Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Hari sudah mulai menjelang tengah malam, kini Citra dan Rizki tengah berada di dalam mobil untuk pulang, setelah membeli baso Citra dan Rizki langsung pulang.
Di sepanjang jalan tak ada obrolan antara mereka berdua, nampak Citra mulai mengantuk karena hari sudah sangat malam di tambah dengan perutnya yang sudah sangat kenyang, membuatnya sangat mengantuk.
Lalu Citra membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman, lalu dia memejamkan matanya dan perlahan tertidur.
Rizki yang melihat Citra tertidur hanya bisa tersenyum. Lalu Rizki mengambil jaketnya yang tadi dan menyelimuti pada tubuh citra, karena citra hanya memakai piyama tidur yang bahannya tipis.
Tak beberapa lama mobil rizki sudah sampai di kediamannya, lalu matanya melirik Citra yang masih tertidur.
Tak ingin membangunkan Citra, rizki langsung memangku tubuh citra ke kamar.
Di dalam kamar...
Terlihat Rizki menidurkan tubuh citra di atas ranjang secara perlahan, dia tak ingin membuat citra terbangun dari tidurnya.
"Jangan pergi." Ucap citra masih dalam keadaan tidur sambil memeluk tangan Rizki.
Dan rizki hanya tersenyum, dia sangat bahagia citra mengatakan hal itu meski hanya saat dia tidur.
Lalu Citra menarik rizki, dan memeluk tubuhnya. Nampak rizki berusaha melepaskan pelukan Citra tapi tak bisa.
Lalu Rizki mulai memberanikan diri memeluk citra dan ikut tidur di sampingnya.
...
Di pagi hari....
Nampak tidur citra mulai terusik karena perutnya terasa berat, lalu tangan citra mulai menyingkirkan benda tersebut.
Dan tubuh mungilnya mulai mencari posisi nyaman.
"Hem, nyamannya." Gumam citra. lalu tangannya meraba-raba sesuatu yang ada di depannya.
"Apa ini?" Pikirnya dengan mata yang masih tertutup. Dengan berat hati citra perlahan membuka matanya, betapa kagetnya dia saat melihat jika dia sedang berada di pelukan Rizki.
Lalu Citra langsung menjauhkan tubuhnya dari Rizki, dan langsung beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi...
Terlihat Citra tengah bingung. "Bagaimana bisa aku tidur di dalam pelukannya. Dan seingatku terakhir aku tidur di dalam mobil, kenapa bisa aku tidur di kamar. Apa dia yang...?" Ucap Citra. "Oh, tidak. Bagaimana mungkin. Dan kenapa dia bisa... Ah, pusing aku memikirkannya." Oceh Citra.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan di pintu kamar mandi, sukses mengagetkan Citra.
"Citra kamu lagi di kamar mandi? Cepetan aku juga mau mandi." Ucap Rizki.
"Iya, bentar." Ucap Citra setengah berteriak.
Lalu Citra langsung melaksanakan acara mandinya yang sempat tertunda karena memikirkan Rizki.
Tak beberapa lama Citra sudah keluar dari kamar mandi, dia melihat ke sekeliling. Ternyata tak ada Rizki, lalu Citra mengendap-endap ke arah lemari. Entah kenapa dia sedang tak ingin bertemu dengan rizki.
"Kenapa kamu mengendap-endap kaya gitu?" Tanya rizki.
"Kamu ngagetin banget, aku hampir jantungan tahu gak." Ucap Citra sambil memegang dadanya.
Tak ingin berdebat lagi, rizki memilih langsung masuk ke kamar mandi. Tak lupa dia juga melepas alat pendengar yang ada di telinganya itu.
Entah kenapa ada perasaan iba di hati citra pada rizki, dia kasihan pada rizki yang selalu di perlakukan buruk olehnya. Sebenarnya rizki orang baik, tapi gengsi Citra lebih telah membutakan mata hatinya.
Setelah cukup lama mereka berdua bersiap, kini mereka berdua tengah berjalan menuju mobil Rizki yang terparkir di garasi.
"Sebaiknya aku naik taksi saja." Ucap Citra.
"Kenapa? Biar ku antar. Agar lebih cepat." Ucap rizki.
"Tempat kerjamu dan tempat kerjaku berlawanan arah, jadi aku tak mau menyusahkanmu." Ucap Citra.
"Tak, kau tak menyusahkanku. Lagi pula itu kewajibanku sebagai suamimu." Ucap Rizki sambil tersenyum.
Deg...
Entah kenap jantung Citra langsung berdebar saat Rizki mengatakan hal itu.
"Ayo naik." Ajak rizki sambil masuk ke dalam mobilnya, lalu citra juga ikut masuk ke dalam mobil Rizki.
Di sepanjang jalan Citra menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu, dan rizki hanya bisa tersenyum melihat tingkah citra.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini