NovelToon NovelToon
Khodam

Khodam

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Misteri / Tamat
Popularitas:90k
Nilai: 5
Nama Author: Izoy11

(Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka. Nama Tokoh, Tempat Kejadian Ataupun Cerita, Itu Adalah inspirasi author semata)


Diki yang sedang mencari kerja di kejutkan oleh munculnya sosok khodam dari dalam tubuhnya.

Hal tersebut dibarengi juga dengan terlihatnya dua mahluk yang sedang bertarung di atas bangunan.

bagaimana kisah selanjutnya, apa reaksi Diki saat melihat khodam yang tiba-tiba muncul, dan bagaimana kelanjutannya dua sosok yang sedang bertarung diatas bangunan

yu baca kisah selanjutnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izoy11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyebab Kematian

Satu minggu sudah berlalu kepergian bibi Elis untuk selamanya. Selama itu juga, Diki selalu mengurung dirinya di kamar dan tidak pernah sekali pun memperlihatkan dirinya walaupun itu keluar kamar.

Ivan sebagai sahabatnya, tidak tinggal diam akan hal yang menimpa sahabatnya itu. Dirinya juga selalu menemani Diki walaupun ia harus cuti dari kerjaannya.

Ivan berjalan mendekati pintu kamar Diki, dirinya membuka pintu kamar tersebut dan berjalan menuju arah sahabatnya.

"Ki, makan dulu ya," ucap Ivan sambil memegang punggung Diki.

Tetapi Diki tidak merespon perkataan Ivan. Dirinya hanya diam membatu dengan tatapan kosong lurus kedepan.

Setalah Ivan menawarkan makanan, dirinya pergi mengambil sarapan untuk Diki makan.

Beberapa saat kemudian, Ivan membawa semangkuk bubur, dan perlahan dirinya menyuapi Diki sedikit demi sedikit.

Ivan merasa sedikit lega. Walau seterpuruk apapun keadaan yang dialami Diki, sahabatnya itu masih mudah untuk mengisi perutnya dengan makanan yang dirinya suapi.

"Aku pulang dulu sebentar ya ki," ucap Ivan pada Diki walaupun dirinya diam saja.

Ivan memang selalu menemani Diki dari awal kepergian bibinya sampai sekarang. Walaupun dirinya selalu berdiam diri di ruang tamu dan tidak pernah mengganggu sahabatnya yang sedang berduka cita. Memang sesekali dirinya hanya menemui Diki saat waktu makan tiba saja.

Maksud Ivan selalu menginap di rumah Diki, karena Ivan tidak ingin sahabatnya itu berbuat aneh-aneh setelah kepergian satu-satunya keluarga yang dirinya miliki.

Saat Ivan keluar dari rumah, tiba-tiba seorang gadis cantik berambut panjang lurus memasuki rumah Diki.

Sontak Ivan langsung kaget dan mengikuti gadis yang langsung masuk begitu saja.

Gadis tersebut menerobos kamar Diki dan dirinya langsung menampar Diki dengan keras.

Sontak hal itu membuat Ivan dan Diki terkejut.

"Hei!@" teriak Ivan pada gadis yang menampar Diki.

"Diam atau aku penggal!" Ancam wanita tersebut sambil menujuk ke arah Ivan.

Sontak hal itu membuat Ivan terdiam kaku.

"Kau juga jangan ikut campur, macan putih!" Ucap wanita tersebut pada macan putih.

"Dasar sialan!, Hanya karena ditinggal oleh keluargamu, kau jadi seterpuruk ini?!" Teriak wanita tersebut kesal.

Diki sedikit tersadar, dirinya langsung melihat ke arah wanita yang nemamparnya.

"Tiara?" Ucap Diki dengan suara kecil.

"Ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan kehidupanku!" Ucap Tiara membandingkan-bandingkan kehidupannya

"Kau tahu, sebelum aku hidup layak bersama Sbastian. Dulu aku adalah samsak bagi keluargaku!" jelas Tiara menatap tajam kearah Diki.

Perlahan air mata Tiara keluar. Dirinya menangis akibat kembali mengingat masa-masa sulit dulu.

"Sejak kecil aku sudah menjadi bahan pelampiasan kedua orang tuaku dan saudara-saudaraku. Jika mereka kesal akulah yang selalu kena tinju. Menjadi suruhan bagi mereka walaupun hal sepele, bahkan jatah makanku kadang selalu mereka ambil untuk kembali mereka makan," jelas Tiara.

"Aku hanya bisa menangis dan menangis tanpa tahu harus meminta pertolongan pada siapa. Terkadang sakit saat aku mengingat kejadian itu," tambah tiara.

"Dan kau, hanya karena bibimu meninggalkanmu untuk selamanya, kau jadi kehilangan semangat?!"

Air mata Tiara terus bercucuran. Dirinya merasa iri dengan kehidupan Diki yang masih memiliki keluarga walaupun sekarang sudah ditinggal untuk selamanya.

"Kau hanya tidak tahu saja betapa sakitnya kehilangan orang yang kita cintai!" Ucap Diki dengan ekspresi datar dan suara rendahnya.

"Entah kenapa aku sangat membencimu!"

Tiara pergi meninggalkan Diki dalam keadaan masih menangis.

Setelah kepergian Tiara, Diki langsung melihat sekeliling ruangan, tanpa terkecuali ke arah Ivan, sahabatnya.

"Ivan?, Sejak kapan kau ada disini?" Tanya Diki lemas.

Ivan tersenyum sedikit terharu. Dirinya langsung mendekati Diki dan memeluknya.

"Sudah satu minggu aku selalu berada didekatmu. Syukurlah sepertinya kau baik-baik saja," ucap Ivan tersenyum.

"Eh, benarkah itu?" Tanya Diki lemas.

Ivan menganggukan kepalanya.

"Ya sudah sebaiknya kau pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanmu. Sudah satu minggu ini kau belum mandi. Biarlah kamar ini aku yang bersihkan," perintah Ivan pada Diki.

Tetapi Diki terdiam dirinya terus melamun ke arah Ivan.

"Hei!, Kau jangan melamun seperti itu, sebaiknya kau pergi ke kamara mandi sekarang juga!" Perintah Ivan mendorong badan Diki.

"Van" ucap Diki.

"Apa?"

"Sepertinya kau cocok jadi istriku"

"Apa maksudmu hah?!, Mana bisa begitu ya suaeb!"

Diki pun pergi ke kamar mandi dan Ivan pun langsung membereskan kamar tidur Diki.

Saat pintu kamar mandi di tutup, saat itu juga jin khodam keluar dari tubuh Diki.

"Apa mentalmu sudah pulih?" Tanya macan putih.

Diki terkejut dan sedikit berteriak sehingga hal itu membuat Ivan berlari menuju kamar mandi.

"Kau kenapa Ki?" Tanya Ivan yang berdiri di depan pintu kamar mandi.

"Tidak van, aku hanya kaget saja melihat perubahan pada kamar mandi."

" Oh ya sudah hati-hati saat di kamar mandi."

Ivan kembali ke kamar Diki untuk meneruskan beres-beres kamar.

"Kau membuatku kaget saja!" Ucap Diki kesal.

"Aku baik-baik saja," tambah Diki

Macan putih menjelaskan pada Diki bahwa ia tidak bisa diajak ngobrol selama 1 minggu kemarin. Dirinya pun menjelaskan juga bahwa sahabatnya Diki yaitu Ivan, selalu menuggu, menginap bahkan selalu menyuapi Diki makan.

Ivan juga selalu mengajak ngobrol Diki walaupun tidak pernah direspon.

"Lalu ada apa kau tiba-tiba muncul?, Aku yakin kau tidak akan memberi tahu hal tadi saja kan?!" tanya Diki pada macan putih.

"Aku tidak akan memeberitahumu jika kau belum siap menerima segalanya. Apalagi ini menyangkut kejadian minggu kemarin," jelas macan putih.

Diki terdiam kepalanya perlahan menunduk.

"Sepertinya memang bukan waktunya untuk memberitahumu."

Macan putih kembali kedalam tubuh Diki. Tetapi Diki mengehentikannya supaya macan putih memberi tahukan apa yang akan diberitahukan padanya.

"Ada apa lagi?!" Tanya Macan putih.

"Aku siap mendengarnya, dan aku janji untuk menerima semua yang terjadi menyangkut bibiku*" jelas Diki.

Macan putih perlahan menjelaskan mengenai bibinya yang dirasuki mahluk astral.

Dirinya menjelaskan bahwa kematian bibi Elis bukan seratus persen ulah mahluk astral tersebut.

Yang jadi pemicu kematian Bibi Elis adalah racun mematikan terdapat pada Cerurit yang dibawa oleh bibinya Diki. Racun yang menggores lehernya membuat bi Elis meninggal.

Kerja racunnya pun kemungkinan besar sangat cepat untuk memutus saraf yang ada dalam tubuhnya.

Sehingga jika tidak ditangani secara langsung akan membuat orang tersebut mati.

Dan dalam kasus ini, bi Elis tidak sempat diselamatkan.

"Aku tidak bisa menemukan siapa yang salah dari kasus ini, dan aku juga menginterogasi mahluk astral yang merasuki tubuh bibimu. Namun mahluk tersebut juga tidak mengetahui bahwa ada racun di cerurit tersebut," jelas macan putih.

"Aku sempat teringat oleh kata-kata Sbastian dulu, yang mengatakan keluargamu akan tidak aman jika kau terus bersama. Dan kata-kata itu terbukti satu minggu yang lalu". Tambah macan putih.

"Jadi menurutmu, kematian bibi bukanlah kematian yang tidak disengaja?" Tanya Diki pada macan putih.

"Entahlah aku tidak bisa menerka-nerka"

.

To Be Continued.

.

.

JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.

.

DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI

1
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍
Karebet
🙏🙏🙏
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍
Karebet
👍👍👍👍👍
Nanikk Tjahya Suryani
aku bngung sm alurnyaaa...
blom ngena 😏..
Nanikk Tjahya Suryani
kebetulan atau gmna yaaa.... di novelnya mas hendra ALAM SEBELAH ceritanya tntang BANASPATI loh thorrr... yaa bnaspati badannya itu penuh api, aku nunggu update.y lama bgtt makanya mampir kesini hehehehe.....

aku suka cerita yg berbau hororr
Nanikk Tjahya Suryani
wkwkwkwkk... yg udh nikah ngerti
ciber ara
suka bacanya krna tulisannya rapi
Riza: makasih kak
total 1 replies
Doel
kok lama banget....up y...
Arel Arel: lanjut thor...
jgn trllu lama up nya.
sya suka baca ceritanya
total 3 replies
Pipit Anggraini
kapan up kak udah penasan lanjutan nya😊😊😊😊
Riza: tunggu ya kak pipit 😁
total 1 replies
apras
ow ow siapa lagi kah dia?
Riza: bim salabim jadi apa prok prok prok
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷❀∂я
semangat up-nya
Riza: ia kak indah makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!