NovelToon NovelToon
Kamu, Aku Dan Dia

Kamu, Aku Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Persahabatan
Popularitas:103.5k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Demi sang Ibu, Bang Umbara rela melepaskan kekasihnya. Sang ibu awalnya tidak setuju karena latar belakang Tadah Hening Masmedayu yang tidak memiliki orang tua. Sang ibu mencecarnya sebagai seorang gadis liar.

Karena cintanya pada sang kekasih, Bang Umbara menyerahkan Hemas pada sahabatnya agar menikahi Hemas sebagai status namun ternyata sahabatnya itu meminta agar Bang Umbara agar melepaskan Hemas.

Apakah Umbara menyesal telah melepaskan bidadari pada pria yang mendapat gelar Armore dalam profesinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Sama ada cinta.

"Saaaaaaann.. isin Saaann..!!!!" Bang Bara berusaha menutupi tubuh Bang Sanca. "Sancaaaaaaa..!!" Bang Bara menarik celana Bang Sanca agar kembali ke tempat semula.

...

Hemas menangis melihat keadaan suaminya. Cungkup oksigen sudah terpasang membantu jalan nafas Bang Sanca. Selang infus menancap untuk menghilangkan racun di tubuh. Mulutnya tidak berhenti bicara, tingkahnya pun kadang juga semakin memprihatinkan.

"Saan..!!!!" Bang Bara panik melihat sahabatnya tiba-tiba terbujur kaku.

"Hhsstt.. aku bambu..!!"

Plaaaakk..

Bang Bara menampar wajah Bang Sanca tapi littingnya itu seakan tidak merasakan sakit.

"Bambu jidat lu.. cepat sadar pot..!!!!!"

"Aku mengawasimu.. jangan pernah kau mengambil alih dia, carilah bahagiamu sendiri..!!" Ucap Bang Sanca.

Tak di pungkiri ada rasa sakit menusuk hati Bang Bara. Entah bagaimana dirinya bisa menjawab penekanan dari sahabatnya sendiri.

"Aku sudah bilang, aku tidak bermaksud merusak hubunganmu dengan Hemas. Aku mundur San..!!!"

"Kau ini ikan macam apa? Kenapa penakut sekali?? Pergilah cari mangsamu..!!!" Jawab Bang Sanca.

"Ya Allah Sancaaa.. Astagfirullah hal adzim.. cepat sadar Saaann..!!!!" Bang Bara mengguncang kedua lengan Bang Sanca yang tak kunjung sadar dari pengaruh racun buah kecubung.

"Sabar.. dia masih adaptasi pot..!!" Kata Bang Priyo.

"Ini semua karena ulahmu Pri..!!"

"Aku nggak sengajaa..!!"

...

Bang Bara ingin mendekati Hemas sekedar memberikan jus untuk wanita yang tak pernah mungkin ia miliki. Hatinya merasa kecil, sang ibu telah mematahkan hatinya tapi dirinya pun tak kuasa menghadapi kenyataan akan bakti seorang putra.

Bang Priyo menyentuh bahu Bang Bara. "Berikan saja jusnya. Kalau di hatimu tidak ada niat yang lain, jangan ragu. Dia istri sahabatmu, sahabat kita Bar..!!"

Nafas panjang memenuhi rongga hidung hingga paru-parunya. Bang Bara melangkah mendekati Hemas.

Bang Bara menyodorkan jus melon di hadapan Hemas yang terus memandangi sang suami yang terus saja mengoceh tidak jelas. "Dek, ini jus melon kesukaanmu..!! Di minum dulu. Kamu pasti juga lapar khan?"

"Hemas nggak lapar Bang, Abang minum saja..!!" Tolak Hemas.

"Kamu masih marah sama Abang?" Tanya Bang Bara.

"Nggak."

"Abang minta maaf untuk semua yang telah terjadi. Abang janji hal seperti itu tidak akan terulang lagi. Abang akan pergi jauh dari hidupmu dan Sanca." Janji Bang Bara.

Setitik bening menggaris pipi Hemas. Sesungguhnya masih ada sisa rasa cinta dalam hatinya tapi jujur ia telah menyimpan patahan dari belahan hati yang pernah terluka. Meskipun dirinya hanya sekilas mengingat perlakuan proses dirinya bisa mengandung, tapi kejadian siang itu, saat Bang Sanca menyentuh tubuhnya pertama kali, saat itu juga ada hati yang berbeda dan kini dirinya seakan tidak ingin jauh dari ayah calon bayi yang ada dalam rahimnya.

"Abang taruh di meja ya, nanti di minum. Anggap saja bukan dari Abang, tapi ini untuk anakmu..!!" Bang Bara pun pergi menjauh.

:

Satu jam kemudian Bang Bara melihat Hemas meminum jus melon yang ada di atas nakas. Hatinya merasa lega, ia pun tak bisa menyangkal.. hatinya turut bahagia atas kehamilan Hemas meskipun bukan berasal dari dirinya.

"Hemas sudah mau minum tuh?" Tanya Bang Priyo.

"Tolong kamu kasih nasi goreng ini untuk Hemas ya..!!" Pinta Bang Bara.

"Kenapa tidak kamu berikan sendiri?"

"Aku tidak mau berdebat sama Hemas. Biarkan dia makan, kalau perutnya kenyang.. dia pasti mengantuk dan istirahat..!!" Jawab Bang Bara.

...

"Merayap..!!! Dari ujung sini sampai ujung sana..!!" Tunjuk Bang Bara pada Praka Sukanto.

"Siap.."

"Kalau ada barang berbahaya jangan sampai jadi mainan anak. Dantonmu sudah seperti orang gila. Sampai sekarang mulutnya masih mengoceh seperti burung peliharaanmu..!!!" Bentak jengkel Bang Bara.

"Siap salah Dan..!!"

"Nanti lanjut guling botol..!! Kamu ini ceroboh, sudah Letnan Sanca mabuk karena istri ngidam, masih di tambah mabuk buah kecubung. Untung saja nggak teken kontrak sama malaikat. Kamu mau tanggung jawab????" Omel Bang Bara.

\=\=\=

Di hari ke tiga Bang Sanca mengerjab membuka matanya. "Lho, bukannya seharusnya aku balap karung?" Saat ia menoleh, ia melihat Hemas tidur tertelungkup di sisi ranjangnya dalam posisi duduk. Sesaat kemudian Bang Bara masuk.

Bang Bara tidak menyadari bahwa kesadaran Bang Sanca sudah pulih. Tangannya berniat menyingkirkan anak rambut di wajah Hemas tapi Bang Sanca mencekal tangannya.

"Haruskah aku menegaskan kepemilikanku atas diri Hemas??" Suara Bang Sanca meninggi, ia menghempaskan tangan Bang Bara begitu saja.

"Maaf San, aku tidak bermaksud begitu." Jawab Bang Bara merasa tidak enak.

Tak lama berselang, Hemas terbangun dari tidurnya. Kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul tapi ia melihat Bang Sanca sudah bangun dari tidurnya.

"Baang.. Abang sudah sehat??" Tanya Hemas dengan wajah sendunya. Terlihat sekali badannnya sangat lemas.

Bang Sanca menebar senyum manisnya di hadapan Hemas kemudian bangkit dari posisi tidurnya. Siapa sangka Bang Sanca mengangkat tubuh Hemas lalu menidurkan di atas ranjang pasien.

"Jangan Bang, Dinda nggak apa-apa." Tolak Hemas.

"Tidurlah yang nyenyak, Abang temani disini..!!"

Hemas melirik Bang Bara dengan pandangan datar.

Meskipun jarum infus masih menancap di punggung tangan, Bang Sanca tetap memberikan perhatian pada istrinya.

"Kenapa melihat Bara seperti itu? Bumil nggak boleh banyak marah..!!" Kata Bang Sanca mengingatkan. Agaknya ia tau ada rasa kesal dalam hati sang istri.

"Saya keluar dulu..!!" Pamit Bang Bara.

Tak ada jawaban dari Bang Sanca. Hanya ekor matanya yang bergerak mengikuti langkah Bang Bara.

~

Bang Bara memijat pelipisnya menjawab panggilan telepon dari ibunya.

"Aku tidak akan mengganggu Hemas lagi Ma. Mama yang tidak menginginkan dia, Mama menolaknya sebelum Hemas mengatakan apapun. Sekarang dia sudah bahagia bersama Sanca."

"Nggak bisa, dia orang kaya. Uangnya pasti banyak. Kamu harus bisa merebut Hemas. Kamu bisa dapat gelar Raden. Akan banyak keuntungan, kedudukan dan harta yang akan kamu dapatkan. Kalau kamu nanti tidak mau dengan Hemas lagi, kamu bisa menikah lagi." Kata Mama Ruji.

"Sudah ya ma, aku masih banyak pekerjaan. Mama sehat-sehat disana..!!" Bang Bara memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak.

"Tunggu, Mama mau kesana. Mau menemui Hemas..!!"

tuuuuuttt..

Bang Bara menengadah menahan laju air matanya. "Kenapa Ma, kenapa Mama seperti ini. Aku sampai salah langkah karena cintaku sama Mama. Jangan berbuat macam-macam Ma, jangan sakiti wanita yang kucintai lagi..!!"

.

.

.

.

1
yatik tri
bahasanya bagus ..mudah dipahami ..🙏🙏💚
Iis Cah Solo
suka seperti ini mba gaya bahasanya bisa dipahami...🙏🙏🙏💪💪💪😍😍
Iis Cah Solo
iso...isone bang sanca agek deleng wong wedok seng ayune tiada tara...moduuusss waeee teroooosss...😀😀😀😀
Iis Cah Solo
istrinya pada rusuh suaminya biang kocak....udaah...daaahhh pasangan paling kumplit...😂😂😂😂😂
Iis Cah Solo
asyik punya temen pengertian baik hati dan tidak sombong...😊😊😊
Iis Cah Solo
pinter bang sanca...merayu istri 😂😂😂😂
Iis Cah Solo
kasian bang priyo jadi bahan guyonan sahabatnya...😂😂😂😂😂....kawin bang sebentar lagi kawinn...😂😂😂
Iis Cah Solo
waaahh bang priyo udah ketemu jodoh udah nggk jomblolagi bujang lapuk..😀😀😀😀
Iis Cah Solo
ayoooo mba nara semsngaaaatttt..💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Iis Cah Solo
alhamdulilahh..😍😍😍
Iis Cah Solo
awaass hemas bang sanca ngantongin bom molotof😂😂😂😂
Iis Cah Solo
😊😊😊😊👍👍👍
Iis Cah Solo
yaaa ampuunn sebelum berangkat nanam benih jagung dulu...buat pengingat...😀😀😀😀...misi rahasia berhasil..👍👍👍👍
Iis Cah Solo
💪💪💪💪💪💪😍😍
Iis Cah Solo
ulah kitu atu sicena teh😀😀😀
Iis Cah Solo
mabuk kecubung bang sanca...kocak tenan...😀😀😀😀😀
Iis Cah Solo
bang wilang takut klau adiknya nggk bahagia...insya alllah pasti bahagia doong bang...jng kwatir...😊😊😊😊
Iis Cah Solo
semangat aja deh buat mba nara...😍😍😍
Dina Sutarlim
bagus
Rini Haryas Sulistyo
kok blm up lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!