul, dan kamu harus singkirin dia!”

Seketika Clesia terbangun dan langsung duduk di kasur, seperti orang yang baru terkena mimpi buruk.

Clesia inget oleh mimpinya, dia di datangi oleh temannya yaitu Dine. Dan Dine tampaknya membawa peringatan tentang Tio, tapi Clesia tak mengerti apa maksudnya.

“Seseorang yang buat Tio gak muncul itu siapa?” gumam Clesia.

“Tio itu ada nggak sih? Ada sih, aku yakin! Tapi, namanya Aksa bukan Tio”

“Ahhh pusing ..!!!”

“Tiooooo .... kemana sih kamu? Aku kangen !!!”

Clesia berbicara sendiri sambil menutupi mukanya dengan bantal, tampaknya Clesia sempat mengeluarkan air mata, mungkin Clesia sudah sangat rindu pada Tio hingga tak bisa menahannya.

##

Telfon masuk pada ponsel Clesia.

*nomer tak dikenal

Clesia sempat ragu, namun kemudian mengangkatnya.

● Halo .. ini siapa?

○ Aksa .. kamu hari ini gak ada konsultasi kan? Bisa ketemu nggak ?

○ Eh Aksa?? Kamu tahu nomer saya dari siapa?

● Tidak penting, pokoknya kamu bisa temuin saya gak? Di Jl.Mars

○ Aku kesana naik apa? Onta? Gak ada kendaraan, jauh kalo aku mesti ke mars.

● Ahh elaahh .. yaudah sekarang siap-siap, kasih tau alamatnya, saya jemput pake motor gapapa yaa!”

● Iya iya .. aku send alamatnya, iya nggak papa

(Tut .. tut .. telfon di matikan)

Clesia langsung bersiap-siap untuk dandan, tak biasanya Clesia keluar selain dengan Mas Dokter.

Setelah bersiap-siap lalu Clesia mengirimkan alamatnya pada Aksa melalui wa.

10 menit Clesia menunggu Aksa di rumah, dan suara motor membuat jantung Clesia berdegup kencang.

(Ting tong ..)

Clesia langsung keluar dan menemui Aksa, kemudian langsung bonceng pada motor Ninja berwarna hitam dan sedikit ada corak putih di sampingnya.

“Kenapa kamu pake motor ini sih?” sahut Clesia.

“Memangnya kenapa? Ini motor saya!" jawab Aksa.

“Kalo hujan kan aku yang kena!” timpal Clesia.

“Biarin lah, kamu membawa manfaat, saya jadiin spakbor”

“Ihhh .. Aksaa ...”

Clesia memukul pundak Aksa dengan keras.

Aksa pun tampak puas dengan candaanya, kemudian langsung pergi membawa Clesia ke suatu tempat.

(Di motor yang sedang berjalan)

“Mau kemana?” tanya Clesia dengan penasaran karena ajakan Aksa yang sangat mendadak.

“Mau jalan-jalan, saya bingung ngajak sapa lagi .. pusing saya kalo di rumah!” jawab Aksa.

"Ada Naisa kan?” lontar Clesia.

"Saya maunya sama Clesia gimana?” jawab Aksa dengan santai.

Clesia tertegun, tak bisa menjawab pertanyaan Aksa. Kini wajahnya mulai merah padam, entahlah rasanya Clesia seperti cewe yang bahagia sendiri sekarang.

"Kamu gak papa kan di ajak keluar gini?” tanya Aksa diatas motor.

"Hah?” teriak Clesia karena memang tak terdengar suara dari Aksa.

Aksa mengulanginya sekali lagi dengan suara yang kencang.

“Kamu ggak papa kan di ajak keluar?”

“Ohhh.. “ (sambil mengangguk ragu)

Entah Clesia memang mendengarkan Aksa atau tidak terdengar namun pura-pura ngerti maksud Aksa.

“Kok jawabnya oh?”

“Heheh .. iyaa”

Rasanya Aksa ingin sekali meniup telinga Clesia, karena terlanjur kesal Aksa akhirnya meneruskan perjalanan tujuannya.

Sesampainya di tempat tujuan, tempatnya seperti khusus untuk orang-orang nongkrong terutama jogging. Aksa memarkirikan motornya dan menggandeng tangan Clesia untuk ke suatu tempat.

“Cel .. fotoin saya disini”

“Mana hp nya?”

“Make hp kamu dulu! Ayok saya udah gaya nih!”

*CEKREK...

“Coba lihat pengen tau hasilnya!” tanya Aksa sambil mendekat pada Clesia.

Wahh gilaaa lama-lama Clesia kalo kaya gini terus, gak nahan bau wanginya Aksa .. manis dan segaaarrr

(Hasil foto)

“Wahh .. bagus juga hasilnya, kamu mau saya fotoin gak?”

“Kaya gimana gaya nya?” jawab Clesia.

“Udah kamu disitu aja, pake hp saya! Ya terserah kamu lah!”

“Nahh .. sip .. okeee .. 1 .. 2 ..”

*CEKREK

“Coba kaya gimana hasilnya?” tanya Clesia yang mendekat hingga menjijitkan kakinya

Namun, Aksa menjahili Clesia dengan mengangkat tangannya hingga Clesia tak bisa menyentuh dan melihat hasil fotonya.

“Ihh Aksaaa ... pengen tau! Cantik gak akunya”

“Ambil aja sendiri!" ledek Aksa padanya.

“Ihh sini gak?”

Clesia sangat berusaha meraih ponsel Aksa, tampaknya tak berhasil, Aksa sangat tinggi.

“Ntar saya send kok fotonya, kamu liat aja di hp kamu sendiri!”

“Ihh gamauu ... cantik nggak?”

“Iyaaa cantik kok .. “ sambil tersenyum pada Clesia.

Wajah Clesia merah padam hingga tersipu malu.

Akhirnya Clesia menyerah.

“Nyerah?” tanya Aksa sambil meledek.

“Udah ah bete, pindah yuk!” timpal Clesia.

Mereka berdua melanjutkan aktifitas jalan-jalannya yang entah mau kemana sebenarnya.

Clesia berpikir akan balas dendam pada Aksa, tapi nanti kalo dapet momen yang pas.

“Cel, apa sih yang istimewa dari sosok Tio?”

Wahh, Clesia seperti di hantam oleh batu besar ketika mendengar pertanyaan Aksa.

“Kenapa nanyain Tio?”

“Ya enggak papa sih, pengen tau aja gitu, sampe kamu kaya gini nyari Tio”

“Tio itu yang udah bisa buat aku keluar dari zona nyaman, yang dulu aku tuh gak se bahagia sekarang, yang dulu aku tuh selalu di rumah terus, dia yang udah bisa ngerubah aku sampe kaya gini” jelas Clesia.

Aksa hanya mengangguk paham.

Kemudian mereka menemukan tempat yang bisa beristirahat sejenak, tempat itu seperti sengaja untuk orang-orang yang ingin duduk, tidur, bahkan sambil piknik pun bisa.

Beralaskan tikar yang satu kali sewa Rp.20.000,-

Banyak pepohonan, sehingga tempatnya pun sangat rindang. Pemandangan yang bisa di lihat hanyalah sekumpulan anak kecil yang sedang bermain.

Aksa merebahkam tubuhnya di tikar itu dengan tangan yang di lipatkan ke belakang kepalanya.

Terpejamlah mata Aksa, menikmati udara segar yang ada di tempat itu. Namun, sesekali Aksa melihat tubuh Clesia yang masih duduk dan juga diam.

“Cel, jangan ngelamun napa? Saya kaya lagi kencan sama patung ini” celetuk Aksa.

“Kencan .. kencan .. matamu .. ini juga di paksa sama kamu, aku kira ada perlu apaan, taunya cuma begini doang” sahut Clesia kesal.

“Tapi tadi kayanya kamu seneng deh”

Aksa pun bangun dari posisi tidurnya dan duduk bersebalahan dengan Clesia.

Clesia sepertinya mengantuk karena angin yang begitu menghipnotis mata untuk tidur.

Aksa yang melihat itu sempat terkekeh dan menarik kepala Clesia pada bahunya untuk di jadikan tempat sandaran.

“Saya tahu kamu cape trus ngantuk juga kan? Udah sini di pundak saya aja kalo kamu gak mau tiduran di tikar” tawar Aksa

Clesia kaget dan ingin sekali menolak, tapi Clesia tak kuasa menahan kantuk dan akhirnya Clesia tertidur di pundak Aksa.

Melihat Clesia yang terlihat begitu lelah, membuat Aksa semakin miris melihatnya.

“Awas aja kamu ngiler di pundak saya”

“Kasihan amat sih, Cel .. “

“Saya juga sebenernya kurang yakin dengan saya sendiri, nama saya Aksa tapi saya seperti bukan Aksa, saya selalu asing dengan nama Aksa”

“Semoga kamu cepet sembuh dari penyakit ini, saya tahu gak gampang ngejalanin kalo kamu sendirian, saya akan ada buat kamu .. “

Sedari tadi, Aksa tampak bergumam sendiri dengan Clesia yang masih tertidur di pundaknya.

♡♡♡

Persis seperti Tio di tepi sungai kala itu, Clesia yang bersandar di bahu Tio untuk menangis. Dan sekarang dengan copy an dari Tio namun tertidur.

BERSAMBUNG ..

1
Mila Nugroho
ceritanya keren kak sangat meng edukasi,.. tambah wawasan phisikis dan kejiwaan yang mudah di cerna karna penjelasanya ada alurnya. terimakasih kak
PUSHI BIRARA: Terimakasih kembali karena sudah mendukung cerita ini ❤😁
total 1 replies
nisafdlla
Ceritanya bagus banget kak, bacanya emosinya dapet banget, sedih,senang,kecewa, marah. semua lah.
juga ceritanya informatif😊
PUSHI BIRARA: Yeyyy terimakasih atas dukungannya ❤😁 stay tuned yaa untuk novel yang baru 😊
total 1 replies
La Nindy
thor visual nya bikin ilfil...
tapi serah deh...yg penting ceritanya seru.
La Nindy: love you thor
total 2 replies
Desvi Dwkrn
ceritanya bagus banget thor, banyak ilmunya. semangat terus buat author buat karya-karya selanjutnya😊😊
PUSHI BIRARA: Terimakasih ❤ 😁
total 2 replies
Rozita Tha
mantap thor

jgn lupa mampir di karyaku😊
PUSHI BIRARA: Oke 😁 drop dong karyanya
total 1 replies
Pratiwi Tiwi
sempat mengalami hal serupa..😔
PUSHI BIRARA: Tetap semangat yaaa ❤
total 1 replies
Boba
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!