Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 - Canggung
Jia pun mengikuti langkah Japhar dari belakang. Hingga mereka tiba di ruangan Japhar. Jia terduduk di sofa yang ada disana, Setelah lama terdiam akhirnya Jia mencoba membuka percakapan. ''Kenapa Tuan memanggilku ke sini?'' Tanya Jia.
Japhar pun mendekat ke arahnya, Dan kini mereka sudah duduk berdampingan di sofa. ''Ehm.. Kau sangat cantik menggunakan Ikat rambut yang ku berikan.'' Ucap Japhar. Wajah Jia pun memerah tampak senyum tipis tergurat dari bibirnya, tak disangka Pria tua sepertinya dapat membuatnya tersenyum.
''Terima kasih, Tuan.''
''Namun, Disini aku akan membahas soal pernikahan. Karna kau sudah pulih, Dan menandatangani kerja sama ini, Pernikahan akan segera di langsungkan.'' Jelas Japhar.
''Baiklah.'' Jawab Jia dengan wajah datar.
Lalu Japhar bangkit dari duduknya, dan berdiri membelakangi Jia.
''Ini hanya pernikahan bisnis. Kau mendapat keuntungan dari ku, Dan aku mendapatkan istri. Ini bukan pernikahan kontrak, Jadi tidak ada peraturan. Kau boleh sesuka mu, Pria tua seperti ku tidak apa-apanya selain Harta.'' Ucap Japhar.
Dia pun terdiam, Akhirnya dia memutuskan untuk pergi pamit setelah membicarakan hal itu. Sesampainya di rumah dia langsung masuk ke kamarnya dan mencoba menenangkan diri. Sampai seseorang mengetuk pintu, Yang tak lain adalah kakaknya yang mengajak Jia turun untuk makan malam.
''Jia... Ayo turun ke bawah, Kita akan makan malam.''
Baiklah....
Jia menuruni anak tangga, Mukanya tampak datar dan lesu lantas semuanya menatap Jia heran.
''Jia, Kau kenapa?'' Tanya Ibu Tiri dengan lembut.
Namun Jia tidak menjawab apapun.
'Cih, pasti sedang berakting. Agar di kasihani bukan?' Batin Jiao kesal sembari menatap Jia tajam.
''Hentikan tatapan mu itu Jiao.'' Ucap Hongli yang tak sengaja melihatnya.
''Apa kau sakit Jia? Biar ku periksa suhu tubuhmu. Semenjak kau tiba dirumah kau tampak lesu dan pendiam, Apa sebenarnya yang terjadi?'' Tanya Hongli.
Jia hanya menggeleng kan kepalanya. Lalu berkata ''Ma, Kak.. Lusa Japhar akan datang untuk membicarakan Tanggal hari pernikahannya ditentukan.'' Tampak senyum begitu manis tergurat dari bibirnya.
Mendengar perkataan Jia itu, Ibunya langsung semangat ''Wah, Itu bagus! Kita harus mempersiapkan rumah untuk menyambut kedatangannya.''
''Aku bisa membantu ibu!'' Ucap Jiao.
Jia hanya tersenyum melihat Ibunya yang begitu bahagia, Namun hatinya berkata lain. Dia belum siap untuk melaksanakan Pernikahan ini. Sementara Hongli hanya memandang Jia iba. Dia tahu apa yang dirasakan adiknya saat ini.
'Gadis bodoh, Dia tersenyum seperti ini untuk menutupinya dari Ibunya. Mungkin hari ini dia sedikit berbeda karna kabar itu. Aku yakin, Adikku pasti kuat.' Batin Hongli Iba.
- -
Sudah larut malam, Namun Jia masih tetap terjaga di kamarnya. Dia terduduk di lantai kamar menghadap jendela yang di penuhi bintang malam itu.
"Tak ku sangka, Aku akan menikah di usia semuda ini dengan Pria Tua. Tapi dia berbeda dengan Pria tua lainnya. Walaupun ini hanya pernikahan bisnis Tapi aku tetap saja akan menjalani kewajiban ku sebagai Istri. Aku tak mau bernasib sama seperti Ibu kandung ku..'' Kata Jia kala itu. Tak sadar air matanya sudah membasahi pipinya
Klak..
Seseorang membuka pintu kamarnya dan masuk begitu saja. Lalu menghampiri nya, dia segera menghapus air matanya itu. Kakaknya menatapnya dan memeluknya erat. ''Maafkan aku...'' Ucap Hongli. ''Menangis lah, Jika kau mau... Lampiaskan semuanya.''
Jia pun menangis tanpa suara di pelukan Hongli, Piyama yang dikenakan Hongli sampai basah dipenuhi air matanya. ''Bagus, ''Kau tak perlu memendamnya. Ada aku disini, Aku keluargamu. Dan cepat atau lambat kau akan menjadi istri orang dan memiliki keluarga. Aku yakin kau kuat, kau harus siap.'' Kata Hongli menenangkan Jia.
''Kau tak perlu minta maaf kak, Ini memang kewajiban ku. Ayah telah memberi tanggung jawab itu kepadaku.'' Kata Jia sembari mengusap Air matanya yang dirasanya sudah cukup.
''Baiklah. Setelah Lusa Japhar datang, Kakak akan segera pulang ke Kota A, Karna tugas kakak disana sudah menumpuk.'' Ucap Hongli.
Keesokan Harinya - -
Di kantor pun Jia sangat tidak bisa konsentrasi. ''Nyonya, Ada proyek baru kali ini. Ini butuh tanda tangan dan persetujuan mu.'' Kata sekretaris Ze yang berada disampingnya.
''Baiklah, Apa ini?'' Tanya Jia.
Setelah Ze menjelaskan semuanya, Betapa terkejutnya Jia. Proyek ini cukup membawa keuntungan. ''Baiklah, Kirimkan Perancang terbaik untuk ini.'' Perintah Jia.
Ze pun mengiyakannya dan langsung melaksanakan apa yang di perintahkan Jia.
"Sungguh, Benar apa yang dia katakan. Ini cukup membawa keuntungan. Kalau begini terus, saham perusahaan akan menaik pesat dalam waktu beberapa Minggu.'' Gumam Jia girang.
- - -
'Ah, shit.. Proyek kali ini juga cukup sulit. Bahkan aku melewatkan jam makan siang untuk ini.' Ucap Jia.
Hongli kini sudah berdiri di depan meja Jia. di ruangannya, Dia tampak serius berkutat dengan pekerjaannya Tanpa menyadari kehadiran kakaknya.
-Bersambung-
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor