NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Dion mengundang Viona untuk datang ke apartemennya setelah makan malam. Wanita itu memang selalu gerak cepat dan semangat kalau di hubungi, apa lagi kalau di suruh untuk datang ke apartemen. Tanpa harus menunggu lama, Wanita yang hamil itu sudah muncul di hadapannya dengan menggunakan baju yang selalu seksi.

Memang tidak bisa di pungkiri, lekuk tubuh Viona memang sangat menantang. Namun semua itu tak berlaku di mata Dion.

Cukup satu kali dia melakukan hal bodoh dengan mencicipi tubuh Viona. Kalau saja saat itu dia tidak terpengaruh dengan alkohol, Dion tidak akan mungkin sudi untuk menyentuh wanita itu.

"Apa kamu merindukanku.?" Tanya Viona dengan percaya diri. Dia menghambur begitu saja ke pelukan Dion. Meraba bagian dada Dion dengan sentuhan penuh nafsu.

"Jangan gila.!" Tegur Dion. Dia menjauhkan tubuh Viona.

"Ayo masuk.! Kamu ingin menikah bukan.?"

"Aku pastikan kamu akan menikah besok." Dion mengulas senyum kecut.

Tanpa merasa curiga sedikitpun dengan raut wajah Dion, Viona justru tersenyum senang.

Dia langsung masuk ke dalam apartemen Dion.

"Kamu serius.? Kita akan menikah besok.?" Mata Vion berbinar. Dion hanya diam saja. Duduk di depan Vion dan terus memberikan tatapan tajam penuh amarah pada wanita itu.

"Memang sudah seharusnya anak ini mendapat pengakuan dan status yang jelas." Ujar Viona. Dia mengusap perutnya penuh percaya diri karna sebentar lagi akan dinikahi oleh Dion.

"Ya, dia memang harus mendapat pengakuan, tapi bukan dariku.!" Seru Dion.

Viona terlihat kaget.

"Bukan dari kamu.? Ma,,maksudnya.?"

"Dia anak kamu Di,,," Viona terlihat cemas.

"Apa rahim yang sudah terisi oleh benih bisa diisi lagi.?" Tanya Dion dengan senyum sinis.

Pertanyaan itu seolah menampar wajah Viona.

"Aku tidak bodoh Viona.!!" Bentak Dion kemudian.

"Anak itu sudah ada sebelum aku menyentuhmu, bagaimana bisa kamu meminta pertanggungjawaban dariku.!"

Wajah Viona semakin gelisah dan ketakutan, dia terus menggelengkan kepalanya, berusaha menyangkal semua ucapan yang di tuduhkan oleh Dion.

"Tidak Di, itu tidak benar. Anak ini benar-benar anak kamu. Bukankah kamu lihat sendiri hasil pemeriksaan waktu itu.?"

"Mana mungkin dia sudah ada sebelumnya." Viona dengan yakin menyangkal. Bersikeras kalau dia belum hamil sebelum tidur dengan Dion malam itu.

"Kamu menyangkal semua itu dengan hasil pemeriksaan yang sudah di manipulasi."

"Kamu pikir selama ini aku diam karna percaya pada hasil pemeriksaan palsu yang kamu berikan padaku.!"

Wajah Dion memerah. Dia menahan amarah melihat Viona yang masih saja menyangkal. Viona terlalu berani membuat kebohongan besar padanya.

"Tapi Di, aku,,,

Viona berhenti bicara saat mendengar suara bel dan melihat isyarat tangan Dion untuk berhenti bicara.

Dion berdiri, berjalan cepat untuk membukakan pintu. Ini yang dia tunggu-tunggu, mendatangkan orang yang seharusnya bertanggungjawab atas semua ini.

"Masuk.!" Tegas Dion. Dia memberikan jalan pada orang itu untuk masuk kedalam apartemennya.

"Dengan senang hati." Sahutnya dengan seringai licik.

"Hallo Viona sayang,,, bagaimana kabar anak kita."

Dia berjalan santai menghampiri Viona dan duduk di sampingnya.

Wajah Viona semakin terkejut, dia tidak bisa berkata-kata melihat kedatangan Rayyan.

"Ra,,Rayyan,,, apa yang kau katakan.!" Viona menepis tangan Rayyan saat akan menyentuh wajahnya.

"Sudahlah Viona, aku bersedia tanggungjawab. Untuk apa kamu menjebak orang lain dan memintanya untuk bertanggungjawab." Rayyan duduk di samping Viona, merangkul pundak Viona tanpa merasa canggung sedikitpun meski ada Dion yang menetap jengah ke arahnya.

"Kamu tidak bisa memisahkan seorang anak dari ayahnya." Ujarnya lagi. Viona menggelengkan kepalanya, dia berdiri dan menghampiri Dion.

"Di,, jangan percaya padanya, dia bohong." Viona melakukan pembelaan.

"Keluar.!! Keluar atau aku akan menyeretmu ke penjara.!" Bentak Dion. Dia sudah muak berhadapan dengan Viona. Setiap hari berusaha membalas pesan dari Viona agar tidak di curigai kalau selama ini sedang berusaha mengumpulkan bukti.

"Aku tidak mau, anak ini benar-benar anak kamu Di.!"

Teriak Viona frustasi.

"Jangan gila Viona.! Dia sudah tau kalau itu anakku.!" Rayyan Menghampiri Viona, menarik Viona agar keluar dari apartemen Dion.

"Bawa dia pergi sejauh mungkin.! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi.!" Geram Dion. Dia mengeluarkan selembar cek dan menyodorkannya pada Rayyan.

Laki-laki itu menerimanya dengan senyum lebar.

"Senang bekerjasama dengan mu." Ucap Rayyan.

Dion tidak menjawab, dia langsung menutup pintu apartemen tanpa memperdulikan Viona yang terus berteriak dan memanggilnya.

Dion menghela nafas lega, akhirnya setelah lebih 1 bulan, dia bisa terbebas dari Viona.

Tidak mudah mencari keberadaan Rayyan yang sejak 2 bulan tinggal di luar negeri.

Menghindari kejaran Viona yang menuntutnya untuk bertanggungjawab.

Dion merebahkan tubuh di ranjang. Permasalahan itu yang membuatnya akhir-akhir ini selalu ingin marah. Membuat tidak tenang dan selalu merusak moodnya.

Dering ponsel memaksa Dion beranjak dari ranjang. Dia meraih ponsel di atas nakas. Panggilan telfon dari Keyla membuat Dion mengerutkan keningnya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menjawab panggilan telfon dari Keyla.

"Hemm, ada apa.?" Dion membuka pertanyaan dengan suara datar.

"Maaf Di,, Leo minta,,

"Papa,,, Leo mau tidur di rumah Papa,,,!" Suara Keyla terpotong oleh teriakan Leo.

"Leo, sebentar sayang. Biar Mama yang bicara sama Papa." Suara lembut Keyla terdengar lirih.

"Kita tanya dulu apa Papa ada di rumah."

Di seberang sana Dion terlihat mengangkat sudut bibirnya mendengar ucapan Keyla yang setengah berbisik.

"Di,, kamu,,

"Kesini saja, minta supir Celina untuk mengantar kalian." Potong Dion.

"Naura juga ingin ikut, apa kamu keberatan.?" Tanya Keyla.

"Tidak."

"Papa,, tunggu Leo ya."

"Tunggu Naura juga Ucle, bye, byee,,,"

Keyla mematikan sambungan telfonnya.

...*****...

Leo dan Naura menghambur masuk setelah Dion membukakan pintu. Keduanya sudah mulai terlihat akur berkat campur tangan Keyla yang tidak henti-hentinya memberi pengertian pada mereka.

"Yeayy tidur dirumah Uncle,,," Seru Naura.

Dion mengulas senyum, mengacak gemas rambut Naura, setelah itu beralih pada Leo.

"Leo mau tidur di kamar Papa.?" Tanya Dion sembari mengangkat Leo.

"Mau." Leo mengangguk cepat.

"Naura juga mau tidur sama Leo, Uncle." Rengek Naura. Dion terlihat kaget mendengarnya.

"Tidak boleh, aku mau tidur sama Papa." Leo melarang Naura.

Keyla masuk kedalam dan menutup pintu.

Memerhatikan interaksi mereka, lalu menghampiri Naura.

"Naura tidur sama Aunty saja yah. Kita tidur di kamar Leo,," Bujuk Keyla.

Beruntung Naura langsung setuju dengan ajakan Keyla. Setelah bercengkrama di ruang keluarga, Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk tidur.

Keyla terbangun saat tengah malam. Tenggorokannya terasa kering karna sejak sampai di apartemen, dia belum meneguk air sama sekali.

Keluar dari kamar dan pergi ke dapur, Keyla mengambil gelas dan mengisinya dengan air hangat.

Keyla mematung saat sedang meneguk air minum. Tiba-tiba dia mencium aroma tubuh Dion yang khas dengan parfum maskulinnya.

Keyla reflek berbalik badan, Dia hampir teriak saat melihat Dion berdiri tepat di depannya hampir tanpa jarak.

"Ya ampun Di, kamu membuatku kaget." Keyla memegangi dadanya yang berdetak kencang.

Dion hanya diam, tidak merespon ucapan Keyla. Dia justru membuka kitchen set tepat di atas kepala Keyla, dia mengambil gelas dari sana. Posisinya seperti sedang mengurung Keyla dalam dekapannya. Keyla langsung menundukkan kepalanya.

"Kancing baju kamu lepas.!" Ucap Dion datar.

Posisinya saat ini membuat Dion dengan jelas melihat sesuatu yang terlihat menyembul dibalik baju tidur Keyla.

"A,,apa.?!" Keyla reflek menutupnya dengan kedua tangan. Dia bergeser, membelakangi Dion dan memasang kembali kancing baju tidurnya.

Setelah menaruh gelas, Keyla berjalan cepat untuk kembali ke kamar. Dia sangat malu pada Dion.

Bukan malu karna Dion melihatnya, tapi malu karna mengingat saat masih berstatus sebagai suami istri. Dion tidak pernah tahan setiap kali melihat dua bongkahan itu.

"Kenapa kau harus melihatnya.!" Geram Dion kesal.

...*****...

Mampir juga di Novel "Terjebak Pernikahan Kontrak"

😚

Buat yang mau menguji adrenalin bisa mampir🤣

Dukung terus karya othor 😍😍

1
Netty Netty
good
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Netty Netty
coba posisi name di balik😤
Netty Netty
Lucu pakAi banget dah kayla,,, 🤣🤣🤣
Netty Netty
Baca pesona sang Duda dulu 💪
Netty Netty
masih bingung ya ceritanya
Lina RA
sebenarnya agak kasian ya liat keyla, g diizinkan u punya kputusan sendiri. tempat tinggal saja sll diatur2
SLina
vano dan celine kan sama2 udh putus urat malu kalau masalah enak2an 🤣🤣🤣
SLina
lanjutkan, km tim hore mu mas arkan 🤣
Ahmad Fawaid
lho kasian sih jho, lho udah niat aja udah kalah start sama dion
🤣🤣🤣
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonim
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
MamDeyh
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
MamDeyh
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!