NovelToon NovelToon
I Love You Kakak

I Love You Kakak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani

Lanjutan dari karya Perjodohan membawa bahagia. Disarankan mampir ke karya sebelumnya agar tidak menimbulkan kebingungan.

Karena sebuah wasiat dari orang tua kandung kakak angkatnya, ia dan sang kakak angkat dinikahkan. Pernikahan karena perjodohan itu menimbulkan banyak masalah, terutama masalah hati. Karena sesungguhnya, sang kakak angkat sudah memiliki wanita lain yang ia cintai dengan sepenuh hati dan hanya menganggap dia sebagai adik.

"Aku mencintai kamu sebagai kekasih, kakak." Yolanda Aditama.

"Maaf Yolan. Aku tidak bisa menerima cinta itu. Karena selamanya, kamu akan tetap berada dalam hatiku sebagai adik. Aku tidak bisa menggubah perasaan itu." Dewa Sujianda.

Akankah perasaan Dewa bisa berubah? Atau bahkan, akan tetap selamanya bertahan seperti itu? Mungkinkah pernikahan mereka akan bertahan? Atau bahkan, akan hancur karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 9

Sopir muda yang tampan itupun memutar arah mobil mereka. Berjalan kembali ke arah yang sebelumnya sudah mereka lewati.

Tepat beberapa meter jarak mobil yang Yola tumpangi akan sampai, saat itu pula, taksi yang Dewa pesan datang. Dewa segera masuk ke dalam taksi tersebut. Lalu, taksi itu berjalan dengan kecepatan sedang.

"Ikuti mereka, mas Bimo!"

"Ikuti, nona Yolan? Untuk apa mengikuti tuan muda?"

"Ya ampun, mas Bimo. Aku tahu mas Bimo ini sopir yang kak Dewa pekerjakan. Tapi saat bersama aku, berarti, mas Bimo kerjanya sama aku. Jadi tolong, dengarkan saja apa yang aku katakan."

"Baiklah nona Yolan. Aku akan dengarkan apa yang nona katakan." Bimo berucap dengan nada pasrah.

"Nah, gitukan enak. Tapi, sebaiknya mas Bimo melakukan apa yang aku katakan dengan ikhlas. Biar gantengnya mas Bimo itu tetap kekal dan gak akan berkurang."

"Nona Yolan bisa saja." Bimo berucap sambil tersenyum.

Mobil terus berjalan mengikuti taksi online yang membawa Dewa di dalamnya. Saat mobil itu melewati jalan perkomplekan, Yola merasa ada yang tidak beres dan ada yang mengganjal dengan arah yang Dewa ingin datangi.

Perasaan tidak beres itu semakin kuat ketika taksi tersebut berhenti di sebuah rumah yang sepertinya ia tau itu rumah siapa. Meskipun sepuluh tahun berada di luar negeri, tapi suasana tempat itu sepertinya masih bisa ia kenali dengan cukup baik. Karena tidak ada yang berubah dari rumah tersebut.

"Bukankah itu rumah om Johan, Mas Bimo?" tanya Yola untuk memperkuat tebakannya.

"Iya, nona Yolan. Itu rumah tuan Johan."

"Kenapa kak Dewa datang ke rumah om Johan? Bukankah dia bilang mau ke kantor tadi?"

"Mungkin untuk bertemu dengan tuan Johan, Nona."

"Mungkin saja."

"Oh ya, mas Bimo tunggu di sini dulu. Aku juga ingin sekalian mampir ke rumah om Johan."

"Tapi, nona Yolan .... "

"Tapi apa, mas Bimo?"

"Tidak jadi, Nona. Silahkan! Saya akan tunggu nona di sini."

Yola pun langsung beranjak meninggalkan mobilnya. Namun, selang beberapa langkah saja lagi untuk ia sampai ke depan pintu rumah tersebut, Johan tiba-tiba saja menyentuh pundak Yola dari belakang.

Sontak, Yola yang mendapat sentuhan itu langsung memutar tubuh sambil menahan perasaan kaget. "Om Johan."

"Nona kecil kapan datang? Kenapa gak ngasi tau om dulu kalo mau main ke rumah om?" tanya Johan sambil tersenyum manis.

"Aku baru saja sampai, Om. Gak sempat ngasi tau, soalnya dari bandara. Ingat Hanas sakit, langsung aja aku jalan ke sini."

"Oh ya, om Johan dari mana? Tadi ... kak Dewa juga datang ke sini. Orangnya ada di dalam."

"Apa? Tuan muda ada di dalam?" tanya Johan dengan wajah kaget.

"Iya. Kak Dewa ada di dalam om. Mungkin dia sekarang lagi nungguin om Johan."

'Tidak mungkin tuan muda Dewa nyariin aku. Dia pasti datang untuk melihat Hanas. Bukankah tadi pagi dia tahu, kalau Hanas sakit? Tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkan nona kecil tahu soal hubungan Hanas dan tuan muda Dewa. Jika nona kecil tahu, dia pasti akan terluka,' kata Johan bicara dalam hatinya.

"Mm ... nona kecil, tuan muda tidak sedang mencari aku sebenarnya. Dia datang untuk memeriksa dokumen penting di ruang kerjaku."

"Memeriksa dokumen penting? Maksud om Johan?"

"Tuan muda sering datang ke sini. Tapi bukan untuk bertemu dengan aku secara langsung, melainkan, memeriksa semua dokumen kantor yang aku pegang, nona kecil."

"Kok dokumen kantor di rumah om Johan sih? Kenapa gak di kantor?"

"Itu .... " Johan terlihat kebingungan untuk menjawab. Karena sebenarnya, dari tadi juga dia sudah bohong soal maksud kedatangan Dewa yang sesungguhnya.

"Itu ... ada beberapa alasan yang om tidak bisa katakan pada nona kecil. Maafkan om ya, nona kecil. Oh ya, sebaiknya, nona ikut om jalan-jalan saja. Karena om sudah lama tidak merasakan jalan-jalan bersama nona kecil. Om sangat merindukan kebersamaan kita seperti saat sebelum nona kecil pergi," ucap Johan dengan nada memelas dan penuh harap.

"Tapi om .... "

"Mmm ... baiklah. Ayo kita jalan-jalan. Lain kali saja aku mampir ke rumah om Johan nya," ucap Yola pada akhirnya. Karena ia tidak ingin melihat Johan kecewa, ia langsung memutuskan untuk menerima tawaran Johan yang ingin mengajaknya jalan-jalan.

Mereka pun meninggalkan tempat tersebut dengan mengendarai mobil Yolan. Sedangkan di dalam rumah, Dewa sedang berada di kamar Hanas. Di mana Hanas sedang terbaring lemas di atas ranjangnya dengan mata bengkak dan wajah pucat.

Dewa sedang berusaha membujuk Hanas supaya ingin makan sedikit bubur yang sedari tadi ia pegang di tangannya. Sudah hampir lima menit ia membujuk Hanas, tapi tetap saja, tidak ada hasilnya.

"Hanas. Ayolah, makan sedikit saja ya," ucap Dewa dengan nada putus asa.

"Tidak kak Dewa. Aku tidak ingin makan karena aku ingin mati saja sekarang. Aku tidak sanggup hidup di atas muka buki ini lagi. Karena satu-satunya orang yang aku cintai, kini telah mengkhianati aku dengan memutuskan hubungan ini. Ia bahkan menikah dengan perempuan lain sekarang. Jadi, untuk apa lagi aku hidup di dunia ini kak Dewa." Hanas berucap panjang lebar dengan nada lemas nya.

"Jangan bicara seperti itu, Hanas. Bagaimanapun, hidup kamu harus tetap berlanjut. Karena laki-laki bukan cuma satu di atas muka bumi ini. Masih banyak laki-laki yang lain selain aku."

Hanas yang tadinya memalingkan wajahnya dari Dewa, sekarang kembali menoleh ke arah Dewa dengan tatapan kesal. Ia tersenyum mirip pada Dewa untuk beberapa saat.

"Pergilah kak Dewa. Aku tidak ingin melihat kak Dewa lagi."

"Mungkin pilihan terbaik yang aku pilih sekarang sudah tepat. Memilih meninggalkan kak Dewa selama-lamanya, adalah pilihan yang paling tepat buat aku. Karena aku tetap tidak sanggup melihat kak Dewa bersama wanita lain apapun alasannya."

"Hanas. Tolong jangan bicara yang tidak-tidak. Kamu masih muda. Masih .... "

"Cukup! Jangan lanjutkan lagi kata-kata menyedihkan itu kak Dewa. Aku tahu kak Dewa sudah menikah dan akan fokus pada istri kak Dewa. Jadi sekarang, jangan hiraukan aku lagi. Apapun yang ingin aku lakukan, tidak ada hubungannya dengan kak Dewa."

"Sekarang, kak Dewa pergi dari sini! Pergi! Aku bilang pergi!" Hanas dengan tubuh lemahnya mendorong Dewa untuk menjauh dari dirinya.

"Hanas."

"Pergi kak Dewa! Pergi!"

"Mama!"

Mendengar teriakan itu, Saras segera datang ke kamar anaknya. Dengan wajah cemas, ia menghampiri Hanas yang sedang terbaring sambil menangis memeluk selimut di atas ranjangnya.

"Ada apa ini? Tuan muda, kamu apakan putriku, hah!"

1
M Bibin
🥰🥰
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sakura
....
Shifa Burhan
kau thor apa yang jadi masalah dalam novel mu adalah sikap tidak adil mu dalam memperlakukan emeran utama wanita (istri) dan pemeran utama pria (suami)

*saat novel mu yang konfliknya suami melakukan kesalahan pasti kau buat istri tidak mudah memaafkan, pasti kau buat suami dapat balasan, mengemis maaf dan berjuang keras, dan pasti kau hadirkan lelaki lain yang membuat istri membalas perlakuan suami

banding dengan novel yang konfliknya istri melakukan kesalahan semudah itu dimaafkan, karakter suami kau buat bodoh dan semudah itu memaafkan malah balik minta maaf kayak pengemis, dan kalian tidak berani hadirkan wanita lain (kayak kalian hadirkan lelaki lain)

karena ini lah pola pikir egois wanita ketika suaminya salah tidak semudah itu dimaafkan tapi ketika dia salah mau dimaafkan begitu saja dan sikap egois ini mereka bawa kedalam novel

adalah lagi pola pikir egois yang terkesan munafik wanita dalam berkarya yaitu mereka melaknat pelakor tapi memuja pebinor

miris
Atik Bunga
apa ini kakah burhan
Atik Bunga
jangan ladang bunga yg dimaksud saka itu kebun bunga punya mamahnya yola
Atik Bunga
jangan2 dokter leo suka sama yola
Atik Bunga
kasihan hanas anak yg tdk diharapkan oleh johan malah tersakiti
sharvik
sulis it siapa y dewa ya . . d eps sblm y mngatakan yola adalah orang yg sngat dewa syang stelah sulis. .
watini fitrah
knpa rata rata CEO bodoh klu udh di depan pelakor
Rani: nah, ceo kek gini cuma ada di dalam karya aja yah. keknya, di dunia nyata ngga akan nemu🤣
total 1 replies
Rika Fitria
zaka kayaknya anak Zara
Rika Fitria
Luar biasa
Mas Sigit
itu kakekmu yolan
Mas Sigit
bagus yolan kmu hrs tegas biar dewa sadar bagaimana jahatnya si hanas
Mas Sigit
dadaku sdh mulai sesak bayangin jd yolanda
Mas Sigit
pasti Hanas ga bakalan tinggal diam mlihat dewa sm yolan mrnikah
Al Fatih
iya,, kadang sbg perempuan,, merasa miris,, sdh d hina,, d tolak,, masih ngemis2 juga,, jujur lebih suka karakter perempuan kuat,, ga mudah d tindas....,,
Al Fatih
lengkap sdh semuanya,, wlwpun itu wasiat,, harusx Brian dan Kania pastikan dulu dewa ad pacar ga,, wlwpun Yola cinta dewa,, tapi dewa kan ga,, beresiko Yola akan d tersakiti,, dewa juga plin plan,, Johan juga gitu,, anaknya Johan juga gt...😅
ShaHana Rania Norali
menarik.. dan tak sabar baca sampai episode akhir. 🥰
alnino
drma bnget bnyak omong wkwk si yola keburu nyampk rumh mreka ado argumen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!