NovelToon NovelToon
Sang Pemilik

Sang Pemilik

Status: tamat
Genre:Pengganti / Chicklit / Tamat
Popularitas:184.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Muhammad Yunus

Terlahir dari Keturunan Bangsawan membuat Putri Acalapati tumbuh menjadi wanita angkuh dan sombong. Dia begitu kejam dan tak berbekas kasih. Orang-orang disekitarnya membencinya, posisinya sebagai istri Pangeran ingin dilengserkan oleh saudari bahkan suaminya sendiri. Mereka merencanakan pembunuhan untuk Putri Acalapati. Namun, hal tak terduga terjadi. Pada saat Putri Acalapati membuka matanya ternyata dia bangun di tubuh wanita lain.

Hai, hai... Reader tersayang, author kembali lagi membawakan kisah baru untuk kalian semua.

Mohon dukungan untuk author ya...

Happy reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Siang hari Raden mengajak Sekar untuk makan diluar. Perasaan jengkel tidak bisa di tutupi Sekar ketika tau Raden ternyata membawa serta wanita pembunuh itu.

Yuana langsung menyambut kehadiran Raden dengan pelukan hangat. Tetapi matanya menyorot tajam dan penuh kebencian pada Sekar yang berjalan di samping Raden.

"Kenapa mas membawanya?" tanya Yuana sambil mengedipkan dagu ke arah Sekar. Ekspresi wajahnya sedikit tidak mengenakkan.

"Sekar masih kurang sehat, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja"

Sekar memutar bola matanya mendengar alasan Raden. Jelas-jelas pria itu tadi yang memaksanya dan mengajaknya pergi. Dasar mulut lelaki!

Menyimpan kembali ekspresi menghinanya, Yuana kembali tersenyum dengan munafik. "Baiklah mas, kalau begitu kita segera pesan makanan."

Raden mengangguk dan membiarkan kekasihnya terus memeluk lengannya manja. Sementara Sekar yang melihatnya merasa mual.

Beberapa hari ini Sekar sudah mulai terbiasa dengan tubuhnya, kaki dan tangannya juga sudah mulai aktif. Meskipun masih tidak bisa dibandingkan dengan keaktifan di kehidupan sebelumnya, tetapi setidaknya dia berhasil menurunkan hampir seperempat berat badannya yang tambun.

Sekar mengabaikan tatapan Yuana yang penuh kebencian. Sekar tau wanita itu sedang sangat marah saat ini. Bukan hanya karena Raden yang membawa serta dirinya, tetapi lebih karena saat ini penampilan mereka hampir imbang.

Sekar tampak berkelas dengan riasan tipis di wajahnya. Dia juga sudah membeli beberapa potong baju untuk melengkapi penampilannya. Meskipun belum mencapai berat ideal yang dia inginkan, tetapi penampilan Sekar sekarang cukup membuatnya terlihat jauh lebih muda. Jika dia akan menjadi Sekar seumur hidup setidaknya dia bisa mencintai diri sendiri.

Sekar berjingkat saat kuah panas tumpah tepat di pangkuannya. Baju putih gadingnya langsung berubah kuning karena noda kuah yang sengaja di tumpahkan oleh Yuana.

"Ya Tuhan, aku tidak sengaja! Oh Sekar sungguh aku benar-benar tidak sengaja" memasang muka melas tak berdosa Yuana ikut repot mengelap baju Sekar.

Buru-buru Sekar menepis tangan Yuana, dan melangkah tergesa menuju toilet. Emosi Sekar tidak bisa di tahan lebih lama jika dia terus bertatap muka dengan wanita licik itu. Sekar ingin membasuh wajahnya dengan air dingin, menetralkan amarahnya yang akan berkobar.

Tuk

Tuk

Tuk

Bunyi alas sepatu mendekat ke arah toilet yang di tempati oleh Sekar. Beberapa waktu kemudian Yuana muncul dengan garis senyum di bibirnya. Lebih tepatnya senyum penuh kemenangan. Tangan wanita itu di lipat di depan dada kemudian tawa angkuh menggema di ruangan tersebut.

"Lepas dari kematian sepertinya membuatmu sombong, gadis miskin?" ucap Yuana melangkah mendekati Sekar yang tidak se inci pun berpindah.

Yuana menatap tajam Sekar, yang dibalas Sekar dengan tatapan yang sama tajamnya.

Tangan Yuana bersiap untuk menjambak rambut Sekar, tetapi Sekar lebih cepat bergerak, di tangkapnya tangan itu dan di putar berlawan arah hingga membuat tubuh Yuana terputar mengikuti tangannya.

Klekk!!

Bunyi tangan Yuana cukup nyaring di iringi oleh suara pekikan yang tertahan.

"Akhh!" Yuana mendesis dan tidak bisa menahan ringisannya.

Sekar tersenyum, senyumnya membuat bulu kuduk Yuana berdiri. Sekar terlihat bengis dengan senyum menakutkan di mata Yuana.

Sengaja Sekar memiringkan kepalanya agar bisa menatap ekspresi wajah kesakitan Yuana.

"Sekar, Sakit!" ucap Yuana mengeluh.

"Oh, jadi kau tidak suka dengan penyiksaan? Bagaimana jika aku menancapkan jarum perak beracun ke lehermu yang mulus ini, tidak sakit, tetapi mampu membawamu ke neraka lebih cepat!"

Rasa takut menjalar bak suntikan racun yang menyebar dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sekar benar-benar membuat Yuana ketakutan. Yuana menatap Sekar dengan panik, dia sama sekali tidak bisa bergerak.

Mendengar langkah kaki, Yuana merasa aman seketika. Dia mulai memberontak.

"Tolong!" Yuana berteriak sekuat tenaga.

Tetapi Sekar sama sekali tidak melepaskan pelintiran tangannya.

"Tolong!" teriakan Yuana semakin keras, terdengar seperti putus asa. Tak lama kemudian pintu toilet benar-benar dibuka seseorang.

"Mas, lihatlah! Sekar tiba-tiba menyerang ku!" Adu Yuana. Dia menolehkan wajahnya untuk melihat Sekar yang ternyata tidak ada.

Pupil mata Yuana melebar saat dia menunjuk pada ruang yang kosong.

'Ceklek'

Raden melihat Sekar yang keluar dari bilik toilet, dengan ujung baju yang basah dan wajah yang terlihat lembab karena selesai mencuci muka.

Yuana geram, dia benar-benar seperti anak kecil yang di permainkan.

"Sekar kau menyakiti ku!" serunya tak terima.

"Maksudnya?" Sekar terlihat linglung, wajahnya tampak sekali bingung dengan ucapan Yuana.

"Kau baru saja menyakiti ku!" bentak Yuana. Yang hendak menghampiri Sekar.

"Yuana, bahkan Sekar baru saja keluar dari kamar mandi, bagaimana dia bisa menyakiti mu?" Raden mengatakan pembelaan untuk Sekar. Karena dia memang melihat Sekar baru keluar dari kamar mandi.

"Lihat, Mas. tanganku sakit karena Sekar memutarnya, ini___ini sampai kebas" Yuana berusaha menyakinkan Raden.

"Sepertinya aku pulang saja, kekasihmu tidak menyukai kehadiran ku!" Sekar berjalan hendak melewati Yuana dan Raden tetapi Raden mengapai tangannya.

"Ku antar" ucap Raden.

"Mas," protes Yuana.

"Na, Sekar datang bersamaku, aku tidak bisa membiarkannya pulang seorang diri"

"Tapi kita belum sempat makan"

"Kamu makan saja, aku sudah membayar semuanya."

"Mas, Tapi .... "

Ucapan Yuana tidak selesai karena Raden sudah meninggalkannya, lelaki itu menarik tangan Sekar menjauh dari toilet.

Tangan Yuana terkepal kuat. Yuana tidak akan membiarkan Sekar mempermainkan dirinya.

Begitu Raden membawanya masuk kedalam mobil, Sekar tersenyum dalam hati. Ini belum apa-apa, Sekar akan membuat Yuana menderita dan juga membuat Raden tertarik padanya.

Bukan karena dia sudah mencintai Raden, tetapi Sekar ingin memberi pelajaran berharga pada lelaki seperti Raden.

Meskipun memori Sekar yang asli mulai muncul di permukaan, tetapi jiwa Acalapati juga masih ada di hatinya.

Wanita ini begitu mencintai suaminya. Tetapi sang suami mencintai wanita lain. Miris!

Fury menghubungi orang kepercayaannya. Dia yang mendengar jika Raden membawa istrinya makan diluar segera menyusul. Awalnya Fury sangat marah bahkan ingin menyeret cucunya ketika mendengar wanita yang bernama Yuana juga ikut makan bersama mereka. Tetapi kemudian Fury tidak jadi mendekat dan hanya memata-matai mereka dari jauh.

Saat Yuana menumpahkan kuah panas ke pangkuan Sekar pun wanita tua itu tau, dia sudah gemas ingin menenggelamkan kepala Yuana kedalam panci sup seandainya tidak melihat tangan sang cucu menantu yang terlihat menepis kasar tangan Yuana.

Ada yang membuat mata tua itu terlihat bahagia. Yaitu tatapan ke khawatiran yang cucunya layangkan pada Sekar.

Fury menenangkan pikirannya. Semua berjalan dengan baik, sesuai rencana.

Kini setelah melihat sang cucu pergi bersama istrinya, kakinya melangkah mendekati meja bundar yang memiliki beberapa kursi kosong, hanya satu kursi yang di duduki oleh seorang wanita.

"Nenek?"

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗋𝖾𝗂𝗇𝗄𝖺𝗋𝗇𝖺𝗌𝗂?
Hana Nisa Nisa
keren
Hana Nisa Nisa
wihhhh
Bela Viona
kok agak ganjil ya penyebutan dokter di era pangeran dan dinasti 😁.
lbh enk nyebut tabib
Endang Sulistia
acalapati tau si restu penghianat..
diara
👍❤️
Ella Nasad
Kecewa
Ella Nasad
Luar biasa
Kaum Senyap
amazing
Sri Miarti
sistem kerajaan tp ada agama mjslim🤔🤔🤔🤔
Memyr 67: 𝖺𝗇𝗀𝗀𝖺𝗉 𝖺𝗃𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗁𝖺𝗆 𝗌𝗁𝗂𝗋𝗈𝗁
total 1 replies
Sri Miarti
pemerintahan kerajaan tp agama muslim🤔
Euis Kindar Wulan
up
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Enies Amtan
masih bingung
Uba Muhammad Al-varo
terima kasih kakak Author 🙏 karya2 nya selalu bagus👍👌
semoga kakak Author selalu sehat, selalu sukses dan selalu semangat dalam berkarya ❤️💪🙏
Yurike: Aamiin, doa yang sama untuk Kaka. Semoga sehat selalu dan banyak rezeki.
total 1 replies
khariliska
sukaaa
khariliska
sukaaaa
khariliska
sukaaaaa bangaaattttt thoorrr
khariliska
sukaaaaa bangattt thor
Silverrtea
the best bangetttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!