NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Fantasi
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Sumpah Atas Nama Sang Ilahi

'Apa itu? Bukankah itu sama saja seperti pembunuhan?' Rostav menelan salivanya dalam-dalam dan membalas, "apa syarat untuk mengaktifkannya harus menghubungkan dua orang? Tidak bisa satu pihak?"

Cia mengangguk dari balik pintu dan menjawab, "ya."

Rostav menghela napas, dia mengangkat kepalanya, merasakan keraguan di dalam hatinya. Dia tidak mengatahui apa pun tentang Q. Untuk istilah Master Q, dia sudah sedikit memahaminya. 'Akan terlalu beresiko untukku jika mengikuti rencananya, apalagi syarat untuk mengaktifkan Q-nya membutuhkan dua orang, tidak bisa digunakan untuk satu pihak. Dan konsekuensi jika melanggar adalah kehilangan lidah. Walaupun aku sendiri tidak tahu menahu soal Q, tapi Master Q... kurasa aku sudah sedikit memahaminya sekarang.

'Kurasa, Q adalah "sesuatu". Sebuah kekuatan abstrak yang mampu memberikan kemampuan ajaib kepada penggunanya, kemampuan yang melampaui logika manusia biasa, mirip-mirip seperti sihir yang sering kudengar dalam cerita fiksi. Dia bukan sekadar alat, melainkan seolah memiliki kehendak dan aturannya sendiri. Dan seseorang yang berhasil menguasai dan menggunakan Q, mereka tidak lagi disebut sebagai manusia biasa, melainkan dijuluki sebagai Master Q.

'Tapi, menjadi Master Q bukanlah perkara mudah. Dari yang bisa kusimpulkan, seseorang harus melalui sebuah prosesi yang... mungkin bisa dibilang sakral? Mereka harus menjalani sebuah ritual khusus, lalu meminum sebuah Ramuan yang, entah terbuat dari apa. Hanya setelah semuanya berhasil, barulah mereka dapat menggunakan Q.'

Tidak mendapatkan jawaban apa pun selama beberapa saat membuat Cia khawatir dengan dirinya sendiri, dia takut menyinggung Master Q yang lebih kuat darinya. Dia hanya seorang Master Q Tingkat 1 Tahap Awal, paling lemah, apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak memiliki Q tipe serangan.

"Apa kau... ingin menggunakannya?" dia mengatakannya dengan ragu, sambil tubuhnya bergidik ngeri. Dia membayangkan wajah dari Kapten bajak laut yang menangkapnya ini. Memiliki wajah yang menyeramkan seperti iblis, penuh dengan luka, dan satu mata buta.

Rostav tersentak dari balik pintu, lalu berdehem sebelum kembali menjawab, "tidak, aku mempercayaimu. Apalagi kau hanya seorang Master Q Tingkat 1 Tahap Awal. Aku memperingatkanmu, aku bisa memenggal kepalamu kurang dari satu detik," Rostav merinding mendengar perkataannya sendiri. Tentu saja dia berbohong akan memenggal kepala perempuan itu, dia bahkan tidak pernah membunuh, jadi bagaimana dia bisa melakukannya?

'Sial, tubuhku merinding mendengar kata-kataku sendiri,' Rostav menutupi wajahnya dengan satu tangan, jelas saja dia merasa malu dengan kata-katanya sendiri. 'Itu terlalu cringe. Aku tidak akan mengatakannya lagi, sungguh.'

Cia yang mendengar ancaman tersebut merinding sebadan-badan. Secara reflek dia memegangi lehernya sendiri, seolah-olah sedang berusaha untuk melindunginya.

'Ancamannya terdengar tidak main-main. Suaranya sungguh mengerikan,' Cia menelan salivanya dengan berat, seolah-olah ada batu bata yang tertanam di tenggorokannya. Dia akhirnya menjawab dengan nada gemetar ketakutan, "ya, ya. Aku tidak akan melakukan apa pun. Tenanglah, sungguh, aku tidak punya niat sedikit pun. Aku benar-benar tidak pandai dalam bertarung. Bisa dibilang, aku hanyalah orang biasa yang kebetulan terseret dalam kesialan. Tidak ada niat jahat yang bersemayam di dalam hatiku, apalagi sebuah rencana licik untuk mengkhianatimu."

Rostav terdiam selama beberapa saat, mencoba memikirkannya kembali. Tapi, tak lama setelahnya, Cia kembali berkata dengan nada yang lebih tegas. "Aku, Agaricia Palmata, berani bersumpah atas nama Dewi Bulan Malam. Kau pasti tahu arti dari sumpah itu, bukan? Di dunia ini, di lautan luas maupun daratan yang kau pijak, bersumpah atas nama Sang Ilahi yang diyakini adalah titik tertinggi dalam sebuah ikrar. Itu bukan sekadar untaian kata-kata kosong yang bisa diucapkan sembarangan.

"Itu adalah kontrak sakral yang mengikat jiwa, sebuah deklarasi mutlak yang menghubungkan kehormatan dan takdir seseorang langsung kepada Sang Ilahi yang mereka sembah. Dan aku baru saja menyebut nama Dewi Bulan Malam, penguasa malam dan saksi segala misteri yang terucap di bawah sinar rembulan.

"Jika aku melanggar sumpah ini, jika ternyata ucapanku dusta dan hatiku menyimpan maksud terselubung, maka aku bisa terkena hukuman langsung dari-Nya. Sebuah kutukan yang tidak main-main, jauh lebih mengerikan dari pada sekadar kehilangan lidah atau tebasan pedang. Sekarang, setelah semua yang kukatakan ini, apa kau kini percaya padaku?"

Di dalam kamar Cia, tiba-tiba muncul sebuah fenomena yang begitu ganjil dan menakjubkan. Seberkas cahaya berwarna perak lembut, tenang seperti kilau bulan purnama yang memantul di permukaan danau, mengalir begitu saja ke dalam ruangan, muncul dari udara kosong. Cahaya itu berputar pelan, menari-nari tanpa suara, menerangi setiap sudut kamar dengan kehangatan yang justru membuat bulu kuduk meremang. Ini jelas bukan cahaya biasa, cahaya ini seolah-olah memiliki berat, memiliki kehadiran, seolah-olah udara di dalam kamar itu sendiri yang berubah menjadi cairan perak.

Perlahan tapi pasti, serat-serat cahaya perak itu mulai bergerak dengan sebuah kesadaran, seakan dikendalikan oleh kehendak ilahi yang jauh melampaui pemahaman manusia. Mereka tidak lagi menari acak, melainkan saling mendekat, menyatu satu sama lain dalam harmoni yang hening. Prosesnya begitu memukau, seperti menyaksikan benang-benang cahaya yang dirajut oleh tangan tak kasat mata. Mereka menyatu dan membentuk sebuah lambang di udara. Lambang itu adalah bulan purnama yang sempurna, sebuah lingkaran cahaya perak yang begitu terang tapi lembut di mata. Tapi, yang membuatnya begitu mencekam sekaligus agung adalah apa yang berada di tengahnya... sebuah mata.

Mata itu terbuka lebar di pusat bulan purnama, dengan pupil yang tampak seperti menyimpan seluruh kedalaman langit malam. Mata itu seolah-olah menatap langsung ke arahnya, menembus segala lapisan kebohongan dan kepura-puraan, langsung ke inti jiwa yang paling telanjang.

Lambang ini adalah manifestasi dari Dewi Bulan Malam itu sendiri. Dia adalah simbol abadi yang menyatakan bahwa meskipun malam dipenuhi oleh kegelapan dan misteri yang menyelimuti dunia, di hadapan-Nya, tidak ada satu pun yang bisa bersembunyi. Segala rahasia yang terpendam, segala maksud terselubung yang berusaha dikubur dalam hati, semuanya menjadi jelas dan terang benderang di bawah tatapan mata-Nya. Malam bagi manusia adalah tabir, tetapi bagi-Nya, malam justru adalah panggung di mana segala kebenaran dipertontonkan.

Lambang itu melayang dengan anggun di udara, sebelum akhirnya terbang masuk ke dada bagian kiri Cia, masuk ke dalam jantungnya.

Rostav yang mendengarnya merasa tercengang, matanya tampak berbinar tapi juga penuh oleh pertanyaan. 'Tak kusangka ada sumpah seperti itu di dunia ini. Dari nada suaranya terdengar tidak main-main dan benar-benar serius. Kurasa aku bisa mencoba untuk mempercayainya.'

"Baiklah, aku mempercayaimu. Aku akan membuka pintunya," Rostav berkata dari balik pintu. Cia yang mendengarnya menjadi lega sekaligus bahagia, tapi saat itu dia segera menyadari sesuatu, dan segera menghentikan Rostav untuk membuka kuncinya.

"Aku tahu ini keterlaluan, tapi... bisakah kau bersumpah ada nama Sang Ilahi yang kau yakini untuk tidak menyakitiku?" Cia awalnya merasa ragu bahwa Rostav akan menyetujuinya, tapi setelah mendengar jawabannya, hal itu membuatnya terkejut.

Sementara itu, Rostav sendiri tengah berpikir, 'hm, dia memintaku melakukannya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia aman. Itu langkah yang cerdas, aku pikir dia tidak akan mengatakannya. Jika aku berada di posisinya, aku pasti akan melakukan hal yang sama, tentu saja jika aku mengetahui aturan dan sistem di dunia ini. Hanya saja,' Rostav menghembuskan napas panjang sebelum melanjutkan, 'aku tidak tahu Sang Ilahi mana yang kuyakini.'

Rostav berpikir sejenak, sebelum akhirnya dia mengingat tentang ritualnya di Bumi dan ritualnya di dunia ini bisa dibilang sama, dan mengatakan nama Dewa yang sama. Tepat setelah dia melakukan ritual di Bumi, dia berpindah ke dunia ini. Dan ketika dia melakukan ritual di dunia ini, sebuah reaksi ajaib terjadi padanya, dengan Ramuan yang terbang sendiri ke arah mulutnya. Dia bisa menggunakan nama Dewa itu.

Akhirnya, dia berdehem dan menjawab dengan singkat, "baiklah."

"Kau, tidak keberatan?" Cia bertanya dengan hati-hati, walaupun di dalam hatinya dia merasakan kelegaan yang luar biasa.

Rostav menaikkan sebelah alisnya dan membalas, "kenapa tidak?" pada momen itu, Rostav memasukkan kedua tangannya di saku trench coat, dan melafalkan sumpahnya. "Atas nama Dewa Primordial Yang Mahakuasa, aku, Rostav Zertu, bersumpah tidak akan menyakiti... Agaricia Palmata," Rostav sempat melupakan namanya.

Dan pada momen yang persis bersamaan dengan selesainya sumpah itu, sebuah fenomena ajaib lainnya terjadi. Sebuah cahaya, yang sepenuhnya berbeda dari milik Cia, muncul di udara tepat di hadapan Rostav. Cahaya itu bukan perak lembut yang menenangkan, melainkan hitam dan putih yang saling berjalin dan bertabrakan dalam tarian yang kontras.

Putihnya tidak murni seperti salju, melainkan putih yang menyilaukan, putih dari bintang yang meledak. Sementara hitamnya bukan sekadar gelap, melainkan hitam pekat dari kehampaan yang ada sebelum penciptaan. Kedua cahaya yang paradoks itu saling mengejar, berputar, dan menyatu satu sama lain dengan intensitas yang menciptakan desiran energi di seluruh penjuru lorong, membentuk sebuah lambang yang begitu agung dan purba.

Lambang itu berbentuk sebuah lingkaran sempurna, simbol dari keabadian dan kekuasaan tanpa akhir. Tapi, yang paling memukau sekaligus membingungkan adalah pola yang ada di bagian tengahnya. Sebuah spiral yang luar biasa rumit dan artistik terukir di sana, tersusun dari garis-garis melengkung yang saling bertautan dengan presisi yang tidak mungkin diciptakan oleh tangan manusia.

Pola itu menyerupai daun-daun yang meliuk, mata-mata yang seakan mengawasi ke segala arah sekaligus, dan gelombang-gelombang lautan purba yang bergulung-gulung. Semua elemen itu saling berputar dan mengalir dalam sebuah pusaran abadi, menuju pusat lingkaran yang menjadi poros segalanya... berbentuk sebuah roda.

Roda itu seolah adalah poros takdir itu sendiri, sebuah pengingat diam bahwa sumpah yang baru saja diucapkan atas nama Dewa Primordial Yang Mahakuasa telah tercatat dalam siklus alam semesta, dan memutarnya kembali berarti akan mengundang kehancuran.

Rostav merasa terkejut melihat cahaya itu muncul tepat di depan matanya, dia mundur beberapa langkah hingga menabrak pintu di belakangnya, dia tahu lambang itu. Dia sudah membuatnya dua kali untuk melakukan ritual.

Pada momen itu, lambang itu segera masuk ke dada bagian kiri Rostav, masuk ke dalam jantungnya.

Kini, dua insang telah mengatakan sumpah atas nama Dewa dan Dewi. Melanggar berarti berani melawan Sang Ilahi itu sendiri. Melanggar berarti mereka akan menerima sebuah hukuman.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!