NovelToon NovelToon
Oh, Love?

Oh, Love?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Hamil di luar nikah / Obsesi / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: dyn_rynse

Jane yang hanya berniat membantu Ed berakhir terkena masalah besar. Ed tetangganya dulu yang telah lama pindah dan kembali bertemu setelah 7 tahun, namun siapa sangka malam itu Ed hilang kendali dan berakhir menyentuh Jane. Karena hal itu mereka harus menikah terlebih Jane telah berbadan dua. Di tengah kesedihan dan keterpurukan Jane berusaha mulai menerima kenyataan terlebih Ed tampak hangat dan bertanggung jawab. Namun, seiring berjalan nya pernikahan banyak hal terjadi termasuk orang-orang masa lalu dan mereka yang telah lama tak bertemu saling tak mengetahui hidup pribadi masing-masing. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyn_rynse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama- maaf

Sekarang pandangan tertuju pada Lily, dia menggeleng cepat bahwa bukan dia yang meletakan makaron. Lagian untuk apa dia berbaik hati segitunya, saat tau bahwa Jane dan Ed berhubungan itu saja sudah membuatnya meradang, tak ada alasan sampai dia harus berbuat baik lagi padanya.

Kemudian semua menyimpulkan mungkin saja Ed yang meninggalkan makaron itu, mengingat dia setengah hari penuh berada dikamar Jane. Ya, mungkin Jane harus berucap terimakasih saat bertemu kembali dengan Ed.

Lalu Lily rupanya menginap di kediaman Butler sampai hari pernikahan nanti, tante Weni berkata membutuhkan bantuannya untuk menemani Jane yang memang butuh sosok seumuran dengannya. Jane tak menolak kehadiran Lily memang benar awalnya dia menganggu, namun berisiknya cukup menghibur dan sekarang mereka berada dikamar yang sama.

"Sebenarnya aku tak suka ini. Tapi, tante begitu berharap aku menemanimu" Lily memulai perbincangan, dia tampak muak.

Jane sibuk mengusap-usap rambutnya dia baru saja selesai keramas "Ku harap kau bersabar sampai beberapa hari ke depan"

Lily yang tidur telentang dikamar langsung merubah ke posisi duduk dengan meraih bantal meletakkannya di pahanya "Apa kau tak sadar bahwa aku tak suka kau. Mari jujur saja, bahwa aku iri atas perlakuan istimewa tante padamu"

"Aku tau, aku bukan orang yang tak peka"

"Lantas? ah, apakah itu caramu agar orang-orang peduli padamu. Hey, jujur saja apa kau menggunakan semacam- ya pelet?" Dia agak ragu-ragu. Walaupun dia tidak menyukai Jane bahkan dia mencurigainya, entah kenapa dia tak bisa menolak ketika dimintai menemaninya.

Jane tertawa cukup kencang, kemudian setelah tenang dia berkata "Bisa-bisanya kau menanyai itu pada orang yang kau curigai. Jika aku benar-benar orang jahat aku bisa saja langsung mengeksekusi mu"

Suasana tiba-tiba saja hening. Rupanya Lily ketakutan, ah Jane menahan tawa anak itu terlalu aneh, bodoh, dan polos. Dia mencurigai seseorang namun langsung menanyainya tanpa persiapan apapun.

"Aku tak segila itu sampai menggunakan hal tak terpuji apalagi hanya untuk mengincar pria!" kemudian tawa Jane memudar, tatapannya kosong, rasanya banyak hal ingin dia ceritakan. Hanya saja dia dan Lily belum terlalu dekat sampai berani berbagi cerita pribadi.

Barulah Lily sadar, ada yang salah dengan hubungan Ed dan Jane. Jika benar dia mengincar Ed untuk apa dia bersikap acuh tak acuh saat Ed datang tadi. Jane seperti tertekan, lebih tak berharap dalam hubungan ini.

Lily memainkan jemarinya, dia gelisah juga merasa bersalah rasanya ucapannya terlalu menyudutkan hingga akhirnya menyakiti hati Jane. Padahal tuduhannya itu belum sepenuhnya benar. Dia merebahkan tubuhnya ke kasur, dengan begitu percakapan mereka selesai dan malam dilalui dengan tenang, meski dalam benak Lily timbul banyak pertanyaan-pertanyaan.

Pagi harinya, paman Joni mengabari tante Weni bahwa Ibu Jane berada di kediamannya. Lalu mereka, Ed, tante Weni, dan Jane, bergegas menuju lokasi. Ah, juga Lily yang ikut walaupun dia kebingungan saat melihat situasi yang tergesa-gesa, namun dia memilih menyimpan pertanyaannya hingga situasi lebih baik untuk bertanya.

Jane amat takut, seperti apa Ibunya akan melihat dirinya. Kemudian dia dengan cepat menepis pikiran-pikiran itu.

Lily yang duduk disebelah Jane mendekat, dia berbisik "sebenarnya ada apa dengan situasi ini?"

Jane terdiam, tak memberi jawaban.

Tapi penasaran Lily membuat dia tak ingin menunggu lagi, dia agak menggoncang Jane "ayolah! katakan padaku"

Lagi-lagi tak ada respon. Lily kesal, dia menjauh duduk ke sudut ujung dekat jendela mobil.

"Ed, nanti saat bertemu tante Sarah jagalah kesopanan mu. Kau tau bahwa disini kau dalangnya. Meski kau selalu berkata kau dijebak, sejauh ini kita belum menemukan orang itu" Tante Weni yang duduk di kursi sebelah Ed mengingatkan dia agar tak sembarangan.

Ed mengangguk dengan masih fokus menyetir, sesekali mencuri pandang Jane dari kaca depan mobil. Dia bukan tak mendengarkan Ibunya hanya saja dia menghawatirkan orang yang lebih pantas.

Cukup lama dalam perjalanan, mobil terhenti di depan rumahnya. Jantung Jane berdegup begitu kencangnya. Semuanya turun lebih dulu, dia masih didalam berusaha menenangkan diri.

Lalu pintu mobil terbuka mengejutkan Jane yang tengah kacau dengan pikirannya. Ed menatapnya, rasanya meminta agar dia lebih tenang. Kemudian Jane keluar dari mobil, memantapkan diri dan menghalau ketakutannya. Disini ada orang-orang yang mendukungnya.

Jane masuk kedalam lebih dulu, di sana dia mendapati Ibunya dan paman Joni tampak habis berbicara serius terlihat dari suasana didalam yang penuh emosi. Wajah lelah dan mata memerah Ibunya terlihat jelas bagaimana dia berusaha menahan ekspresi kecewa juga amarahnya. Oh, karenanya Ibunya harus mengalami segala luka. Harusnya Ibunya yang mulai tua bisa menikmati harinya dengan baik tanpa merisaukan nya.

"permisi-" ucap Jane dengan suara yang menahan tangis. Emosi ketakutan yang mulai meluap-luap menyelimuti dirinya.

Lalu Matanya dan Ibunya saling bertemu, Jane tertunduk malu mengingat hari dimana dia hanya menggenakan selimut dan menghancurkan hati Ibunya.

 Kemudian orang-orang dibelakang menyusul masuk tentunya dengan keheningan.

"Ikutlah denganku" Ibunya bangkit dari duduk menuju ruangan kerjanya. Dia ingin berbicara hanya berdua dengan putrinya. Ed ingin ikut menemani tapi dilarang oleh Ayahnya. Ayahnya berkata ada waktu dimana dia juga perlu berbicara dengan tante Sarah. Dengan berat hati Ed membiarkan Jane pergi.

Jane mengikuti dan selama itu dia tak mengatakan apapun.

Didalam ruangan itu, cukup lama keheningan didalamnya.

"Mama-" Jane mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap Ibunya yang duduk di kursi, pelupuk matanya mulai dipenuhi dengan air mata yang berusaha dia tahan.

Ibunya menatap Jane lekat-lekat, kemudian berkata "Aku terkejut saat tahu siapa Ed itu. Keluarga Butler rupanya" dia tersenyum miris. Tak menyangka dia anak dari tetangganya dulu yang dia sayangi.

Jane mendekati Ibunya, dia duduk dilantai menyender pada paha Ibunya dengan air mata yang mulai menetes, dia menunduk "Mama- maukah mama memaafkan ku. Anakmu yang tak bisa menyenangi mu, aku tau mama sekarang sangat membenciku. Rasanya aku tak pantas meminta pengampunan mu, sejujurnya mama aku sangat malu menunjukan diri setelah hari itu-"

Ibunya mengusap rambut Jane lembut, lalu berkata dengan lembut "Hari itu mama tak mendengar penjelasan mu dan dengan kasar mengusir mu. Bukankah mama begitu egois?" Ibunya memeluknya erat dengan berucap maaf berkali-kali. Tangis mereka pecah. Lalu Ibunya mengangkat wajah Jane, mengusap lembut air mata yang menetes "kau tak bersalah. Mama sudah mengetahuinya. Saat kau terpuruk dimana mama saat itu? mama menghilang seperti anak kecil yang merajuk, sekalipun tak memberikan kesempatan untuk kau menjelaskan"

Ibunya mendekatkan wajah, dahi mereka saling menempel "Jadi tersenyum lah. Mari kita perbaiki hubungan kita yang sempat renggang"

Air mata Jane semakin deras, dia Mengangguk-angguk. Ibunya menyentuh lembut pipi Jane dengan kedua tangannya mereka saling menenangkan dalam waktu lama. Berusaha memperbaiki salah paham diantara mereka.

1
Dayense🖐️
Dah tamat ajee..
Dayense🖐️
nexttt dung
nurul hijrah
suka ceritanya.. ditunggu episode selanjutnya.semangat author..
dyn_rynse: terimakasih dukungannya kak, lope sekebon dehh ♡´・ᴗ・`♡
total 1 replies
dyn_rynse
Jangan lupa terus dukung ya biar semangat. Lope sekebon (♥ω♥*)
Liam
syedihh/Cry/
Liam
/CoolGuy/
Ketut Dian Rianti
.
Alfan
semangat terus kak udah aku kasih satu tontonan iklan
Alfan
hai kak aku mampir nih. aku bantu like dan subscribe ya kak. jangan lupa untuk saling dukung ya 🤗🙏
dyn_rynse: terimakasih sdh mmpir kk🤗
total 1 replies
SUKARDI HULU
Jangan lupa mampir y? like, follow, subscribe dan beri hadiah ya🫰❣️🙏
dyn_rynse: terimakasih sudah mampir kk😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!