NovelToon NovelToon
Endless

Endless

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Marisa Canon

Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.

Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.

Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Andrea memandang langit-langit kamarnya dengan pikiran yang di penuhi dengan rasa kerinduan yang dalam untuk keluarganya. Namun, tiba-tiba saja dia mengingat kembali Demetrio. Rasa penasaran mulai mengerogoti benaknya.

"Demetrio. Siapa dia? Apa orang yang dia cari adalah Marco? pria itu melarikan diri ke sana." Andrea berdecak kesal. "Dasar pria berengsek, aku akan membunuhmu jika bertemu."

Andrea segera beranjak dan keluar berjalan menuju dapur. Dia hendak menemui Garilla. Namun, malah melihat tiga wanita dua di antaranya Garilla dan Sella yang menatap kedatangannya penuh kebencian.

Ada seorang pria yang berdiri tepat di depan ke tiga pelayan itu. Siapa lagi kalau bukan Demetrio Ruiz, pria yang cukup tampan. Namun tatapannya sangat tajam dan dingin. Andrea jelas terlihat tidak menyukai pria itu, dia terlihat tidak bersahabat.

"Mulai hari ini, aku mengambil alih tugas Garillah, dia hanya bertugas menyajikan makanan. Selebihnya adalah bagianku."

"Si," ujar mereka bersamaan.

"Dan satu lagi. Jangan berfikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di sini." Mata pria itu berpencar dan berhenti tepat di depan Sella. "Kalian hanya di ijinkan untuk bekerja, jangan bertingkah seolah-olah kalian adalah Nyonya di rumah ini. Jika ada kedapatan di antara kalian saling menyakiti, maka hukumannya akan sangat berat. Kalian mengerti."

Semua mengangguk tanda mengerti. Sebelum melangkah pergi, Demetrio menghampiri Andrea. " Kau bertugas membersihkan lantai dua, sisanya serahkan pada mereka," ucap Pria bertubuh tinggi itu berlalu pergi.

Selesai dengan itu, Andrea bergegas menuju lantai dua. Namun, baru beberapa langkah dia menaiki anak tangga, seseorang datang dari arah pintu utama. Dan wajah itu masih membuat jantung Andrea berdetak lebih kencang dari biasanya. Dengan cepat Andrea mengalihkan pandangan, dia memilih menjauh untuk melindungi dirinya.

"Andrea."

Tubuh Andrea menegang, dia berbalik lalu menatap Malvin "Signore."

"Sedang apa kau di sini?"

Perempuan yang tingginya hampir sejajar dengan Malvin itu tetap menunduk, meremas jari-jarinya untuk menghilangkan rasa takutnya. "Tuan Demetrio menugaskan ku untuk membersihkan lantai ini."

"Benarkah?" Tangan Malvin menempel pada dinding menyudutkan Andrea yang masih menampilkan ekspresi gugupnya. "Bukankah sudah ku katakan jangan sampai aku melihatmu berada di sekitarku? Lalu kenapa kau masih berkeliaran."

"Aku adalah pelayan di sini Tuan, jika kau tidak ingin melihatku maka bebaskan aku."

Terdengar kekehan halus dari mulut Malvin, pria itu mundur beberapa langkah. "Tugasmu bukan lagi membersihkan lantai mulai dari sekarang."

Dengan penuh keberanian Andrea berkata. "Lalu apa tugasku."

Malvin kembali mendekat, hembusan napasnya bahkan mengenai kulit kepala Andrea, pria yang di juluki dewa kematian itu mendorong dan memaksa Andrea untuk membalas tatapannya. "Kau harus melayani ku jika ingin segera bebas."

Kalimat yang keluar dari mulut Malvin membuat mata Andrea membulat, keterkejutannya jelas terlihat di wajahnya. Namun, dia tidak berani untuk bersuara. Mengingat hutang miliknya masih harus dia lunasi 2 bulan lagi.

Andrea tertawa. "Untuk apa aku melakukannya. Lebih baik aku berusaha untuk segera pergi dari tempat ini."

Malvin terkekeh, tangannya mencengkeram kuat dagu Andrea. "Ku rasa kau harus di beri pelajaran agar tahu aturan di dalam rumah ini," ucapnya menghempas tubuh Andrea hingga terjatuh.

"Aaaah." Suara jeritan Andrea terdegar.

"Itu yang akan terjadi pada seorang wanita sepertimu." Malvin meninggalkan Andrea setelah membuat tangannya kesakitan.

1
Marcella Lantang
happy ending...
Marcella Lantang
senangnya..mereka akhirnya bersatu
Marcella Lantang
Sedih ya Andrea harus pergi padahal dia sdh membuka hatinya utk Malvin.
Marcella Lantang
Malvin jahat banget sih...
Marcella Lantang
jahat banget ya si Malvin ini. tega sekali banting2 badannya Andrea
Marcella Lantang
waduhhh jangan2 perempuan yg Andrea bicarakan si Arsula....
Marcella Lantang
jahat ya Arsula itu. sebagai perempuan kayaq tdk punya hati👊👊👊
Marcella Lantang
ha...ha...ha...Arsula cemburu nich yè dgn Andrea. merasa Andrea sbg ancaman utk hubungannya dgn Malvin ya...🙈🙈🙈
Marcella Lantang
Andrea...kasihan ya. masa depannya hancur di usia mudanya.
Syafrida Yani
zigo
Dyah Oktina
hah... semester k 3 berarti dah 7bln an thor... wah dah besar dong...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂.. iya lari sana...
Dyah Oktina
eh...dasar sepupu gemblong... minta d tembak ya
Dyah Oktina
Luar biasa
irda sembiring
singgah...aku
Adeena clarissa
Kecewa
Marisa Canon: kenapa?
total 1 replies
ACIMAKALA
bener" greget🥹😍😍😍
ACIMAKALA
wah wah😍😍😍
ACIMAKALA
ayii
ACIMAKALA
arsulaaa ulat keket eee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!