(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.
"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?
Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 DUA PILIHAN UNTUK KANAYA
...🤗 Hai selamat membaca 🤗...
Di dalam club malam ALFAN sedang meminum alkohol, di paha kiri dan kanannya ada wanita penghibur yang biasa dia sewa. kali ini ALFAN tidak menghiraukan wanita-wanita di sampingnya yang sedang menggodanya, dengan meraba-raba dada bidangnya, dan mengecup pipinya.
ALFAN hanya terus meneguk alkohol, yang di tuangkan oleh wanita-wanita itu, satu gelas hanya satu tegukan, dia mengepalkan tangannya, kemudian dia perlahan-lahan menutup matanya, karena terlalu banyak minum, kemudian dia menenggelamkan kepalanya, ke sandaran sofa yang dia duduki.
Melihat Alfan terkulai lemas kupu-kupu malam itu, turun dari paha Alfan dan membawa Alfan ke satu ruangan yang ada di sana, di mana ruangan itu yang selalu Alfan sewa untuk bersenang-senang.
...****************...
Di rumah Kanaya. Karena ada tugas dari sekolahnya, Kanaya langsung duduk di kursi meja belajarnya, kemudian mengambil tas sekolahnya, Kanaya membuka dan mengambil buku tugasnya, tetapi matanya tertuju pada ponsel yang berada di dalam tas sekolahnya, kemudian Kanaya pun, membuka ponselnya.
Sepuluhan panggilan tak terjawab Dari Anisa. "Kanaya kamu kemana saja sih? aku mau ngobrol sama kamu!" 💌 pesan dari Anisa
Kanaya melihat jam di ponselnya waktu menunjukkan pukul 21:30. "Mungkin jam segini Anisa sudah tidur, Ah besok saja aku menelponnya." ucap Kanaya.
Kanaya menyimpan kembali ponselnya, kemudian membuka buku tugas sekolahnya, lalu dia mengerjakannya, Kanaya mengerjakan tugasnya, Tidak butuh waktu lama, dia pun sudah beres mengerjakan tugas sekolahnya dengan cepat.
Setelah beres mengerjakan tugasnya, Kanaya tidak langsung tidur, dia masih duduk di meja belajarnya, dia memutar-mutar kursi ke kiri dan ke kanan. Kanaya sedang memikirkan perkataan ALFAN yang membuat hatinya merasa sesak dan sedikit perih seperti ada jarum yang menusuk hatinya, Kanaya memegang dadanya, kemudian dia mengelus dadanya.
...flash back on...
"Tak perduli sebanyak apa perempuan yang aku bawa ke rumah ku, Mamah ku tidak menginginkannya, dia hanya menginginkan kamu untuk menjadi istriku, kamu hebat bisa menghipnotis Mamah ku, apa yang kamu berikan kepada Mamahku, hingga mamah sangat menyayangimu?"
"Aku sudah memiliki kekasih dan tidak bisa meninggalkannya, dan kamu aku sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun terhadap mu, aku beri kamu 2 pilihan?"
"Pilihan ke 1 Menikahlah dengan ku tanpa cinta?"
"Pilihan ke 2 Atau kamu batalkan perjodohan ini?
"Mereka akan mengadakan pernikahan kita dua hari lagi, Ayo kita lakukan jika kamu memilih pilihan pertama, kamu juga bebas dengan hidup mu, begitu pun dengan diriku, aku tak akan menyentuhmu sedikit pun, dan tak akan pernah menyentuh hatimu, mari kita hidup dengan saling tidak mengenal satu sama lain?"
"Aku minta kamu, pilih, pilihan yang kedua dan jangan sia-siakan masa kecilmu." Ujar Alfan.
...Flash back off...
"Aku memilih pilihan pertama karena aku juga tidak mempunyai perasaan sedikit pun terhadap kamu, kamu bukan tipe ku juga! aku tidak akan menyukai orang seperti mu, tidak akan pernah. hanya saja Tante Wanda telah memberikan segalanya, kasih sayang seperti Mamah dan kehidupan untuk ku,"
"Aku juga tidak tega jika harus membuat senyuman di wajah Tante Wanda memudar. dan aku juga sudah berjanji kepada Mamah dan Papah, aku akan menikahi kamu, walaupun aku tahu konsekuensinya, biarkanlah hidupku berjalan mengikuti alur yang sudah di gariskan oleh Allah, ini adalah takdir Allah yang harus aku terima." ucap Kanaya, sambil memutar-mutar cincin yang melingkar di jari tengahnya.
Kanaya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, "Apakah dia berpikir mengatakan itu tidak menyakiti perasaanku? walaupun dia tidak menyukaiku setidaknya jangan mengatakan hal seperti itu, terhadap anak kecil seperti ku, dia tidak tahu kalau aku sangat sensitif, Ah dasar pria brengsek." geram Kanaya
...****************...
Sementara itu di ruang tamu kanza masih di nasihati oleh Kesya, dan tidak bisa pergi ke kamarnya.
"Kamu ini yah kanza, Mamah tak habis pikir sama kamu, kamu baru pulang jam segini? Mamah memberikan ke bebasan untuk kamu, bukan berarti kamu bisa seenaknya menggunakannya, pulang sampai larut malam, dari mana saja kamu sampai jam segini baru pulang?"
"Kanaya bilang, kalau kamu ada tugas tambahan di kampus. kampus mana yang membuat anak didiknya belajar sampai selarut ini? kamu itu anak gadis kanza? bagaimana kalau ada, apa-apa yang terjadi kepada kamu?"
"Mamah bicara seperti ini sangat sayang sama kamu Kanza, mulai hari ini mobil kamu, mamah sita, besok kamu pergi bersama Kanaya naik angkot, biar kamu gak seenaknya saja." ucap kesya
"Mah jangan gitu dong aku bisa jelaskan?" ucap kanza sambil nangis, memang salah Kanza gak bilang kepada Kesya mau jalan-jalan bersama temen-temennya.
"Gak ada tapi-tapian, ini sudah menjadi keputusan Mamah, dan Mamah harus tegas kepada kamu." ucap kesya
"Mah udah mah? malu kedengaran sampai keluar, dan gak enak juga sama tetangga sudah larut malam, Kanza kamu ke kamar Gih?" Kevin melerai, dia baru pulang dari kantor.
"iya kak..." ucap kanza, kemudian kanza pun pergi ke kamarnya
Faisal yang sedari tadi hanya terdiam melihat Kesya menasehati kanza, takutnya kalau Faisal menyela nantinya akan menjadi tambah runyam, dan Faisal hanya bisa terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Kamu baru pulang Kevin? bagaimana keadaannya di kantor?" tanya Faisal
"Alhamdulillah aman terkendali pah?" ucap Kevin, sambil membuka dasinya,
"Maaf papah tadi menyerahkan semua pekerjaan di kantor kepada kamu? tadi Ada pak Alvaro ke sini sekeluarga, jadi mau tidak mau, papah harus pulang." ucap Faisal dengan ekspresi sedihnya,
"iya... Gak apa-apa, pah! itu juga sudah menjadi kewajiban aku untuk membantu papah." ucap Kevin
"Kamu sudah makan Kevin? tanya kesya, terlihat khawatir terhadap putranya itu.
"Sudah mah, aku pergi ke kamar dulu yah mah pah, aku mau istirahat dulu ?" ucap Kevin, kemudian dia berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tamu.
"Iya...istirahatlah sayang, pasti kamu capek." ucap kesya, sambil melambaikan tangan ke putranya itu, yang sedang bergerak menuju kamarnya.
"Papah kok malah diam saja, mamah nasehati kanza, bukannya membantu nasehati kanza? anak-anak bukannya suka mendengarkan kata-kata papah." tanya kesya sambil mengerutkan keningnya,
"iya... Nanti papah akan bicara sama kanza! ayo kita tidur yuk? mamah harus tenang'in diri mamah dulu di kamar." goda Faisal sambil merangkul pundak Kesya, kemudian membawanya ke kamar sambil tersenyum, Kesya pun menurut mengikuti ajakan Faisal.
...****************...
Malam pun telah berlalu, matahari sudah menampakkan dirinya, dan suara-suara mobil, yang sedang di hangatkan oleh Faisal, seperti biasa keluarga Kanaya di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan masing-masing.
Setelah membantu Kesya menyiapkan sarapan, Kanaya pun pergi ke kamarnya, untuk berganti pakaian, sesudah berpakaian, Kanaya membereskan buku-buku untuk di bawa ke sekolahnya, Kanaya bangun sangat pagi hari ini, karena tidurnya tidak terlalu malam,
Setelah siap Kanaya pun, langsung menuruni anak tangga untuk sarapan bersama, karena itu kegiatan yang harus dilakukan di rumah Kanaya, sebelum semua berangkat ke masing-masing tempat tujuan.
...Bersambung........
...Lanjut ke Bab berikutnya......
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..