Anzykiya terpaksa harus menyamar menjadi cupu untuk melaksanakan tugas dari Ayahnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kamu harus membalas semua apa yang telah the woman lakukan,karena apa yang ia katakan semuanya tidak benar,"
"Setelah semua urusannya selesai kamu harus menikah dengan anak kandung darwis."
Di dalam melaksanakan tugas dari sang Ayah tanpa Kiya ketahui jika ternyata ia di bantu oleh Seseorang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya_Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Seseorang itu memiliki tubuh yang sangat tegap dan kekar,wajahnya sangat tegas bahkan pasti semua orang yang melihatnya akan ketakutan.
"Tuan Leo!"
Kiya mendekat ke Leo,bahkan meremas lengan Leo sangat kuat tetapi tidak membuat Leo meringis kesakitan.
"Ada apa Geri?"
"Saya hanya ingin memastikan tuan baik-baik saja,karena dari tadi Tuan Arga menelfon anda tetapi tak kunjung di angkat."
Mendengar itu Leo membuang nafas kasar,benar-benar sangat memnyebalkan bukan.
Ayah terlalu mengkhawatirkan ku,padahal aku sudah dewasa tetapi Ayah masih menganggap ku anak kecil, batin Leo.
Kiya sempat tertawa tetapi ia menahannya kalau Kiya tertawa di hadapan Leo,pasti Leo akan marah dan malu kepadanya.
"Ayah kamu,benar-benar sangat perhatian dengan kamu," puji Kiya.
Tetapi Leo hanya mendengus kasar dan melirik Kiya sebentar.
"Ini siapa Tuan?" tanya Geri
Seketika Kiya terdiam membisu,Geri menatap serius kepada Kiya.
Sialan,apa dia melihatku waktu itu, batin Kiya.
"Wajahnya sangat mirip dengan anak Ramond?"
Bagai petir di siang bolong,seketika Kiya kesulitan bernafas ia menggenggam kedua tangannya bahkan sampai mengeluarkan keringat.
"Kau salah,Anak Ramond bernama Kiya dan dia adalah Lia," sahut Leo.
Seketika Kiya bernafas lega,tetapi tatapan Geri masih tetap menatap lekat ke arah Kiya.
"Sudah tidak perlu curiga kepada dia,kau membuatnya takut! Kau lihat lenganku sampai sakit karena di remas kuat oleh dia,"
Kiya baru saja jika tangannya masih meremas lengan Leo,segera ia melepaskan nya dan wajahnya langsung berubah menjadi seperti tomat.
Kiya benar-benar sangat malu sekarang,ia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Geri dan Leo.
"Lihat dia itu sangat polos,jadi tidak perlu kau curiga dengan dia," bisik Leo.
"Baik Tuan,kalau begitu saya pergi dulu," ucap Geri lalu pergi dari sana.
Sekarang hanya ada mereka berdua,Leo tersenyum menatap Kiya yang masih menunduk kan kepalanya.
"Sudah,dia tidak ada disini lagi."
Jemari Leo mengangkat dagu Kiya sedikit ke atas,membuat bibir Kiya sedikit terbuka.
Degh
Leo sangat tergoda dengan bibir merah muda milik Kiya,Leo yakin pasti bibir itu sangat manis seperti madu.
Perlahan Leo mendekatkan dirinya dan tiba-tiba saja perutnya terasa sakit karena Kiya meninju nya.
"Mau apa kamu!" ucap Kiya sembari berlari kecil pergi dari sana.
Leo yang sedang diselimuti gairah langsung memeluk tubuh Kiya dari belakang,ini pertama bagi Leo merasakan sensasi gairah seperti ini.
Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri,sekarang aku benar-benar sangat menginginkan wanita ini, batin Leo.
"Lepasin!" teriak Kiya.
Kiya berusaha melepaskan pelukan Leo,ia menggigit tangan Leo dan segera lari dari sana.
"Jangan pergi! Mau kemana kamu!"
Kiya terus berani tidak menghiraukan teriakan dari Leo,entah lah Kiya juga bingung kenapa tiba-tiba Leo berubah menjadi singa yang sangat ganas.
Sampai di halaman depan ia melihat banyak sekali petugas,karena Leo masih sangat jauh Kiya berjalan santai.
"Permisi,aku mau pulang," ucap Kiya lembut.
"Tidak di antar oleh Tuan Leo?"
Kiya menggelengkan kepalanya "Aku bisa sendiri."
Petugas itu mengangguk,seketika petugas itu membukakan gerbang untuk Kiya keluar saat pintu gerbang di buka.
Kiya langsung berjalan keluar dan lari dari sana,untung saja ada mobil Laksa disana.
Segera Kiya masuk ke dalam mobil,Laksa yang sedang bermain hp seketika terkejut melihat penampilan Kiya yang berantakan.
"Nyonya Kiya baik-baik saja kan?"
"Nanti saja aku ceritakan,sekarang cepat kita pergi dari sini!"
Laksa mengangguk ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
.....
"Dimana wanita yang tadi aku bawa kesini?" tanya Leo.
Petugas-petugas itu langsung menatap satu sama lain,Leo yang melihatnya sangat geram.
"Dimana wanita itu?!"
"D-dia sudah pergi Tuan"
"Apa!!"
Mata Leo langsung merah padam,ia sangat marah enak sekali mereka melepaskan Kiya tanpa izin dulu dari Leo.
"Seharusnya kalian meminta izin dulu kepadaku,benar-benar tidak berguna!"
Percuma sudah,Kiya sudah pergi dan besok pasti Kiya akan marah kepadanya.
Sial,kenapa bisa aku sebegitu gairah tadi, batin Leo.
Leo mengumpat dirinya sendiri,Leo masuk ke dalam kamar untuk menenangkan dirinya.
.....
Sesampainya di rumah,Laksa membukakan pintu mobil untuk Kiya membantu Kiya keluar dari dalam mobil.
"Nyonya Kiya mau minum teh hangat?" tawar Laksa.
Kiya hanya menggelengkan kepalanya,sesampainya di dalam Kiya duduk di sofa.
"Sebenarnya apa yang terjadi Nyonya Kiya?"
"Tadi Leo hendak mencium ku,dan aku langsung pergi dari sana."
Mendengar itu tentu saja membuat Laksa sangat marah kepada Leo,benar kan dugaan dirinya jika Leo bukanlah Seorang yang baik-baik.
"Untung saja Nyonya Kiya bisa menghindar," ucap Laksa tersenyum.
Kiya ikut tersenyum ia menyenderkan kepalanya di sandaran sofa,tiba-tiba handphonenya berbunyi.
"Ada apa kamu menelfon Kakakmu?"
Seorang yang menelfon Kiya adalah Anjani adik Kiya,sudah lama mereka tidak saling berhubungan dan juga baru pertama kalinya Anjani menelfon Kiya duluan.
"Kakak sudah pulang dari luar negeri kan? Aku tau itu!"
"Iya,dan apa kamu tau jika orang tua kita sudah meninggal?"
Tiba-tiba tidak ada sahutan dari sebrang sana,Kiya yakin jika pasti Anjani sedang syok sekarang ini.
"Apa Kak? Ayah dan Ibu sudah meninggal?"
"Hmm"
Waktu orang tua Kiya meninggal sebenarnya Kiya sudah menghubungi Anjani berulang kali,tetapi no Anjani tak kunjung aktif juga.
"Aku benar-benar Anak yang tidak berguna,saat orang tuaku meninggal seharusnya aku ada disana," ucap Anjani sembari menangis.
Kiya juga ingin menangis tetapi ia berusaha untuk tetap kuat.
"Jangan berkata seperti itu,besok apa kamu akan ke Indonesia untuk ziarah di makam orang tua mu?"
"Iya Kak,sekarang aku sudah berada di bandara mungkin besok aku baru sampai disana."
Kiya tersenyum,panggilan pun terputus benar-benar sangat aneh bukan.
Hubungan antara Anjani dan Kiya memang tidak terlalu dekat seperti pada adik kakak pada umumnya.
Sejak kecil mereka tidak selalu bersama memang serumah tetapi mereka jarang bersama.
"Apakah itu Anjani?"
"Iya benar,katanya dia akan kesini sudah lama dia tidak kesini."
"Anjani terlalu sibuk mengejar impiannya bahkan sampai jauh dengan keluarga nya."
Apa yang di katakan Laksa memang benar,sangat benar Anjani terlalu menyibukkan diri bahkan untuk berkumpul dengan Keluarganya tidak sempat.
Padahal berkumpul dan berbicara dengan Keluarga itu hal yang baik.
"Mau gimana lagi,Anjani tipe anak yang sangat susah di bilangin," ucap Kiya sembari mengangkat bahunya.
Laksa mengangguk kan kepalanya,terkadang bahkan Laksa sampai heran kenapa Anjani tidak seperti dengan Kakaknya.
Bersambung....