NovelToon NovelToon
Gara-Gara OPEN B.O

Gara-Gara OPEN B.O

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:275.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sheninna Shen

“Pilih melayaniku atau … kuberitahukan pada semua orang kalau kamu Open B.O?”

Sasha terjebak dengan tindakan yang ia ambil tanpa berfikir panjang.

Sasha. Gadis berusia 18 tahun tersebut menolak mentah-mentah bantuan dari Austin, Si Ketua Geng Motor yang merupakan penyebab ayahnya koma dan tak bisa bangun entah sampai kapan. Ia memutuskan untuk Open B.O dan menjual mahkotanya dengan imbalan uang demi membayar biaya rumah sakit Sang Ayah.

Sebelum mahkotanya direnggut, Sasha memutuskan untuk membatalkan transaksi gelap tersebut. Sayangnya, saat ia tahu bahwa Austin lah yang mem-bookingnya, bukan hanya tak bisa membatalkan transaksi tersebut … Austin juga memaksanya melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan kesehariannya.

Penasaran hal apa saja 'kah yang mereka lalui berdua?

Ikuti kisah Sasha dan Austin dengan meng-subscribe novel ini! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaya Harta, Miskin Hati

..."Orang miskin suka gitu, Pa. Kalo udah dapet uang, dia lupa semuanya." - Dania Mendes...

...💨💨💨...

"Kak Freed?"

Sasha terkejut saat melihat sosok pria bermata hazel berambut coklat yang hampir mirip dengan Austin. Hanya saja, ia sedikit lebih tinggi daripada Austin.

Pria yang berdiri di depan gudang yang di tempati Sasha itu merupakan kakak kandung Austin. Entah kenapa, tiba-tiba ia ada di sana.

"Hai," sapa Freed sambil tersenyum. "Aku mendengar kabar buruk tentang Pak Robert. Papa bilang dapet kabar dari satpam tetangga."

"Oh ... iya. Ayah sekarang lagi koma," sahut Sasha sendu.

"Maaf, saat hari kejadian ... aku, Mama dan Papa ke Singapore," ucap Freed menjelaskan. "Dadakan karena ...."

Freed tak melanjutkan ucapannya. Ia hanya tersenyum getir. Pasalnya, selama ini ia menderita penyakit Leukimia. Jadi, seringkali ia pulang pergi ke Singapore untuk mendapatkan perawatan. Terkadang suka dadakan jika dalam keadaan darurat.

"Nggak apa-apa, Kak. Aku ngerti kok," tutur Sasha merasa bersalah. "Oh iya ... ada apa Kakak ke sini?"

"Mama sama Papa nyariin," ucap Freed.

...💨💨💨...

"Maaf ... Om sama Tante harus nyari satpam dan pembantu rumah tangga yang baru ... dan kami sudah menemukan sepasang suami istri yang bisa menggantikan Pak Robert serta Bu Siska," jelas Dania yang merupakan ibu dari Freed dan Austin.

"Jadi ... rumah yang kamu tempati sekarang, akan di tempati oleh mereka," sambungnya.

"Kami akan memberikan sisa gaji Pak Robert dan uang pesangon beliau," timpal Danny yang merupakan ayah kandung Freed dan Austin.

Sasha terbelalak dan terkejut bukan kepalang. Pasalnya, ia sama sekali tak menyangka bahwa saat ini merupakan titik balik di hidupnya. Kebahagiaan yang selama ini begitu sederhana antara ia dan kedua orangtuanya di gudang tua itu, kini harus ia relakan.

"Bu ... saya bisa kok jadi pembantu rumah tangga di si-"

"Permisi," sapa seorang pria dan wanita paruh baya memotong pembicaraan Sasha.

Sasha yang saat itu sedang berdiri membelakangi pintu masuk menuju ruang tamu, ia menoleh ke belakang ke arah suara itu berasal.

"Eh ... Pak Tito, Bi Ninik," sapa Dania sambil berdiri dari duduknya.

"Masuk. Masuk." Ajak Danny kepada kedua orang tamu yang menenteng beberapa tas.

Di saat Sasha belum selesai dari rasa terkejutnya, tiba-tiba Dania memberikan sebuah amplop coklat yang lumayan tebal kepada Sasha.

Dengan suara yang pelan, Dania berkata kepada Sasha. "Nak ... maafin Tante, ya. Tapi rumah sebesar ini benar-benar harus ada yang beresin dan jagain. Om dan Tante juga belum bisa jenguk Pak Robert karna kami sibuk dengan kerjaan kantor sama nemenin Freed berobat."

Tanpa memberikan kesempatan pada Sasha dalam menjawab bahkan memberikan respon, Dania bergegas pergi meninggalkan Sasha yang masih mematung. Wanita yang sudah berusia itu menyambut tamu yang saat itu datang, sepertinya itu adalah pembantu dan satpam yang baru.

"Sedikitpun nggak ada kalimat terima kasih atas jasa kedua orangtuaku selama ini. Bahkan, rasa simpati atas musibah yang menimpa Ayah aja sedikitpun nggak ada," gumam Sasha pelan.

Rasa sebak dan rasa sakit hati berkecamuk menjadi satu di dada. Titik balik di hidupnya saat ini mengajarkan padanya untuk tidak mengemis meminta belas kasih sedikitpun, bahkan ia juga tak ingin berada di sana lagi.

Tanpa mengucapkan apa-apa, Sasha langsung berlari menuju pintu dapur untuk ke gudang usang yang selama ini ia tempati. Mata yang panas dan berkaca-kaca ia tahan dengan sekuat tenaga.

"Nggak! Nggak boleh nangis! Airmataku terlalu berharga untuk orang seperti mereka!" lirih Sasha dalam hati.

"Ck! Anak itu nggak punya sopan santun ya, Ma? Masak pergi gitu aja nggak ada bilang makasih? Padahal kita 'kan udah ngasih gaji sama pesangon Ayahnya," celetuk Danny mengiringi kepergian Sasha yang kian tak terlihat.

"Orang miskin suka gitu, Pa. Kalo udah dapet uang, dia lupa semuanya," bisik Dania ke telinga suaminya agar tak terdengar oleh satpam dan pembantu rumah tangga barunya.

Kedua pasutri yang merupakan pemilik rumah mewah itu pun memasang topeng yang biasa ia kenakan. Yaitu tersenyum tulus pada dua orang baru di rumah itu. Mereka tersenyum dengan sangat ramah namun di hati mereka begitu kesal karena harus melayani orang rendahan yang ada di depan matanya.

"Cih! Buang-buang waktu aku aja deh," decih Dania dalam hati.

...💨💨💨...

Sasha bergegas memasukkan pakaiannya dan kedua orangtuanya yang tersisa. Untungnya barang-barang dan pakaian mereka hanya sedikit dan mereka jarang membeli baju. Jadi, cukup dengan tiga koper besar saja sudah cukup muat untuk semua itu.

Sasha menyisakan pakaian dan helm yang dibeli oleh Austin. Ia meninggalkan semuanya di rumah itu. Kelakuan majikan orangtuanya itu benar-benar membuat ia kecewa dan sakit hati.

"Nah ... sekarang aku harus ke mana?"

Sasha terduduk di atas lantai sambil menatap sekelilingnya. Tak ada teman, tak ada keluarga dan tak ada tempat ia bergantung. Benar-benar sebatang kara.

Tok tok tok!

Pandangan Sasha ke arah pintu kayu rumahnya. Sepertinya ... itu adalah pembantu rumah tangga dan satpam baru itu.

Sasha menghela nafas berat. Ia pun berdiri dari duduknya. Ia meraih tas jinjing dan ponselnya. Lalu ia bergegas membuka pintu.

"Pak, Bu, maaf saya titip barang bentar ya," ucap Sasha sambil tersenyum pahit.

"Bibi ikut prihatin atas apa yang nimpa kamu, Nak," ucap Bi Ninik tiba-tiba. "Tidur dulu aja di sini sementara kamu dapet tempat tinggal."

"Makasih Bu," ucap Sasha sopan. "Saya udah dapet kontrakan. Tapi malam ini ada janji sama teman, jadi saya minta maaf nyusahin Bapak dan Ibu karna koper saya yang gede ini."

...💨💨💨...

Senja yang begitu indah. Sasha duduk dan tersandar lesu di halte busway yang berada di pinggir jalan raya itu. Saat itu, lalu lintas begitu padat dan semua orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"Malam ini aku tidur di mana?" gumam Sasha dalam hati.

Tanpa terasa buliran airmata membasahi pipinya. Para pengunjung halte tersebut menatap Sasha dengan tatapan yang bingung. Ada apa dengan gadis itu? Tatapan matanya begitu kosong dan hampa.

"Hiks ... hiks ..." isak Sasha tak mampu membendung rasa sakit di hatinya.

Orang-orang hanya menatap iba tanpa berani melakukan apapun.

Kurang lebih beberapa jam Sasha terhanyut dalam lamunannya, tanpa terasa malam kian larut. Sasha pun berdiri dari duduknya dengan langkah yang berat.

Setibanya ia di depan hotel yang tak jauh dari halte tadi, ia mengurungkan diri untuk melangkah masuk ke sana.

"Mending uangnya aku simpan. Biaya berobat Ayah lebih penting," gumamnya.

Gadis muda itu pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Pikirnya, ia dapat tidur semalam di dekat ayahnya meski harus tidur di atas kursi dengan kepala direbahkan di sisi ranjang.

"Kamu ngapain ke hotel?! Masih mau open B.O?!" sergah Austin tiba-tiba.

...💨💨💨...

BERSAMBUNG...

1
لا تفوت أي رجل
sampai 6x, kayak apa itu bibir kerang 🤭🤣🤣
rarr
sakit sih jd austin😭🥺
Syifa Azhar
ini novel cuma sampai sini Thor???beneran gak dilanjut nih?😔
Syifa Azhar
mantap,👍👍 saatnya merajut masa depan yang lebih baik Austin 😀
Syifa Azhar
oeee....nikah belum dah bilang istri aje bang😂😂😂
Syifa Azhar
ini namanya nila setitik rusak susu Sebelanga, Austin 😀
Syifa Azhar
Austin kamu maniak apa hyper??masak udah 6ronde masih one more lagi😂😂😂
Syifa Azhar
ulu...ulu....bualan buaya buntung 😂😂
Syifa Azhar
makanya jangan suudzon Mulu jadi orang, ditinggal beneran tau rasa😏
Syifa Azhar
maaf,q tim pembaca tp gak berkomentar ya kak🙏
tp sejauh q membaca ceritamu semua bagus-bagus 👍😀
sabrina saqi
kak Thor sehat selalu ya,...
lanjutin dong novel2 nya,
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
noah kok gak muncul?katanya mo bantu
Maulida
bagus alur ceritanya, Bikin penasaran
semoga segera di lanjut, karena sudah mampir nech
Nabil Az Zahra
lha sasha dri orok hdup di lingkungan austin, msa gak tau sdikitpun khidupan austin mski gak serumah tp psti sesekali prnah lah denger mreka gmna,
@Al**
/Good/
nobita
begitu kan lebih baik Shasa... bersama dengan Austin
nobita
benar Jason berurusan dengan cinta jadi ribet dan melelahkan
nobita
dilema kan buat Adam...
nobita
Egois kamu Sha..
nobita
kapokk kamu Austin.. berfikir negatif teruss sama Shasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!