NovelToon NovelToon
Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintapertama / Obsesi / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Along Pee

Follow Ig Author, @Alongpee_08


Yaren Motan, 25 tahun. Telah dengan berani mengajak seorang pria untuk menikah dengannya, gara-gara perjodohan sialan yang akan dilakukan orang tuanya, dirinya rela merendahkan diri di hadapan seorang pria asing malam itu.

"Apa kau pikir aku lebih baik darinya?" tanya Ayaz. Pria yang diselamatkan oleh Yaren saat dikejar oleh banyaknya manusia dengan senjata tajam.

"Setidaknya, saat kita menikah nanti kita bisa bercerai kapan saja!" ucap Yaren.

"Deal!"

"Aku tidak janji, jika aku tidak datang besok kau menikahlah dengannya..." ucap Ayas kemudian membuka pintu mobil untuk segera turun.

"Ayaz sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan 'Brengsek' sayang, lebih tepatnya 'Bajingan!'

"Ayaz..." seru Yaren.

"Hemm!"

"Boleh aku bicara?" tanya Yaren.

Ayaz menoleh ke arah Yaren yang berada di ambang pintu, kemudian mengangguk setuju.

"Apa kau punya solusi untuk masalahku?" tanya Yaren, langkah kakinya mendekat, mengambil kursi yang berada di dekat nakas kemudian duduk.

"Itukan masalahmu!"

"Iya aku tau, tapi setidaknya kan aku boleh meminta bantuanmu!" Yaren memberengut kesal, dirinya seperti wanita yang tidak punya harga diri saja, menumpang dan sudah berapa kali di usir, meski hanya dari sindiran namun Ayaz pernah mencoba mengusirnya kan.

Dan apa lagi ini, malah mau meminta bantuan pria minim ekspresi itu.

Ayaz masih diam, sejujurnya dia tidak tau bagaimana harus menghadapi masalah Yaren, dia tidak pernah perduli akan sesama manusia itu tidak bisa diajak berbagi masalah pribadi seseorang, apa lagi mengenai wanita.

"Aku bisa mengantarmu kembali ke rumah, kapan kau akan pulang?" tanya Ayaz tiba-tiba.

"Hah?"

"Kenapa? Lebih baik kau pulang." usir Ayaz lagi, Yaren mendengus kesal, Ayaz memang super tega.

"Aku tidak berani pulang ke rumah Ayaz." lirih Yaren, matanya mulai memanas, setelah hampir dua kali dua puluh empat jam dia meninggalkan rumah, pastilah Ibu tiri dan Raisa sudah bisa mencuci otak Ayahnya, mungkin jika benar Yaren besok akan kembali ke rumah, bukan sambutan hangat yang akan ia dapatkan melainkan sumpah serapah.

"Lalu?" tanya Ayaz.

Yaren menunduk, niatnya untuk mencari pencerahan dengan bertanya pada Ayaz nampaknya sia-sia.

Hening,

Hening,

Hening,

Hanya ada hembusan nafas keduanya dan suara ketukan yang ditimbulkan oleh jari Yaren di meja.

Ayaz tersenyum smirk, ia akan melakukan sesuatu untuk Yaren, ia rasa kehadiran Yaren dalam hidupnya tidak buruk juga.

"Kau bisa tinggal di sini, selama kau mau!" ucap Ayaz memecah keheningan.

"Maksudmu?"

"Aku tidak suka mengulang apa yang aku ucapkan!"

Yaren tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar tadi, dirinya saja masih ragu, apa seorang Ayaz akan mengizinkannya tinggal, bukankah baru saja Ayaz mengusirnya.

"Tidurlah denganku, tidak usah tidur di kursi lagi malam ini!" ucap Ayaz yang terdengar seperti sebuah perintah.

"Apa maksudmu? Aku harus tidur denganmu? Tidak, tidak!" tolak Yaren.

"Kenapa? Anggap saja kau sedang membayar hutang dengan tubuhmu! Perlu kau tau, hutangmu terlalu banyak padaku!"

"Hutang?" heran Yaren.

"Iya, pertama kau merengek seperti anak kecil untuk membawamu kemanapun aku pergi."

"Ke dua aku menyediakan tempat tinggal untukmu, aku rasa di sini cukup nyaman, tidak bocor, teduh, jika panas kau tidak akan kepanasan, jika hujan kau tidak akan kehujanan!"

"Ke tiga kemarin kau menanyakan makanan dan aku memberimu buah segar bahkan aku dengan baik hati memotongkannya untukmu."

"Ke empat kau meminjam bantalku untuk tidur, aku sangat baik hati kan!"

"Ke lima kau semalam lapar dan makan apa yang aku sediakan di rumah ini, begitupun tadi bukankah aku benar."

"Ke enam kau meminjam baju pakaianku lihatlah dirimu betah sekali memakainya!"

"Lalu ke..."

"Cukup Ayaz, pernyataan macam apa itu? Hutang apa? Kau ingin memerasku, sudah tau aku tidak punya uang, kalau begini ceritanya lebih baik aku menjadi gelandangan dari pada meminta tolong padamu!" ucap Yaren dengan sesal yang menggunung, sumpah dia juga sedang tidak percaya bagaimana pria minim ekspresi seperti Ayaz malah menjadi banyak bicara, mana sekalinya banyak omong langsung menyangkut tentang hutang. Oh Tuhan bangunkan aku dari mimpi buruk, batin Yaren menggerutu.

"Sudah kutawarkan itu sejak awal, aku tidak memintamu ikut denganku kan? Sudah kukatakan kalau aku bukan orang baik!" Ayaz tidak perduli, menampilkan senyum devilnya, melihat ekspresi Yaren yang ketakutan tenyata lumayan menghibur baginya.

"Aku akan membayarnya!" ucap yakin Yaren.

"Dengan apa?"

Yaren lalu mengambil ponselnya yang ia simpan di kamar Ayaz, hanya itu harta yang dirinya punya saat ini.

"Ini, kau bisa mengambilnya, jual saja aku rasa cukup untuk membayar semua hutangku." teriak Yaren lantang tepat di wajah Ayaz.

"Kau yakin? Bagaimana dengan pakaian yang baru saja kau beli tadi?" tanya Ayaz.

"Apa? Kau gila, itu kau yang membelinya, tidak-tidak bahkan kau belum membayarnya seingatku!" tolak Yaren mentah, kurang ajar sekali jika Ayaz sampai menyuruhnya membayar apa yang tidak pernah ia minta.

"Aku sudah menghubungi Rymi, dia akan menuliskan nota pembelian atas namamu, mungkin saat ini keluargamu akan mengeluarkan uang untuk membayar apa yang tadi kau beli!" jelas Ayaz. Pria itu tidak sepenuhnya berbohong, awalnya dia ingin membayar belanjaan Yaren dengan uangnya, namun setelah ia pikir mengapa tidak membebankan semuanya pada orang tua Yaren, sepertinya seru juga jika sedikit membuat onar.

Mata Yaren membulat, dia saja tidak pernah berpikiran untuk menghubungi keluarganya ataupun meminta uang, namun pria dihadapannya ini malah bertindak semaunya, tidak taukah dia bagaimana si Ibu tiri jika sudah marah-marah.

"Ayaz, kau keterlaluan!" berang Yaren.

"Aku?" tanya Ayaz.

"Kau akan membuat hidupku lebih menderita." Yaren menangis, dirinya sudah memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, Ayahnya tidak akan memaafkannya setelah ini.

"Membuat orang menderita ya! Hemmm, yah kurasa aku memang ahlinya dalam melakukan itu!" bangga Ayaz pada dirinya.

Yaren terduduk di kursi, memikirkan nasibnya.

"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan?" tanya Ayaz.

"Kesepakatan menurutmu, heh bukanlah suatu yang akan menguntungkanku tentunya." sahut Yaren.

Bagaimana kalau aku keluar dari rumah ini? Kemana aku akan pergi?

"Saat kau keluar dari rumah ini, Ayahmu akan mencarimu di sudut-sudut kota, hutang itu bisa saja lunas jika kau mau membuat kesepakatan denganku!" ucap Ayaz.

"Kau pikir aku bodoh, kau mau apa dariku? Mau menyuruhku tidur denganmu, dasar sakit jiwa!" umpat Yaren.

"Hahahaha, kita bahkan semalam saling berpelukan dalam satu ranjang, kau tidak ingat apa yang kau lakukan?" tanya Ayaz menggoda Yaren.

"Yang jelas bukan aku yang mendatangimu!" yakin Yaren.

"Hei Nona, yakin sekali dirimu! Kau yang mendatangiku, tidur di sampingku dan lalu memelukku, aku hanya menerima perlakuan manismu, tidak lebih, tapi jika kau menginginkan lebih pun aku akan dengan senang hati menurut!" tampah Ayaz, yang semakin membuat pipi Yaren bersemu merah.

"Brengsek, aku tidak mungkin melakukan itu!"

"Kenapa? Kenapa tidak mungkin? Tubuhmu yang sangat suci ini menurutmu tidak seharusnya berbuat begitu! Hahaha, aku bahkan meragukan kesucianmu Nona Yaren Motan!" ucap Ayaz, saat ini dirinya mulai serius lagi, menghidupkan rokok dan mulai menyesapnya.

"Kau brengsek Ayaz, antarkan aku ke persimpangan, lebih baik aku hidup menggelandang dari pada terjerat hutang denganmu, dasar brengsek!" ucap Yaren.

"Aa aa aa!" Ayaz menggelengkan kepalanya dihadapan Yaren. "Bukan 'Brengsek' sayang, lebih tepatnya 'Bajingan!'. Hari itu, kau sudah membawa langkahmu ke jalan yang salah, bukankah ini adalah pilihanmu kemarin? Jadi nikmati saja!"

"Di sini dingin saat malam hari, mungkin kita bisa saling menghangatkan, tempatnya sangat mendukung, tidak ada siapapun yang akan tau tentang apa saja yang bisa kita lakukan!" hembusan nafas Ayaz menggerayangi leher jenjang Yaren, membuat Yaren bergidik ngeri sekaligus meremang.

Kau yang datang sendiri, dan kupastikan tidak akan mudah keluar dari sini!

Ayaz meninggalkan Yaren yang menatapnya dengan nyalang, dan Ayaz tau saat ini Yaren pasti sangat membencinya.

"Hahahaha!"

Bersambung...

1
Cica Kosmetik
Luar biasa
Dewi Soraya
aduh ayas yg slh tu marco krn marco yg membuka aib ibumu didpn sian n mukulin sian hingga sian tw ibumu udh hamil ank marco mkny sian blsny ke u
Dewi Soraya
hrse ayas tw n dy yg mulai dluan
Erni Cahaya Nst
br ngikut lanjut thor smangat
Farizagam
bagus
Nurma sari Sari
aku suka banget ceritanya sampai akhir, tapi masih gantung gk tau anak Ayaz sama yaren laki2 atau perempuan
Nurma sari Sari
aduh penasaran....bayinya laki2 atau perempuan ????
Nurma sari Sari
Rymi yg tinggal dikota aja begitu paniknya saat melahirkan, gimana dgn Yaren yg tinggal ditengah hutan saat akan melahirkan, apalagi yg jauh dari sinyal untuk menghubungi Marco 🤦
Nurma sari Sari
😭😭😭😭
Nurma sari Sari
kasihan yaren 😢😢😢
Nurma sari Sari
ada2 aja baru kali ini seorang kriminal di dukung untuk keselamatannya agar terlepas dari jerat hukum oleh para readers 🤭😀
Nurma sari Sari
tamat sdh riwayat amla
Nurma sari Sari
kasihan juga sebenarnya Donulai
Nurma sari Sari
Rymi memang kriminal yg cerdas dan pembunuh berdarah dingin
Nurma sari Sari
tadi yaren bilang waktu Ayaz cemburu sama dokter Amri yaren menjelaskan kalau dokter Amri itu saudara dari mendiang ibunya dan kak Jovan tau juga dgn dokter Amri, kenapa sekarang malah yaren bilang lagi ke Ayaz kalau kak Jovan GK tau sama dokter Amri. gimana sih yg benarnya, bingung aku 🤦🤔🙄
Nurma sari Sari
ibu hamil memang begitu, mudah ngambek, perasaan sering berubah2, minta selalu diperhatikan, GK mau jauh dari suami, kalau bisa suami GK usah kemana2 maunya dekatan terus, tapi ada juga, kalau suami ada diajak berantem Mulu, tapi kalau suami keluar dari rmh, malah di cari disuruh pulang, tar sdh sampai rumah diributin lagi, ya begitulah bumil angin2n susah dimengerti maunya, sabar ya Sam...
Nurma sari Sari
aaaaaah......maunya dokter Amri sama Camir, kenapa sama kuda nil
Nurma sari Sari
Rymi gengsinya tinggi banget, malu tapi butuh 🤭
Nurma sari Sari
apakah Ayaz nantinya akan mati....???? meninggalkan yaren dlm keadaan hamil untuk memberikan kenang2n seorang anak buah cinta kasih mereka suatu saat nanti. Aaaaaah..... GK seruuuuu !!!!! 😢😢
Nurma sari Sari
aku padamu Ilham 👍🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!